I Am Fine

I Am Fine
105



"Udah ayo!" Ajak Keisha menarik paksa tangan Surya,, Surya pun terpaksa harus menuruti Keisha demi menyenangkan gadis idamannya itu.


"Aku ikut!" Seru Jovan menarik Yura, kekasihnya.


"Ck Kak Surya dari dulu memang penakut itu Kak!" Seru Yura meledek Kakaknya sendiri.


"Awas saja ya kau dirumah!" Ancam Surya pada Yura.


"Eh aku juga ikut!" Seru yang lainnya.


Berakhirlah Keisha, Surya, Riki, Jovan, Yura, Heri, Fia, Keira, Jaki dan juga Jaiden yang akhirnya menaiki wahana rollercoaster.


Keisha dan Surya duduk di kursi paling depan, lalu di bekalang keduanya ada Jaiden dan juga Riki. Di kursi ketiga ada Jovan dan Yura, di kursi ke empat Heri dan Fia, dan kursi paling belakang ada Keira dan Jaki.


Sedangkan Thalia tidak naik, tinggal bersama Sufa yang juga takut ketinggian.


"Astaga Kei, sepertinya kita harus tukar dengan Keira dan Jaki saja tidak sih? Aduh aku takut!" Ucap Surya takut.


"Ck kau tenang saja! Sini genggam tangan ku," Ucap Keisha mengambil tangan Surya untuk di genggamannya. Hingga membuat Surya salah tingkah, terhadap perlakuan yang Keisha berikan padanya.


Sedangkan Jaiden, dirinya sudah terbakar api cemburu di bekalang sana. Riki pun tersenyum evil (iblis), dan meledek Jaiden dengan bisik-bisikan halus.


Rollercoaster itu pun langsung bergerak, hingga membuat seluruh penumpangnya berteriak antara seru dan juga takut kecuali Surya.


Surya sama sekali tidak mengeluarkan suara, hingga membuat Keisha sedikit kesal pada lelaki itu. "Teriak Surya Teriak! Kau tidak akan takut kalau kau teriak! Aaaaaaaaaaaaaa!" Teriak Keisha.


'Astaga aku ingin turun Keisha!" Teriak Surya sambil memegang tangan Keisha erat, dan juga menutup matanya rapat-rapat.


"Teriak Surya! Teriak! Aaaaaaaaaaaaa! Aaaaaaa atau lepaskan tangan ku!" Ucap Keisha berteriak, hingga membuat Surya panik.


"Jangan!" Ucap Surya panik, "Aaaaaaaaaaaaaaaaa"Teriak Surya.


"Hahahaha nice boy!" Ucap Keisha bangga, entahlah Keisha merasa bangga akan hal tersebut.


Jaiden pun menyilangkan tangannya di depan dada, "Ck apa apaan!" Decihnya malas.


"Kau cemburu ya Kak? Hahahaha aaaaaaaaaaaa" Pekik Riki terkejut akan kini mereka sampai di puncak.


Setelah selama 10 menit mereka berputar-putar dengan rollercoaster, akhirnya mereka pun turun dari wahana itu. Surya langsung muntah-muntah, setelah turun dari sana begitupun juga Fia.


Heri pun membawa Fia ke toilet, dan sedikit menjauh dari teman-temannya. Heri hendak membeli minum untuk Fia dan juga minyak angin, itupun kalau ada.


"Hahaha astaga Surya, maaf ya! Tapi itu tadi seru sekali tahu!" Ucap Keisha semangat, sembari membantu menepuk-nepuk pundak Surya yang masih mual.


"Sudah lama dia tidak sesenang itu iya kan?" Tanya Jaki pada Riki.


"Kapan ya terakhir kali?" Sahut Riki sembari bertanya.


Surya pun terkulai lemas, dan mendudukkan dirinya di kursi yang terdapat di depan matanya. Karena Keisha adalah gadis yang bertanggungjawab, Keisha pun memutuskan untuk menemani Surya. Bahkan Keisha juga membelikan makanan, dan juga minuman untuk Surya.


"Maaf ya? Duh aku jadi tidak enak tahu!" Ucap Keisha sedikit memekik, hingga membuat Surya kaget.


"Astaga! Ck kau!" Kesal Surya, "It's okey, kenapa kau disini? Sudah sana pergi main dengan yang lainnya, nanti aku nyusul" Suruh Surya pada Keisha.


"Tidak, aku disini saja. Menemani mu sampai kau merasa sudah baikan," Jawab Keisha.


"Jaiden lihat deh, ayo kesana!" Ajak Thalia menarik tangan Jaiden semangat, ke tempat orang yang sedang menjual bandana imut.


"Aaaa tidak Thalia, astaga ini kan punya perempuan!" Rengek Jaiden menolak Thalia.


"Ck, coba dulu! Ini imut tau!" Ucap Thalia memaksa Jaiden.


"Thalia!" Ucap Jaiden sedikit meninggi, hingga membuat beberapa pasang mata disana menatap keduanya.


Thalia pun terkejut, dan menghentikan tangannya spontan dan langsung menundukkan kepalanya.


"Maaf," Lirih Jaiden.


Saat ini mood Jaiden sedang tidak bersahabat, dan benar-benar buruk. Apalagi disaat dirinya melihat Keisha, yang selalu bersama Surya akhir-akhir ini.


Karena beberapa waktu yang lalu juga, Surya sempat mengatakan kalau dirinya akan mendekati Keisha. Hingga membuat perasaan Jaiden menjadi tak tenang dan karuan, takut, dan juga khawatir.


Kalau boleh jujur, ya Jaiden sangat cemburu.


Disaat dirinya melihat Keisha yang tertawa, tersenyum, dan merengek pada Surya dan tidak lagi padanya. Hal itu membuat Jaiden semakin takut, takut kalau nanti Keisha akan meyukai Surya.


Tapi, bukankah ini konsekuensi dan resiko yang harus aku terima? Pikir Jaiden.


...⚡⚡⚡...


Hari ini adalah hari Senin, hari yang paling di benci oleh semua orang. Kenapa? Ya karena rasanya memulai hari Senin itu sangat melelahkan sekali, namun tidak untuk Keisha.


Keisha sangat bersemangat hari ini, karena dirinya baru saja. mendaftar kelas melukis. Dan kelas itu, akan dimulai dari hari ini yaitu hari Senin.


Tentu saja Rafa menyetujuinya, karena itu adalah minat dan bakat putri. kesayangannya. Keisha pikir, dirinya tidak perlu lagi memberitahu pada Mama nya soal itu. Karena kalau Rafa menyetujuinya, pasti Mama nya pun terpaksa menyetujuinya.


Keisha sengaja untuk tidak memberitahu Mama nya soal dirinya yang mengikuti kelas melukis, karena Shakila tidak menyukai hal tersebut.


Menurut Shakila, lebih baik Keisha belajar dunia binis saja, dari pada harus membuang waktunya untuk melukis.


Di pagi buta, tepat pada pukul 06.19 WIB. Keisha sudah dikejutkan dengan kehadiran Surya, yang sudah berada di rumahnya.


Anehnya, pria itu malah ikut sarapan bersama dengan Papa dan Mama nya. Keisha yakin sekali, Mama nya pasti akan mengomentari soal hubungannya dengan Surya setelah pulang sekolah nanti.


Dan akan membandingkannya dengan Jaiden, "Astaga menyebalkan!" Batin gadis itu.


Sedangkan Rafa, Rafa sendiri tidak mempersalahkan dengan siapa Keisha dekat, berkencan, dan juga bertemu asal itu ada batasannya.


Tapi Rafa tidak akan segan-segan, menyakiti orang sudah membuat bulir air mata keluar dari mata anak kesayangannya itu.


Buktinya Thalia, bahkan bisa dibilang Rafa lebih lama hidup dengan Thalia dan memberikan sepenuhnya kasih ksayangnga pada Thalia. Tapi setelah Rafa mengetahui alasan putri semata wayangnya itu menangis, lihat? Apa yang di lakukan pria itu pada Thalia.


"Nah itu Keisha, ayo duduk sini sayang. Kita sarapan bersama," Ajak Rafa pada Keisha yang baru saja turun dari kamarnya.


Keisha pun menurut, dan tersenyum ramah pada Surya. Surya pun membalasnya, dengan senyuman ramah nan manisnya.


Astaga tampan sekali!


"Bagaimana? Kau sudah memiliki persiapan kan?" Tanya Rafa.


"Persiapan?" Tanya Shakila binggung.


"Kau tidak tahu?" Tanya Rafa melirik Keisha, "Kei kau tidak memberitahu Mama terlebih dahulu?" Tanya Rafa.