I Am Fine

I Am Fine
114



"Hai Mommy, Daddy, ini Jaiden. Maaf lama tidak mejenguk Mommy dan Daddy, Jaiden tadi terkejut. Keisha juga berkunjung kesini, dan sepertinya Keisha juga merindukan Mommy dan juga Daddy kan?" Tanya Jaiden dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Jaiden pun menghela nafasnya kasar, agar air matanya tak tumpah. Namun apa boleh buat, air mata itu sudah tumpah dan jatuh begitu saja membasahi pipi Jaiden.


"Mommy Daddy, Jaiden tidak menangis. Mata Jaiden hanya perih saja karena terkena debu, Jaiden kesini naik motor mom, dad hiks...." Isak Jaiden.


"Mommy Daddy Jai... hiks... sangat merindukan kalian berdua," Ucap Jaiden mengelap air matanya. "Kalau boleh jujur, Jaiden masih suka iri dengan teman-teman Jaiden yang memiliki orang tua lengkap seperti Keira, Surya, Jaki dan juga yang lainnya."


"Kenapa sih Tuhan jahat sekali dengan Jaiden?" Tanya Jaiden terkekeh miris.


"Ah iya, Mommy dan Daddy tadi sudah dengar kan tadi dari Keisha? Iya, Jaiden akan ikut olimpiade matematika nanti. Setiap Jaiden ikut olimpiade di sekolah, Jaiden jadi selalu teringat soal Daddy."


"Beberapa tahun waktu yang lalu Jaiden dan Jaki sama-sama menang olimpiade, dan kita berlibur ke puncak bersama... hikss... Daddy meninggalkan Jaiden begitu saja tanpa pamit dulu hiks... disitu posisinya juga Daddy dan Mommy juga baru saja pulang dari Amerika."


"Maafkan Jaiden Daddy... hiks..." Ucap Jaiden menarik nafasnya dalam-dalam agar dapat menahan air matanya yang tidak bisa berhenti mengalir.


"Daddy... maafkan Jaiden, Jaiden sudah menjadi laki-laki yang brengsek. Jaiden sudah mempermainkan perasaan Keisha dan juga Thalia, maafkan Jaiden."


"Tapi untuk Thalia, Jaiden hanya merasa sangat kesal dan benci pada Mamanya."


"Awalnya Jaiden tidak tahu soal keluarga Thalia, karena Om Rafa sudah mengubah dan juga menganti semua indentitas Tante Lia. Jaiden tahu karena Jaiden melihat foto Thalia bersama Tante Lia di kamarnya, maka dari itu Jaiden tahu kalau Thalia ada hubungannya dengan Tante Lia."


"Dan Jaiden meminta bantuan dari Om Dimas, untuk mencari tahu bagaimana seluk-beluk keluarga Thalia. Dan terbukti, kalau ternyata Thalia adalah anak Tante Lia."


"Mommy tenang saja, Jaiden akan membalas rasa sakit hati Mommy dulu. Mommy dan Daddy bahagia ya disana? Jangan pikirkan Jaiden, Jaiden akan baik-baik saja. Jaiden sayang Mommy dan Daddy," Ucap Jaiden panjang lebar.


...⚡⚡⚡...


"Apa Papa ada di dalam?" Tanya Keisha pada sekretaris Bram.


"Eh Nona Keisha?" Ucap sektretaris itu terkejut, "Bapak sedang ada di luar Non. Nanti jam 16.00 WIB bapak akan kembali ke kantor," Ujar sekretaris itu melihat jadwal Bram.


Keisha pun mempoutkan bibirnya, "Ah begitu ya? Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang dulu ya Mbak, jangan katakan pada Papa kalau saya berkunjung ke kantor" Ujar Keisha.


"Huh? A...ah iya Non," Jawab sekretaris itu.


Keisha pun pergi, namun saat dirinya berada di depan lift dan hendak menekan tombol. Pintu lift pun terbuka, dan tanpa di duga Keisha malah bertemu dengan calon istri Bram Papanya.


"Oh Keisha?" Sapa wanita itu terkejut, saat melihat putri calon suaminya di kantor.


...⚡⚡⚡...


"Jai," Panggil Surya.


"Hm," Sahut Jaiden.


Saat ini mereka sedang berada di apertemen milik Heri, namun hanya tersisa Jaiden dan juga Surya saja disana. Heri dan Jaki sedang bermain game di balkon apartemen milik Heri.


"Kemarin aku dan Surya melihat Mama Keisha di bar," Ujar Surya menarik perhatian Jaiden hingga membuat Jaiden menatap Surya.


"Bersama seorang pria?" Tanya Jaiden.


Surya menggelengkan kepalanya, "Aku tidak melihatnya bersama seorang pria. Tapi kata Heri, tempat yang di kunjungi Tante Shakila itu adalah tempat orang untuk menyewa seorang cabul" Jelas Surya panjang lebar.


"Dan... aku khawatir pada Keisha," Lanjutnya.


"Ei... Tidak mungkin kan itu untuk anaknya sendiri?" Duga Jaiden dan Surya pun sepemikiran dengan Jaiden.


"Tapi Jai, apa kau pernah melihat Tante Shakila benar-benar menyayangi anaknya?" Tanya Surya.


"Sebentar," Ucap Jaiden lalu mengangkat telepon.


"Halo?" Ucap Jaiden.


"Halo? Jaiden kau dimana?" Tanya Thalia di telepon.


Jaiden pun melirik Surya sejenak, lalu bangkit dari duduknya untuk menjauh dari temannya itu. "Aku sedang berada di rumah Heri, ada apa hm?" Tanya Jaiden lembut.


"Emm tidak ada, aku hanya merindukanmu" Ucap Thalia.


"Kau merindukan ku? Apa perlu aku kesana?" Tanya Jaiden.


"Eh? Tidak tidak! Tidak usah, besok juga kita akan bertemu disekolah. Iya kan?" Tanya Thalia.


"Iya sayang, aku bahkan akan menjemput mu besok. Apa kau lupa soal itu?" Tanya Jaiden.


"Tentu saja tidak, sedang apa kau disana? Kau sudah makan malam?" Tanya Thalia.


"Tidak ada, aku tadi baru saja pulang dari makan Daddy dan Mommy. Lalu berkunjung ke apertemen Heri, karena anak-anak sedang berkumpul disini. Aku juga sudah makan, bagaimana dengan mu? Kau sudah makan malam?" Tanya Jaiden.


Hm, aku juga sudah" Sahut Thalia.


"Pakai apa?" Tanya Jaiden.


"Aku tidak tahu itu ikan apa, yang jelas itu adalah ikan laut" Ucap Thalia membuat Jaiden terkekeh.


"Kenapa jadi tertawa sih?" Gerutu Thalia.


"Hahaha tidak, tidak, kau sangat lucu. Ah iya Thalia, aku tutup dulu ya? Aku sedang bersama anak-anak. Besok jangan telat oke? Aku akan menjemput mu" Jelas Jaiden.


"Baiklah, jangan pulang kemalaman ya?" Balas Thalia.


"Iya sayang," Jawab Jaiden. "Good night, rest well. Nice dream baby," Ucap Jaiden.


"Hmm, you too baby" Sahut Thalia.


Jaiden pun mematikan telepon itu, dan mendelikkan matanya malas. "Astaga, aku malas sekali sebenarnya" Ucap Jaiden lalu kembali menghampiri Surya di ruang tv.


...⚡⚡⚡...


"Eh?" Kaget Thalia saat dirinya mendapati Sufa yang sedang berada di rooftop seolah.


"Wah kebtulan sekali ya Kak, sepertinya Kakak sering mampir kesini ya?" Tanya Sufa akrab.


"Aku? Tidak juga," Sahut Thalia lalu berjalan mendekat pada Sufa yang sedang berada di ujung pembatas rooftop.


"Bagiamana hubungan Kakak dan Kak Jaiden? Ku dengar dari Kak Kei, Kakak dan Kak Keisha juga sudah berbaikan ya?" Tanya Sufa terkekeh pelan.


Hei, jangan lupakan siapa Sufa. Sufa saat ini sedang mengorek informasi dari Thalia. Tapi tenang saja, Sufa tidak akan berbuat gosip di luar sana tentang cicrle nya.


Paling tidak, Sufa hanya menyampaikan perihal ini pada circle nya saja. Siapa lagi kalau bukan diantara, Jaki, Surya, Heri, Jaiden, Keira, Fia, Keisha, Riki, dan juga Jovan.


"Hubungan ku dengan Jaiden baik-baik saja, dan akan lebih baik setiap harinya. Dan begitu pun juga dengan Keisha," Jelas Thalia.


"Ah benarkah?" Tanya Sufa.


Thalia pun menganggukkan kepalanya, "Kenapa kau bertanya?" Tanya Thalia.