
Sudah 2 Minggu ini, Joya dan Dino berada di Indonesia dan sedang menunggu hasil tes lab.
Joya awalnya sedikit curga dengan Lia, karena Lia sendiri yang merekomendasikan rumah sakit, untuk tempat dimana Dino dan anaknya untuk melakukan tes DNA tersebut.
Joya tidak bodoh, Joya juga melakukan tes DNA tersebut di rumah sakit lain. Bahkan, Joya meminta sesorang untuk mencuri DNA dari putri Lia. Ya, anak Lia berjenis kelamin perempuan.
Joya melakukan tes DNA itu di rumah sakit milik keluarga Renandra, tepatnya itu adalah rumah sakit yang berada dalam naungan Jinata Renandra.
Hari ini adalah hari dimana hasil tes tersebut akan keluar, saat ini Lia, Dino, Celine, Joya, Rena dan Juna sudah berada dirumah sakit tersebut.
Sebenarnya Juna tidak habis pikir dengan Lia, tapi sudahlah pikirnya. Lia adalah masa lalunya, Juna sangat mengigatnya itu.
Dimana bahwa dulu Lia juga pernah mengaku padanya, kalau Lia saat itu sedang mengandung anaknya.
Juna juga sempat percaya akan hal tersebut, tapi Juna meminta asistennya Dimas, untuk menyelidiki hal tersebut. Dimas pun menyelidikinya dan mengatakan pada Juna, bahwa 2 bulan yang lalu Lia membawa seorang pria yang telah mabuk ke dalam apartemennya.
Juna bahkan tidak menduga, kalau ternyata pria yang dibawa Lia saat itu adalah Dino, karena wajahnya tidak terlihat.
Juna jadi semakin yakin, kalau Lia melakukannya dengan pria itu, karena Lia mengaku pada Juna kalau kandungannya sudah berumur 2 bulan dan kejadian itu pun terjadi 2 bulan yang lalu.
Dan Juna pun berakhir untuk memutuskan hubungannya dengan Lia, awalnya Lia menolak. Namun Lia pasrah karena Lia tidak ingin Juna tidak memperlakukannya seperti ratu lagi nanti, ketika saat mereka sudah menikah.
"Hasilnya positif, silahkan" Ucap Dokter tesebut memberikan surat hasil lab.
Joya dengan kasarnya, langsung mengambil hasil lab tersebut dari tangan Dokter dan membukanya.
Joya tertawa sinis hingga membuat Dokter, Celine, Juna, Lia Dino dan Rena binggung.
"Kau dibayar berapa dengan wanita ular ini hm? Lihat ini aku juga membawanya," Ucap Joya menunjukkan surat keterangan hasil DNA dari rumah sakit Choren.
Lia langsung terdiam kaku, rasanya sangat malu saat tertangkap basah dan ia ingin segara pergi dari tempat tersebut, namun tidak jadi karena Joya sudah menatap dirinya tahan terlebih dahulu.
"Katakan padaku, wanita ular ini kan yang meminta mu untuk memalsukan hasil tes lab ini? Kalau kau tidak mengatakannya dengan jujur, akan ku pastikan kau tidak bisa bekerja di bidang kedokteran lagi, karena sudah memalsukan ini," Ucap Joya lantang dan sarkas.
"Maafkan saya Nyonya," Ucap Dokter tersebut tertunduk malu.
"Apa tujuan mu Lia? Kenapa kau terus mengusik keluarga ku dan Rena huh?!" Ucap Joya membentak Lia.
"Bunda hentikan, ini dirumah sakit," Ucap Celine berusaha membujuk Joya.
Lia tertawa sinis dan melihat Juna dan Dino secara bergantian, "Aku snagat membenci ini, aku tidak akan berurusan lagi dengan kalian. Ya aku memang berbohong dan memalsukannya, tapi ingat satu hal. Anakku itu sangat berhubungan dengan keluarga kalian" Ucap Lia kesal, lalu meninggalkan semua orang yang semakin binggung dengan penuturan Lia.
"Hei apa maksudnya?!" Kesal Rena.
...⚡⚡⚡...
"Hei sedang melihat apa?" Tanya Juna pada Jaiden.
"Eh? Dady ternyata, ini Dad aku sedang melihat foto-foto kecil Momy, Kenapa ya Momy sangat Cantik?" Tanya Jaiden pada Juna.
"Astaga kau ini," Ucap Juna terkekeh, "Apa Dady boleh ikut melihatnya juga?" Tanya Juna pada putra semata wayangnya tersebut.
"Tentu saja!" Sahut Jaiden antusias.
Keduanya pun melihat album foto masa kecil Celine.
"Ja..Jaiden dari mana kau mendapatkan album ini?" Tanya Juna ragu-ragu.
"Jaiden memintanya pada nenek Joya Dad, ada apa?" Tanya Jaiden.
"Akh..." Ucap Juna sambil memegang kepalanya sakit.
"Dady? Ada apa? aapa yang sakit?" Tanya Jaiden khawatir.
"Momy! Momy!" Panggil Jaiden.
"Dad? Are you okay?" Tanya Jaiden panik, namun Juna tidak menggubrisnya.
Juna memegang belakang kepalanya yang terasa sakit, sekilas beberapa kejadian masa kecilnya dulu terbayang-bayang olehnya.
"Kak Renan."
"Alda! Kau sangat cantik!"
"Alda mari kita menikah di usia 20 tahun!"
"Kak Renan, aku menyukaimu."
"Kak Renan kau sangat tampan dengan setelan jas."
"Kak Renan hiks...Alda mau pulang."
"Alda ..aku rindu dengan Papa dan Mama ku."
"Kak Renan hiks..Kak bangun... Kak Renan..."
"Astaga Kak Juna?! Kenapa? Apa yang sakit?" Tanya Celine panik, saat melihat Juna yang sedang memegang kepalanya sakit.
"Momy! Momy! Ayo bawa Dady kerumah sakit!" Sahut Jaiden.
Juna pun menatap Celine sejenak, hingga membuat Celine semakin binggung. Karena Juna menatap Celine dengan mata yang merah, sepertinya Juna sepeti akan menangis.
Brakh!
Juna pun jatuh ke lantai, hingga membuat Celine dan Jaiden terkejut dan panik dengan bersamaan.
"Bi Sarah! Bi! Cepat panggilkan ambulan!" Teriak Celine histeris.
"Kak? Kak Juna! Kak ayo bangun...Kakak kenapa hiks..." Ucap Celine sambil memangku Juna.
Dirumah sakit.
"Celine! Jaiden!" Panggil Rena di lorong ruang UGD.
"Nenek!" Sahut Jaiden.
"Astaga, ada apa dengan Juna? kenapa tiba-tiba berada di rumah sakit?" Tanya Rena panik, sambil membawa cuci kesayangannya ke dalam pangkuannya.
"Cena tidak tahu Ma, tadi Jaiden dan kak Juna sedang berada di dalam kamar Jaiden. Lalu Jaiden berteriak memanggil Celine, saat Cena masuk ke dalam kamar Jaiden, Cena melihat kak Juna yang memegang kepalnya sakit" Jelas Celine pada Rena dengan raut khawatirnya.
"Astaga, ini sudah kesekian kalinya Juna sepeti ini" Ucap Rena tak kalah khawatir.
"Nenek, tadi Dady memegang kepalanya sakit saat kami melihat album foto kecil Momy!" Ucap Jaiden.
"Fo..foto album?" Tanya Rena gugup.
Jaiden mengangguk, " Hm foto album, foto kecil Momy" Sahut Jaiden.
"Apa Juna mengigat sesuatu?" Gumam Rena sendiri.
"Maksud Mama?" Tanya Celine penasaran.
Rena tersenyum pada Celine dan menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, kita tunggu saja dulu kabar baiknya dari Dokter" Ucap Rena pada Celine.
15 menit kemudian, Tara pun keluar dari ruang unit gawat darurat tersebut.
Tara menghela napasnya pelan, "Untuk saat ini Juna baik-baik saja, Juna... Tante kurasa Juna memori 25 tahunnya yang lalu sudah kembali," Ucap Tara pada Rena.
"Ma...maksudnya?" Tanya Celine binggung menatap Tara dan Rena secara bergantian, untuk meminta penjelasan.
Rena mengigit bibir bawahnya dan berjalan mendekat pada Celine, hingga membuat Celine bertambah binggung dengan situasi yang terjadi saat ini.
"Tara bisa kau membawa Jaiden sebentar?" Ucap Rena pada Tara.
"Baik Tante, aku akan membawa Jaiden. Kebetulan Keira juga sedang berada disini," Sahut Tara.
"Jaiden kau ikut Om Tara dulu sebentar ya, Nanti Nenek dan Momy akan menjemputmu," Ucap Rena pada Jaiden.
Jaiden pun menurut.