I Am Fine

I Am Fine
Dino memasak untuk Jaiden



"Bagaimana keadaanya?" Tanya Rena.


"Nyonya tahu betul, tidak ada perubahan sama sekali selama 4 tahun terakhir ini" Jelas Dokter tersebut.


"Lakukan seperti yang ku katakan, jangan membatah dan latah. Dan jangan sampai ini bocor ke orang lain baik itu Tara sekali pun, perihal ini cukup simpan saja. Hanya kau dan aku saja yang mengetahuinya," Ucap Rena lalu pergi meninggalkan ruang Dokter tersebut.


Dokter tersebut tersenyum kecut, saat melihat Rena keluar dari ruangannya.


"Oh Tante Rena?" Panggil Tara yang kebetulan lewat di depan ruang dokter tersebut.


"Eh Tara?" Sahut Rena.


"Tante baru saja menjenguk Celine?" Tanya Tara ramah pada Rena.


"Hm, seperti yang kau lihat. Bagaimana?" Tanya Rena.


"Apanya Tan?" Tanya Tara binggung, "Ah maksud Tante kondisi Celine saat ini ya?" Tanya Tara.


Rena pun mengangguk-anggukan kepalanya sambil terkekeh pelan.


"Ya begitulah belum ada perubahan. Jaiden juga selalu menjeguk Momy nya di hari Sabtu dan di hari Minggu," Jelas Tara.


"Ah benarkah? Aku tidak mengetahuinya, astaga bahkan aku tidak sempat untuk menjenguk cucu ku itu" Ucap Rena dengan raut wajah sedihnya.


"Jenguk lah Jaiden sesekali Tante, dia pasti kesepian tinggal sendiri dirumah" Jelas Tara.


"Iya kau benar Tara, padahal aku dan Jinata sudah memaksanya untuk tinggal di masion. Tapi dia terus menolaknya, begitu pun dengan Rina dan Dino. Mereka juga mengajak Jaiden untuk tinggal bersama mereka," Jelas Rena.


"Tapi Jaiden tidak mau, karena dia tidak ingin merepotkan orang di sekitarnya. Begitu katanya," Lanjut Rena.


"Dia sangat mirip dengan Juna, keras kepala" Ucap Tara tiba-tiba.


"Ah iya kau benar, aku jadi merindukan Juna" Ucap Rena sedih.


"Maaf kan aku Tante..." Ucap Tara tak enak.


"Tidak apa-apa, ya sudah ya Tara. Tante pamit dulu, Tante masih ada urusan" Ucap Rena pamit pada Tara.


"Baiklah Tante, hati-hati. Jagalah kesehatan," Sahut Tara.


...⚡⚡⚡...


"Kei kau menyukai Jaki ya?" Tanya Surya Tiba-tiba.


"Tidak!" Teriak Keira tak terima.


Surya pun memicingkan matanya, curiga pada Keira.


"Apa sih?! Aku bilang tidak kok!" Sela Keira tak terima.


"Kau tidak bisa berbohong padaku hahaha" Ucap Surya menertawai Keira, sedangkan Keira sudah mendengus kesal pada Surya.


Keira dan Surya adalah sepupu, Keira juga yang membuat Surya menjadi dekat dengan Jaiden, Jaki, dan Riki dan yang lainnya sejak mereka SD dulu.


"Ah jadi ternyata benar ya Kei?" Goda Surya pada Keira.


"Entah lah fifty, fity" Sahut Keira, "Memangnya kenapa sih? Kelihatan sekali ya, kalau aku menyukai Jaki bukan sebagai seorang teman?" Tanya Keira pada Surya.


"Tidak sih, kalau tidak terlalu di perhatikan. Mungkin tidak kelihatan," Jelas Surya, "Kenapa bisa suka?" Tanya Surya lagi.


Keira mengindikkan bahunya, "Apa mungkin karena terlalu sering bermain bersama maybe? " Ucap Keira tak yakin.


"Tidak masuk akal!" Sahut Surya.


"Dih apa apaan! Kan bisa saja!" Pekik Keira.


"Kalau begitu, kenapa kau tidak suka juga dengan Jaiden, Heri, Jovan atau yang lainnya?" Tanya Surya.


"Ah iya juga ya, kau benar juga" Sahut Keira.


Surya pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tak mengerti pada sepupu perempuannya itu.


"Papa dan Mama mu belum pulang ya dari Australia?" Tanya Keira.


"Adik mu?" Tanya Keira.


"Sibuk pacaran dengan Jovan!" Jelas Surya.


Ya Surya memang memiliki adik perempuan, namanya Yura. Hanya saja Adik Surya tidak ingin satu sekolah dengan Kakaknya, karena itu sangat merepotkan dirinya.


Waktu SMP dulu Yura di kejar-kejar oleh Kakak kelasnya, untuk meminta padanya agar didekatkan kepada Surya. Maka dari itu Yura tidak mau satu sekolah dengan Surya.


Kadang-kadang Yura juga ikut bergabung dengan kumpulan Jaiden dan teman-temannya, walaupun itu jarang.


"Kasihan sekali si jomblo ini! Kenapa tidak mencari pacar saja sih?" Tanya Keira.


"Malas" Sahut Surya singkat.


"Jangan sok cool deh! Apa jangan-jangan kau masih?" Ucap Keira menduga-duga, "Kau masih belum melupakan Keisha ya?!" Tanya Keira.


"Heh enak saja! Tentu saja sudah!" Sahut Surya tak terima.


"Keisha apa kabar ya? Aku jadi merindukannya. Kenapa dia tidak pernah pulang ke Indonesia?" Tanya Keira sedih.


"Kau kesepian ya tidak adak Keisha?" Tanya Surya.


"Ya begitu lah, kau kan tahu kalau aku dan Keisha selalu bermain bersama. Kalau Jaiden tidak bersamanya itu pun! Ck, Jaiden sangat menyebalkan sekali!" Gerutu Keira saat mengingat dulu.


Dimana Jaiden selalu menarik Keisha, saat sedang bermain dengannya.


"Kau kan sudah punya teman baru hahaha" Ucap Surya menertawai Keira lagi.


"Maksud mu Fia?" Tanya Keira.


"Hm, siapa lagi memangnya teman mu? Ayolah Kei kau itu harus punya banyak teman perempuan, agar aku bisa mengencaninya!" Ucap Surya.


"Dasar lelaki itu memang sama saja!" Ucap Keira sambil memukul pelan lengan Surya, "Fia itu tidak seasyik Keisha!" Jelas Keira.


"Jahat sekali" Sahut Surya terkekeh pelan.


"Kau menyukai Fia ya?" Tanya Keira.


Surya nampaknya terkejut saat karena mengucapkan kalau dirinya menyukai Fia, dengan segera Surya langsung mengubah ekspresi terkejutnya. Agar Keisha tidak curiga padanya, sangat memalukan kalau Keira tahu itu.


Sudah pasti Surya akan di ejek habis-habisan oleh Keira.


"Tidak, siapa bilang? Tidak tuh" Sahut Surya tenang.


"Hei kau tidak bisa berbohong pada ku Surya! Tadi saja kau mencoba mendekati Fia hahaha, terlalu jelas tahu tidak" Ucap Keira mengejek Surya sambil tertawa.


"Terserah mu saja deh!" Sahut Surya malas.


...⚡⚡⚡...


Ceklek


Jaiden baru saja memasuk rumahnya, dan betapa terkejutnya Jaiden saat melihat Unclenya yang sedang berada di rumahnya.


"Ah Jaiden? Baru pulang?" Tanya Dino yang sedang duduk di salah satu sofa rumah Jaiden.


"Uncle baru saja tiba?" Tanya Jaiden, enggan untuk menjawab pertanyaan Dino.


Sudah tau ditanya, ngapain ditanya? Begitu lah pikir Jaiden. Maka dari itu, Jaiden tidak menjawab saat Dino menanyakan padanya kalau dia baru saja pulang ke rumahnya.


Dino pun mengangguk, "Uncle rindu pada mu! Kau ingin makan malam apa? Uncle akan memasaknya!" Ucap Dino.


Jaiden terkekeh mengejek, "Sejak kapan Uncle jadi sok pandai dalam hal memasak? Jai tidak ingin Uncle membuat kebakaran di rumah Jai, lebih baik pesan makanan dari luar saja kalau begitu" Jelas Jaiden.


"Ck, tidak akan. Uncle hanya ingin mencobanya, dan kau akan menjadi juri masakan Uncle" Jelas Dino.


"Ck, Ayolah, kau harus mencicipinya!" Paksa Dino.


"Baiklah, aku akan makan apa saja yang Uncle masakkan untuk ku" Ucap Jaiden pasrah, dan juga karena merasa tidak enak dengan Dino.


"Memangnya kenapa Uncle tiba-tiba saja ingin memasak disini? Biasanya Bi Sarah yang Uncle minta memasak atau tidak memesan dari luar?" Tanya Jaiden binggung dan penasaran.