
"Astaga Keisha!" Pekik Shakila panik lalu segera keluar mencari dokter ataupun perawat.
"Thalia apa yang kau lakukan?!" Bentak Rafa pada Thalia yang sudah gemetaran, dan Rafa langsung menghampiri Keisha.
Setelah kejadian itu, Keisha pun langsung di larikan ke unit gawat darurat rumah sakit itu.
"Kau atasi anak mu itu!" Bentak Shakila kesal pada Raga lalu menyusul Keisha yang sudah di larikan ke unit gawat darurat.
"Apa yang kau lakukan hah?! Papa sudah berbaik hati pada mu Thalia," Ucap Rafa kesal dan menatap Thalia nyalang.
"Apa maksud Papa, Papa hanya berbaik hati dan tidak menyayangi ku sama seperti Papa menyayangi Keisha? Aku benar kan Pa?" Tanya Thalia tapi masih dalam keadaan gemetaran.
Rafa tidak peduli pada ucapan dan pertanyaan yang di lontarkan Thalia padanya, dan langsung keluar dari ruang inap Thalia untuk segera menyusul Keisha ke unit gawat darurat.
Namun sebelum itu, Rafa meminta asisten Rafa untuk mengawasi Thalia. Takut Thalia akan melakukan hal-hal aneh, ataupun hak buruk lainnya.
"Tetap disisinya, jangan sampai lengah!" Peringat Rafa pada asistennya dan asistennya pun menurut.
Unit Gawat Darurat.
"Aku tidak habis pikir dengan anak tiri mu itu! Ini bukan sekali dua kali ya Rafa, Thalia sudah melukai Keisha seperti ini" Ucap Shakila marah.
"Shakila maafkan Thalia, Thalia memiliki gangguan mental" Ucap Rafa lirih memegangi tangan istrinya.
"Rafa ayolah, apa aku harus melapor ke polisi hah? Iya?!" Bentak Shakila menarik tangannya dari Rafa.
"Shakila tenangkan diri mu, kita sedang berada di rumah sakit oke huh?" Bujuk Rafa.
Shakila pun mendelikkan matanya malas, "Lihat saja kau Thalia!" Batin Shakila.
Drrt drrtt drttt
"Oh? Tante Rena menelepon ku?" Ucap Shakila binggung menatap ponselnya.
"Katakan padanya," Ucap Rafa.
Shakila pun sedikit menjauh dari Rafa, dan Shakila pun mengangkat telepon tersebut. "Ya halo Tante?" Jawab Shakila.
"Shakila? Bagaimana? Aku ingin membicarakan acara pertunangan Keisha bersama mu dan juga Zura," Ucap Rena to the point dan tidak suka basa-basi.
"Ah... tapi Tante, hiks... Keisha baru saja masuk rumah sakit" Idak Shakila hingga membuat Rena tekejut dan khawatir.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi Tante, tapi kepala Keisha berdarah karena di pukuli dengan vas bunga oleh Thalia. Anak tiri Rafa hiks..." Isak Shakila mengadu pada Rena.
"Apa?" Pekik Rena terkejut, "Kirim aku lokasi rumah sakit. Aku dan Jaiden akan segera kesana!" Pinta Rena.
"Baik Tante," Ucap Shakila tersenyum miring.
"Lihat saja kau Thalia, kau dan Ibu mu akan hancur. Dan tidak akan mendapatkan sepeser pun dari harta atau pun aset Rafa," Ucap Shakila tersenyum miring.
Setelah Shakila mengirimkan alamat dan lokasi rumah sakit, Rena pun bergegas menghampiri Jaiden. Tapi di urungkannya, karena 15 menit lagi kelas matematika berakhir.
Jadi Rena pun, memutuskan untuk menunggu 15 menit lagi.
"Thalia Auriya, Lia Auriya wah Rafa menyembunyikan kalian begitu ketat. Apa hubungan mu dengan Rafa? Kenapa Rafa bersedia menyembunyikan mu dari ku? Apa karena kau sahabat Adik Rafa?" Batin Rena berpikir keras.
Rena yang sibuk dengan pikiran itu pun, sampai tak sadar kalau Jaiden sedang menghampirinya. Dan baru saja menyelesaikan kelas matematikanya, tentu saja untuk persiapan olimpiade matematikanya.
"Nenek?" Panggil Jaiden.
"Oh Jaiden? Kau sudah selesai?" Tanya Rena dan Jaiden mengangukkan kepalanya ragu.
"Nenek sering memikirkan apa?" Tanya Jaiden.
"Apa?!" Pekik Jaiden. "Kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya Jaiden khawatir sambil merogoh ponselnya untuk menghubungi Keisha ataupun Riki.
"Thalia, mantan pacar mu itu melempar kepala Keisha dengan vas bunga di rumah sakit" Ujar Rena.
Jaiden mengusap rambutnya kebelakang, "Nek apa Nenek tahu rumah sakit mana?" Tanya Jaiden ingin menghampiri Keisha.
"Ayo, Nenek juga akan segera kesana. Hubungi teman-teman mu," Ucap Rena pada Jaiden.
"Sebentar, Jaiden ganti baju dulu!" Pamitnya lalu segera menganti pakainnya menghubungi Riki.
Drrtt drtt drttt
"Ada apa Kak?" Tanya Riki.
"Kau sudah tahu? Keisha masuk rumah sakit, Nenek sudah mengirim lokasinya pada mu. Aku akan segera menyusul ke sana," Ucap Jaiden.
"Apa?! Oke-oke! Terima kasih," Ucap Riki langsung memutuskan sambungan telepon mereka.
...⚡⚡⚡...
Jaiden dan Rena pun baru saja sampai di rumah sakit, sesampai keduanya disana Keisha sudah di pindahkan ke ruang inap VVIP yang berada di sebelah kamar Thalia.
"Bagaimana keadaannya? Baik-baik saja kan?" Tanya Rena panik pada Shakila.
Shakila mengangukkan kepalanya, "Iya Tante. Tapi Keisha belum sadarkan diri," Ucap Shakila. terisak.
"Om apa yang terjadi?" Tanya Jaiden pada Rafa.
Rafa pun meremas bahu Jaiden erat-erat, "Thalia memukul. Keisha dengan vas bunga," Ucap Rafa melepaskan tangannya dari bahu Jaiden lalu memijit kepalanya pusing.
"Shakiila, kau lihat dulu Keisha. Aku ingin melihat Thalia," Pamit Rafa pada Shakila dan mengangukkan kepalanya.
"Shakila apa yang terjadi?" Tanya Rena sambil mengajak Shakila duduk di ruang tunggu, sedangkan Jaiden hanya mendengarkan saja.
Awalnya Jaiden ingin masuk, namun perawat belum memperbolehkan. Lantas Jaiden pun memilih untuk mendengar penjelasan dari Shakila, bersama dengan Rena.
"Aku juga tidak tahu bagaimana bisa Thalia memukul kepala Keisha, awalnya aku dan Keisha datang karena ingin menjenguknya. Lalu Rafa mengajak ku keluar saat ingin menelepon Jaiden, lalu setelahnya aku tidak tahu apa yang terjadi hingga aku dan Rafa mendengar suara keributan dari kamar inap milik Thalia."
"Dan setelah aku dan Rafa masuk, Keisha sudah terduduk di lantai dan mengeluarkan darah hiks..." Isak Shakila dan Rena membawa Shakila ke dalam pelukannya.
Lantas Rena dan Jaiden pun saling tatap, "Jaiden Nenek rasa kau menjelaskan sesuatu iya kan? Kau membahayakan tunangan mu," Ucap Rena langsung di depan Shakila.
"Maafkan aku Nek," Ucap Jaiden menundukkan kepalanya.
Hingga perhatian mereka teralihkan dengan beberapa teman Jaiden dan Keisha yang datang, bukan beberapa tapi semuanya turut hadir.
"Riki..." Lirih Shakila.
Riki pun membuang mukanya, asal tidak melihat Shakila. Dan lebih memilih untuk bertanya pada Jaiden. Menurutnya itu adalah pilihan yang tepat, dari pada dirinya harus berbicara dengan Mamanya yang sudah meninggalkannya tanpa pamit.
Bahkan, tidak pernah menanyakan tentang kabarnya.
"Kak Jaiden, apa Kak Keisha baik-baik saja? Apa yang terjadi?" Tanya Riki.
"Ayo kita ke sana dulu," Ajak Jaiden pada yang lainnya.
Setelah menemukan tempat yang tepat, lantas Jaiden pun menceritakan semuanya pada teman-temannya apa yang terjadi pada Keisha.
"Astaga, Apa Kak Thalia gila? Kenapa dia seperti itu?" Pekik Sufa tak percaya.