I Am Fine

I Am Fine
Saka pulang



"Kau...menerima anak ini kan?" Ucap Celine menunduk sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Juna tersenyum, "menurut mu bagaimana? anak itu adalah darah daging ku Celine, jaga calon anakku ini dengan baik hingga lahir oke?" Ucap Juna.


Celine pun tersenyum lebar mendengar ucapan Juna, radanya sangat lega. Walaupun Celine tahu bahwa Juna tidak akan pernah mencintainya, Juna hanya mencintai Lia.


Setidaknya Juna menerima keberadaan anaknya.


"Kita pulang sekarang?" Tanya Juna.


Celine pun mengangguk pasti sebagai jawaban.


"Apa kau ingin mampir dulu? atau membeli sesuatu?" Tanya Juna.


Celine menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, ayo kita pulang," Ucap Juna.


Celine pun mengganguk lagi sebagai jawaban, hingga membuat Juna gemas sendiri.


"Cena" Panggil Juna.


"Ya kak?" Sahut Celine.


"Apa lusa kau bisa menemani ku untuk peresmian peluncuran produk perusahaan?" Tanya Juna pada Celine.


"Tentu saja, jam berapa?" Tanya Celine.


"Jam 6 sore," Sahut Juna.


"Baiklah, aku akan menemani mu lusa" Sahut Celine.


...⚡⚡⚡...


Hari ini Celine hanya tidur-tiduran saja di ruang tv rumahnya dan sedang menonton acara kesuakaanya. Namun atensinya teralihkan saat ada seseorang yang memencet bel rumahnya.


"Siapa sih?! menganggu saja!" Gerutu Celine kesal, lalu berjalan ke depan untuk membuka pintu rumahnya.


"Nyonya ini kiriman dari Tuan Muda" Ucap satpam tersebut sambil memberikan sebuah paper bag besar pada Celine.


"Terima kasih ya pak" Ucap Celine lalu menutup pintu rumahnya.


Celine pun berjalan ke ruang tv dan duduk di sofa, lalu Celine membuka paper bag besar tersebut dan ternyata itu adalah gaun yang dikirim kan Juna untuknya. Lengkap dengan sepatunya dan perhiasan.


Celine pun hendak mengambil ponselnya dan menghubungi Juna, untuk memberitahu suaminya bahwa kiriman yang dikirimnya sudah sampai dirumah dengan selamat.


...Room Chat...


^^^Celine:^^^


^^^Kak boxnya udah sampai dirumah^^^


^^^Maksih ya^^^


^^^read^^^


"Ck, hanya di baca saja?! dasar manusia tidak berperi perasaan!" Gerutu Celine kesal, lalu membuang ponselnya ke asal arah.


Ting!


Ting!


"Eh di balas?" Ucap Celine, lalu kembali meraih ponselnya.


...Room Chat...


Saka:


Aku sekarang sudah di Jakarta


Mau ketemu sekarang atau besok saja?


^^^Celine:^^^


^^^Saka?? apa kau serius??^^^


Saka:


Tentu saja, untuk apa aku berbohong padamu


^^^Celine:^^^


^^^Aku sangat merindukanmu heii^^^


^^^Tapi hari ini aku tidak bisa pergi^^^


^^^Besok saja bagaimana?^^^


^^^Hari ini aku dan suami ku akan menghadiri^^^


^^^peluncuran produk baru Choren Group^^^


Saka:


Baiklah tak apa


Sepertinya kita juga akan bertemu disana


Yang punya acara temanku


^^^Celine:^^^


^^^Baiklah kalau begitu, kau akan datang kan?^^^


^^^Mari kita berjumpa disana nanti, akan ku kenalkan kau dengan suami ku^^^


^^^Muachh^^^


Saka:


Oke


Read


...⚡⚡⚡...


"Lia masuk ke ruangan saya!" Perintah Juna pada Lia.


"Baik pak" Sahutnya.


Juna dan Lia memang bersikap profesional jika mereka berada di area kantor, kecuali hanya mereka berdua saja.


"Lia maaf, aku tidak tahu bahwa Celine mengandung anakku. Itu terjadi di luar kendali ku, saat itu aku sedang dalam pengaruh alkohol. Dan kau tahu? aku menyebut nama mu saat melakukan itu pada Celine. Maka dari itu aku tidak enak padanya dan memutuskan untuk merawatnya beberapa hari ini, maaf kan aku ya? aku sangat mencintaimu" Jelas Juna panjang lebar pad Lia.


Lia tersenyum menang "Pasti itu sangat sakit bukan? Celine melakukan itu dengan Juna, namun Juna sendiri malah mendesahkan nama ku" Batin Lia senang.


"Jadi...apa kau tidak akan menceraikannya?!" Tanya Lia sedikit berteriak.


"Aku akan menceraikannya setelah aku memiliki semuanya dan setelah anak itu lahir, aku janji. Ayolah maafkan aku, apa kau tidak merindukan ku selama 3 hari ini hm?" Ucap Juna sambil mengoda Lia.


"Kau tidak bisa mengikari janji mu pada ku Juna, kau tau kan? aku tidak suka dengan orang yang selalu ingkar dengan janjinya" Sahut Lia.


Juna mengangguk, lalu menarik Lia untuk masuk kedalam dekapannya dan mencium bibir ranum milik Lia.


Ceklek


"Astaga Juna mataku!"


"Oh shi*, Saka?!" Kaget Juna saat melihat temannya itu yang sudah berada di ruang kerjanya.


Saka sontak membalikkan badannya dan Lia hendak menjauh dari Juna, seolah-olah tidak terjadi apapun disana.


"Apa kau gila?! berciuman di tempat kerja? tau tempat dong! oh **** my eyes!" Gerutu Saka kesal.


"Sayang, kau keluar sebentar ya? ada yang ingin ku bicarakan dengan Saka" Ucap Juna lembut pada Lia.


"Kau menganggu saja!" Ucap Lia ketus, sambil menunjuk Saka dengan jari telunjuknya.


"Dih?!" Sahut Saka.


Juna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


"Anj Jun, masa begitu aku membuka pintu mu sudah melihat yang tidak-tidak astaga! mentang-mentang sudah sah" Kesal Saka.


"Ya kau sendiri salah, kenapa tidak mengetuk pintu dulu, sangat menganggu! mana tadi lagi enak posisinya" Kesal Juna pada Saka.


"Oh ****! apa itu istri mu? bukankah dia sekretaris dan kekasihmu? apa kau menikah dengannya Juna? aku dengar-dengar kau sudah menikah. Lihat lah, kau bahkan tidak mengundang ku!" Protes Saka pada Juna.


PLAK


Juna memukul bokong Saka dengan keras menggunakan tangannya.


"Akhh sakit s*t*n!" kesal Saka sambil mengelus bokongnya yang terasa panas, karena di pukul oleh Juna tadi.


"Apa kau pura-pura lupa hah? aku kan sudah memberi mu undangannya! bahkan kau sendiri yang bilang padaku tidak akan datang karena bentrok dengan schedule mu!" Sahut Juna kesal.


"Apakah iya? hehehe aku lupa maaf," Ucap Saka cengar-cengir pada Juna, " By the way, istri mu lumayan juga, sepertinya kalian selalu melakukannya tidak tau tempat. Apa dirumah juga begitu?" Tanya Sama terkekeh-kekeh.


"Dia bu.." Sahut Juna terpotong karena atensi mereka berdua teralihkan ke arah pintu ruangan Juna yang kembali terbuka.


"Lah Saka?!"


"Helo Bram, Kanta! kaget ya melihat ku?" Tanya Saka.


"Tentu saja! kapan kau tiba? kenapa tidak memberi kabar dulu? biar kau ini ada yang menjemput di bandara" Tanya Kanta sambil sambil merangkul bahu sehabatnya itu, Saka.


"Barusan saja, aku tidak ingin merepotkan kalian bertiga, walaupun aku memang sangat merepotkan hahaha" Balas Saka terkekeh.


"Hahaha kau ini bisa saja!" Sahut Bram.


"Bagaimana dengan gadis LA mu? ku dengar kau di tinggalkan ya? hahaha" Ucap Kanta mengejek Saka.


"Hm begitulah, dia sudah menikah. Padahal aku 6 tahun belakangan ini menyimpan rasa padanya, namun ya begitulah" Sahut Saka.


"Hahaha kau ini sangat menyedihkan sekali" Ucap Juna menertawakan Saka.


"Apa kalian tahu? tadi dia mengatakan pada ku kalau dia juga akan datang untuk acara Juna nanti malam bersama suaminya, astaga" Ucap Saka kesal.


"Wah bersama suami ya, apa dia ingin memperkenalkan suaminya dengan mu?" Ucap Juna menggoda Saka.


Saka pun mengangguk pasrah.