
"Oke ayo!" Ucap Riki mengelurkan tangannya pada Kate.
"Huh?" Ucap Kate binggung.
"Pegang tangan ku, menyebrang jalan di LA berbeda dengan di Indonesia" Ucap Riki tersenyum ramah hingga membuat pipi Kate memanas.
"Ah... oke," Ucap Kate mengulurkan tangannya pada Riki dan menggenggam tangan Riki. Kate diam-diam tersenyum senang, akan hal kecil yang dilakukan Riki padanya.
"Aaaaaa kenapa dia manis sekali?!" Batin Kate berteriak senang di dalam hati.
...⚡⚡⚡...
Tin!
Jaiden baru saja tiba di kediaman Surya dan juga Thalia, pintu gerbang pun di buka oleh seorang satpam yang berjaga di rumah Surya dan juga Thalia. Lantas Jaiden pun memasukkan mobilnya, dan memparkir mobil mewah miliknya itu di depan rumah apsangan suami istri itu.
"Welcome Jaiden," Sapa Surya.
"Apa apaan?" Kekeh Jaiden pelan dan melirik Thalia. "H... hai? Kakak..." Sapa Jaiden pada Thalia.
",Oh? H..hai..." Balas Thalia canggung.
"Bunda siapa?" Tanya Nara binggung.
"Eh?" Kaget Jaiden. "Loh?" Ucap Jaiden binggung menatap Thalia dan Surya bergantian.
"Ahh... ini Nara, anak pertama ku dan Thalia" Ucap Surya memperkenalkan Nara pada Jaiden.
"Aaa... begitu, sayang sekali. Om hanya membawa kado untuk Adik mu, lain kali kita belanja bersama ya ke Mall? Bagaimana? Kau mau?" Tanya Jaiden membuat Bara melrik orang tuanya untuk meminta persetujuan.
Thalia dan Surya pun mengangguk kepalanya, artinya bara di perbolehkan untuk pergi dengan Jaiden ke Mall.
"Ayo!" Sahut Nara semangat.
...⚡⚡⚡...
"Maaf ya kalau canggung, aku binggung harus membicarakan soal apa dengan mu," Ujar Riki.
"Huh? Ah tidak tidak, tidak papa. Aku juga binggung sebenarnya," Cicit Kate pelan.
"Mau keliling kota Jakarta?" Tanya Riki.
"Boleh?" Tanya Kate.
"Tidak ada yang melarang mu untuk bisa mengelilingi kota, ayo!" Ajak Riki bangkit dari duduknya dan menarik tangan Kate untuk bangkit dari duduknya.
"Apa Riki sedang jatuh cinta?" Tanya Sufa.
"Mungkin... sudah lama bukan?" Sahut Jovan.
Awalnya Jovan, Sufa, dan Riki memang sedang duduk di cafe milik Sufa. Karena Riki takut Kate merasa tidak nyaman berada di antara teman-temannya. Jadi Riki megajak Kate, untuk duduk di meja yang terpisah dari kedua temannya.
Riki pun menarik Kate ke parkiran, "Ah iya! Kau tak apa kan kalau naik motor?" tanya Riki.
Kate pun mengedipkan matanya berkali-kali, karena kalau boleh jujur dirinya sama sekali belum pernah menaiki motor sekali pun selama hidupnya.
"Kenapa? Kau tidak mau ya?" Tanya Riki saat tidak menemukan jawaban dari Kate.
"Huh? Ahh tidak! Bukan begitu maksud ku! Aku suka, ayo!" Sahut Kate membuat Riki terkekeh geli.
"Pake ini," Ucap Riki memberikan helm Keisha pada Kate.
...⚡⚡⚡...
Jaiden baru saja pulang dari rumah Surya dan juga Thalia, betapa terkejutnya Jaiden tadi saat mendengar cerita Surya dan juga Thalia. Kalau Nara adalah bukan anak Surya, melainkan anak pria yang memperkosa Thalia di rumah sakit 8 tahun yang lalu.
Tapi Jaiden merasa bersyukur, Thalia di pertemukan oleh pria baik-baik seperti Surya temannya. Karena dari apa yang dilihatnya tadi, Surya sangat menyayangi Thalia, Nara dan juga Raya.
Menurut Jaiden, Surya juga adalah pria yang setia terhadap pasangannya. Bahkan Surya dapat menjaga Keisha dengan baik waktu dulu, walaupun Surya tahu kalau Keisha menyukai orang lain.
Surya tidak peduli, pada saat itu dirinya tetap menyukai Keisha. Walaupun Surya tahu, Keisha tidak akan membalas perasaannya.
Jadi, Jaiden pun mengambil kesimpulan, kalau Surya benar-benar pria yang setia. Jaiden berharap, Thalia sudah menemukan kebahagiaannya sekarang. Dan memiliki keluarga kecil, yang selalu membuat Kakak beda ibunya itu selalu tersenyum.
Sesuai tujuan yang sudah di rencanakan oleh Jaiden, setelah dirinya pulang dari rumah Surya dan juga Thalia. Jaiden berencana untuk megunjugi Keisha ke galeri seni dimana gadis itu bekerja.
Jaiden menarik nafasnya dalam-dalam sebelum turun dari mobil, sudah 10 menit lamanya Jaiden berada di dalam mobil. Jaiden sedang mempersiapkan kata-kata yang ingin di sampaikannya pada Keisha, bahkan Jaiden berlatih keras untuk itu.
Baru saja dirinya hendak turun dari mobil, dirinya sudah menangkap kieha yang sudah keluar terlebih dahulu dari gedung itu. Keisha tidak sendiri, Keisha bersama orang yang di lihatnya kemarin malam bersama Keisha.
Dan Keisha lebih memilih untuk pulang dengan pria itu, dari pada dirinya. Hingga membuat Jaiden kalut seketika, dan pergi ke bar untuk menenangkan dirinya.
Jaiden melirik gerak-gerik dari kedua orang itu, Jaiden juga meremat setir mobilnya kuat. "Hampiri atau tidak? Ayolah Jaiden, sampai kapan kau akan seperti ini?" Gumam Jaiden pada dirinya sendiri.
"Keisha," Panggil Jaiden membuat Keisha membalikkan badannya terkejut, saat melihat siapa yang memanggilnya barusan.
Keisha melihat Jaiden yang sedang membawa bunga kesukaan dan juga sebuah paperbag kecil di tangan pria itu, "Kak Jaiden?" Sapanya.
"Maaf aku tidak memberitahu mu dulu saat ingin berkunjung kesini," Ucap Jaiden tersenyum pada Keisha dan melirik pada Dika dengan tatapan tidak sukanya.
Keisha menyadari itu, kalau Jaiden tidak menyukai Dika hanya dari tatapan yang Jaiden berikan pada pria itu.
"Keisha jangan lupa nanti malam ya! kalau begitu aku pulang dulu," Pamit Dika pada Keisha.
"Ah iya, oke. Terima kasih ya!" Ucap Keisha pada Dika sedikit berteriak karena Dika sudah berjalan menuju parkir mobilnya.
Jaiden pun menghembuskan nafasnya kesal, "Apa dia.... pacar mu?" Tanya Jaiden membuat Keisha tersenyum geli.
"Apa dia cemburu?" Batin Keisha tekekeh geli dalam hati.
"Bukan Kak, dia rekan kerja ku. Apa ini untukku?" Tunjuk Keisha pada bunga yang di genggam Jaiden.
"Ah ini, iya tentu. Dan ini juga," Ucap Jaiden memberikan bunga dan paperbag untuk Keisha.
Keisha pun menghirup wangi dari bunga itu, "Wah segarnya.... Ah iya ada apa Kakak berkunjung kesini?" Tanya Keisha.
"Apa tidak boleh?" Tanya Jaiden.
"Hah? Bukan, bukan begitu maksud ku" Ucap Keisha menggaruk tengkuk lehernya binggung.
"Aku awalnya ingin mengajak mu jalan-jalan dan makan malam bersama," Ucap Jaiden mengerucutkan bibirnya cemberut. "Tapi sepertinya kau sudah memiliki janji dengan orang lain," Lanjut Jaiden cemberut.
"Sudah lama tidak melihatnya seperti ini," Ucap ekusha dalam hati dan gemas sendiri melihat tingkah Jaiden yang masih seperti anak-anak itu.
"Kakak belum meminta maaf pada ku dengan benar, jadi Kakanharus mentraktir ku di restoran yang sangat mahal dan mewah!" Gerutu Keisha menggoda Jaiden hingga membuat Jaiden tersenyum sumringah mendegar ucapan Keisha.
"Kau akan membatalkan rencana mu dengan pria itu?" tanya Jaiden senang, karena ternyata Keisha lebih memilih menghabiskan waktunya dengan dirinya.
"Hm, aku akan meminta asisten ku untuk menemui klien kami bersama dengannya" Jawab Keisha.
"Oke! Ayo!" Ajak Jaidenmenarik tangan Keisha untuk di genggamnya.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 6 lewat, jadi keduanya pun memutuskan untuk makan malam telebih dahulu. Lalu setelahnya, keduanya berencana untuk berkeliling kota ataupun ke taman.
"Wah sepertinya Kakak sudah merencanakan ini kan? Kakak pasti menyewa rooftop restoran ini," Ucap Keisha dan Jaiden pun hanya tersenyum.
"Ah iya, kau mau pesan apa?" Tanya Jaiden.
Hmmm seperti biasa, Kakak masih ingat kan?" Tanya Keisha.
"Tentu, tidak ada satupun yang aku lupakan tentang mu. steak ayam kan?" Tanya Jaiden yakin, dan Keisha pun mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum senang.
Lantas keduanya pun makan dengan baik setelah makanan yang mereka pesan datang, Jaiden juga memesan beberapa makanan penutup kesukaannya dan juga Keisha. Keduanya pun makan dengan beberapa percakapan ringan, soal bagaimana kehidupan mereka 8 tahun terakhir ini.
Jaiden dan ekusha Bru saja menyelesaikan makan malam mereka, dan berbincang ringan. Tiba-tiba Jaiden menarik nafasnya dalam-dalam, rasanya dirinya gugup sekali malam ini.
"Kei," Panggil Jaiden tiba-tiba dan entah mengapa rasanya jantung Keisha malah berdegup dengan kencang dan tidak beraturan.
"Huh? Iya Kak?" Sahutnya.
Jaiden pun tersenyum manis, "Maaf ya? Aku meninggalkan mu begitu saja. Dan hanya berani oemist melewati surat yang aku tititpkan, karena kalau aku berpamitan dengan mu secara langsung. Aku tidak sanggup melihat wajah mu, aku tidak bisa."
"Dan aku malah ingin sekali untuk membawa mu juga pergi bersama ku ke LA, maafkan aku ya? Maaf aku sudah tidak memberi kabar pada mu selama 8 tahun terakhir ini. Dan memutuskan hubungan kita begitu saja, sekarang aku sudah kembali pada mu Kei."
"Dan apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di samping mu" Jelas Jaiden panjang lebar.
"Hm aku sudah memaafkan Kakak aku sebenarnya ingin marah pada Kakak, dan menyumpah serapahi Kakak. Tapi setelah melihat wajah Kakak, rasanya aku tidak akan tahan untuk marah pada mu. Aku hanya ingin memeluk mu,' Ucap Keisha membuat Jaiden melebarkan senyumnya bahagia.
"Kei aku tahu selama 8 tahun terakhir ini banyak sekali hal yang kita lewati sendiri, kita juga saling mengintropeksi diri dari kesalahan masing-masing. Pasti banyak kekurangan yang kita miliki, bagaimana kalau kekurangan itu kita ubah menjadi saling memiliki satu sama lain? Maksudku, kita saling melengkapi satu sama lain."
"Kei aku menyukai mu sejak aku bertemu dengan mu, waktu kau datang ke LA dulu di pernikahan Tante Rina dan Om Saka. Astaga... hahaha lucu sekali bukan? Aku semakin menyukai mu setelah bertemu dengan mu."
"Kita juga mulai berteman, dan aku menyukai mu dan ternyata kau pun juga begitu. Kei aku mencintaimu, aku sangat ingin kau slalu mengisi hari-hari kosong ku setiap hari. Aku ingin setiap pagi melihat mu bangun di dalam dekapan ku, dan membangun keluarga kecil kita bersama mu."
"Will you marry with me babe?" tanya Jaiden.
Keisha mengigit bibir bawahnya, dan menundukkan kepalanya. Matanya sudah berkaca-kaca, dan saat ekusha mendongakkan kepalanya air mata itu sudah menetes begitu saja.
"Maaf kan aku Kak Jaiden, aku tidak bisa" Jawab Keisha membuat senyum Jaiden yang merekah itu luntur seketika dan matanya pun mulai berkaca-kaca.
Jaiden pun mengangukkan kepalanya mengerti, dan enggan untuk menatap Keisha. "Maksud ku, aku tidak bisa menolak cinta pertama ku setelah Papa. Aku mau! Aku mau menikah dengan mu!" Ucap Keisha semangat dengan nada bicara yang tinggi.
Saat mendengar itu, Jaiden langsung mengangkat kepalanya senang dan tersenyum sumringah. Degan segera Jaiden bangkit dari duduknya, dan menghampiri Keisha lalu memeluk gadis itu dengan perasaan rindunya.
...END...