
"Wah apa ini yang namanya Kak Keisha? Hai Kak Keisha, aku Kate. Kakak tahu? Dia selalu membicarakan Kakak, dan aku muak sekali mendengarnya. Dia sangat merindukan mu!" Ucap Kate semangat.
Tanpa babibubebo, Kate langsung memeluk Keisha ramah. Hibgga membuat Keisha tersentak dan terkejut bukan main, atas perlakuan Kate tiba-tiba pada Keisha. Begitu pun juga yang lainnya, bertukar tatap dengan perasaan yang binggung.
"Ku rasa dia bukan pacar Kak Jaiden, iya kan?" Tanya Jovan pada Riki.
"Astaga anak Mama sudah lapar ya? Sini sama Mama, papa mu pasti lelah mengendong mu dari tadi pagi," Ucap Thalia hingga membuat perhatian Jaiden beralih pada Surya dan menatap binggung pada kedua pasangan suami-istri itu.
Heri pun menyadari kalau Jaiden binggung terhadap situasi yang terjadi sekarang, "Ahh... itu Surya menikah dengan Thalia setelah Surya tamat kuliah 2 tahun lalu," Jelas Heri pada Jaiden.
Jaiden pun menaikkan alisnya tak percaya bagaimana bisa? Pikirnya.
"Ku kira itu anak Surya dan Keisha astaga..." Batin Jaiden bernafas lega dan terkekeh pelan.
"Kau merasa bersyukur kan?" Tanya Riki sinis.
"hei Riki ayolah, ada apa dengan mu? Apa kau masih marah dengan ku hm? Bocan tengil?" Goda Jaiden pada Riki.
"Ck jangan dekat-dekat! Terutama dengan Kak Keisha," Peringat Riki pada Jaiden dan melirik Kakaknya yang bersebelahan dengan Kate.
Jaiden tahu betul tatapan seperti apa yang di berikan teman-temannya pada Kate, sebenarnya Kate juga tidak naymssn atas hal tersebut. Karena teman Jaiden, tidak menyambutnya dengan ramah dan menatapnya dengan tatapan tidak suka.
"Ah iya kenalkan ini Kate, aduk sepupu ku. Anaknya Tante Rina, ayolah! Aku tahu sekali apa yang ada di pikiran kalian, jangan salah paham oke?" Ucap Jaiden terkekeh pelan pada teman-temannya.
"AHH... gitu toh??" Sahut Sufa.
"Kate," Ucap Kate memperkenalkan dirinya.
"Hai, aku Sufa" Ucap memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
"Hei jangan ganggu adikku, tidak ada satupun dari kalian yang aku izinkan untuk menjadi kekasihnya. Riki dalam pengecualian," Ucap Jaiden terkekeh dan Riki pun mendelikkan matanya malas.
"Ih Kak Jaiden..." Bisik Kate malu, karena Kate menyukai Riki dari cerita yang di ceritakan oleh Jaiden soal Riki. Dan juga Kate melihat foto-foto di akun Instagram milik Riki dan beberapa foto di ponsel Jaiden.
Jaiden pun terkekeh pelan, "Senang bertemu dengan kalian lagi. Kei kau juga, kau baik-baik saja kan? Maaf," Ucap Jaiden pelan dan yang lainnya pun hanya menonton saja.
"Hm it's okey, i'm feeling better without you" Ucap Keisha membuang wajahnya ke asal arah dan Jaiden pun mengangukkan kepalanya mengerti.
Acara pernikahan Jaki dan Keira pun berjalan dengan lancar dan kedua keluarga memilih untuk menggunakan adat nasional saja. Walaupun keluarga Keira adalah asli dari Bandung, dan Jaki asli dari Jakarta barat.
Tapi kedua keluarga tidak mau mengambil pusing soal adat apa yang akan di gunakan nantinya, dan memutuskan untuk menggunakan adat nasional saja lebih baik.
Setelah resepsi selesai, lantas Jaiden pun hendak pulang. Kate tadinya sudah pulang terlebih dahulu, di jemput oleh supir pribadi milik keluarga Renandra. Dan kini Jaiden hendak menuju lobby hotel.
Mata Jaiden menahan, saat melihat seseorang yang di kenal ya sedang berbicara dengan satu orang yang tidak di kenalnya.
"Keisha? Dengan siapa itu?" Gumam Jaiden.
"Aduh bagaimana ini? ban mobil ku kempes," Rengek Keisha.
"Mau ku panggilkan tukang bengkel? Aku bisa meneleponnya kalau kau mau," Jawab Dika.
"Tapi ini sudah larut, ku rasa mereka pasti akan datang besok" Sahut Keisha memijit kepalanya pusing.
Karena Jaiden melihat Keisha seperti gelisah, dan memijit kepalanya pusing itu pun. Membuat Jaiden penasaran, dan hendak menghampiri Keisha karena khawatir sesuatu terjadi pada pujaan hatinya itu. Yang sampai detik ini, tidak bisa tergantikan oleh siapa pun.
"aMau ku antar pulang saja? Kita bisa menhubungi" Ucap Dika terpotong oleh kehadiran Jaiden.
"Oh? K.. kak Jaiden? Aa.. ini mobil ku, mobil ku bannya kempes" Jelas Keisha agak canggung.
"Huh? Ah udah kok udah Kak, tadi udah di panggil sama Dika. Kak, Kei pulang duluan dulu ya! Ayo Dika, kita pulang" Ajak Keisha paksa dan menarik lengan Dika untuk masuk ke dalam mobil pria itu.
Dika pun mengedipkan matanya berkali-kali karena binggung, dan menurut saja bahkan membukkan pintu mobilnya untuk Keisha. Lalu keduanya pun masuk, dan Keisha menghela nafasnya lega.
Jaiden pun hanya menatap sampai mobil Dika benar-benar pergi, dan hilang dari pandangannya. Lalu segera menuju mobilnya, dengan perasaan yang kurang baik.
"Mereka terlihat akrab, apa itu pacar Keisha? Ku rasa bukan, atau sedang masa pendekatan?" Batin Jaiden overthingking.
"Keisha kau tak apa?" Tanya Dika sedikit khawatir karena selama perjalan pulang, Keisha hanya diam saja.
"Huh? Aku baik-baik saja, maaf tadi membuat mu binggung dan menarik mu paksa. Aku... itu pria tadi adalah mantan tunangan ku," Jelas Keisha apa adanya.
"Ah... begitu, namanya Jaiden iyakan? Jaiden Renandra," Tanya Dika memastikan hingga membuat Keisha terkejut.
"Kau tahu? Kau kenal dengannya?" Tanya Keisha.
.
"Hm, tapi mungkin dia tidak mengenali ku. Dia sangat terkenal di jurusan ku, dan dia adalah anak manajemen dan bisnis" Jelas Dika.
"Kau kuliah di LA kan? Apa berarti dia juga kuliah disana?" Tanya Keisha.
"Hm... aku kuliah di LA, begitu pun juga dengannya. Kau tidak tahu?" Tanya Dika.
Dan Keisha pun menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu. Keluarganya menyembunyikan keberadaannya, kami membatalkan pertunangan kami saat kenaikan kelas 3 SMA. Dan aku baru bertemu dengannya hari setelah sekian lamanya, mungkin 8 tahun lebih?" Jelas Keisha tak yakin.
"Wah pasti ini pertunangannya orang Kaya, benar kan?" Tanya Dika terkekeh pelan.
"Tidak, pada sat itu kami saling menyukai. Aku sudah mengenalnya saat umur ku masih 5 tahun," Jelas Keisha tekekeh pelan. "Kami berkahir karena masih terlalu muda," Lanjut Keisha.
"Ahh...begitu, maaf jadi membuat mu membicarakan ini" Ujar Dika tak enak hati.
"Santai saja seharusnya aku yang minta maaf. Maaf ya membuat mu tidak nyaman, dan bahkan kau jadi repot-repot harus mengantarkan ku pulang" Ucap Keisha tak enak.
"Kau sama sekali tidak merepotkan ku, lagi pula jalan rumah kita sejalan" Jawab Dika.
"Terima kasih," Ucap Keisha menampilan senyuman terbaiknya dan menatap Dika.
"Manis," Batin Dika.
...⚡⚡⚡...
Jaiden baru saja sampai di rumahnya, setelah masuk ke dalam rumah. Jaiden langsung menuju kulkas dan mengambil air dingin, untuk mendinginkan kepalanya.
Ah iya, Kate malam ini menginap di rumah Dino.
"Apa Keisha sudah melupakan ku! Ah bukankah itu lebih baik?" Gumamnya tekekeh miris.
Drtt drtt drtt
Jaiden pun melirik pada ponselnya.
'Bianca is calling you'