I Am Fine

I Am Fine
Keisha mengirim pesan?



"Keira memberitahuku, tapi apa mereka sudah pacaran? Riki bisa kau cari tahu bagaimana hubungan mereka?" Tanya Keisha di telepon.


"Apa kau cemburu Kak Kei? Kau menyukai Kak Jaiden kan? Aku yakin sekali tentang ini," Sahut Riki terkekeh.


"Hm aku memang menyukainya, kau bisa kan?" Tanya Keisha.


"Oke," Sahut Riki.


"Bisa kau kerumah Jaiden? Tapi jangan matikan teleponnya, ku mohon" Pinta Keisha.


"Sekarang? Kau yakin?" Tanya Riki.


"Hm aku yakin!" Ucap Keisha menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, aku akan kesana. Sebentar!" Sahut Riki lalu bangkit dari tidurnya untuk menuju rumah Jaiden.


Kalian tidak melupakan soal ini kan? Kalau rumah Jaiden dan Riki itu saling berdekatan, hanya perlu melewati 10 rumah saja.


Riki dan Keisha benar-benar tidak memutuskan panggilan mereka, bahkan Keisha dapat mendengar jelas suara motor Riki yang berisik itu.


Setelah Riki sampai di rumah Jaiden, Riki pun memakirkan sepeda motornya di sembarang tempat.


Riki pun berjalan menuju pintu utama keluarga Renandra itu, dan memecet bel. Tak membutuhkan waktu yang lama, pintu utama itu sudah terbuka yang di buka oleh Bi Sarah asisten rumah tangga Jaiden.


"Apa Kak Jaiden ada di dalam Bi?" Tanya Riki.


"Ada kok Den, masuk saja. Di dalam juga ada Non Thalia," Jelas Bi Sarah.


"Thalia? Kak Thalia?" Tanya Riki heran.


"Iya den, Non Thalia katanya ingin belajar memasak kue dengan Bibi. Makanya bermain kesini," Jelas Bi Sarah tersenyun ramah.


"Ah... begitu," Sahut Riki.


"Ayo masuk den," Ajak Bi Sarah.


Riki pun masuk ke dalam rumah Jaiden, dan mendapatkan Thalia yang sedang berada di dapur. Sedangkan Jaiden baru saja turun dari tangga, dari yang Riki lihat. Kalau Jaiden ini pasti baru saja selesai mandi, karena rambutnya yang masih terlihat basah.


"Oh Riki? Ada Apa?" Tanya Jaiden sambil menuruni satu-persatu anak tangga rumahnya.


Riki pun melirik dimana Thalia berada, seperti meminta penjelasan pada Jaiden. Bagaimana gadis itu bisa berada dirumah Jaiden.


Jaiden yang mengerti itu pun langsung saja menjawab, "Thalia ingin belajar membuat kue kukus dengan Bi Sarah, makanya dia berada disini" Jelas Jaiden.


"Ah really? Apa kalian pacaran?" Tanya Riki santai.


"Tidak," Jawab Jaiden singkat dan Riki pun mengangguk-anggukan kepalanya saja.


"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Jaiden.


Riki yang mendengar itu pun terkejut, apa dirinya ketahuan? Kalau dirinya saat ini sedang berteleponan dengan Keisha? Bahkan Keisha yang mendengar itu di balik telepon tak kalah terkejutnya.


"Hah? Tidak," Sela Riki.


"Keira bilang kalau Keisha sedang menjalani pengobatan," Ucap Jaiden.


Riki pun menghela nafasnya pelan, "Aku tidak tahu Kak" Jawabnya.


Riki harus bungkam dan juga dirinya binggung harus menjawab apa, karena Keisha tidak mau Jaiden soal itu.


"Aku tahu kau bohong padaku," Jawab Jaiden.


...⚡⚡⚡...


"Heri!" Panggil Fia.


"Eh Fia? Kebetulan sekali, sedang belanja bulanan ya?" Tanya Heri saat melihat Fia yang sedang membawa keranjang berisi kebutuhan rumah tangga.


Iya, Heri dan Fia tak sengaja bertemu disalah satu supermarket. Jadi Fia pun memutuskan untuk menyapa Heri, entahlah Fia merasa dirinya akhir-akhir ini lumayan dekat dengan Heri.


"Iya aku sedang belanja bulanan, kau juga?" Tanya Fia.


"Tidak, aku sedang menemani Karin" Sahut Heri.


Lantas Fia pun mengangukkan kepalanya paham, tapi entah mengapa rasanya Fia merasa sedikit perih dihatinya.


Apa Fia menyukai Heri?


Lagi pula siapa juga yang tidak tahu, bagaimana hubungan Karin dan Heri. Mereka itu adalah fwb. Tau fwb?


Membayangkannya saja sudah menbuat Fia merasa jijik, Fia tahu. Kalau Heri ini memang benar-benar lekaki yang sangat brengsek.


Tapi di balik itu semua, ada ceritanya sendiri.


Heri mendapatkan sifat itu dari ayahnya sendiri, yang suka bermain perempuan.


Ah iya, Heri tidak hanya memiliki Karin. Maksudnya Heri dan Karin itu hanya sebatas fwb saja, tidak lebih dari itu.


Tapi tak dipungkiri, kalau Heri memiliki banyak pacar. Bahkan gadis-gadis itu dengan sukarela, untuk memberikan dirinya pada Heri.


"Bagaimana dengan mu? Kau datang kesini sendiri?" Tanya Heri.


"Iya aku sendiri, ya sudah aku duluan ya" Pamit Fia.


Fia pun pergi meninggalkan Heri, disaaat Fia melihat Karin yang sedang berjalan menuju pada Heri.


"Wah jangan gila Fia, ada apa dengan mu astaga!" Batinnya sendiri.


Fia pun melirik ke belakang, melihat dimana Heri dan Karin berada. Lantas Fia menatap iri, "Sudah seperti pasangan saja!" Monolognya kesal.


"Dar!" Ucap seseorang yang berhasil mengejutkan Fia.


"Astaga!" Kaget Fia terkejut, "Surya!" Kesal Fia.


"Kau sedang apa disini?" Tanya Surya.


Lantas Fia menatap sinis pada Surya, "Memangnya kau tidak bisa lihat? Kalau orang ke supermarket itu ngapain coba?" Tanya Fia berbalik sewot.


"Iya iya santai aja kali, aku kesini bersama Keira" Ucap Surya sambil menunjuk Keira yang sedang berada di kasir.


"Eh itu Heri kan?!" Tanya Surya heboh.


...⚡⚡⚡...


"A... Apa Nyonya serius akan melakukan itu?" Tanya Dokter itu.


"Ya aku serius, lakukan sesuai dengan apa yang aku perintahkan. Tanggal 12 ingat itu," Peringat Rena lalu pergi meninggalkan ruang Dokter yang bertanggung jawab pada pasien yang bernama Celine Aldebarano.


Rena pun memutuskan untuk menjeguk Celine dan sedang berjalan menuju kesana, "Astaga merepotkan sekali, ini adalah hari terakhir ku untuk menjenguknya" Cicit Rena pelan.


Setelah Rena sampai di depan pintu VIP itu, Rena pun memutar kenop pintu itu dan membuka ruangan tersebut.


Rena pun melihat menantu yang dulu sangat disayanginya itu, sedang terbaring lemah dan ini sudah 4 tahun dirinya tak kunjung bangun. Ah tidak, Rena memang sengaja membuat menantunya itu agar tidur dengan waktu yang lama, karena dirinya merasa sait hati pada Celine.


Rena selalu berpikiran, kalau kepergian Juna karena Celine yang tidak becus menjaga anaknya. Hingga membuat anak semata wayangnya itu, pergi untuk selama-lamanya.


Rena sangat merasa kesal pada Celine, disaat Juna sudah hampir pulih total. Celine malah menyetujui untuk berpergian jauh ke puncak, hingga kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi.


Rena menyalahkan Celine tentang semua itu, maka dari itu Rena membuat Celine untuk tidur selamanya.


"Celine ku rasa aku sudah puas bermain-main dengan mu, apa aku harus mengirim mu untuk menemani Juna disana? Aku akan tetap disini, menemani Jaiden dan kau menemani Juna" Jelas Rena tersenyum.


...⚡⚡⚡...


...Room Chat...


Thalia:


Jaiden!


Mama ku dan Adikku akan pindah ke Indonesia


Mereka akan tiba besok


Ah aku senang sekali


read


Jaiden pun tersenyum senang, saat dirinya mendapati pedang beruntun dari Thalia. Jaiden hendak membalas pesan itu, namun atensinya terhenti saat Jaiden kembali mendapatkan notifikasi baru di ponselnya.


Ting!


...Room Chat...


xxxxx : Kak ini aku Keisha