
"Kau gugup sayang?" Tanya Haura pada anaknya.
"Ma aku sangat gugup, duh bagaimana nanti kalau Jaki salah mengucapkan akad pernikahan?" Tanya Keira gugup bukan main.
"Tidak, dia pasti sudah berlatih" Kekeh Haura. "Ah iya, Mama dengar-dengar dari Rina Jaiden juga akan menghadiri pernikahan mu?" Tanya Haura.
"Hm... aku bertemu dengannya di LA, aku tidak tahu Jaiden akan benar-benar hadir atau tidak. Mama tau sendiri kan alasannya, tapi aku berharap dia akan hadir. Dan segara bertemu dengan Keisha dan juga Thalia," Jelas Keira.
"Sepertinya Jaiden datang, karena Tante Rina kemarin menghubungi Mama dan mengucapkan titipan selamat pada mu. Beliau juga memberikan mu hadiah," Jelas Haura.
"Tante Rina? Tante Rina menghubungi Mama? Berarti Mama tahu dong kalau Jaiden selama ini berada di LA?" Tanya Keira.
"Tidak, tidak ada yang mengetahui Jaiden di LA selain keluarganya. Mama juga baru tahu tadi malam," Jelas Haura.
"Katanya sih datang, soalnya 2 hari yang lalu Tante Rina menelepon Mama. Kalau Jaiden sudah berada di dalam pesawat, mungkin dia sampai kemarin?" Ucap Haura kurang yakin.
"Mama tidak berbohong? Apa Jaiden akan datang? Wah Keisha sepertinya harus mempersiapkan dirinya untuk itu," Ucap Keira menghawatirkan perasaan dan kondisi Keisha.
"Kalian sudah sangat dewasa, pasti kalian sudah mengerti. Jaiden cukup dewasa di usia kalian dulu, Mama mengerti kenapa alasan Jaiden lebih memilih untuk meninggalkan kalian, Keisha, Kakeknya dan juga orang-orang terdekatnya disini."
"Kalian harus mengerti juga padanya, jangan merasa kesal padanya karena tidak memberi kabar pada kalian selama 8 tahun ini. Jaiden pasti punya alasannya," Jelas Haura dan Keira pun mengangukkan kepalanya mengerti.
Gedung resepsi.
"Oh itu mereka, ayo kita kesana!" Ucap Jaiden sambil menarik tangan seorang gadis yang sedang mengaet tangannya mesra dan manja.
Jaiden pun berjalan untuk menghampiri teman lamanya, dan sedang berkumpul bersama disana tanpa Surya. Jaiden juga tidak tahu, kalau Surya sudah menikah. Karena ajdieb menghilang tanpa kabar dan tidak ada satupun dari mereka yang tahu dimana keberadaannya. Dan dengan kebetulan, Keira dan Jaki berlibur ke LA dan bertemu dengan Jaiden tanpa sengaja.
"Oh Jaiden?!" Ucap Heri terkejut saat melihat Jaiden yang sedang menuju ke arah mereka, lantas yang lainnya pun membalikkan badannya dan mencari-cari dimana keberadaan Jaiden.
Betapa terkejutnya mereka, saat melihat Jaiden datang dengan seorang wanita yang mangaet tangannya mesra. Di luar ekspektasi mereka, pikir yang lainnya.
"Hei! Ku kira Keira bohong soal kau yang akan tidak datang! Lama tidak bertemu!" Sapa Heri merangkul Jaiden.
Lantas mereka semua pun saling bertos-tos ria, dan saling berpelukan ala pria.
"Riki? Bagaimana kabar mu?" Tanya Jaiden menarik perhatian yang lainnya.
"Oke oke saja, seperti yang Kakak lihat. Ku rasa Kakak pun juga begitu kan?" tanya Riki balik sambil melirik pada seorang gadis yang mengaet lengan Jaiden.
Jaiden pun tersenyum, dan mengangukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Hei siapa Kak? Kekasih mu ya? Atau mungkin istri mu?" Tanya Jovan berbisik pada Jaiden.
"Ah iya... ini kenalkan" Ucap Jaide terpotong.
"Oh?! situ Kak Surya! Kak Surya!" Panggil Riki dan Surya pun menoleh dan betapa terkejutnya Surya melihat Jaiden yang ikut hadir di pernikahan Jaki.
Namun keterkejutan Surya pun semakin bertambah, saat melihat Jaiden membawa seorang gadis di sisinya. Lantas tanpa menunggu lama, Surya pun segera menghampiri teman-temannya itu.
"Bro!" Sapa Jaiden ber tos ria dengan Surya lalu berpelukan.
"A... anak mu? Kau sudah menikah?" Tanya Jaiden gugup.
'Makanya, jangan sulit untuk di hubungi Kak. Supaya kalau ada teman menikah itu kau tahu!" Omel Sufa.
"Sufa kau masih sama saja ya!" Ucap Jaiden menyenggol bahu Sufa gemas.
Sufa pun mendelikkan matanya malas, sambil memegangi gelas jus apelnya.
"Dimana istri mu?" Tanya Jaiden.
"Ah itu dia!" Tunjuk Surya ada istrinya yang baru saja masuk ke dalam gedung resepsi pernikahan Jaki dan juga Keira di langsungkan.
Keempat gadis yang tadinya sedang berada di ruang mempelai wanita itu, baru saja memasuki gedung pernikahan. Yaitu, Fia, Keisha, Yura, dan juga Thalia.
Saat melihat Surya yang sedang melambai-lambaikan tangannya dari ujung sana, lantas Keisha pun memberhentikan langkahnya membeku. Begitu dirinya melihat Jaiden disana, hingga membuat Yura, Fia, dan Thalia menatap Keisha binggung.
"Ada apa Kei?" Tanya Thalia.
"Kenapa Kei?" Tanya Fia.
"Kak Jaiden... dia pulang, dia sudah kembali" Ucap Keisha dengan mata yang berkaca-kaca, mati-matian rasanya untuk Keisha untuk menahan air matanya itu untuk tidak lolos.
"Huh?" Ucap Thalia mencari dimana keberadaan Jaiden, dan dirinya pun langsung menemukan Jaiden yang sedang berkumpul di satu meja dengan yang lainnya.
Keisha tertawa miris di dalam hati, "Siapa gadis yang bersamanya? Ku rasa Kak Jaiden sudah menemukan cinta sejatinya disana. Dia cantik," Batin Keisha sedih.
"Ayo kita harus menghampirinya, kau pasti sangat merindukannya kan?" Tanya Thalia menarik tangan Keisha paksa dan segera menuju dimana yang lainnya sedang berada.
Setibanya disana, Jaiden langsung menatap Keisha penuh arti. Jaiden juga menatap Keishaa terlebih dahulu, padahal Thalia juga disana yang kodratnya adalah Kakaknya walaupun mereka terbukti tidak dekat.
Sungguh, Jaiden rasanya sangat merindukan gadis yang sedang berdiri di hadapannya saat ini. Jaiden rasanya ingin sekali menangis karena merindukannya, dan memeluk Keisha erat sekarang juga.
"Hai Kei? Lama tidak bertemu. Bagaimana kabar mu?" Tanya Jaiden.
Keisha pun tersenyum canggung, dan melirik sejenak pada seorang gadis yang yang sedang mengaet mesra lengan Jaiden itu. "Hai Kak, aku baik. Bagaimana dengan mu?" Tanya Keisha berbalik.
"I'm fine too Kei, Keisha... i miss you so much so bad" Ucap Jaiden menatap Keisha dalam hingga membuat jantung Keisha rasanya ingin copot saja.
"Apa apaan?!" Batin Riki tak suka, karena Jaiden tak sadar diri. Bahkan dirinya lupa kalau dia sekarang sedang membawa seorang gadis bersama dengannya. Apalagi gadis itu mengaet mesra tangan Jaiden, hingga mereka semua berpikiran kalau gadis itu adalah kekasih Jaiden.
"Wah apa ini yang namanya Kak Keisha?" Tanya gadis yang mengaet mesra lengan Jaiden itu tiba-tiba, hingga membuat mereka terkejut bukan main.
Artinya, Jaiden sering membicarakan Keisha dengan gadis itu? Gadis yang mereka tidak tahu siapa indentitasnya, karena Jaiden belum mengenalkan gadis itu pada teman-temannya.