I Am Fine

I Am Fine
102



Sudah 2 minggu semenjak kepergian mendiang Ibu Rafa, Nenek Keisha. Keisha juga sudah menjaga jarak dari Jaiden, hubungan Thalia dan Jaiden juga semakin baik.


Thalia juga sudah menganggap omongan Keisha, beberapa waktu lalu dirumahnya adalah serius. Keisha benar-benar berusaha dan berniat untuk melupakan Jaiden, pikir Thalia.


Namun Jaiden, dirinya merasa sikap Keisha padanya beberapa waktu ini sangat aneh terhadap dirinya. Disaat Jaiden ingin bertemu, mengajak Keisha pergi atau melakukan sesuatu bersama, bahkan bicara sekali pun.


Keisha selalu menolaknya, atau pun menghindar. Bahkan Keisha memiliki seribu alasan yang cocok, asal itu tidak berinteraksi dengan Jaiden.


"Keisha tiba-tiba menghindari ku, apa menurut kalian aku melakukan kesalahan padanya? Ku rasa tidak ada, tapi mungkin Keisha ada cerita dengan kalian" Ucap Jaiden sembari menatap lantai bersih kamarnya.


"Keisha ingin melupakan mu Jai," Jawab Heri hingga membuat Jaki, Surya dan Jaiden menatap Heri dengan tatapan bertanya.


"Ck, kau tidak peka ya!" Gerutu Heri sedikit kesal. "Keisha menyukai mu Jaiden, apa kau bahkan tidak peka pada hal itu? Pada perasaannya?" Tanya Heri.


"Aku tahu soal itu," Ucap Jaiden tertunduk.


"Apa aku boleh mau?" Tanya Surya.


"Tidak," Sela Jaiden cepat, karena dirinya tahu apa maksud ucapan temannya itu.


"Egois," Sahut Jaki.


"Ku beritahu ya, kau memang tidak sadar akan hal ini. Sebenarnya, Keisha mendengar kau mengobrol bersama Thalia di rumah sakit beberapa waktu lalu."


"Di saat Thalia menanyakan hubungan mu dengan Keisha seperti apa, dan kau malah dengan gampangnya mulut mu itu berbicara kalau kau hanya menganggap Keisha hanya sebatas teman."


"Menurut mu bagaimana bisa Keisha tidak menghindari mu? Bahkan dia ingin melupakan perasaannya padamu," Jelas Heri.


Mata Jaiden membima dan menatap Heri terkejut, "Kei... Keisha mendengarnya?" Tanya Jaiden khawatir.


"Hm, bukan Keisha saja. Aku juga mendengarnya, dia menangis dan kami pergi ke atas rooftop. Dia meyerah pada mu," Jelas Heri sembari memainkan kunci mobilnya.


"Bukankah sebaiknya kau berhenti saja Jaiden?" Tanya Jaki tiba-tiba.


"Tidak bisa, aku sudah di tengah jalan" Jawab Jaiden.


"Kalian merencanakan sesuatu?" Tanya Surya.


Heri pun menatap Jaiden dan Jaki dengan penuh penyelidikan, "Ada yang kalian sembunyikan dari kami kan?" Tanya Heri yakin.


"Apa kalian dapat menutup mulut kalian sampai aku menyelesaikannya?" Tanya Jaiden.


"Tentu, kau meragukan kami?" Tanya Surya.


"Astaga," Kekeh Heri.


Jaiden pun terkekeh pelan, "Hahaha baiklah. Sebenarnya Thalia adalah anak wanita yang sudah merusak keluarga ku, sampai Daddy ku dan aku terpisah sejak aku masih dalam berada di kandungan Mommy."


"Aku hanya ingin balas dendam saja pada anaknya, aku ingin anaknya merasakan apa yang aku rasakan. Aku hanya ingin mempermainkan perasaan Thalia saja, tapi" Jelas Jaiden terpotong.


"Kau mulai menyukainya? Iyakan?" Potong Heri


"Entahlah, aku sendiri pun tak yakin dengan perasaan ku sekarang" Jelas Jaiden.


"Lalu bagaimana dengan Keisha? Kau akan melepaskannya begitu saja? Saran ku kalau kau benar-benar menyukainya, beri tahu pada Keisha segalanya. Agar dia tak salah paham, aku yaki. Keisha akan bertahan" Jelas Surya.


Jaiden terkekeh miris, "Mana mungkin dia akan bertahan. aku sangat brengsek, iyakan?" Tanyanya.


...⚡⚡⚡...


Drttt drtt drttt


Keisha menatap ponselnya, dirinya enggan sekali untuk menjawab telepon tersebut. Setelah dirinya tahu, siapa yang meneleponnya saat ini


Ting!


...Room Chat...


Jaiden :


Kei aku di luar


aku di depan rumah mu


^^^Keisha :^^^


^^^Kakak ngapain di depan rumah Kei?^^^


^^^Kei sedang tidak dirumah Kak^^^


Jaiden:


Apa kau tak lelah?


Jujur aku lelah, kau terus menghindari ku


Aku buat kesalahan padamu?


Ayo keluar


Ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan mu


^^^Keisha :^^^


^^^Kei tidak lelah sama sekali^^^


^^^Dan Kei juga tidak menghindari Kakak sama sekali^^^


^^^Kei lagi di luar Kak Jaidennn^^^


Jaiden :


Kau dimana sekarang?


Share your location


read


Keisha membelalakkan matanya kaget, "Astaga anak ini!" Gerutunya sebal.


^^^Keisha :^^^


^^^Rahasia^^^


^^^Wleee^^^


Jaiden :


Kei aku bisa saja meminta orang untuk melacak keberadaan mu


^^^Keisha :^^^


^^^Respect my privacy^^^


^^^Kei lagi sibuk Kak^^^


Jaiden :


Ok


Read


"Apa Kak Jaiden marah?" Batin Keisha, lalu Keisha pun berjalan mendekat ke jendela kamarnya dan menyibak sedikit gorden kamarnya.


Keisha menghela nafasnya kasar, "Kenapa mobilnya belum pergi juga sih?" Ucap Keisha yang mengintip dari jendela kamarnya.


Ting!


...Room Chat...


Jaiden :


Jangan mengintip


Nanti mata mu bintilan


Aku pulang


Rest well, and sorry.


Read


""Eh?!" Pekik Keisha langsung reflek menutup tirai jendelanya, "Astaga Keisha kenapa bodoh sekali?!" Monolognya kesal sendiri.


...⚡⚡⚡...


Sudah 1 Minggu lamanya, Keisha dan Jaiden saling tak berkomunikasi satu sama lain. Kalau dihitung semenjak Keisha datang kerumah Thalia, itu sudah 3 Minggu lamanya dan hampir satu bulan.


Jaiden sekarang juga sudah jarang untuk sekedar berkumpul bersama yang lainnya, dan makan bersama di kantin bersama yang lainnya juga.


Alasannya adalah karena Keisha sendiri, Jaiden tidak ingin suasananya menjadi canggung karena dirinya berada disana dengan Keisha di tempat yang sama.


Yang lainnya pun tak mempersalahkan soal itu, karena sebenarnya Jaiden juga sering berkumpul dengan yang lainnya. Walaupun itu tanpa Keisha disana, ya begitulah.


"Kak," Panggil Riki.


Kini mereka sedang berkumpul, dan sedang beristirahat serta di kantin sekolah.


"Kau tak apa?" Tanya Riki saat melihat kemana arah tatapan Kakaknya itu, yang tak lepas dari kedua pasangan yang berada tidak jauh dari meja mereka.


"I'm okey, perlahan. Pasti bisa kan?" Tanya Keisha pada Riki.


Riki pun mengangguk ragu, dan memilih untuk mengalihkan perhatiannya.


"Hei ku dengar Karin terkena kasus ya?" Tanya Jaki, hingga membuat semua mata tertuju pada Heri.


Karena dari mereka tahu, hanya Heri lah yang sering berhubungan dengan Karin. Karena Heri adalah mantan kekasih Karin. Dan Karin juga adalah satu-satunya wanita, yang lama bertahan bersama Heri walupun bolak-balik putus.


Ah iya, soal masalah di Mall beberapa waktu lalu. Heri sudah meminta maaf pada Fia, dan berjanji untuk tidak merendahkan perempuan seperti itu lagi.


Apalagi, di depan umum.


"Kenapa kalian malah melihatku? Ck, Aku sudah tidak ada urusan lagi dengannya!" Jelas Heri kesal.


"Oke-oke, tapi santai saja kali!" Gertak Keira.


"Tahu tidak? Ternyata Karin itu terlibat protitusi online astaga," Ucap Sufa geleng-geleng kepala.


"Apa? Di usia dini? Dia sebaya dengan kita kan?" Tanya Keira.


"Yup, kau benar. Aku tidak heran sih, melihat pergaulannya yang bebas" Jawab Surya.


"Hei sudah-sudah, kenapa jadi bahas Karin sih. Kasihan tahu," Jelas Fia.


"Aku ke kelas dulu ya, lagi tidak enak badan" Ucap Keisha tiba-tiba.


Keisha pun bangkit dari duduknya dan meninggalkan kantin, rasanya mata Keisha panas sekali saat melihat Jaiden dan juga Thalia yang sedang bermesraan di hadapannya.