I Am Fine

I Am Fine
118



"Dimana aku?! Di hotel?!" Pekik Keisha terkejut.


Dengan cepat Keisha menyibakkan selimutnya dan melihat pakaiannya yang masih sama, dengan pakaiannya yang di gunakan tadi malam.


Keisha merasa bersyukur soal itu, lantas Keisha pun mengingat-ingat bagaimana bisa dirinya dapat berada di hotel. Namun, yang terlintas di pikirannya hanya Heri.


Keisha pun mencari dimana keberadaan ponselnya, dan mencarinya di atas kasur. Namun hasilnya nihil, lalu saat Keisha menoleh ke samping dirinya pun menemukan apa yang di carinya di atas sebuah meja.


Dengan segera, Keisha langsung mengambil ponselnya.


Saat membuka ponselnya, betapa terkejutnya Keisha mendapatkan beberapa rentetan pesan dari Heri.


"Aku mabuk?" Gumam Keisha.


...Room Chat ...


Heri :


Ku rasa kalau kau sudah bangun saat membaca pesan ini


Iuw


Kau sebaiknya mandi bodoh!


Kau sangat bau alkohol


Aku sengaja membawa mu ke hotel, karena aku takut kalau Om Rafa sampai tahu kalau kau mabuk berat seperti tadi malam


Segera bersihkan diri mu Kei, aku tidak menyentuh mu sedikit pun ya!


read


Keisha berasa dirinya lega saat membaca pesan itu dari Heri, dirinya sangat bersyukur ternyata Heri tidak menyentuhnya sedikit pun. Seperti yang Keisha ketahui, kalau Heri adalah anak remaja yang suka bergulat di atas kasur bersama seorang perempuan.


...Room Chat ...


Heri :


Aku sudah megizinkan mu tadi


Keira juga sudah membuat alibi pada Om Rafa dan Tante Shakila, kalau kau menginap dirumahnya tadi malam


Aku juga sudah memesan sarapan untuk mu, pergi ke dapur dan makan


Surya akan menjemput mu di hotel setelah pulang sekolah


Tenangkan dirimu dan nikmati waktu santai mu di hotel


Jangan lupa mandi, aku juga sudah membeli pakaian baru


Buka lemari


Oke?


^^^Keisha: ^^^


^^^Oke hehe^^^


^^^Terima kasih banyak^^^


^^^Maaf merepotkan kalian selalu hehehe^^^


^^^I love you guyss^^^


^^^Read^^^


Lantas Keisha pun melakukan semua perintah Heri tadi, mulai dari mandi, sarapan, hingga tetap tinggal di hotel sampai Surya menjemputnya nanti setelah Surya pulang sekolah.


...⚡⚡⚡...


"Oi Jaiden! Kau ya!" Kesal Keira.


"Ck,. apasih Ra?" Gerutu Jaiden.


"Ikut aku!" Ucap Keira menarik paksa tangan Jaiden untuk keluar dari kelas.


"Hei kau gila ya?! Kenapa kau makan malam bersama kemarin hah?!" Tanya Keira mengecilkan suaranya setelah menarik Jaiden ke ujung pojok kelas.


"Kau tahu itu? Keisha mengatakan sesuatu pada mu?" Tanya Jaiden berbisik.


"Keisha mabuk tadi malam karena kau bodoh!" Ujar Keira kesal.


"Huh? Apa?!" Pekik Jaiden terkejut, hingga membuat beberapa pasang mata menatap keduanya.


"Kenapa kau, aaaaaa... astaga aku tak habis pikir dengan mu kau tahu? Padahal setelah pulang sekolah kau datang ke rumah ku, dan meminta bantuan padaku. Dan malamnya? Kau?!" Ucap Keira menatap Jaiden tak percaya.


"Kau lihat, dan baca" Ucap Jaiden menunjukkan pada Keira isi pesannya bersama Thalia.


"Wah gila, ku rasa Thalia sengaja melakukannya right?" Tanya Keira berbisik.


"Cih! Pura-pura polos!" Kesal Keira.


"Keira tunggu, apa Keisha baik-baik saja? Dimana dia sekarang? Dia mabuk dengan siapa tadi malam?" tanya Jaiden berbisik.


"Ck kau ya! Keisha aman, kau tenang saja. Dia bersam Heri tadi malam," Jawab Keira enteng.


"What?! Heri?!" Pekik Jaiden lagi.


"Ck, Heri tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak pada Keisha! Kau harus bertanggung jawab!" Ucap Keira lalu pergi meninggalkan Jaiden begitu saja.


What? Keira! Keira!" Panggil Jaiden pada Keira yang sudah keluar dari dalam kelas.


...⚡⚡⚡...


"Kau sudah mendingan Kei?" Tanya Surya yang baru saja sampai di kamar hotel Keisha.


50% yes, 50% no," Sahut Keisha.


"Kalau ada masalah itu cerita, jangan mabuk-mabukan" Ujar Surya yang duduk di atas kasur.


"Kemarin rasanya berat sekali," Jawab Keisha. "Pulang yuk?" Ajak Keisha.


Surya pun memberikan paper bag yang sedari tadi dibawanya, "Pakai ini. Aku tidak mau ya nanti ada berita seorang anak pengusaha Media Entertainment sedang berada di hotel bersama anak CEO blablablabala," Ujar Surya membuat Keisha terkekeh pelan.


"Hahaha iya, iya" Ucap Keisha lalu mengambil paper bag itu, dan mengeluarkan isinya yang berisi topi, masker, dan juga kacamata hitam.


"Udah?" Tanya Surya saat melihat Keisha yang sudah rapi.


"Udah, ayo!" Ajak Keisha.


Lantas Surya pun bangkit dari duduk ya dan memakai maskernya kembali serta topi, dan juga kacamatanya. Setelahnya, keduanya pun segera check out dari hotel tersebut.


"Mau mampir sekalian untuk makan malam?" Tanya Surya.


"Boleh, kau lapar ya?" Tebak Keisha.


"Sedikit," Jawab Surya.


Dan berakhir lah keduanya di rumah makan Padang, sesuai atas permintaan Keisha sendiri. Tadi juga keduanya sempat berdebat ingin makan dimana, Surya ingin makan di KFC. Sedangkan Keisha, ngotot ingin makan rendang di rumah makan Padang.


Karena tabiatnya perempuan itu tidak pernah mau kalah, dan selalu benar. Jadi lah pilihan Keisha yang di turuti oleh Surya, dan kini keduanya sudah berada di rumah makan Padang.


"See! You got this too here! (Lihat, kau juga mendapatkan ini disini!)" Ucap Keisha saat melihat ayam goreng tepung yang di hidangkan untuk mereka berdua.


"Ck, iya iya!" Sahut Surya yang masih terlihat kesal.


Keisha pun terkekeh pelan, saat melihat Surya seperti itu. "Kau lucu sekali, kalau lagi kesal hahaha" Ucap Keisha tertawa.


Keisha tidak tahu saja, kalau jantung Surya sudah dangdutan di dalam sana saat mendengar ucapan Keisha barusan padanya.


...⚡⚡⚡...


"Nanti ke apartemen Heri yuk," Ajak Keira.


"Ayo ayo aja sih," Sahut Keisha.


"Sepulang sekolah aja lah ayo," Ajak sang pemilik apartemen.


"Ayo," Ajak yang lainnya setuju.


"Aku ajak Jaiden ya? Tidak papa kan Kei?" Tanya Jaki.


"Iya tidak papa kan Kei? Sampai kapan kalian mau menghindar seperti ini?" Tanya Heri yang mengetahui rencana Keira dan Jaki.


"Iya," Jawab Keisha singkat.


"Eh eh sini deh," Ucap Sufa memulai pergosipan di kantin pada saat jam istirahat.


Lantas mereka pun merapat pada Sufa, "Kalian tahu tidak? Aku semalam di rooftop bersama Kak Thalia. Dan Kak Thalia cerita pada ku kalau Nek Rena yang mengajaknya ke Masion keluarga Renandra."


"Tapi Thalia malah di rendahkan oleh Nek Rena disana," Ucap Sufa melebih-lebihkan cerita supaya terdengar menarik.


"Apa? Thalia mengatakan itu pada mu?" Ucap Jaki tak percaya.


Sedangkan Riki hanya diam saja, sambil memperhatikan raut wajah Kakaknya.


Kalian tim apa? Keisha Jaiden? Atau Keisha Surya?