I Am Fine

I Am Fine
Buku Diary



...'Memandang sang bintang yang kapan saja dapat menghilang'...


...°°°...


Greysel berdo'a agar kali ini semoga  mamanya mau menyempatkan waktunya barang beberapa menit saja, karena hari ini hari spesial.


Hari ini adalah hari ulang tahun greysel, ia tidak minta di rayakan juga tidak meminta hadiah yang mahal, ia hanya meminta waktu plus do'a dari keluarganya.


Tapi nampaknya itu hanya akan jadi angan-angan saja, pasalnya mama bahkan belum pulang ke rumah.


Dan kini greysel tengah duduk di tengah kasurnya sambil memegang lilin tanpa kue kemudian memejamkan matanya.


"Ya Allah aku tau semua yang terjadi atas kehendak mu dan semua yang menimpaku tak pernah luput dari penglihatan mu, ku serahkan semuanya atas dasar Rido karena mu


Beri kesabaran dalam setiap langkahku dan teguhkan imanku Aminn"


Dan seperti tahun-tahun yang telah berlalu sekarang pun sama.


Tidak ada perayaan, jangankan perayaan doa saja tidak ada, meski sebenarnya ia sudah tau akan jadi seperti ini tapi ntah mengapa dia selalu berharap.


...°°°...


Entah sejak kapan aku mulai menerimanya dalam hidup ku.


Tapi yang pasti semenjak dia datang hidupku berubah, aku kembali tau bagaimana caranya bahagia.


Meski setiap hari aku selalu nampak bahagia itu semua bohong itu hanya caraku menutupi sedihku, tapi kali ini berbeda kali ini aku benar-benar bahagia.


"Kenapa senyam-senyum terpukau sama ketampanan gue" ujar nya narsis


Aku memutar bola mataku jengah "Apa sih gak jelas banget"


"Udah deh gak usah boong gitu" ujar ridho sambil sesekali sengaja menyenggol lengan greysel.


Dia memang nyebelin tapi di balik itu dia orangnya asik banget.


"Terserah" greysel hanya memutar matanya jengah mendengar ucapan ridho


Greysel mengerutkan keningnya bingung "buat siapa?" tanyanya


"Ya buat Lo lah yakali buat orang" jawab ridho sedikit sebal, bagaimana tidak kado sudah di serahkan kedepannya ya mana mungkin buat orang lain.


Greysel manggut-manggut gak jelas kemudian memicingkan matanya


"Dalam rangka apa Lo kasi gue kado?" pasti ada udang di balik batu nih


"Ulang tahun Lo" jawabnya santai, tanpa menatap wajah greysel langsung


"Darimana Lo tau gue hari ini ultah? Wah jangan-jangan Lo hekers" tuduh greysel langsung


Ridho memutar matanya jengkel "kalo Lo gak suka sini gue bawa pulang aja" katanya sambil berusaha mengambil kado yang tadi memang sudah ia sodorkan


"Jangan dong" jawab greysel cepat "gitu aja marah, btw ini apa?" Tanyanya sambil memperhatikan kado yang kini sudah ada di tangannya


"Buka aja" perintah ridho yang langsung saja di turuti greysel


"Buku diary? Tapi jujur nih yah gue gak terlalu suka nulis"


Buat apa nulis kalau akhirnya kita gak dapet solusi, bikin lelah aja. pikir greysel


"Udah terlanjur, nanti juga bakalan kepake" jawab ridho


"Makasih yah Do" ujar greysel tulus


"iyah, udah lah gak usah terharu begitu" perkataan ridho seketika menghancurkan suasana hati greysel yang tadi sempat tersentuh.


"siapa juga yang terharu" jawabannya kesal


tapi meski begitu ia tetap menghargai pemberian ridho padanya.


Ia sangat menghargai pemberian ridho ini ia juga yakin cepat atau lambat buku ini pasti berguna, tapi yah gan tau kapan.


...~fine~...