
"Thalia, aku tidak dapat mengutarakan perasaan ku dengan benar. Aku juga bukan pria yang bisa bersikap romantis, seperti kebanyakan pria yang di luar sana. Karena ini lah aku, Jaiden adalah Jaiden" Jelas Jaiden.
"Setelah mengenal mu beberapa waktu ini, kau memberi hari-hari yang lebih baik untukku. Kau hadir tepat waktu, mau menjalin hubungan dengan ku? Maksud ku... ayo kita pacaran, kau juga suka kan pada ku?" Lanjut Jaiden.
"A... aku juga menyukaimu, Ja... Jaiden" Balas Thalia gugp dan tertunduk malu.
Jaiden pun terkekeh pelan, bahkan kupingnya ikut memerah karena malu. "Lalu bagaimana? Mau jadi pacar ku?" Tanyanya lagi.
Thalia pun mengangukkan kepalanya malu-malu pada Jaiden. Jaiden pun bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekat pada Thalia.
"Akhirnya, aku bisa membuatnya jatuh hati padaku dengan mudah" Batin Jaiden.
Thalia terkejut saat Jaiden tepat bediri dihadapannya, lebih tepatnya lagi. Jaiden saat ini sedang menundukkan badannya, agar badannya sejajar dengan tubuh Thalia.
"Apa dia akan mencium ku?" Pikir Thalia.
Jaiden tersenyum hangat, hingga membuat perut Thalia seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di dalam sana.
Jaiden semakin mendekatkan wajahnya pada Thalia, hingga membuat Thalia 100 kali lebih gugup dari biasanya.
10 cm
5 cm
Thalia pun sudah merasa yakin, kalau Jaiden akan menciumnya sekarang juga. Lantas Thalia pun, menutup matanya.
1 cm
sayang sekali, Thalia salah. Jaiden hanya ingin mememasangkan kalung yang di belinya di toko perhiasan tadi di leher Thalia.
Hei apa yang kalian pikirkan dan harapkan?!
"Cantik," Ucap Jaiden setelah memakaikan kalung berliontin kupu-kupu itu di leher Thalia.
Masih ingat kan? tentang perbedaan makna dari kalung berliontin love knot dan kupu-kupu?
Keisha melihatnya, Keisha juga mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan Jaiden pada Thalia. Dirinya sudah kalah telak, dan kalah cepat dari Thalia.
Keisha berpikir dirinya sangat bodoh sekali, karena dirinya terlambat untuk menghentikan Jaiden. Keisha berpikir, kalau saja dirinya datang lebih cepat, dirinya pasti bisa menghentikan Jaiden untuk mengungkapkan perasaannya pada Thalia.
Keisha sudah tak tahan.
Keisha pun membalikkan badannya, saat Jaiden hendak mendekati wajah Thalia yang seperti ingin mencium Thalia. Padahal Keisha salah, Jaiden hanya ingin memasangkan kalung pada Thalia.
Saat Keisha berbalik badan, dirinya menemukan Riki dan Surya yang baru saja datang dengan deru nafas yang ngos-ngosan. Sepertinya, keduanya berlari saat menuju taman.
Sama seperti dengan dirinya.
Riki menghela nafasnya lega, setelah dirinya menemukan Keisha. Begitupun juga dengan Surya, mengehela nafasnya lega.
"Jangan dilihat," Ucap Riki membawa Keisha ke dalam pelukannya.
Tangan Surya mengepal erat dibawah sana, "Aku akan merusak hubungan mu Jaiden. Kau dan Keisha harus bersama," Batinnya.
...⚡⚡⚡...
Di kediaman keluarga Aditya.
"Minum dulu Kak Kei," Tawar Riki sembari memberikan Keisha segelas air putih hangat pada Keisha.
Saat ini ketiga remaja itu sedang berada di dalam kamar Riki, Keisha yang meminta itu. Karena Keisha tak ingin nanti, kalu tiba-tiba saja Bram pulang dan melihat dirinya yang sedang menangis.
Uh! Itu sangat memalukan jika salah satu orang tua mu, melihat dirimu menangisi seorang pria di hadapannya.
Apalagi Bram mengenal dekat siapa itu Jaiden.
Walaupun Bram bukan ayah secara biologis Keisha, tetap saja. Bram adalah orang tua untuk Keisha, dan Bram adalah hero terbaik di hidup Keisha dari pada ayah secara biologisnya, Rafa Sandika.
Keisha masih terisak, dan masih tersedu-sedu yang bercampur dengan kekesalannya.
"Hiks... aku harus bagaimana hah?" Isak Keisha.
"Ayolah Kei, di luar sana masih banyak laki-laki" Sahut Surya.
"Suryaa! Kau tidak akan mengerti huaaaa!" Ucap Keisha kembali menangis.
Surya pun menghela nafasnya kasar untuk sekian kalinya, dan membawa Keisha untuk masuk ke dalam dekapannya.
"Maaf aku mengatakan itu padamu, tidak seharusnya aku berkata seperti itu" Ucap Surya.
Ah iya, Riki lupa tentang ini. Kakaknya itu pernah bercerita padanya, kalau Surya pernah mengajaknya untuk berkencan saat di Amerika.
Riki baru mengingatnya, saat Surya mencoba menenangkan Kakaknya itu.
"Apa dia masih menyimpan perasaan pada Kak Kei?" Pikir Riki.
Lantas Surya mengusap-usap punggung dan rambut Keiaha bergantian, "Nangis sepuasnya Kei," Ucap Surya.
Keisha melepaskan paksa pelukannya pada Surya, Keisha menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku harus kesana sekarang," Ucapnya bangkit dari duduknya.
Surya langsung menarik Keisha paksa, "Kau sudah gila? Apa kau akan terus menyakiti perasaan mu?" Tanya Surya.
"Lepaskan aku Surya, seharusnya kau lihat ke cermin sekarang. Bukankah kau juga begitu?" Tanya Keisha, hingga membuat tangan Surya terlepas begitu saja dari tangan Keisha.
"Terserah mu," Jawab Surya membuang asal wajahnya, asalkan itu dirinya tidak melihat pada Keisha.
Riki hanya menyimaknya saja, lantas Keisha pun berjalan untuk menuju rumah Jaiden.
"Kenapa kau tak melarangnya?! Apa kau akan membiarkan Kakak mu yang terus-menerus menangisi pria seperti Jaiden?!" Ucap Surya dengan nada yang sedikit meninggi.
"Aku tahu betul Kak Jaiden pasti juga menyukai Kak Kei, dan begitu juga dengan Kak Keisha. Maaf untuk mengatakan ini Kak, sebenarnya kau menghentikan Kak Kei karena kau sayang padanya? Atau karena kau mau mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan hatinya?" Tanya Riki spontan.
...⚡⚡⚡...
Thalia menatapi kalung yang diberikan oleh Jaiden, bahkan dirinya sedari tadi tiada hentinya memperhatikan kalung itu. Rasanya sangat senang sekali, apalagi saat dirinya baru saja mengalahkan Keisha.
"Bagaimana ya dengannnya? Pasti dia merasa dunianya hancur," Monolog Thalia sendiri terkekeh pelan.
"Itu belum sebanding Keisha, setelahnya Mama mu dan kau datang untuk menghancurkan keluarga ku" Lanjut Thalia.
Tok tok tok
Ceklek
Thalia tampak terkejut, karena pintu kamarnya terbuka begitu saja dan menampilkan Rafa disana.
"Mama mu akan pulang setelah liburan semester, dan Adik mu akan pindah sekolah disini" Jelas Rafa lalu menutup pintu kamar Thalia pelan.
Thalia mengedipkan matanya berkali-kali, namun matanya seketika memanas. Entahlah, Thalia tidak ingat kapan terakhir kali Rafa berucap lembut seperti itu padanya.
"A... ada apa dengan Papa?" Batinnya.
Thalia mengambil ponselnya yang disimpannya di dalam slingbag miliknya. Lantas Thalia pun hendak berniat untuk menghubungi Keisha, Thalia ingin memamerkan hubungannya dan Jaiden pada Keisha. Dan juga, Thalia ingin memamerkan kalung pemberian Jaiden tadi.
Thalia melihat saat Keisha berada di taman tadi, dan itu semakin membuat Thalia bersemangat. Apalagi disaat Thalia melihat Keisha yang sedang menangis dan berbalik badan,
Dan damn! Dia memeluk Riki, Adiknya.
Thalia juga baru mengetahuinya, kalau ternyata Keisha memiliki Adik laki-laki. Karena semasa mereka berteman dulu di Amerika, Keisha tidak pernah menceritakan tentang keluarganya. Ataupun teman-temannya, yang berada di Indonesia.
...Room Chat...
^^^Thalia :^^^
^^^*Mengirim gambar kalung*^^^
^^^Bukankah ini sangat cantik Keisha?^^^
^^^^^^read^^^^^^