I Am Fine

I Am Fine
Juna cemburu atau marah?



Sekarang sudah menunjukkan pukul 6 dan Juna kembali kerumahnya, untuk menjemput Celine yang sudah rapi dengan dress yang dikirimkannya tadi.


Cantik.


Itulah yang pertama kali yang ada di pikiran Juna, saat melihat Celine menggunakan dress tersebut.


Sangat cocok dan pas ditubuh Celine.


"Kak bagaimana?" Tanya Celine pada Juna yang terdiam.


"Kak? Kak Juna?" Panggil Celine berusaha menyadarkan Juna dari lamunannya.


Bi Sarah terkekeh di belakang saat melihat Tuan mudanya yang terkagum dengan kecantikan istrinya.


"ckckck, Tuan muda sepertinya malam ini tidak dapat mengalihkan perhatiannya dari Nyonya muda," Batin Bi Sarah senang.


"Kak?" Panggil Celine sambil menggoyangkan lengan Juna, hingga membuat Juna tersadar dari lamunannya.


"Hah? Ah iya? Kenapa Cena?" Tanya Juna.


"Ck, bagaimana? apa bagus? menurutku ini kebesaran, padahal aku ingin terlihat kurus malam ini. Apa kita bisa mampir ke toko baju sebentar?" Tanya Celine pada Juna dengan memanyunkan bibirnya.


Juna sangat gemas, ingin sekali rasanya hm. Entahlah, entah pikiran kotor apa yang berada di pikirannya saat ini.


"Tidak usah, itu cocok dengan mu. Kau sedang mengandung, jangan memakai pakaian yang terlalu ngepass di badanmu. Kau terlihat cantik dan anggun memakai gaun ini," Jelas Juna panjang lebar.


Setelah menjemput Celine dirumah, keduanya pun langsung bergegas ke hotel. Acara peluncuran produk Choren Group tersebut, akan dilaksanakan di salah satu hotel milik keluarga Juna.


Setelah 10 menit berada di perjalanan, akhirnya Juna dan Celine sampai di tujuan dengan selamat. Acara ini bahkan banyak di hadiri oleh beberapa pejabat Negara dan beberapa investor dari dalam negeri dan luar negeri, serta beberapa wartawan yang di percaya oleh Choren Group.


Juna dan Celine juga sesekali berbicara bersama seorang investor, yang mana investor tersebut kebutulan mengenal Celine. Bahkan Investor tersebut lah yang menyapa Celine dan Juna, Celine tentu saja mengenal investor tersebut. Karena mereka berdua memiliki ketertarikan yang sama dan sering bertemu di acara pameran seni di LA.


Bahkan keduanya saling berteman di sosial media.


"Jun!" Panggil Kanta yang membuat Juna menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


Juna dan Celine pun memutuskan untuk pamit kepada investor tersebut dan Juna membawa Celine pada kerumanan teman-temannya.


Dan apa kalian mengetahuinya? Juna selalu bersikap manis pada Celine disaat-saat seperti ini, alasannya karena sedang diperhatikan oleh banyak tamu yang hadir. Termasuk wartawan, saat ini saja Juna sedang merangkul pinggul ramping Celine.


Bagaimana dengan Lia?


Tentu saja panas, Lia juga turut hadir karena Lia adalah sekretaris Juna sekaligus asisten sementara Juna di perusahaan, karena asisten Juna sedang berada di luar negeri.


Saka menyipitkan matanya dan memastikan bahwa yang dilihatnya saat ini yang bersama temannya itu bukanlah Celine.


Namun, mau bagaimana pun. Wanita yang dirangkul oleh Juna yang kini sedang berjalan menuju arahnya saat ini memanglah Celine.


"Celine?!" ucap Saka sedikit berteriak, karena terkejut melihat Juna merangkul mesra sahabatnya sekaligus wanita idamannya.


Bram mengerutkan keningnya menatap Saka binggung dan bertanya "Apa kau mengenal istri Juna Saka?" Tanya Bram.


"*nj*ng!" umpat Sama.


"Hah? Apa yang barusan kau katakan?" tanya Kanta memastikan.


"Lalu yang aku lihat di kantornya itu siapa? Apa Juna Lia simpanan Juna?!" Batin Saka kesal.


Juna pun menghampiri meja yang sudah diisi oleh ketiga temannya Saka, Bram, dan Kanta minus Tara. Awalnya Juna sangat binggung karena Saka menatapnya tajam dan penuh arti.


Juna ingin menanyakannya pada Saka, tapi di urungkannya, karena Celine tiba-tiba memanggil nama Saka. Hingga membuatnya semakin binggung dengan apa yang terjadi.


"Saka?!" Panggil Celine pada Saka.


Celine yang melihat Saka pun langsung saja senyum sumringah dan ingin memeluk sahabatnya tersebut. Juna, Kanta dan Bram menatap Celine dan Saka bergantian karena binggung.


Lia melihatnya, Lia melihat bagaimana Saka menarik paksa tangan istri dari kekasihnya tersebut.


"Ada hubungan apa dia dengan Saka?"Gumam Lia pelan.


Karena Lia sangat penasaran, Lia pun memutuskan untuk menghampiri kumpulan teman-teman kekasihnya.


"Jun apa istri mu mengenal Saka?" Tanya Bram penasaran.


"Hah? entahlah" Sahut Juna yang masih binggung dan mencoba mencerna kejadian barusan.


"Juna!" Panggil Lia sambil berjalan pada Juna dan kumpulan teman-teman kekasihnya.


"Astaga Lia, sadar lah. Juna ini sudah memiliki istri, kenapa kau selalu berusaha dekat-dekat dengan Juna?" Tegur Kanta.


"Ya suka-suka ku lah! Juna kan kekasihku!" Sahut Lia kesal.


"Hei jaga ucapanmu, Lia kekasih ku!" Bela Juna.


"Ck, dasar bucin akut" Sahut Kanta kesal sedangkan Kanta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Apa kalian tidak menyadarrinya?" Tanya Bram yang membuat Juna dan Kanta menoleh padanya termasuk Lia.


"Apa jangan-jangan gadis LA yang di maskud Saka itu Celine? Juna Celine tingg di LA kan?" Tanya Bram sekali lagi dan melirik Juna.


Juna pun mengangguk ragu-ragu namun pasti.


"Wah apa apaan ini? siapa yang ditikung dan siapa yang menikung? hahaha" Sahut Kanta heboh sambil tertawa puas.


"Kalian ini sedang berbicara tentang apa sih?" Tanya Lia penasaran.


"Kau diam saja, kau tidak perlu tau" Sahut Bram yang memang tidak suka melihat kehadiran Lia.


"Ck, menyebalkan sekali!" Gerutu Lia.


Sedangkan Juna sedang sibuk dengan pikirannya, bahkan Juna tidak dapat berpikir dengan jernih saat ini.


...⚡⚡⚡...


"Saka lepas! sakitt, kau ini kenapa membawa ku kesini sih?!" Protes Celine kesal pada Saka.


Saka pun melepaskan tangan Celine dari genggamannya, lalu memegang pangkal hidungnya karena pusing. Lalu Saka menatap Celine dengan memegang kedua bahu Celine erat dan menatap kedua manik mata indah Celine dengan penuh arti.


"Celine i wanna ask u something right now, your husband is Juna?" Tanya Saka melembut pada Celine.


Celine pun mengangguk "Apa kalian saling mengenal?" Tanya Celine.


"Wah aku tidak bisa mempercayai ini, apa kau tahu hubungan Juna dengan Lia seperti apa?" Tanya Saka to the point pada Celine.


Celine pun mengangguk lagi lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Saka pun menghela napasnya kasar.


"Astaga Celine, kenapa kau ini sangat bodoh hah?" Ucap Saka lalu membawa Celine ke dalam dekapannya.


Celine sudah tidak bisa menahannya lagi, Celine langsung menangis terisak di dalam dekapan Saka dan Saka pun memeluk erat Celine.


"Aku tak bisa menahannya kak..." Lirih Celine.


"Menangislah sepuasnya oke hm? i be there for you baby" ucap Saka lalu menepuk-nepuk punggung Celine dengan tangannya.


"Celine!" panggil Juna saat melihat istrinya yang sedang berpelukan dengan Saka, shaabatnya sendiri.


Saka dan Celine pun otomatis melepaskan pelukan mereka dan melihat Juna yang sudah berdiri di hadapan mereka berdua.