
"Hingga membuat mu berantakan seperti ini, kau dan Jaiden memang tidak bisa bersama Thalia. Kau dan Jaiden adalah saudara kandung, kalian berdua adalah darah daging mendiang Juna" Jelas Lia pada Thalia dan merasa bersalah karena baru memberitahu Thalia.
Thalia menarik tangannya dari genggaman Lia, "Ma Thalia sedang bermimpi kan? Ini semua tidak benar kan?" Tanya Thalia sekali lagi untuk memastikan.
Lia kembali menarik tangan Thalia untuk di genggamannya, "Thalia Mama tidak berbohong. Kau juga sedang tidak bermimpi, ini nyata. Nama mu adalah Thalia, singkatan dari Junata dan Lia. Thalia," Jelas Lia.
"Seharusnya nama mu bukan Thalia Auriya, tetapi Thalia Renandra" Lanjut Lia.
...⚡⚡⚡...
Hari ini adalah hari dimana Jaiden, dan juga yang lainnya akan melaksanakan ujian untuk olimpiade tingkat nasional. Jaiden sudah siap dengan semuanya, Jaiden juga sudah mempersiapkan diri untuk menjawab soal-soal yang di berikan.
Setelah selesai olimpiade, Jaiden berencana akan berkunjung ke makam, lalu ke rumah sakit. Setelahnya, Jaiden akan langsung berangkat ke bandara untuk meninggalkan tanah air. Hingga dirinya menyelesaikan, study nya di luar negeri.
Rena dan Jinata tidak turut serta untuk mengantar Jaiden, karena menurut kedua paruh baya itu Jaiden harus bisa belajar mandiri mulai saat ini. Walaupun Rina, Saka, dan Dino sedikit berat hati dengan itu.
Tapi Dino dan Rina langsung menyetujuinya, setelah berpikir-pikir dan berbincang sedikit melalui telepon bersama Rena. Menurut Dino dan Rina, sudah saatnya Jaiden untuk mandiri dan beranjak dewasa.
Walaupun mereka semua tahu, sejak kecil Jaiden memang sudah tinggal sendiri. Dan melakukan semuanya sendiri, dan menerima bantuan dari Dimas yang selalu mengatur keperluan dan kebutuhannya.
Olimpiade itu berlangsung selama 90 menit, dengan 40 soal. Astaga bagaimana seseorang dapat menyelesaikan soal-soal sulit itu selama 90 menit? Pasti otak mereka berada di atas rata-rata.
Waktu terus berjalan, tapi Jaiden tidak dapat fokus. Banyak hal yang dipikirkannya, tentang Thalia, Keisha, dan juga masa lalu orang tuanya dengan Lia sekaligus soal kepergiannya ke luar negeri nanti.
"Baiklah, waktu hanya tersisa 20 menit lagi. Jika ada yang sudah selesai, silahkan keluar" Ucap sang pengawas ujian.
Jaiden pun bangkit dari duduknya, dan tanpa pamit pada pengawas. Jaiden keluar begitu saja, namun langkahnya terhenti dan membalikkan badannya untuk menyalim pengawas itu.
"Wah saya pikir Tuan muda dari keluarga Renandra tidak memiliki sopan santun, ternyata saya salah ya" Ucap pengawas itu.
"Terima kasih Pak," Ucap Jaiden lalu keluar dari ruang ujian itu.
Setelah keluar dari ruang ujian itu, Jaiden langsung bertemu dengan Dimas asisten mendiang Juna. Dan sampai saat ini, Dimas masih setia dengan keluarga Renandra untuk membantu hal sekecil maupun sebesar apapun untuk keluarga Renandra.
"Sudah selesai Tuan Muda?" Tanya Dimas dan Jaiden pun mengangukkan kepalanya.
"Penerbangan ku berapa jam lagi Om?" Tanya Jaiden sembari berjalan menuju parkiran mobil.
Dimas pun melirik jam tangannya, "57 menit lagi. Ada apa? Apa kau ingin mampir ke suatu tempat?" Tanya Dimas.
"Hm, aku ingin ke Makam Daddy dan Mommy sebentar Om" Sahut Jaiden.
"Oke, ayo! Kita memiliki cukup banyak waktu," Ujar Dimas. "Apa kau juga ingin bertemu dengan Keisha? Kita bisa menunda penerbangannya," Ucap Dimas sembari bertanya.
"Boleh kah?" Tanya Jaiden.
"Tentu," Jawab Dimas dan Jaiden pun mengangukkan kepalanya.
Pemakaman.
"Hai Mom, Dad, ini Jaiden. Jaiden baru saja selesai ujian olimpiade matematika tingkat nasional tadi. Mommy dan Daddy apa kabar? Jaiden baik, ah iya hari ini Jaiden akan pindah sekolah ke LA sampai Jaiden menyelesaikan S2 Jaiden disana."
"Sepertinya Jaiden juga jarang berkunjung kesini, Jaiden kirim doa saja ya dari sana? Maaf. Daddy pasti tidak tahu kan? Ternyata Tante Lia mengandung anak dari darah daging Daddy, Thalia. Dan bodohnya, Jaiden malah melukai perasaan Kakak Jaiden sendiri" Ucap Jaiden terkekeh pelan.
"Dad, Jaiden menyesal. Jaiden juga tidak bisa menerima begitu saja, kalau ternyata Thalia adalah Kakak Jaiden. Apa seburuk itu masa muda Daddy? Hingga memiliki anak di luar pernikahan?" Tanya Jaiden.
...⚡⚡⚡...
"Ku kira kau tidak akan kemari, ku rasa kau kesini karena perlu menjelaskan soal keberadaan Thalia dan asal usulnya kepada ku iya kan?" Tanya Rena.
"Maaf Tante," Ucap Lia tertunduk. "Aku tahu Tante pasti masih sangat membenci ku, karena semuanya menjadi berantakan karena aku tidak bisa melepaskan Juna" Jelas Lia.
Rena pun tertawa dengan nada meledek, "Kau yakin? Ku rasa kau bukan tidak bisa melepaskan Juna. Tapi kau tidak bisa melepaskan harta anakku," Ucap Rena.
Lia tak bergeming sama sekali, karena yang di ucapkan Rena barusan benar adanya. 50% karena uang, 50% karena dirinya mencintai Juna. Lagi pula, saat itu hidupnya sudah terlanjur selalu bergantung pada Juna.
"Maaf Tante," Ucap Lia.
"Kenapa Rafa menyembunyikan mu dari ku dan juga Joya?" tanya Rena dengan tatapan menyelidik.
"Karena Tante ingin membunuh ku dan juga Thalia," Jawab Lia membuat Rena tersentak saat mendengar jawaban yang di berikan oleh Lia.
Rena bahkan tidak berniat melakukan itu pada Lia, Rena sama sekali tidak berencana untuk membunuh Lia dan anaknya.
"Apa maksud mu Lia? Kau menuduh ku? Tidak sama sekali, tidak ada gunanya aku membunuh mu dan juga anak mu" Jelas Rena.
"Maaf Tante, Tante mungkin tidak menyadarinya. Tante tahu kan? Orang tua pasti akan melakukan apapun dan menghalalkan segala cara agar putrinya bahagia," Jelas Rafa.
"Apa maksud mu?" Tanya Rena.
"Tante tidak tahu rencana Om Tanaro dan Tante Joya?" Tanya Rafa heran dan Rena pun menggeleng-gelengkan kepalanya pelan sambil berpikir.
"Wah berarti benar dugaan ku selama ini, mereka hanya menyeret Tante. Dan mengunakan nama Tante untuk menjalankan aksinya dengan mulus," Ucap Rafa menepuk-nepuk tangannya tak percaya.
"Huh? Maksud mu?" Tanya Rena tak mengerti.
"Tante tahu kenapa Tante Joya dan Om Tanaro sering menjenguk Juna ke Amerika?" Tanya Rafa.
"Tentu, itu karena mereka perhatian pada Juna. Menantunya," Jawab Rena yakin.
"Tante salah, Om Tanaro ingin Celine bahagia. Karena Tante Joya dan Om Tanaro mengetahui kalau Lia sedang berada di Amerika juga ada saat itu, mereka juga berusaha untuk menuju Thalia dan juga Lia. Tapi tujuan utama mereka bukan Lia, tapi Thalia."
"Tante Joya dan Om Tanaro tahu, soal Thalia adalah darah daging Juna. Thalia adalah bagian keluarga ini yang terasingkan," Jelas Rafa panjang lebar.