I Am Fine

I Am Fine
Supermarket



"Kei!" Panggil Keira.


"Aku pamit ke supermarket sebentar ya, Surya bisa kau temani aku ke supermarket terdekat sebentar?" Tanya Keisha melirik Surya.


"Huh? A.. oke ayo," Ucap Surya mengikuti langkah Keisha yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Lantas Keira dan yang lainnya pun saling menatap binggung satu sama lain, namun mereka semua langsung mengerti. Alasan mengapa, Keisha pergi begitu saja tanpa menyapa Jaiden.


Mereka semua berpikiran, kalau itu karena Keisha melihat Jaiden dan Thalia yang sedang berduan di atas ayunan gantung itu.


Supermarket


"Are you okay?" Tanya Surya sesampai di Supermarket, karena sedari tadi Keisha hanya diam saja.


"No, i'm not okay. I'm jealous" Jelas Keisha.


Surya pun mengangguk-anggukan kepalanya paham, walaupun dirinya merasa cemburu juga pada Jaiden. Karena Keisha sang pujaan hatinya, menyukai Jaiden lebih dari yang dirinya ketahui.


"Apa kita disini hanya berkeliling saja? Dan kau meminta ku untuk menyorong troli kosong ini," Ucap Surya.


Karena semenjak kedatangan mereka di supermarket tadi, Keisha meminta Surya untuk mengambil troli dan mendorongnya. Padahal Keisha sendiri pun tidak tahu, kenapa dirinya mengajak Surya ke supermarket.


"Aku binggung," Sahut Keisha.


"Tentang perasaanmu?" Tanya Surya.


Keisha menggelengkan kepalanya, "Aku binggung kenapa aku datang ke supermarket?" Tanya Keisha.


Lantas Surya memutar bola matanya malas, "Menyebalkan sekali!" Ucap Surya, dan memilih untuk berjalan terlebih dahulu sembari mendorong troli tadi.


"Jaiden!" Panggil Keira.


Jaiden pun mengalihkan perhatiannya pada sumber suara yang memanggilnya, dan mendapatkan beberapa teman-temannya yang sedang berdiri disana. Lantas Jaiden pun memutuskan, untuk mengajak Thalia berkumpul dengan teman-temannya.


"Tadi Kak Keisha kemari," Ucap Riki, setelah mengatakan itu Riki langsung pergi begitu saja dari taman belakang rumah Jaiden.


"Eh?" Ucap Keira terkejut dengan pernyataan yang diberikan oleh Riki, "Riki kau mau kemana?!" Pekik Keira.


"Pulang!" Teriak Riki yang sudah mulai menjauh dari pandangan mereka.


"Apa benar?" Tanya Jaiden pada yang lainnya.


"Hm, tadi dia pamit ke supermarket bersama Surya" Jawab Heri.


Jaiden pun melirik Thalia sekilas, "Ah ya sudah ayo masuk ke dalam!" Ajak Jaiden.


Setelah Jaiden mengatakan itu Thalia, Fia dan Keira memutuskan untuk pergi ke dapur, untuk membantu Bi Sarah menyiapkan makan malam untuk mereka.


Karena anak-anak remaja itu berencana untuk makan dirumah Jaiden Kecuali Jovan dan Riki, karana keduanya sudah pamit pulang terlebih dahulu.


"Apa tadi Keisha memang datang kesini?" Tanya Jaiden pada Jaki dan yang lainnya.


"Iya, tadi Kei kemari. Tapi dia langsung pergi begitu saja, setelah melihat mu di taman belakang bersama seorang gadis" Jawab Heri terkekeh pelan.


"Hahaha sepertinya Kak Kei cemburu, iya kan Kak?" Tanya Sufa sembari tertawa.


"Ku rasa begitu..." Balas Jaki terkekeh pelan.


Ceklek


Pintu utama milik rumah Jaiden baru saja terbuka, karena jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB maka pintu itu ditutup setelah magrib tadi. Kedua pintu itu terbuka lebar dan menampilkan Surya dan Keisha.


Sedangkan Keisha hanya membawa 1 kantong plastik saja, sedangkan Surya membawa 4 kantong plastik di tangannya.


"Kalian lama sekali, apa selama itu untuk memilih makanan ringan seperti ini?" Tanya Jaki.


"Of course sir!" Sahut Keisha kesal pada Jaki.


"Ck, apa kalian tahu? Selama 1 jam tadi," Ucap Surya menoyor kepal Keisha gemas, "Anak ini hanya keliling saja di supermarket tidak tahu mau membeli apa, untung aku inisiatif untuk membeli camilan ringan!" Gerutu Surya kesal.


"Keisha!" Panggil Keira dari dapur, karena Keira dapat mendengar suara Keisha yang merengek di ruang tamu. Hingga Keira memutuskan, untuk memanggil Keisha.


Lantas Keisha pun pergi meninggalkan anak laki-laki itu dan berlari kecil ke arah dapur, tapu langkahnya berhenti saat berada di depan pintu masuk dapur.


Hal itu karena Keisha melihat, bagaimana akrabnya Thalia dengan Keira dan Fia.


"Kei ayo sini!" Pinta Keira.


"Ah... i..iya," Jawab Keisha menurut, dan menghampiri Keira.


Canggung.


Keira pun hanya bersikap pura-pura tidak tahu, tentang permasalahan Keisha dan Thalia. Walaupun sebenarnya sudah mengetahuinya dari Keisha dan cerita dari Sufa, Sufa menceritakannya pada yang lainnya kecuali Jaiden dan Jaki.


Bukan karena tidak mau, tapi kebetulan saja. Disaat Sufa menceritakan itu, kedua laki-laki itu tidak berkumpul dengan mereka saat di kantin.


"Ada yang bisa ku bantu?" Tanya Keisha.


"Apa Keisha dan Thalia sudah saling kenal? Apa tidak mau berkenalan dahulu?" Tanya Fia tiba-tiba.


"Aku sudah kenal dengannya, iyakan Thalia?" Tanya Keisha ramah.


Sedangkan Keisha sudah mersakan berdebar-debar di jantungnya, karena Keira takut akan terjadinya hal buruk sntara keduanya. mengingat hubungan Keisha dan Thalia memanglah sedang tidak baik, dan jangan lupakan juga.


Kalau faktanya, Keisha dan Thalia itu adalah saudara tiri saat ini. Rafa baru saja menikah dengan Shakila, Mama Keisha satu minggu yang lalu.


"Iya, aku sudah kebal dengannya. Kami saudara tiri," Jelas Thalia tanpa menatap ketiganya.


Jelas, Fia sangat terkejut soal fakta yang sebenarnya. Berbeda dengan Keira, yang mana dirinya sudah terlebih mengetahui kalau Krisha dan Thalia itu adalah saudara tiri.


"H... hah?" Ucap Fia binggung.


"Kei apa kau tadi membeli mie?" Tanya Keira mengalihkan pembicaraan mereka.


"Hah? Ah iya ada, tapi masih di ruang tamu. Sebentar ku ambil dulu," Ucap Keisha lalu menuju tempat yang ditempati oleh Jaiden dan yang lainnya.


"Surya!" Panggil Keisha berteriak.


"Oi!" Sahutnya sembari bermain game ponselnya.


"Dimana mie Pasta yang kita beli tadi?" Tanya Keisha.


"Oh itu sepertinya!" Ucap Surya sambil menunjukkan plastik ysng yang berada di sebelah Jaiden.


Jaiden pun melirik plastik yang berada disebelahnya, "Ini ya?" Tanya Jaiden.


"Iya itu!" Ucap Surya.


Lantas Jaiden pun memberikan plastik itu pada Keisha, "Makasih," Ucap Keisha lalu pergi meninggalkan teman-temannya di ruang tamu itu.


"Wah aku merinding, hawanya dingin sekali!" Ucap Heri sambil memeluk bahunya mandiri.


.....


Setelah makanan dan minuman yang dibuat oleh Bi Sarah masak, yang tentu saja di bantu oleh Keira, Keisha, Thalia dan Fia. Mereka pun memutuskan untuk memanggil yang lainnya untuk makan malam bersama.


Jaiden merasa dirinya dihindari oleh Keisha, karena sejak tadi Keisha hanya berbicara sedikit padanga dan tidak seperti biasanya. Maka dari itu, Jaiden berpikiran kalau Keisha benar-benar menghindarinya.


Lantas Jaiden sendiri langsung menarik Keisha untuk menjauh dari teman-temannya. Thalia tentu saja melihat itu, Thalia pun pergi dengan diam-diam hingga membuat yang lainnya tak sadar atas kepergiannya.


"Aku membuat kesalahan?" Tanya Jaiden.


"Maksud Kakak?" Tanya Keisha mengerutkan keningnya tak mengerti.


"Kau menghindari ku Kei, apa kau cemburu soal aku sedang bersama seorang gadis di taman?" Tanya Jaiden langsung.