I Am Fine

I Am Fine
Hubungan Dino dan Lia



Acara persepsian pernikahan Saka dan Rina pun sudah selesai, saat ini Saka sedang berkumpul dengan yang lainnya, ahh tidak. Tepatnya Saka sedang berkumpul dengan teman-temannya minus istrinya dan istri dari teman-temannya tersebut.


"Saka, apa kau memerlukan ini nanti malam? Kalau kau mau, kau bisa ambil satu dan memakai pengaman" Ucap Kanta menggoda Saka, sambil menunjukkan 2 bungkus k*nd*m pada Saka.


"Wah apa kau akan melancarkan aksi mu malam ini Kanta?" Tanya Bram heboh.


"Hei apa apaan, tidak! Tentu saja aku tidak membutuhkan itu! yang benar saja!" Sahut Saka kesal.


"Hahahaha apa kau yakin?" Sahut Juna.


"Hei Juna apa tidak kau saja? Kau bahkan sudah tidak pernah bercinta selama 6 tahun hahaha" Ucap Tara menggoda Juna.


"Hei! Jangan sampai kau melakukan itu dengan Celine, sebelum kau rujuk dengannya!" Peringat Saka pada Juna.


"Apa kau masih menyukai Celine Saka?" Tanya Bram spontan, hingga membuat seisi ruangan diam.


"Tentu saja tidak, aku sudah menikah dengan Rina wanita yang kucintai. Aku sudah tahu bagaimana perasaan ku yang sebenarnya pada Celine, aku hanya menganggapnya seperti adik kandung ku sendiri, begitupun dengannya" Jelas Saka panjang lebar.


"Hei apa kalian tahu? Aku kira tadi Saka akan menikahi Celine dan anak kecil yang memanggil Saka Papa itu adalah anak Saka dengan Celine hahaha astaga, bodoh sekali aku!" Ucap Bram tertawa.


"Hei bukan kau saja, kita semua juga pasti berpikir begitu apalagi Juna, selama perjalanan ah tidak, bahkan saat mendengar Saka akan menikahi salah satu putri dari keluarga Aldebarano, Juna sudah galau tidak jelas dan minum-minum tidak jelas dirumah orang tuanya" Ucap Kanta menggoda Juna.


Semuanya pun hanya bisa terkekeh dan terus-menerus meledek Juna.


"Hei! Jangan mengumbar aib ku, memalukan sekali!" Kesal Juna.


...⚡⚡⚡...


2 Minggu kemudian.


Celine dan Juna sudah rujuk 1 Minggu yang lalu, mereka berdua sepakat untuk hidup kembali bersama anak semata wayangnya, Jaiden Renandra.


Keduanya memutuskan untuk membesarkan Jaiden bersama-sama di Indonesia.


"Dady apa ini rumah kita? Astaga Dady kita pindah saja! ini terlalu besar untuk Jai, Jai yakin pasti dapurnya jauh sekali!" gerutu Jaiden kesal.


Juna terkekeh, " tidak sayang, rumah kita tidak disini. Ini adalah masion kakek dan nenek Renandra, kita akan beristirahat dulu disini ya? Kau tak apa kan?" Tanya Juna lembut sambil mengusap rambut jagoan kecilnya tersebut.


"Astaga menantu dan cucu ku sudah datang!" Ucap Rena semangat saat menyambut keluarga kecil tersebut di depan rumahnya.


"Nenek!" Panggil Jaiden dan lari pada Rena untuk memeluk Rena


"Astaga cucu nenek ini kenapa semakin tampan hm?" Tanya Rena sambil membawa Jaiden masuk ke dalam rumahnya.


"Tentu saja aku tampan Nek! Karena Dady dan Momy ku juga tampan dan cantik!" Ucap Jaiden semangat.


"Baiklah, baiklah" Ucap Rena sambil terkekeh pelan.


"Bagaimana kabar Mama?" Tanya Celine.


"Baik, bagaimana dengan mu Nak? Juna sudah tidak macam-macam lagi denganmu kan?" Tanya Rena menatap sinis Juna.


"Ck, kenapa aku sudah seperti anak tiri saja" Gerutu Juna sendiri.


...⚡⚡⚡...


...Room Chat...


Lia:


Dino


Ada yang ingin ku bicarakan denganmu


Bisakah kita bertemu sebentar


^^^Dino:^^^


^^^Katakan saja disini^^^


^^^Aku tidak punya banyak waktu luang^^^


Lia:


Ini tentang anak kita


^^^Dino:^^^


^^^Apa kata mu?^^^


^^^Jangan mengada-ada^^^


^^^Aku tidak pernah melakukan hubungan intim padamu semenjak kita saling mengenal^^^


Lia:


Kita melakukannya 6 tahun yang lalu Dino


Kau dalam pengaruh alkohol saat itu


^^^Dino:^^^


^^^Mari bertemu di cafe biasa^^^


^^^Akan ku pesankan ruang privat^^^


^^^Nanti akan ku kabari jam berapa aku selesai^^^


^^^Aku sedang meeting sekarang^^^


Lia:


Baiklah


Kutunggu kabar darimu


read


Keduanya pun berencana untuk saling bertemu di tempat cafe biasa, dimana mereka selalu bertemu di cafe tersebut.


Sudah selama 12 menit Lia menunggu di ruang privat tersebut, namun Dino tidak kunjung datang. Bahkan Lia sempat berpikir, kalau Dino saat ini sedang mempermainkannya.


Sreettt


Pintu pun terbuka dan menampilkan Nyonya Aldebarano diikuti oleh Dino di belakangnya.


"Kenapa? Kau terkejut aku ikut?" Ucap Joya terkekeh saat duduk di salah satu kursi di hadapan Lia.


"Tentu saja tidak, untuk apa aku terkejut" Sahut Lia.


"Kenapa? Ku dengar kau mengaku bahwa anakku sudah menghamili mu 6 tahun yang lalu ya?" Ucap Joya menganggap remeh Lia.


"Iya, sekarang usianya 6 tahun dan tinggal bersama Ibu ku di Jakarta" Sahut Lia.


"Ibu macam apa yang tidak merawat anaknya dan bahkan meninggalkan anaknya bersama orang tuanya, malahan Ibunya disini sibuk pacaran" Sahut Joya remeh tak suka pada Lia.


"Tahan Lia, jangan emosi" Batin Lia.


"Maafkan aku Nyonya, aku tidak ingin berdebat dengan mu. Aku disini untuk bertemu dengan Ayah dari anakku" Sahut Lia lantang dan terdengar tidak sopan.


"Cepat katakan padaku Lia, bagaimana kau bisa mengatakan kalau aku menghamili mu 6 tahun yang lalu dan sekarang kau bilang usianya sudah 6 tahun?" ucap Dino to the point.


"Baiklah, ku harap kalian tidak menyelanya dulu setelah aku selesai berbicara" Ucap Lia.


"Karena aku sedang megarang cerita" Batin Lia.


"Cepat katakan" Ucap Dino penasaran.


Sungguh, Dino sangat penasaran. Karena seingatnya di waktu dia bangun saat itu, dirinya sudah berada di apartemen Lia.


Saat itu Dino sedang membantu Celine, untuk mewakili Celine dalam pembukaan galeri seni Celine yang baru saja resmi dibuka.


Karena keadaan Celine tidak memungkinkan untuk ke Indonesia, jadilah Dino yang mewakilinya.


Flashback on


"Ah maaf" Ucap Lia yang tak sengaja menabrak Dino.


"Astaga! Baiklah tak apa, apa kau punya tisu? Aku harus buru-buru" Ucap Dino.


"Sebentar!" Ucap Lia lalu merogoh tasnya dan memberikan tisu kering pada Dino.


"Terima kasih, aku terburu-buru" Ucap Dino tanpa menatap Lia dan meninggalkan Lia


"Tampan" Batin Lia.


Lia pun masuk ke dalam galeri seni tersebut bersama teman dekatnya, Chika. Lia tidak mengetahuinya kalau Dino adalah adik kandung laki-laki Celine, bahkan Lia tidak tahu bahwa galeri seni yang baru saja dibuka itu, adalah galeri seni atas naungan keluarga Aldebarano.


"Wah bukankah itu orang yang tabrak tadi?" Ucap Lia.


"Hah?" Tanya Chika binggung.


"Itu! Itu tadi aku tidak sengaja menabrak pria itu, ternyata dia adalah pemilik galeri seni ini ya?" Ucap Lia heboh pada Chika.


"Iya mungkin, bisa jadi" Ucap Chika tidak tertarik, "Ingat Lia kau sudah punya kak Juna" Ucap Chika berusaha memperingati temannya.


"Kak Juna memang punya ku, tapi bukan aku yang berada dihatinya" Sahut Lia sambil memanyunkan bibirnya.


salam hangat dari author❤️