I Am Fine

I Am Fine
Cerai?



"Wah parah sekali, apa anak yang diculik bersama Celine masih hidup?" Tanya Kanta penasaran.


"Ya mana aku tau!" Sahut Saka.


Ceklek


"Juna?!" Ucap mereka berempat secara bersamaan saat melihat Juna yang sudah berantakan karena dipukuli oleh Papanya.


Juna menatap binggung keempat temannya itu, yang saat ini sedang berada di ruang rawat istrinya. Baiklah Juna dapat memaklumi alasan kenapa Saka dan Tara berada di ruang rawat Celine.


Tara dokter di rumah sakit ini sekaligus dokter yang menangani Celine, sudah sewajarnya kalau Tara berada di ruang rawat inap.


Dan Saka sudah 2 hari tidak mengganti pakaiannya, karena dia khawatir dan mengenal dekat istrinya. Namun apa yang di lakukan Bram Dan Kanta disini? pikir Juna.


"Kenapa kalian semua menatap ku seperti itu?" Tanya Juna.


"Apa...kau dipukuli oleh Ayahmu?" Tanya Bram.


Juna pun mengangguk hanya mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya pada Saka.


"Saka," Panggil Juna tiba-tiba, sehingga membuat ruang rawat tersebut menjadi hening seketika.


"Aku membawa baju ganti untukmu di dalam mobil" Lanjut Juna.


Juna pun melemparkan kunci mobilnya pada Saka dan dengan lihainya Saka menangkap pasti kunci mobil Juna tersebut.


"Oke thanks," Sahut Saka.


"Hmm" Sahut Juna.


Saka pun bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju bangsal Celine.


"Cepat bangun ya Cena? aku sudah merindukan mu yang selalu merengek tidak jelas padaku," Ucap Saka pelan yang dapat didengar oleh keempat temannya.


"Apa Celine suka merengek padanya?" Batin Juna kesal.


"Kal kau ini bau sekali! cepat mandi sana!" Suruh Kanta.


"Iya ish, berisik sekali. Apa kau tidak lihat aku sedang pamitan dengan Cena?!" Sahut Saka kesal, lalu pergi meninggalkan ruang rawat tersebut.


"Juna," Panggil Tara.


"Apa?" Sahut Juna.


"Apa kau baru saja menyesal? kau sudah membunuh anakmu, bahkan kau membuatnya koma" Ucap Tara pada Juna.


Sedangkan Bram dan Kanta hanya menyimak saja, enggan untuk ikut campur pada pembicaraan keduanya.


"To the point" ucap Juna yang mengerti kemana arah pembicaraan Tara.


"Aku bukan ingin mengatur urusan mu Juna, hanya saja aku...mmm bagaimana ya? apa kau tidak bisa untuk meninggalkan Lia saja? dan kau berusaha untuk membuka hati mu untuk Celine? atau kau menceraikan Celine saja dan memilih Lia. Ini juga demi kesehatan mental Celine Juna, Kau jangan serakah. Kau tidak bisa menginginkan keduanya, kau harus bijak dan memilih satu diantara mereka" Jelas Tara panjang lebar pada Juna.


"Aku tidak akan melakukannnya, tidak untuk menceraikan Celine atau putus dengan Lia" Ucap Juna lalu bangkit dari duduknya dan meninggalkan rawat inap tersebut.


Kanta, Bram, dan Tara sudah menggeleng-gelengkan kepalanya binggung. Karena tidak mengerti bagaimana jalan pikir Juna yang sempit dan dangkal itu.


"Apa Lia memakai pelet untuk memikat Juna?" Tanya Kanta.


"Hahaha kau ini, tapi bisa jadi sih," Sahut Bram dengan tawanya.


"Jangan berisik, apa kalian lupa ini dimana?" Tegur Tara.


"Maaf pak dokter" Ucap Kanta dan Bram bersamaan.


...⚡⚡⚡...


PLAK


"Bunda tenang lah, ini di rumah sakit. Tenangkan pikiran Bunda" Ucap Dino berusaha menenangkan Bundanya.


"Joya sudah, tidak ada gunanya kau memakinya" Ucap Tanaro.


"Maafkan atas perlakuan putra ku pada anakmu Tanaro" Ucap Jinata tertunduk malu.


"Joya, maafkan aku tidak mendidik anakku dengan benar" Ucap Rena terisak sambil memegang tangan Joya.


"Sudah lah Rena, aku sama sekali tidak menyalahkan mu atau pun marah pada mu atau Jinata. Tapi ini sungguh sudah kelewat batas, bahkan suami anakku sendiri yang melakukan itu pada putriku. Bahkan dengan teganya dia membunuh anaknya yang darah dagingnya sendiri" Gerutu Tanaro kesal menahan emosinya.


"Baiklah aku tidak menyangkalnya bahwa memang Juna tidak tahu bagaimana kondisi Celine sebelum menikah dengannya, karena aku pun mengira bahwa Celine sudah baik-baik saja. Aku dan Joya sudah memutuskan, kami akan membawa Celine pulang ke LA dan merawatnya dengan baik disana, aku ingin Celine dan Juna segera bercerai" Lanjut Tanaro dengan sarkas dan tajam melirik Juna.


Semua yang disana termasuk Jinata, Rena, Saka, Dino, Tara,Bram dan Kanta langsung menatap Tanaro tak percaya dan terkejut dengan penuturan Tanaro.


"Maafkan kan aku Yah, aku tidak bisa menceraikan Celine. Aku tidak akan melakukannya lagi, aku akan menjaga Celine..." Lirih Juna sambil bersujud memohon pada Tanaro.


Dino memutar bola matanya jenggah lalu menarik Juna dari kaki Ayahnya.


"Apa kau sudah gila kak? Apa kau pikir aku akan membiarkan kakakku untuk terus berada disamping mu? tidak semudah itu bodoh! bahkan Saka lebih baik untuk bersama Celine!" Ucap Dino kasar.


"Hentikan Dino, jangan berucap kasar pada orang yang lebih tua darimu" Ucap Tanaro.


"Dia melukai Cena kita Ayah, kakakku!" Sahut Dino kesal.


"Maafkan aku Dino" Sahut Juna tertunduk.


"Aku sudah mengurus Surat peceraian, silahkan kau tandatangani!" Ucap Tanaro memaksa Juna.


"Rena maafkan aku, aku tidak bisa membiarkan putri ku untuk berada disisi putramu" Ucap Joya terisak memeluk Rena.


"It's Okay Joya, aku mengerti. Perbuatan putra ku memang sudah kelewat batas" Ucap Rena sambil mengelus pundak Joya yang sedang terisak.


Juna pun terpaksa untuk menandatangani surat perceraian tersebut, padahal di dalam hatinya sangat berat untuknya bercerai dengan Celine.


Tapi bukankah Juna seharusnya Senang? setidaknya hubungannya dengan Lia pasti akan berjalan dengan mulus bukan?


Kenapa Juna dengan berat hatinya dan terpaksa untuk menandatangani surat perceraian itu? apa sekarang Juna sudah sangat menyesal atas perbuatannya pada Celine?


Apa Juna sudah mencintai Celine? oh astaga, hanya Juna dan Tuhan saja yang mengetahuinya.


"Saka, bisakah kau kembali ke LA untuk menemani Celine?" Tanya Joya pada Saka yang membuat Jinata dan Rena terkejut.


Bahkan Juna menatap iri Saka.


"Baiklah Tante, aku akan menemani Celine di LA setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku disini" Sahut Saka.


"Apa Saka mengenal Celine?" Tanya Rena penasaran.


"Saka satu-satunya teman dekat yang dimiliki Celine" Sahut Tanaro.


"Astaga dunia sempit sekali" Sahut Jinata pelan.


...⚡⚡⚡...


Setelah terjadi keributan di rumah sakit akhirnya Celine akan dibawa pulang oleh kedua orang tuanya ke LA. Orang tua Celine juga memutuskan agar Celine mendapatkan perawatan yang baik di LA, bahkan orang tua Celine mempercayakan Saka untuk berada disisi putrinya saat ini.


Keadaan Celine saat ini masih sama dengan sebelumnya, tepatnya Celine masih belum bangun dari tidurnya.


Celine dirawat dirumahnya, tidak dirumah sakit. Celine memiliki penjagaan yang ketat yang diberi oleh orang tuanya, bahkan kedua orangtuanya menyewa dokter terbaik serta beberapa perawat untuk menjaga putri kesayangan mereka.


Bahkan dokter dan perawat itu tinggal di kediaman Aldebarano, untuk berjaga-jaga dan tidak membiarkan dokter serta perawat-perawat tersebut pulang jika tidak ada penggantinya.


Sudah satu Minggu ini, Celine masih terlelap dalam tidurnya.