
"Aaaaaaaaa" Ucap Jaiden ingin menyuapi Thalia.
"Ih Jaiden, tidak mau ah. Banyak yang lihattin gak enak," Ucap Thalia menolak Jaiden.
"Eh?" Ucap Jaiden tiba-tiba, lalu mengambil tangan milik Thalia.
"Ini kenapa?" Tanya Jaiden.
Dengan cepat Thalia menarik tangannya gugup "Ti..tidak, tidak papa kok" Jawabnya cepat.
"Apa Papa mu menyiksa mu lagi? Bukankah kita harus melaporkannya pada lembaga perlindungan anak? Ini sudah kelawatan Thalia," Ujar Jaiden kesal dengan nada yang meninggi namun memelankan suaranya.
Karena dirinya sadar, kalau saat ini keduanya sedang berada di tempat ramai.
"jangan!" Pekik Thalia cepat, "Jangan, ku mohon. Aku takug Papa akan berbuat pada Mama dan Adikku, kalau kita melapor. Aku baik-baik saja, asal aku bersama mu iya kan? Lagipula Papa sudah membebaskan kita kan? Itu sudah lebih dari cukup untuk ku, ku mohon Jai" Ucap Thalia memohon.
Jaiden pun menghela nafasnya kasar, lalu mengambil tangan Thalia dan mengusap pergelangan tangan gadis itu.
"jangan sampai terluka lagi, pake ini oke? Huh?" Ucap Jaiden sambil mengoleskan salap lembam pada kulit untuk Thalia.
"Jaiden," Panggil gadis itu. "Terima kasih," Ucap Thalia sambil tersenyum hangat dan Jaiden pun membalas senyuman itu dengan senyumannya.
"Kei," Panggil Surya.
"Kau sangat membencinya kan?" Ucap Surya menghampiri meja Keisha, dan duduk di kursi sebelah Keisha.
Kini Keisha dan Surya sedang berada di dalam kelas, tadi saat Keisha meninggalkan kantin. Surya pamit pada yang lainnya, untuk menyusul Keisha ke kelas.
"Tidak, aku tidak membenci Kak Jaiden ataupun Thalia. Aku sudah berusaha, keputusan ku sudah bagus" Jelas Keisha yang masih menelungkupkan wajahnya di meja.
"Aku tahu kau bohong, aku pernah berada di posisi mu. Jujur saja pada perasaan mu sendiri, aku juga pernah merasakan hal itu saat melihat kau dan Jaiden. Namun itu dulu ya!" Jelas Surya.
"Apa aku salah kalau aku cemburu?" Ucap Keisha dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Tidak, itu sama sekali tidak salah" Ucap Surya mengusap surai panjang hitam legam milik Keisha. "Cinta yang salah," Lanjutnya.
"Hiks... Sebenarnya aku tidak tahan melihatnya, tapi apa boleh buat?hiks..." Ucap Keisha terisak.
Surya pun menghela nafasnya kasar, lalu membawa Keisha ke dalam dekapannya.
...⚡⚡⚡...
"Kau sudah tidak meyukai Jaiden lagi?" Tanya Shakila saat melihat Keisha yang baru saja pulang sekolah.
Keisha mengerutkan keningnya binggung, karena pada pasalnya Mamanya ini tidak pernah menyinggung tentang hubungannya dengan Jaiden.
Bahkan tidak pernah sekali pun, ataupun seperti sekedar peduli saja. Dengan siapa yang berteman dengannya, dekat dengan siapa, maupun sebagainya.
Kenapa Mama tiba-tiba penasaran soal itu?" Tanya Keisha berjalan mendekati Mamanya.
"Bukankah kalian memiliki hubungan yang spesial? Mama kira Jaiden hanya menyukai mu, daripada Thalia. Apa Jaiden sudah berpindah hati?" Tanya Shakila.
"Apa maksud Mama?" Tanya Keisha.
"Bukankah lebih baik kau saja yang bersama dengan Jaiden? Kau nanti bisa menjadi Nyonya Renandra hahaha" Kekeh Mama Thalia. "Astaga memikirkannya saja aku sudah sangat senang, apalagi kalau benar-benar terjadi, dan Mama akan menjadi besan keluarga Renandra satu-satunya" Lanjutnya.
"Ma..." Lirih Keisha.
"Keisha, masa depan mu akan terjamin sayang kalau kau bersama dengan Jaiden. Apa kau butuh bantuan Mama untuk merebut Jaiden dari Thalia?" Tanya Shakila pada anaknya.
"Apa ada hal lain yang Mama pikirkan selain uang? Apakah harta Papa kurang cukup untuk Mama?" Tanya Keisha lantang, namun berusaha untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi.
"Ini bukan tentang uang sayang, tapi ini tentang masa depan mu nanti. Apa kau ingin hidup dengan sudah nanti?" Tanya Shakila sinis.
Keisha pun terkekeh, "Ma Kei tidak mau menjadi beban untuk rumah tangga Kei. Kei belum terpikirkan untuk kesana, Kei masih ingin sekolah dan ingin cari uang sendiri."
"Bukan menikah sana sini dengan orang kaya, lalu menikmati hartanya dengan santai" Sindir Keisha pada Mamanya. "Lagipula sejak kapan Mama peduli pada kehidupan Kei?"
"Apa Mama peduli pada Kei karena uang? Ma jangan seperti ini, kalau Mama ingin peduli sama Kei. Bersikap adil dulu pada Riki, Kei masih nerasa bersalah pada Riki" Ucap Keisha lalu pergi meninggalkan Shakila di ruang tengah.
"Keisha!" Panggil Shakila berteriak hingga membuat Keisha berhenti, lalu membalikkan badannya dan kembali menghampiri Mamanya.
"Ma apa Mama tidak lelah? Jujur Kei capek, Kei capek Ma! Kei capek di paksa ini itu demi harta yang Mama mau! Ma Kei capek!" Ucap Keisha berteriak.
"Kau capek hah?" Ucap Shakila yang mulai bangkit dari duduknya, lalu mendekati Keisha.
Shakila pun mengusap rambut panjang milik Keisha, "Ayolah sayang. Mama melakukan ini untukmu agar Mada depan mu" Ucap Shakila terpotong.
"Mama yakin melakukan itu hanya untukku? Bukankah nanti Mama akan menjadikan aku robot untuk menghasilkan uang untuk foya-foya Mama? Apa Mama kira Kei tidak tahu, kalau Mama itu masih suka keluar dengan peria lain tanpa sepengetahuan Papa?"
"Mama kenapa sih Ma? Mama kenapa? Bagaimana kalau Papa tahu soal itu? Bagaimana kalau Kei katakan soal ini pada Papa? Apa yang Mama pikir yang akan dilakukan Papa pada Mama?"
"Menyiksa Mama seperti Mama Thalia? memukul Mama? Menyiksa Kei seperti Papa yang selalu menyiksa Thalia dan memukul Thalia? Apa Mama akhhh... Ma sakit..." Ucap Keisha.
"Sudah puas? Apa lagi yang kau ketahui Keisha?!" Pekik Shakila sembari menjambak rambut putrinya.
"Maa... sakit lepas..." Rengek Keisha sambil memegangi tangan Shakila.
"Kau berani mengatakan ini pada Rafa? Hm? Jangan menghancurkan segalanya Keisha, jaga ucapan mu itu!" Ucap Shakila, lalu pergi begitu saja.
...⚡⚡⚡...
...Room Chat...
Sufa :
Hello anyone here?
Ayo keluar!
Apa kalian tidak bosan?
Hmm
Aku tadi ke rumah Kak Heri
Tapi sepertinya orangnya sedang pergi
Kacang di Amerika mahal sekali ya
Ck, kalian semua menyebalkan!
...Sufa left the group...
Keira:
Astaga Sufa wkwk
Hahaha dasar bocil (bocah cilik)
Jaki:
Undang lagi Kei
......Fia added Sufa on the group......
Fia :
Cie Sufa, kau merajuk ya? Hahaha
Ke taman hiburan saja ayo!
Surya :
Acc
Riki :
Ikutt
Jovan:
Aku juga ikut, tapi Yura ikut juga ya Kak hehe
Keira :
Oke Jovann
Ya sudah, yang ikut kita kumpul di tempat biasa aja ya
Nanti gerak dari sananya kita sama-sama
Gimana?
Riki :
Acc
Jaiden :
Acc
Read
...Room Chat...
Riki :
Kak Kei
Sudah baca chat group?
Ikut tidak?
Mau ku jemput saja?
Eh tapi aku tidak mau jemput ya kalau Mama ada dirumah
Malas
Maksudnya aku tunggu di depan kompleks aja hehe