I Am Fine

I Am Fine
Flashback End



Byur!


"Akhh... astaga iuw!" Pekik Keisha kesal, saat seragam sekolahnya basah dengan air sisa cuci piring.


Anak satu kelas itu langsung tertawa dan mencibir Keisha, "Wah jadi kau ini benar-benar anak pelakor ya? Mama mu di bayar berapa oleh Papa Thalia Keisha?" tanya salah satu siwa laki-laki pada Keisha.


Yuna terkejut bukan main, dan menatap tak suka pada anak laki-laki itu. Lantas, Yuna pun menarik Keisha untuk keluar kelas.


"Ayo Kei kita bersihkan seragam mu!" Ucap Yuna menarik tangan Keisha.


Namun sebelum keduanya sampai di toilet, Keisha memaksa Yuna untuk menghentikan langkah mereka di depan sebuah mading yang terdapat di ujung koridor kelasnya.


"Apa dia sudah gila?!" Ucap Keisha kesal, lalu mengambil poster-poster Mama nya. Yang saat itu sedang menjadi model ambassador, pakaian dalam wanita.


"Bagaimana? Ini masih awal dari semuanya Keisha," Ucap Thalia dari belakang Keisha.


Keisha rasanya ingin sekali menjambak Thalia sekarang juga, lantas Keisha pun berjalan menuju Thalia. Namun dengan cepat Yuna menahan Keisha, Yuna tahu pasti kalau Keisha pasti akan mengadu kekuatan dengan Thalia.


Alias saling menjambak, bertengkar, lalu masuk ke ruang bimbingan konseling.


"Sudah, ayo! Bersihkan dulu seragam mu" Ajak Yuna menarik paksa Keisha pergi.


Lantas Keisha pun memilih untuk mengikuti Yuna, karena dirinya juga merasa tidak akan baik jika dirinya hsrus berkelahi dengan Thalia di sekolah.


Toilet.


Keisha pun masuk ke dakam salah satu bilik kamar mandi, untung saja Yuna menyimpan hodie di dalam lokernya. Jadi Yuna pun meminjamkan hodie miliknya pada Keisha.


Ceklek


Keisha pun keluar dari kamar mandi setelah membersihkan seragamnya, dan melihat Yuna yang sedang mengigit jarinya sembari menatap ponselnya.


Bahkan Yuna tak menyadari kalau Keisha sudah keluar dari bilik itu, dan sedang melihat ponselnya. Daripada bertanya, Keisha memilih untuk melirik ponsel temannya itu.


Mata Keisha langsung melebar, dan merebut ponsel milik Yuna dari sang pemiliknya.


"seorang pengusaha sukses Rafa Sandika diduga sudah menikah secara sirih dan terlibat perselingkuhan dengan seorang model dengan inisial SW dan sudah memiliki anak di luar pernikahan selama 17 tahun."


"Ini foto di Mall waktu itu kan?! Siapa yang mengambil foto ini?!" Ucap Keisha kesal setengah mati, karena di foto itu dirinya juga terpampang.


Foto itu diambil saat Rafa menarik Keisha dan Shakila untuk pergi, meninggalkan Thalia. Masih ingat kan?


"Tha... Thalia Kei," Ucap Yuna gugup.


"Apa?! Dia lagi?! Kau yakin?" Tanya Keisha.


Yuna pun mengangguk pasti, "Thalia mengambil foto itu. Aku melihatnya jelas dengan mata kepala ku sendiri Kei," Jelas Yuna yakin.


...⚡⚡⚡...


Di kediaman Keluarga Sandika.


"Thalia!" Panggil Rafa berteriak saat dirinya baru saja tiba di rumah dengan deru nafas yang sedang mengebu-gebu.


"Sayang ada apa?" Tanya Lia lembut.


"Dimana anak haram mu itu hah?!" Ucap Rafa tersulut emosi.


Lia tersentak, "Ma... maksud mu?" Tanya Lia lirih.


"Papa mencari ku?" Tanya Thalia sembari menuruni anak tangga.


Lantas dengan langkah cepat, Rafa pun berjalan menuju Thalia dan....


PLAK


"Akhh!" Ringis Thalia.


"Rafa?! Apa yang kau lakukan?!" Teriak Lia terkejut atas perlakukan kasar yang di berikan suaminya itu pada putrinya.


"Kau! Apa kau tidak melihat berita Lia Auriya?!" Bentak Rafa pada Lia, lantas Lia pun menggelengkan kepalanya.


"Berani sekali kau Thalia, kau ku besarkan dengan uang ku bukan untuk menjadi anak yang pembangkang! Siapa kau rupanya?! Berani sekali membuat berita dan memgambil foto ku bersama Shakila lalu mengirimnya ke reporter?!" Bentak Rafa menjambak rambut Thalia yang sudah menangis karena kesakitan.


"Rafa! Apa yang kau lakukan?! Hentikan! Jangan sakiti Thalia ku mohon, dia putrimu!" Teriak Lia panik.


Rafa pun menghentakkan Thalia ke lantai, dan tertawa sinis. Dan berjalan mendekat pada Lia, "Apa kau bilang? Putri ku? Hei Lia, Putri mu ini tidak sadar diri atas statusnya" Ucap Rafa.


"Dia membuat berita dan mengatakan pada reporter kalau Keisha adalah anak haram, namun dirinya sendiri tak sadar. Kalau dirinya juga hasil di luar pernikahan," Lanjut Rafa tertawa remeh.


Lantas Rafa pun meraih wajah mungil milik Lia dengan satu tangan besarnya, "Kau dan anak mu memang tidak tahu diri ya? Kalian pikir, kalau tidak ada aku apa yang akan di lakukan Om Jinata dan Tante Rena saat menemukan kalian hah?!" Bentak Rafa lalu menghempaskan Lia ke lantai.


"Ingat ini Lia Auriya, Thalia bukan anak kandung ku, dan dia bukan putriku! Thalia adalah anak haram mu dengan mantan kekasih mu, anak kandung ku adalah Keisha Sandika!" Ucap Rafa lalu melemparkan sebuah kertas hasil tes DNA ke wajah Lia.


Setelah mengatakan itu, Rafa langsung meninggalkan rumah begitu saja.


"Ma... Mama tak apa?" Tanya Thalia khawatir sembari terisak, lantas Lia pun menggelengkan kepalanya dan mengambil kertas yang dilemparkan oleh Rafa tadi padanya.


Hati Lia tercelos, sungguh kenapa nasibnya begitu buruk? Ini semua karena Celine, ini semua karena Celine yang sudah hadir di hidup Juna. Pikirnya.


...⚡⚡⚡...


"Keisha awas!" Pekik Yuna menarik Keisha paksa hingga keduanya pun terjatuh.


Brakh!


"Astaga untung saja..." Ucap Keisha menghela nafasnya lega.


Sontak Keisha dan Yuna pun melihat ke lantai dua, dan melihat Thalia dengan wajah kesalnya.


Thalia tadi sedang berusaha untuk melukai Keisha, dengan menjatuhkan pot dengan material batu bata di atas kepala Keisha. Untung saja Yuna melihatnya, kalau tidak mungkin Keisha sudah dilarikan ke rumah sakit sekarang.


"Apa kau sudah gila Thalia?!" Bentak Yuna dari bawah.


Lantas Thalia memutar bola matanya malas, dan pergi begitu saja dari pandangan Keisha dan Yuna.


"Wah aku tak habis pikir dengannya?!" Kesal Yuna.


"Sudah, sudah. Ayo kita ketempat lain saja," Ajak Keisha dan Yuna pun menurut.


Ting!


...Room Chat...


Thalia :


Kita perlu bicara


Sepulang sekolah ku tunggu di ruang musik


Jangan ajak Yuna, ini hanya antara kau dan aku


^^^Keisha :^^^


^^^Ok^^^


^^^read^^^


Keisha menepati janjinya pada Thalia, sepulang sekolah Keisha langsung menuju ke ruang musik. Tempat yang sudah dijanjikan keduanya untuk bertemu, Keisha awalnya sedikit ragu.


Tapi Keisha tidak ingin beralut lama, untuk berdiam diri dan bertengkar dengan sahabatnya. Keisha hendak meluruskan segalanya, dan membuat pergertian pada Thalia agar tetap akur.


"Maaf lama," Ucap Keisha yang baru saja masuk ke dalam ruang musik.


"Hm," Jawab Thalia lalu menekankan tuts piano sekilas.


"Ingin bicara soal apa?" Tanya Keisha.


Lantas Thalia berjalan menuju pintu, dan mengunci pintu ruang musik. Hingga membuat Keisha melebarkan matanya terkejut, dan menatap Thalia n


tak percaya.


"Hei Thalia?! Apa yang kau lakukan? Kenapa" Ucap Keisha terpotong, karena Thalia sudah menyerang Keisha terlebih dahulu.