
Grepp
"Astaga!" Ucap Keisha terkejut saat ada yang menarik tangannya.
"Keira! Kau membuat ku terkejut!" Pekik Keisha saat melihat siapa orang yang baru saja menarik tangannya.
"Hehehe maafkan aku Kei, kau sedang apa berkeliaran? Bukankah ini sudah jam masuk?" Tanya Keira.
"Tidak ada, aku sedang malas saja di kelas" Jawab Keisha. "Lalu kalian? Sedang apa di luar? Bukankah sekarang sudah jam masuk?" Tanya Keisha berbalik.
"Kami jam kosong, ikut kami gosip di kelas 10 saja lah ayo!" Ajak Keira semangat.
"Iya Kei, ayo!" Ajak Fia juga.
"Ya sudah ayo, aku ikut kalian saja. Aku sendiri juga binggung mau kemana," Ujar Keisha.
Akhirnya ketiga gadis itu pun bolos untuk tidak masuk kelas, ah tidak juga sih. Kelas Keira dan Fia saat ini memang jam kosong, sedangkan kelas Keisha tidak. Surya dan Heri memberi alibi pada guru mereka, kalau Keisha sedang tidak enak badan dan sedang berada di UKS.
Hmm...
Tapi nyatanya, Keisha sedang berada di kelas X IPS 1. Kelasnya Sufa dan juga Riki, yang kebetulan juga sedang jam kosong di jam mata pelajaran Olahraga.
Disana sudah ada Sufa dan 2 teman perempuannya, sudah pasti sedang bergosip ria. Sufa aneh sekali bukan? Dirinya adalah seorang anak laki-laki, tapi sangat hobi menggosip. Maka dari itu, Keira dan Fia sangat cocok dengannya.
Hingga kalau ada apa-apa, mereka pasti selalu mencari Sufa terlebih dahulu. Karena Sufa terlalu update, dan juga pasti beritanya sesuai fakta. Sufa ada ahlinya tentang dunia pergosipan di sekolah, bahkan sampai keluar sekolah sekali pun.
"Woy Sufa!" Panggil Keira.
"Eh?" Ucap Sufa menoleh karena merasa terpanggil, "Eh Kak Keira, Kak Fia, Kak Kei?!" Ucapnya. "Sini masuk!" Suruhnya.
Ketiga gadis itu pun masuk dengan lantang, sudah biasa. Karena Keira dan Fia memang sudah terlalu sering berkunjung ke kelas X IPS 1, kecuali Keisha.
"Welcome Kak Kei hehehe, ini pertama kalinya Kakak datang ke kelas ku dan Riki kan?" Tanya Sufa.
"Yup, dimana Riki?" Tanya Keisha.
"Main basket, huh itu sangat melelahkan sekali. Sudahnya matahari lagi terik, panas, terus keringatan lagi iuw tidak sekali untuk ku!" Ucap Sufa julid dan malas.
"Kau memang punya hobi apa sih selain berkerumun seperti ini? Hahaha," Ucap Fia menggoda Sufa.
"Ck, Iya Iya! Seperti Kakak tidak saja!" Sahut Sufa sedikit kesal.
Ah iya, di antara teman-teman Keira. Fia lebih dekat dengan Heri, Sufa dan juga Keisha itupun baru-baru ini saja.
"Eh ini kenalan dulu Kak Kei, mereka berdua teman sekelas ku. Ini Aurel dan ini Lala," Ucap Sufa memperkenalkan teman-temannya pada Keisha.
"Lala Kak," Ucap Lala memperkenalkan diri.
"Keisha," Sahut Keisha senyum ramah.
"Aurel Kak," Ucap Aurel juga memperkenalkan dirinya.
"Keisha," Sapa Keisha tersenyum ramah juga pada Aurel.
"Kak Kei, ada gosip apa di kelas atas?" Tanya Lala.
"Hah?" Ucap Keisha binggung.
"eh?!" Ucap Lala menutup mulutnya.
"Panggil aku Ra aja kalau ada Keisha. Soalnya nama kami sama-sama Kei di depannya," Ucap Keira terkekeh pelan.
Ceklek
"Sudah pulai Jai?" Tanya Rena yang sedang duduk di atas sofa rumah Jaiden.
"Eh?" Ucap Jaiden terkejut, "Nenek?" Tanya Jaiden menghampiri Rena. "Kapan Nenek pulang?" Tanya Jaiden sambil menyalami Rena.
"Baru saja sampai, bagaimana dengan sekolah mu?" Tanya Rena mengajak Jaiden untuk duduk di sebelahnya.
"Baik, Nenek sendiri? Kakek juga?" Tanya Jaiden basa-basi.
"Ya begitu, kami baik-baik saja. Nenek dan Kakek juga akan pensiun untuk mengurus perusahaan, kami sudah tua dan berumur" Ucap Rena terkekeh pelan.
"Ah begitu? Tapi ku rasa nenek pasti masih sanggup kan, untuk berkeliling dunia?" Tanya Jaiden menggoda Rena.
"Tentu sayang, apalagi kalau bersama mu" Jawab Rena tersenyum.
"Ah iya Jaiden," Panggil Rena membuat Jaiden menoleh pada Rena. "Kau sudah bisa untuk belajar bisnis mulai sekarang, sebenarnya kedatangan Nenek keisini untuk meminta mu ah tidak."
Tapi memang harus di lakukan, kau harus dan akan belajar bisnis dengan guru yang sudah Nenek tentukan. Kau akan belajar bisnis mulai senin depan, Nenek sudah menghubunginya. Tidak ada sanggahan oke? Kau paham kan?" Jelas Rena.
Jaiden pun menghela nafasnya kasar, dirinya sudah menduga ini. Tidak mungkin neneknya ini tiba-tiba berkunjung, dan hanya sekedar menanyakan kabarnya saja. Pasti ada hal yang sangat penting baginya, maka dari itu Neneknya ini berkunjung.
"Apa boleh buat, Jaiden harus menerimanya dengan lapang dada bukan?
"Baik Nek," Ucap Jaiden menurut.
"Anak baik, dan pintar!" Ucap Rena bangga sembari mengusap rambut Jaiden sayang. "Bagaimana dengan persiapan olimpiade matematika mu?" Tanya Rena.
"It's okey, aku sudah ada persiapan. Kandidat keduanya juga Keira, tapi ya Nenek tahu lah" Ucap Jaiden menganggap remeh Keira.
Karena dari tahun-tahun sebelumnya, Keira pasti di lengser untuk mengikuti olimpiade biologi atas permintaan Kakeknya.
"Kau tidak bisa meremehkan Keira, astaga anak ini! Padahal Keira adalah teman mu sendiri!" Omel Rena pada Jaiden.
"Ck, iya iya Nek" Sahut Jaiden.
"Nenek dengar-dengar kau sedang dekat dengan seorang gadis ya? Apa rumor itu benar adanya?" Tanya Rena sambil menyeduh teh manisnya yang di buatkan oleh Bi Sarah.
Jaiden terdiam, binggung harus menjelaskan apa. Namun, dirinya binggung darimana Neneknya ini tahu soal ini? Apa Neneknya masih saja menggunakan orang, untuk menguntitnya? Pikir Jaiden menduga-duga.
Rena pun terkekeh pelan, "Hei kenapa kau jadi diam? Nenek kira kau menyukai Keisha. Ternyata tidak ya? Nenek padahal sudah berharap loh, kalau kau memiliki hubungan yang spesial dengan Keisha."
"Apa keluarga gadis yang kau kencani itu jelas? Nenek dengar dia adalah anak tiri Om Rafa dari istri sirihnya ya? Dan sekarang Rafa ternyata adalah Papa tiri Keisha, astaga lelucon apa yang nenek dengar ini?" Tanya Rena terkekeh elegan.
"Bawa dia ke masion, Nenek ingin berkenalan dengan gadis itu" Ucap Rena dingin.
"Nek," Sela Jaiden.
"Sepulang sekolah besok, kita akan makan malam bersama di rumah" Pinta Rena.
"Ah iya, Nenek dengar Keisha juga mengikuti kelas lukis ya? Beberapa hari yang lalu Rafa menghubungi rekan Nenek," Jelas Rena.
"Huh?" Ucap Jaiden terkejut, hingga membuat Renang mengernyitkan dahinya binggung.
"Kau bahkan tidak tahu soal ini?" Tanya Rena. "Apa Keisha tidak memberi tahu mu soal itu? Bagaimana Nenek yang lebih tahu lebih dulu soal ini?" Tanya Rena binggung.
Jaiden pun terdiam, sibuk dengan pikirannya. "Apa dia baik-baik saja? Apa Mama nya mengizinkannya?" Batin Jaiden.
"Kau sedang ada masalah dengan Keisha?" Tanya Rena.