I Am Fine

I Am Fine
Flashback Keisha dan Thalia



Apa kalian menjadikan ku ajang taruhan Thalia?" Tanya Jaiden tak percaya.


Lantas Thalia pun menggelengkan kepalanya cepat, "Tidak Jai, bukan itu. Kau salah paham..." Jelas Thqalia lirih.


"Lupakan soal perasaan ku padamu, dan" Ucap Jaiden melirik leher jenjang Thalia.


"Kalung itu, jangan di pakai lagi. Buang saja, kita selesai Thalia Auriya" Jelas Jaiden pada Thalia, lalu pergi meninggalkan Thalia begitu saja.


"Hah? Jaiden! Tunggu!" Panggil Thalia berteriak.


Thalia pun bergegas untuk menyusul Jaiden, "Jaiden!" Panggilnya lagi.


Tapi Jaiden sama sekali tidak menggubrisnya, hingga matanya tak sengaja melihat teman-temannya yang sedang berkumpul di ruang UKS.


"Siapa yang sakit?" Pikirnya.


Lantas Jaiden pun memilih untuk melihat kesana, begitupun dengan Thalia yang sedari tadi mengikuti Jaiden. Bedanya Jaiden sampai terlebih dahulu di depan ruang kesehatan, daripada Thalia yang dari tadi sibuk memanggil Jaiden.


"Siapa yang sakit?" Tanya Jaiden.


"Keisha," Jawab Surya hingga membuat Jaiden membelalakkan matanya terkejut, dan tatapannya meminta untuk penjelasan pada Surya.


Jaiden hendak masuk ke dalam, namun tangannya di tahan oleh Surya.


"Sudah ada Riki disana, biarkan saja dulu" Jelas Surya.


"Iya Jaiden, biarkan Keisha bersama Riki. Dia sedang membutuhkan Riki untuk saat ini," Jelas Keira.


Fia pun hanya menyimak saja.


"aada apa dengan Keisha? Kenapa jadi seperti itu?" Tanya Jaiden.


"Hah... Hah... Jaiden... dengarkan dulu penjelasan ku" Ucap Thalia yang baru saja tiba dengan nafas yang terburu-buru.


Keira, Fia, dan Surya pun saling menatap satu sama lain. "Ada apa dengannya?" Pikir ketiganya.


"Jaiden," Panggil Keira pada Jaiden, namun matanya melirik Thalia. "Bisa kita bicara sebentar? Ada yang ingin ku katakan padamu," Ucap Keira.


Fia yang mengerti apa maksud Keira dari teman debangkunya itu pun, langsung menjalankan aksinya. Fia menarik Thalia paksa, untuk menjauh dari 3 orang itu.


"Thalia, ayo temani aku ke kantin dulu," Ucap Fia menarik paksa Thalia.


"Eh...? Tapi," Ucap Thalia terkejut, namun dirinya pun terpaksa dan pasrah saat dirinya ditarik oleh Fia.


"Apa lagi yang kalian sembunyikan dari ku? Kenapa aku selalu menjadi orang terakhir yang tahu?" Tanya Jaiden.


"Kau tidak sadar ya Jaiden? Kau sendiri yang tidak pernah ada disaat kami sedang membahas ini, selama ini kah kemana teman? Kau bersama Thalia kan? Mirror! Jangan merasa tidak diberitahu apapun, padahal kau sendiri yang tidak pernah mau bergabung bersama kami! Selalu mengasingkan diri bersama pacar baru mu itu!" Sidir Surya kesal pada Jaiden.


Sungguh, Surya sudah kesal sekali pada Jaiden. Maka dari itu Surya mengeluarkan unek-uneknya. Surya merasa lega, saat dirinya sudah melontarkan kalimat seperti itu pada Jaiden.


"Aduh sudah-sudah!" Sela Keira pusing, "Jaiden kau jangan terkejut. Ataupun jangan sampai kau bertanya pada Keisha soal ini, Jika Keisha sendiri belum menceritakannya pada mu. Tapi kalau Keisha sudah menceritakan ini padamu, kau pura-pura tidak tahu saja ya?" Jelas Keira.


Jaiden pun mengangukkan kepalanya yakin.


Flashback on


"Thalia, Keisha, nanti pulang sekolah mau mampir ke Mall tidak?" Tanya Yuna.


"Aku bisa saja, bagaimana dengan mu Kei? Ada les piano nanti sore?" Tanya Thalia.


Thalia dan Keisha memang sudah berteman dekat sejak mereka smp, Thalia adalah teman pertama yang dimiliki oleh Keisha di Amerika. Sedangkan Yuna bertemu keduanya saat SMA, karena Yuna baru saja pindah ke Amerika bersama keluarganya pada saat Yuna SMA.


Keisha mengenal Yuna dengan baik, tentu saja dirinya juga mengenal Yuna dan keluarga Yuna dengan baik. Yuna adalah sepupu Sufa, temannya semasa di Indonesia.


Tak jarang juga dulu saat berada di Indonesia, Keisha dan Keira sering bermain bersama dengan Yuna sepupu Sufa, dan Yura Adiknya Surya.


Jadi, Yuna mengenal Thalia melalui Keisha. Dan Thalia mengenal Yuna, melalui Keisha juga.


Selepas pulang sekolah, ketiga remaja itu pun mampir ke pusat perbelanjaan. Yang berada di dekat sekolah mereka, dan sudah mereka janjikan sebelum bel berbunyi tadi.


Ketiga remaja itu memutuskan untuk berjalan kaki saja, dan meminta supir pribadi mereka masing-masing untuk pulang.


"Eh ayo kesitu! Aku ingin melihat pernak-pernik lucu!" Ucap Keisha semangat, dan sudah terlebih dahulu menuju tempat yang di tunjuknya.


"Ayo!" Sahut Yuna.


Lantas ketiga remaja cantik itu pun bergegas ke tempat itu, dan memilih beberapa barang dari yang mulai di butuhkannya sampai sama sekali tidak dibutuhkannya sama sekali.


"Eh Thalia lihat deh, mau pakai bersama tidak?" Tanya Yuna saat melihat ada gelang persahabatan couple.


"Yah ini kan cuma dua Yun, bagaimana dengan Keisha?" Tanya Thalia.


"Ck, kita tinggal beli 1 lagi. Tapi warna beda," Jelas Yuna pada Thalia.


"Terus yang satunya lagi buat siapa?" Tanya Thalia.


"Buat ku saja, biar ada ganti-ganti nanti hehehe" Ucap Yuna menyengir kuda.


"Papa..." Ucap Thalia.


"Hah? Kau ingin memberi ini untuk Papa mu Thalia? Kau yakin?" Tanya Yuna heran.


"Tidak, Yuna itu Papa ku kan?" Tunjuk Thalia pada Yuna, hingga Yuna pun mengikuti arah tunjuk milik Thalia.


Yuna pun mengedipkan matanya berkali-kali, Yuna tahu betul dari postur tubuh wanita itu, bahwasanya wanita yang sedang menggaet mesra Papa Thalia adalah Mama Keisha.


Lantas Yuna pun mencari dimana keberadaan Keisha, ah ternyata Keisha sudah terlebih dahulu melihat itu. Matanya juga memanas, begitu pun juga dengan Thalia.


Sebenarnya Keisha mengetahui hubungan gelap antara Papa Thalia dan Mama nya. Namun Keisha lebih memilih untuk bungkam karena tak enak hati pada Thalia, dan juga Keisha memberitahu Yuna soal ini.


Maka dari itu, Thalia sangat membenci Keisha dan Yuna.


Mata Thalia langsung membola seketika, saat dirinya melihat siapa wanita yang sedang memeluk mesra tangan Papanya itu. Karena wanita itu tadi membelakangi dirinya.


Lantas Thalia pun mencari keberadaan Keisha, dan menatap Keisha untuk meminta penjelasan. Karena beberapa waktu yang lalu, Keisha sempat menceritakan pada Thalia kalau Mama nya saat ini sedang memiliki hubungan dan akan menikah dalam waktu dekat.


"Apa maksud mu Papa ku yang akan menikahi Mama mu Keisha?" Batin Thalia.


"Tha... Thalia" Panggil Yuna.


"Kau tahu juga kan?" Tanya Thalia pada Yuna, dan Yuna pun menggelengkan kepalanya ragu.


Thalia tertawa sinis, "Aku kecewa pada kalian" Ucap Thalia lalu membuang asal gelang couple yang hendak mereka beli tadi.


Setelah membuang asal gelang tersebut, Thalia pun meninggalkan keduanya hingga membuat Yuna dan Keisha saling tatap satu sama lain.