I Am Fine

I Am Fine
Keisha atau Thalia?



"Hei apa kau menyukai Thalia?" Tanya Keira berbisik-bisik.


"Hm," Sahut Jaiden.


Jaki dan Keira pun melebarkan matanya terkejut, "Apa kau serius? Lalu bagaimana dengan Keisha Jai?" Tanya Jaki.


"Jaiden kau yakin?" Tanya Keira.


"Keisha? Ah dia bahkan lost contact, kalian juga tahu kan? Kalau aku dan Keisha memang tidak punya hubungan yang jelas," Ucap Jaiden apa adanya.


"Ah iya, Keisha memang seperti hilang di telan bumi. Aku Khawatir padanya, apa dia baik-baik daja?" Tanya Jaki sendiri.


"Umm... sebenarnya aku bertukar pesan dengan Keisha akhir-akhir ini,"Jelas Keira agak ragu-ragu.


Jaiden pun langsung menatap Keira dengan penuh arti, untuk menuntut penjelasan pada Keira. Begitupla dengan Jaki.


"Apa kau bilang?" Tanya Jaiden.


"Ya begitu... Keira dia sedang menjalani pengobatan. Makanya tidak sempat memberi mu dan yang lainnya kabar tentangnya," Jelas Keira.


Terlihat jelas sekali, kalau Jaiden merasa khawatir dan panik. Jaki pun begitu, namun Jaiden lebih khawatir daripada Jaki.


"Kei kau serius? Keisha sakit apa? Bisa kau sambungkan telepon padanya? Aku ingin berbicara padanya Kei," Ucap Jaiden dengan nada yang khawatir.


"Keisha menjalani pengobatan apa Kei?" Tanya Jaki.


...⚡⚡⚡...


Thalia memejamkan matanya, merasakan angin sepoi-sepoi yang mengibas rambut dan poninya pelan. Thalia yang merasa ada seseorang yang sedang berjalan mendekat padanya, pun membuka matanya.


Thalia agak tersentak saat mendapati adik kelasnya, bahkan Adik kelasnya itu sudah berdiri tegap di hadapannya.


"Kakak terkejut ya melihat ku disini? Tidak usah takut Kak, aku hanya ingin menghirup udara saja disini" Ucap Sufa lalu menuju ke pinggir atap sekolah.


Thalia pun hanya mengangguk saja, dan mengikuti Sufa.


"Apa Kakak sedang bersama Kak Jaiden?" Tanya Sufa.


"Huh? Maksud mu?" Tanya Thalia binggung, tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan yang di lontarkan Sufa barusan padanya.


"Maksudku, apa kalian sedang pacaran?" Tanya Sufa melirik Sufa.


"Tidak," Balas Thalia singkat, karena memang dirinya tidak mempunyai hubungan seperti itu dengan Jaiden.


"Baguslah Kak, lebih baik jangan. Ku rasa itu tidak akan baik untuk Kakak dan Kak Jaiden," Jelas Sufa hingga membuat Thalia binggung.


"Maksudmu?" Tanya Thalia.


"Kakak kenal Keisha dan Yuna kan?" Tanya Sufa.


Deg!


"Dari mana anak ini tahu tentang Keisha dan Yuna?" Pikir Thalia.


Sufa terkekeh pelan, saat melihat raut wajah Thalia yang terkejut. Thalia terkejut karena Sufa sepertinya tahu, bagaimana hubungannya dengan Keisha dan Yuna.


"Kakak tenang saja, aku tidak akan mengatakan apapun," Jelas Sufa.


"Aku tidak dekat dengan mereka, Keisha dan Yuna adalah teman sekelas ku dulu saat di Amerika" Jelas Thalia.


Sufa pun mengangguk-anggukan kepalanya, "Apa Kakak yakin?" Tanya Sufa seperti meledek.


Namun Thalia enggan menjawabnya.


"Menurut Kakak apa yang akan Kak Keisha lakukan pada Kakak, kalau dia tahu Kakak pacaran dengan Kak Jai?" Tanya Sufa.


Thalia mengerutkan dahinya binggung, tidak tahu kenapa Adik kelasnya ini berbicara dengan terbelit-belit dan tidak jelas.


"Aku tidak tahu apa maksudmu mengatakan ini, kurasa Keisha dan Jaiden tidak ada hubungannya" Jelas Thalia.


"Kakak tidak tahu ya? Kak Keisha dan Kak Jaiden itu, sudah seperti malaikat tanpa sayap" Jelas Sufa, lalu pergi meninggalkan atap sekolah dan Thalia.


"Hei Sufa!" Panggil Thalia, namun Sufa tak mengubrisnya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Thalia.


Thalia pun memikirkan maksud dari ucapan yang dilontarkan oleh Sufa barusan, "Apa maksudnya malaikat tanpa sayap? Apa Jaiden memang mengenal Keisha?" Pikir Thalia yang sedang berkecamuk.


...⚡⚡⚡...


"Ck, kalian semua kenapa sih? Pasti kalian ingin membahas tentang Thalia kan?" Tanya Jaiden.


"Tentu saja, kalian akhir-akhir sepertinya sangat dekat ya" Sindir Surya.


"Hahaha lucuu sekali, tapi aku bersyukur. Akhirnya kau dekat dengan seorang gadis, aku takut saja kalau kau ini diam-diam belok" Kekeh Heri.


"Menyebalkan!" Gerutu Jaiden cemberut, hingga mengundang gelak tawa dari teman-temannya.


"Surya sepertinya Jaiden sudah tidak tertarik pada Keisha, kau sudah bisa gas!" Ucap Heri tiba-tiba.


"Astaga mulutnya tidak bisa di rem," Batin Surya.


Jaiden pun mengerutkan dahinya dan melirik pada Surya, " Kau menyukai Keisha Surya?" Tanya Jaiden terkejut.


"Menurutmu?" Tanya Surya berbalik, tidak ingin menjawab pertanyaan itu.


"Hei demi apa! Aku malah menyukai Keira, astaga!" Ucap Jaki.


"Karma!" Ucap ketiganya bersamaan.


"Iya iya!" Gerutu Jaki.


"Hei Heri! Kemarin aku melihat mu keluar bersama Fia, kau tidak memakainya kan?" Tanya Surya.


Plak!


Heri memukul lengan Surya keras, hingga membuat sang empu berteriak dan meringis karena kesakitan.


"Hei kau yang benar saja! Aku tidak akan melakukannya pada Fia!" Jelas Heri kesal.


"Katanya saja begitu, tapi setelah 2 bulan sering keluar bersama sudah mulai tusuk menusuk" Sahut Jaiden frontal dan terkekeh pelan.


"Tidak tidak! Fitnah! Aku menganggap Fia itu seperti teman perempuan, sama seperti Keira dan Keisha. aku akan menjaganya dari laki-laki yang sejenis dengan diriku!" Jelas Heri diakhir dengan kekehannya.


"Ah iya aku baru ingat, kau kan sudah ada Karin untuk teman tusuk" Kekeh Surya.


"B*ngs*t!" Umpat Heri kesal.


"Kurasa Surya benar-benar akan single hahaha, lihat saja Jaiden sebentar lagi akan punya pacar" Kekeh Jaki.


"Heh Jek? Kau tidak sadar diri ya? Disini itu yang tidak jomblo kecuali Heri! Pacarnya Heri banyak!" Jelas Surya tak terima.


"Kenapa jadi berbicara ini astaga, kurasa ini alasannya mengapa Keira tidak ingin bergabung dengan kita" Sahut Jaiden terkekeh.


...⚡⚡⚡...


Riki baru saja keluar dari kamar mandi, Riki baru saja selesai membersihkan dirinya selepas pulang sekolah tadi dan merebahkan badannya di atas kasurnya.


Riki pun mengambil ponselnya dan hendak menghubungi Kakaknya, Keisha. Ya, Riki menyembunyikannya dari Jaiden dan yang lainnya kecuali Keira.


Riki menyembunyikan soal dirinya dan Keira yang dapat menghubungi Keisha, bahkan Keisha lah yang terlebih dahulu menghubungi keduanya.


Keisha juga ganti nomor, karena ponselnya hilang pada saat itu.


"Halo?" Jawab Keisha ditelepon.


"Halo Kak Kei."


"Ada apa Ki?" Tanya Keisha.


"Kau yakin tidak ingin menghubungi Jaiden mu?" Tanya Riki.


"Memangnya kenapa?"


"Ku rasa Kak Jaiden menyukai seorang gadis teman sekelasnya, apa kau tidak berencana untuk pulang ke Indonesia setelah mendengar ini?" Tanya Riki.


"A...pa orang itu?" Ucap Keisha terpotong.


"Hm... orang itu Thalia, apa Kak Keira tidak mengatakan apapun padamu soal ini?" Tanya Riki.


"Keira memberitahuku, tapi apa mereka sudah pacaran? Riki bisa kau cari tahu bagaimana hubungan mereka?" Tanya Keisha di telepon.