I Am Fine

I Am Fine
123



"Kau tidak punya mulut?! Kau ingin seperti Mama mu? Yang suka bermain dengan pria kaya saat dia muda?! Iya?!" Bentak Rafa lagi.


Thalia langsung menggelengkan kepalanya dan meraih tangan Rafa, "Tidak Pa... hiks... Thalia juga tidak tahu kenapa bisa berada disini. saat Thalia bangun, Thalia sudah ada di hotel Pa..." Ucap Thalia terisak.


Shakila pun berjalan mendekat pada Thalia dan menyibak rambut gerbang Thalia yang menutupi leher gadis itu "Rafa..." Ucap Shakila pura-pura terkejut.


PLAK!


Rafa menampar Thalia, dengan perasaan yang kesal sekali pada Thalia.


"Kau?! katakan Thalia, dengan siapa?!" Tanya Rafa dengan suara yang meninggi.


"Rafa tenangkan dirimu sayang, kita bahas dirumah saja oke? Biarkan dulu Thalia menginap di rumah malam ini. Atau Thalia bisa tinggal saja di rumah, aku akan mengurusnya dengan baik."


"Kita ada pertemuan dengan Tante Rena, tidak enak. Kalau kita tidak segera menuju kesana," Jelas Shakila untuk menenangkan suaminya.


Cari muka tepatnya.


Rafa pun berusaha untuk menahan amarahnya pada Thalia, "Apa itu Jaiden?" Tanya Rafa melembut.


Thalia pun menggelengkan kepalanya denngan tangannya yang masih memegangi pipinya, perih sekali rasanya.


"Ayo kita bahas dirumah saja, suruh asisten mu untuk membawa Thalia ke mobil. Kita akan membicarakannya di rumah, biarkan Thalia untuk menginap di rumah saja. Yang lain sudah menunggu kita," Saran Shakila pada Rafa.


Rafa pun menurut pada Shakila, dan menelepon asistennya untuk membawa Thalia ke dalam mobil.


Ini semua adalah ulah Shakila, Mama tiri Thalia. Shakila sengaja melakukan itu, setelah Shakila mengetahui Rafa mendapatkan telepon dari Rena.


Dan mengajak untuk makan malam bersama, Shakila langsung bergegas untuk menelepon orang suruhannya itu. Untuk segara kembali ke hotel pertama, dan memindahkan Thalia untuk masuk ke hotel di tempat makan malam dimana Rena mengundang mereka.


Shakila juga menyuruh orang suruhannya itu, untuk memberi tanda kemerahan pada leher jenjang Thalia. Agar Rafa tidak percaya, kalau Thalia sebenarnya di culik. Dan Shakila akan membuat Rafa percaya dan yakin, kalau anaknya itu sedang bermain dengan seorang pria dewasa di hotel mewah.


Shakila sudah menyusunnya dengan rapi, hingga tidak ada seorang pun yang curiga padanya sedikit pun.


Setelah Thalia di jemput oleh asisten Rafa, asisten Rafa pun membawa Thalia untuk ke mobil. Lalu setelahnya Shakila dan Rafa pun, bergegas ke tempat VVIP yang sudah di pesankan oleh Jinata dan Rena sendiri.


"Ada apa Tante Rena mengundang kita? Bahkan mantan suami mu juga disini?" Tanya Rafa.


Shakila pun mengindikkan bahunya pura-pura tidak tahu, " Kau tenang saja. Aku dan Bram sudah tidak ada hubungan apa pun lagi, bahkan kami sudah memiliki pasangan masing-masing. Bukankah kau sudah tahu kalau Bram akan menikah?" Tanya Shakila.


"Ku rasa kau juga pasti mendapatkan undangan kan?" Lanjut Shakila.


Rafa pun menganggukkan kepalanya, "Aku tahu, ayo!" Ajak Rafa.


Lantas keduanya pun menuju ruangan pribadi tersebut, pintu pun di bukakan oleh pelayan hotel di sana mempersilahkan Shakila dan Rafa untuk masuk.


"Maaf lama Tante, Om, Bram," Ucap Rafa sopan.


"Tak apa, mungkin urusan mu mendesak. Ayo silahkan duduk dulu," Ucap Jinata.


Lantas Rafa dan Shakila pun menarik kursi, dan mendaratkan bokongnya disana.


Ting!


...Room Chat...


Shakila :


Jangan katakan apapun dulu soal Keisha adalah darah daging mu disini


Aku belum memberitahu Bram dan Mama Zura


Karena Mama memiliki riwayat sakit jantung


^^^Rafa :^^^


^^^Read^^^


"Kau pasti menyembunyikan sesuatu dari ku Shakila," Batin Rafa.


...⚡⚡⚡...


Rasanya kepala Rafa mau pecah setelah keluar dari ruangan itu, bagaimana pun Rafa juga masih menganggap Thalia sebagai putrinya karena itu adalah tanggung jawabnya setelah dirinya menikahi Lia.


Dan tadi barusan? Rena dan Jinata malah ingin menjodohkan Keisha dan juga Thalia. Dan dengan seenaknya, Shakila malah mengiyakan perihal tersebut.


Ya Rafa memang memaklumi Shakila mengiyakan hal tersebut, karena Shakila sendiri tidak tahu kalau Thalia dan Jaiden sedang berkencan.


Bram juga mengiyakannya, dan dirinya juga sudah bersaksi dan juga sudah bertanya pada Keisha sendiri dan Keisha pun menyetujui hal tersebut.


Seharunya itu dirinya, pikir Rafa. Karena dia adalah Ayah kanfung dari Keisha sendiri, tapi Shakila malah menutup soal itu pada semua orang. Rafa tidak mau membuat keributan disana karena Rafa menghargai adanya Rena, Jinata dan juga Zura disana.


Karena Jinata dan Rena adalah sahabat dekat kedua orang tuanya, sedangkan Zura sendiri adalah adalah Kakak sepupu dari ibunya. Dan tentu saja, tidak menutup kemungkinan kalau Bram adalah sepupu Rafa.


Dunia memang sangat sepi bukan? Kau hanya bertemu dengan seseorang, yang berhubungan dengan mu di masa lalu di masa yang akan datang.


Sesampai keduanya di mobil, kepala Rafa kembali sakit. Saaat mengingat dirinya mendapatkan Thalia, berada di hotel dan mendapatkan kissmark di leher Thalia.


Brakh!


Rafa baru saja masuk ke dalam mobil, dan menutup pintu dengan membanting cukup keras. Hingga membuat Shakila, Thalia dan juga asisten Rafa tersentak.


Rafa memijit pangkal hidungnya pusing, "Jalan" Pinta Rafa pada asisten pribadinya itu.


"Katakan," Ucap Rafa tiba-tiba sambil melirik Thalia dari spion dashboard mobil.


"Katakan Thalia, katakan apa yang kau lakukan di hotel? Dan bagaimana kau bisa mendapatkan kissmark di leher mu?" Tanya Rafa pelan untuk meredam amarahnya yang memuncak.


"Maafkan aku Rafa," Ucap Shakila dalam hati merasa bersalah pada suaminya. Karena dirinya sudah menambah beban pikiran pada Rafa, dan Shakila menyadarinya kalau semua ini dikendalikan oleh dirinya sendiri.


"Thalia tidak tahu Pa.. Thalia tidak tahu kenapa Thalia bisa berada di hotel," Ujar Thalia menundukkan kepalanya dan berusaha untuk mengatakan yang sejujurnya.


"Thalia di culik tadi Pa... "Lanjut Thalia.


"Tidak akan ada orang yang di culik itu di bawa ke hotel bintang tujuh berkelas seperti itu Thalia," Ucap Rafa.


"Katakan yang sebenarnya, Papa tidak akan marah kalau kau jujur" Ucap Rafa.


"Paa... ayolah Thalia sudah mengatakan yang sebenarnya, Thalia tidak bohong Pa" Ucap Thalia terisak.


"Hapus air mata mu itu!" Suruh Rafa dan Thalia pun meghapus air matanya.


"Sudah sayang, biarkan saja dulu. Nanti biar aku yang bicara dengan Thalia, Thalia mungkin tidak nyaman cerita dengan mu karena kau adalah seorang pria. Nanti aku akan bertanya padanya di rumah," Saran Shakila.


Shakila pun mengusap rambut panjang Thalia, "Tenangkan diri mu ya?" Ucap Shakila.


"Dasar nenek sihir pencari perhatian!" Ucap Thalia dalam hati.


...⚡⚡⚡...


...Without Jaikei...


...Riki telah menambahkan Keira, Jaki, Surya, Heri, Sufa, Fia, Jovan, ke dalam grup...


Sufa :


Eh apa nih?