
"Ck, Kenapa sih?!! Aku itu ingin move on Jaki!" Gerutu Keira kesal di kamarnya, sembari berguling-guling diatas kasurnya.
Lantas Jaki pun melajukan mobilnya untuk menuju kerumah Keira, namun Jaki berhenti dahulu di sebuah toko perhiasan yang berada di dekat rumah Keira.
Setelah Jaki membeli kalung couple itu, Jaki pun langsung bergegas menuju rumah Keira. Jaki melajukan mobilnya dengan kecepatan cepat, karena Jaki terlalu bersemangat untuk mengungkapkan perasaannya pada Keira.
Tak membutuhkan waktu yang lama, Jaki sudah sampai di halaman rumah Keira. Setelah 10 menit di perjalanan, lantas Jaki pun memakirkan mobilnya di halaman rumah Keira.
Ting ting Ting!
Asisten rumah tangga milik keluarga Sanjaya itu pun membuka pintu rumah mereka, "Eh Den Jaki, mencari Non Keira ya?" Tanya Asisten rumah tangga itu.
"Iya Bi, Keira di dalam kan Bi?" Tanya Jaki.
"Ada Den, Non Keira ada di kamar. Mau saya panggilkan?" Tanya Asisten rumah tangga itu.
"Tidak usah Bi, saya langsung aja ke kamar Keira" Jelas Jaki.
"Eh? O... Oh iya Den silahkan," Ucap Asisten rumah tangga itu sedikit terkejut.
Jaki pun masuk ke dalam rumah kediaman keluarga Sanjaya itu, dan menuju ke kamar Keira yang berada di lantai dua.
"Dasar anak zaman sekarang, pacarannya di kamar" Gumam Asisten rumah tangga itu tak habis pikir.
Jaki pun mengetuk kamar Keira dengan 3 kali ketukan, "Siapa?!" Teriak Keira dari dalam sana.
"Aku Kei, Jaki!" Sahut Jaki.
"Masuk!" Teriak Keira dari dalam.
Jaki pun memutar kenop pintu kamar Keira, dan melihat Keira yang sedang rebahan di atas kasurnya. Lantas Jaki pun berjalan menuju pada Keira.
"Eitss..." Ucap Keira membuat Jaki berhenti untuk melangkah, "Pintunya ditutup!" Pinta Keira.
"Ck iya iya," Sahut Jaki lalu membalikkan badannya, dan menutup pintu kamar Keira.
"Kei," Panggil Jaki.
"Hm," Balas Keira yang masih menatap ponselnya.
"Ayo bicara serius," Jelas Jaki.
Keira yang sedang memainkan ponselnya itu pun menoleh pada Jaki, "Maksud mu?" Tanya Keira mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Makanya ayo duduk disana dulu," Ajak Jaki sembari menujuk sofa yang terdapat di dalam kamar Keira.
Keira pun menurut dan menarik Jaki untuk duduk di sofa yang ditunjukkan oleh Jaki, "Kenapa sih? Canggung sekali," Ucap Keira binggung dengan perubahan sikap Jaki.
Jaki menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya pelan, hingga membuat Keira semakin menatap binggung dengan Jaki.
Jaki pun membuka matanya perlahan, dan memberanikan diri untuk menatap dalam kedua manik mata indah milik Keira.
Sedangkan yang ditatap mengedipkan matanya berkali-kali, sungguh! Keira tidak bohong. Jaki menatapnya dengan intens sekali, hingga membuat Keira merasa salah tingkah soal itu.
Jaki pun memegangi kedua bahu Keira, Jaki dapat merasakan kalau Keira tampak tegang dan terkejut atas perlakukan yang diberikannya.
"Kei..." Panggil Jaki.
"A... apa sih, jangan seperti ini" Ucap Keira berusaha melepaskan tangan Jaki dari kedua bahunya.
Namun Keira gagal karena Jaki menahannya, "Tatap aku Kei" Pinta Jaki.
"Apa sih Jek?!" Tanya Keira yang mulai kesal dengan Jaki, tidak tahu saja kalau hati Keira sedang berdegup ria di dalam sana.
"Be my girlfriend?" Tanya Jaki.
"Huh?" Ucap Keira menaikkan alisnya tak percaya.
"Kau benar-benar menyukai ku kan Kei?" Tanya Jaki.
Keira tertawa sinis, dan melepaskan paksa tangan Jaki dari kedua bahunya.
"Apa kau merasa tidak enak dengan ku Jaki? Hingga kau datang jauh-jauh kerumah ku, hanya untuk meminta ku untuk menjadi pacarmu?" Tanya Keira.
"See? Aku benar kan?"Lanjut Keira lalu berdiri dari duduknya.
"Tidak, kau salah paham. Aku tahu aku sangat bodoh Kei, Maaf aku sudah membuat perasaan mu menjadi campur aduk seperti ini. Tapi sungguh, aku baru menyadari perasaan ku padamu" Jelas Jaki.
"Aku menyukai mu Kei," Lanjutnya.
"Jaki apa kau sedang mempermainkan ku?" Tanya Keira dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
Jaki pun bangkit dari duduknya dan menarik Keira paksa untuk duduk dan membawa Keira ke dalam pelukannya.
"Apa aku terlihat main-main? Aku serius Keira Sanjaya, be my girlfriend right now ya Kei?" Tanya Jaiden.
Keira pun mengangukkan kepalanya, "Hmmm...." Ucap Keira sambil membalas pelukannya pada Jaki.
Flashback off
"Kak apa kau sudah memberi tahu Kak Keisha?" Tanya Riki pada Jaiden sambil memberikan Jaiden sebuah minuman kaleng.
Jaiden pun hanya menerima minuman yang disodorkan oleh Riki, "Memberi tahu soal apa?" Tanya Jaiden.
Kini keduanya sedang berada di salah satu rooftop, yang berada di sekolah mereka. Karena sekolah mereka, memiliki 5 gedung.
Lantas Jaiden pun terkekeh, "Entah lah awalnya memang begitu, tapi Kakak mu datang begitu saja. Hingga membuat perasaan ku menjadi berantakan seperti ini," Jelas Jaiden.
"Jangan sempat kau mempermainkan Kak Keisha ya! Aku akan menghajar mu!" Peringat Jaki.
"Hm... kau tenang saja, aku tidak akan bermain-main dengan Keisha. Karena aku akan serius dengannya," Balas Jaiden dengan kekehannya.
"Jangan berbicara seperti itu pada Kak Kei, kalau kau tidak ingin memiliki hubungan lebih dari teman dengannya," Jelas Riki lalu pergi meninggalkan Jaiden di atas rooftop.
"Ck, dasar!"
Ting!
...Room Chat...
Keisha :
*Mengirim gambar
See aku dimana?
Aku sedang berada di depan halaman rumah Tuan Muda 😻
^^^Jaiden:^^^
^^^Kau berbohong kan?^^^
^^^Katanya pulang besok??^^^
Keisha :
Hahaha, apa aku boleh masuk?
read
Jaiden yang merasa tidak puas dengan pesan balasan yang diberikan Keisha itu pun, akhirnya memilih untuk melakukan video call.
Keisha pun mengangkatnya dengan senang hati, dan jangan lupakan dengan senyum manisnya itu.
Ah, itu sangat menggemaskan bagi Jaiden!
"Hei, Keisha! Apa kau membohongi ku?!" Kesal Jaiden.
"Hahaha maaf Kak, sebenarnya aku memang besok berangkat ke Indonesia. Tapi Mama tiba-tiba ingin pulang kemarin, makanya aku baru saja tiba tadi pagi. Kau tidak membuka grup ya?" Jelas Keisha sembari bertanya.
Lantas Jaiden pun menggelengkan kepalanya, ''Kau dirumah ku?" Tanya Jaiden lagi.
"Tentu, apa Kakak bolos?!"
"Ck, tidak. Aku sedang jam kosong," Balas Jaiden.
"Kak aku akan pergi kesekolah yang sama dengan Kakak, apa boleh?" Tanya Keisha.
Jaiden pun terkekeh gemas, "Sekolah itu terbuka untuk umum Keisha, kenapa bertanya sih? Tentu saja boleh, kau kelas apa?" Tanya Jaiden.
Lihat? Jaiden sangat banyak bicara jika dirinya bersama Keisha. Bahkan Jaiden selalu banyak bertanya, bagaimana menurut kalian jika Jaiden sedang bersama Thalia?
Keisha pun hanya menyengir kuda, "Aku IPS Kak" Sahutnya.
"Ah begitu, apa kau akan mengambil kelas yang sama dengan Heri dan Surya?" Tanya Jaiden.
"Aku tidak tahu, maunya sih begitu" Jawab Keisha.
"Kak apa aku boleh masuk ke rumah mu? Aku rindu dengan masakan Bi Sarah!" Ucap Keisha bersemangat.
"Hmmm... masuk saja Kei, itu juga rumah kedua mu" Sahut Jaiden.
"Umm... Kak" Panggil Keisha, lantas Jaiden pun menaikkan alisnya sebelah.
"Setelah Kakak pulang sekolah... nau menemani ku sebentar?" Tanya Keisha.
"Kemana?" Tanya Jaiden.
"Menjenguk Tante Celine," Jawab Keisha
Jaiden pun tersenyum mendengarnya, "Baiklah. Kau merindukan Mommy?" Tanya Jaiden.
"Hm aku ingin melihat Tante, boleh kan?" Tanya Keisha.
"Iya nanti setelah aku pulang sekolahh, aku akan pulang kerumah dan menjemput mu. Lalu kita akan pergi kerumah sakit bersama ya," Jelas Jaiden.
"Siap kapten!" Ucap Keisha meletakkan tangannya hormat, "Kau yang terbaik!" Lanjutnya.
"Menggemaskan!" Batin Jaiden kedua kalinya.
"Kei sudah dulu ya? Aku ada kelas sebentar lagi," Ucap Jaiden.
"Oke! Semangat!" Ucap Keisha.
Hmm... ku tutup" Ucap Jaiden.
Tut...