I Am Fine

I Am Fine
Dering telepon



...Room chat...


^^^Keisha :^^^


^^^Kau sengaja kan?^^^


^^^Apa kau mengunakan Kak Jaiden untuk balas dendam padaku?^^^


Thalia :


Aku memang menyukai Jaiden


Tapi karena aku tahu kalau kau menyukainya juga


Aku juga menggunakan itu sebagai balas dendam ku padamu


Bagaimana rasanya?


Ku rasa itu belum impas atas yang sudah kau rebut dari ku


^^^Keisha:^^^


^^^Kau gila Thalia?^^^


^^^Kau tega mempermainkan perasaan Kak Jaiden?^^^


^^^Stop it^^^


^^^Buang niat mu itu jauh-jauh untuk balas dendam padaku^^^


^^^Karena nyatanya memang aku anak kandung Papa^^^


Thalia :


I don't care b*tch


read


"Ada apa dengan orang ini? Kenapa menyebalkan sekali! Aku harus kerumah Kak Jaiden," Gumam Keisha, lalu berjalan menuju rumah Jaiden dengan berjalan kaki.


Hitung-hitung olahraga di malam hari.


Sesampai Keisha dirumah Jaiden, Keisha langsung dipersilahkan masuk oleh penjaga pagar rumah Jaiden.


Keisha menarik nafasnya dalam-dalam, "Oke Keisha. Ayo sekarang kau sudah bisa bermain drama," Ucapnya lalu berjalan menuju pintu utama rumah Jaiden.


Setelah sampai disana, Keisha pun menekan bel rumah Jaiden. Dan keluarlah Bi Sarah dari dalam sana.


"Astaga Non Keisha? Non Keisha baru selesai menangis?" Tanya Bi Sarah khawatir saat melihat wajah Keisha, mata dan hidungnya yang memerah.


"Bi... Apa Kak Jaiden sudah pulang?" Tanya Keisha.


Bi Sarah menggelengkan kepalanya, "Tuan Muda belum pulang Non. Ya sudah kita masuk dulu ayo! Di luar dingin," Ajak Bi Sarah menarik Keisha untuk masuk.


Lantas Keisha pun menurut, dan Keisha duduk di ruang TV milik kediaman Renandra.


"Non Keisha mau minum apa? Biar Bibi buatkan," Tawar Bi Sarah.


Keisha meggeleng pelan, "Tidak usah Bi. Bi Kei ke kamar Kak Jaiden saja ya?" Tanya Keisha sembari pamit.


"A... ah iya Non," Ucap Bi Sarah mempersilahkan Keisha.


Lantas Keisha pun menaiki satu persatu anak tangga rumah Jaiden, dan memasuki kamar yang bewarna pintu coklat itu.


Ceklek


Keisha pun masuk begitu saja, dan menghempaskan badannya di atas kasur empuk milik Jaiden. Namun dirinya bangkit lagi, untuk menutup pintu kamar Jaiden yang lupa ditutupnya tadi.


Keisha menghela nafasnya berat, "Apa Kak Jaiden sedang bersama Thalia?" Monolognya.


Ah rasanya matanya kembali memanas, kenapa Thalia jahat sekali padanya? Pikir Keisha.


...⚡⚡⚡...


"Kei Jaiden baru saja mengirim ku pesan," Ucap Jaki menatap layar ponselnya.


Saat ini kedua sepasang kekasih itu sedang berada di luar rumah, tepatnya sedang berada di sebuah cafe di dekat rumah Keira.


"Terus?" Tanya Keira heran.


"Ck lihat!" Ucap Jaki menunjukkan isi pesan yang dikirimkan Jaiden pada Jaki.


...Room Chat...


Jaiden : Aku berpacaran dengan Thalia, baru saja.


read


"What?! Secapat itu?!" Ucap Keira terkejut.


"Babe, bukankah seharusnya kita menghubungi Keisha?" Tanya Jaki.


Jaki menelan air ludahnya, "Tapi... kita tidak bisa memaksakan perasaan Jaiden" Jawab Jaiden.


"Kau benar, tapi Keisha... bagaimana aku mengungkapkannya?" Ucap Keisha.


"Apa sebaiknya kita mengunjungi Keisha saja?" Saran Jaki.


"Semalam ini? Kau yakin?" Tanya Keira.


...⚡⚡⚡...


Setelah 15 menit menunggu Jaiden, pintu kamar Jaiden terbuka. Dan menampilkan Jaiden, dengan nafas yang tergesa-gesa. Hingga membuat Keisha mengedipkan matanya berkali-kali, karena dirinya sedang diselimuti rasa kebinggungan.


"Hhh... hhh... Kei!" Ucap Jaiden lalu berjalan pada Keisha, Jaiden pun meraih wajah mungil Keisha untuk di genggamnya.


Jaiden memperhatikan setiap sudut wajah Keisha, yang seperti orang selesai menangis. "Ada apa dengan mu hm? Kenapa menangis?" Tanya Jaiden khawatir.


"K...Kak Jaiden..." Ucapnya sembari terisak.


Jaiden menghela nafasnya kasar, dan membawa Keisha ke dalam pelukannya.


Flashback


Ceklek


Jaiden baru saja masuk kerumahnya, dengan perasaan yang amat-teramat bahagia. Karena dirinya baru saja pulang mengantarkan Thalia pulang, sekarang Thalia sudah resmi menjadi pacar Jaiden.


"Tuan Muda, Non Keisha tadi datang bertamu" Ucap Bi Sarah menghampiri Jaiden.


Lantas Jaiden pun menghentikan langkah kakinya, yang hendak menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.


"Keisha? Lalu dimana dia Bi? Sudah pulang?" Tanya Jaiden.


"Di kamar Tuan Muda, tapi tadi Non Keisha datang dengan wajah orang yang seperti baru selesai menangis Tuan Muda. Non Keisha sudah dua kali datnag kesini, tapi Tuan muda belum pulang" Jelas Bi Sarah khawatir pada Keisha.


"Apa? Keisha menangis?" Tanya Jaiden panik, lalu Jaiden pun langsung menaiki anak tangga rumahnya sembari berlari, agar cepat sampai di kamarnya dan menemui Keisha.


Flashback off


Maka dari itu, Jaiden datang dengan deru nafasnya yang ngos-ngosan.


"Kei ada apa huh?" Tanya Jaiden khawatir dan melonggarkan pelukannya, lalu menangkup wajah Keisha dan menghapus air mata Keisha.


"Kak... hiks..." Isak Keisha lagi.


Jaiden menghela nafasnya, "Ya sudah menangis lah sepuas mu. Aku tidak akan bertanya, nanti setelah lega baru ceritakan pada ku hm?" Ucap Jaiden lagi, lalu membawa Keisha kembali ke dalam dekapannya.


Jaiden mengusap rambut Keisha pelan, "Aku disini Kei" Ucap Jaiden.


Setelah 1 jam lamanya Jaiden memeluk Keisha yang menangis, akhirnya Keisha pun tertidur begitu saja di pelukan Jaiden. Lantas Jaiden pun membawa Keisha untuk tidur di kasurnya, Jaiden hendak melepaskan pelukannya dari Keisha.


Namun Keisha menahannya, Jaiden pun akhirnya memutuskan untuk membaringkan badannya disebelah Keisha dan memeluk Keisha.


Pada akhirnya, keduanya pun tertidur pulas.


Keisha bohong, sebenarnya dirinya tidak tidur sama sekali. Setelah Keisha merasa Jaiden sudah masuk ke alam mimpinya, Keisha pun meraih ponselnya yang berada tidak jauh darinya.


Keisha pun tersenyum menang, dan membuka kamera ponselnya. Keisha tidak bodoh, Keisha terlebih dahulu mematikan suara ponselnya menjadi diam. Agar Jaiden tak sadar, saat mendengar suara 'cekrek' dari ponselnya.


Keisha pun mempotret dirinya yang sedang berada di dalam dekapan Jaiden, lalu mengirimkannya pada Thalia.


...Room Chat...


^^^Keisha: ^^^


^^^*mengirim gambar*^^^


^^^Apa kau yakin merasa dirimu menang Thalia Auriya?^^^


^^^Ku rasa Keisha Sandika yang akan menang bukan?^^^


^^^Read^^^


Drttt drtt drtt


"Kau menelepon Kak Jaiden ya?" Batin Keisha saat melihat suara ponsel Jaiden dan seperti layar yang menyala di balik sebuah jaket yang sedang di pakai oleh Jaiden.


Keisha pun mengambil ponsel Jaiden, yang berada di dalam jaket Jaiden. Lantas Keisha menolak panggilan tersebut.


Namun ponsel itu kembali berdering, hingga membuat Keisha berdecak sebal. Dan ada ide yang brilian muncul di pikirannya, Keisha pun menjawab panggilan tersebut. Dan mengecilkan volumenya, agar Jaiden tidak mendengar suara Thalia.


"Kak Jaiden..." Panggil Keisha membangunkan Jaiden.


"Hm..." Sahut Jaiden, namun enggan membuka matanya.


"Ayo bangun..." Rengek Keisha.


"Sebentar lagi Kei, biarkan seperti ini dulu. Aku masih ingin memeluk mu seperti ini," Gumam Jaiden.


Keisha tersenyum senang, lalu mematikan telepon itu sepihak.