I Am Fine

I Am Fine
Jaki dan Keira 3



"Sampai kapan tidak masuk sekolah Kei? Apa sampai kau melupakan cinta sepihak mu itu? Ayolah di luar sana masih banyak laki-laki tampan," Jelas Tara sembari bertanya.


Keira pun terkejut, dari siapa Papa nya tahu soal ini? Papa tidak tahu kalau orang itu Jaki kan? Pikirnya.


"Jangan hanya diam, jawab Papa" Ucap Tara pada Keira.


"Iya Pa, Kei akan masuk sekolah besok" Sahut Keira cemberut dan tidak berani untuk menatap Mama dan Papa nya.


"Lalu siapa pria yang tidak membalas Putri cantik Papa?" Tanya Tara.


Sedangkan Naura hanya mendengarkannya saja, dan menatap usil pada anak gadisnya itu.


"Papa tidak kenal, jangan kepo deh" Balas Keira.


"Apa dia pernah bermain ke rumah Kei?" Tanya Naura.


"Apa ada pria yang datang kesini selain, Jaki, Jaiden, Surya, Heri, Riki dan teman-temannya itu?" Tanya Tara.


Karena setahu Tara, rumahnya selalu ramai dengan beberapa anak laki-laki tersebut. Bahkan tak jarang, anak laki-laki itu sering mengadakan pesta barbeque dirumahnya.


"Atau jangan-jangan kau menyukai salah satu diantaranya?" Tanya Tara menduga-duga..


Tara tahu betul, kalau tidak ada pertemanan antara anak perempuan dan anak laki-laki yang murni tanpa ada rasa suka.


Pasti ada salah satunya, Tara menduganya kalau anak gadisnya itu sedang mengalaminya. Karena pada saat dirinya muda, Tara juga pernah mengalami hal serupa.


"Tidak! Mereka kan teman-teman Kei Pa astaga... yang benar saja!" Sahut Keira cepat.


Naura memperhatikan air muka di wajah mungil anak gadisnya itu, dan memicingkan matanya curiga pada Keira.


"Kau yakin sayang? Mama pikir kau paling dekat dengan Jaiden dan Jaki. Apa mungkin salah satu dari mereka? Karena tidak mungkin itu Surya, dia sepupu mu" Tanya Naura.


Deg!


"Kenapa malah jadi penasaran seperti ini sih? Keira mengantuk mau tidur siang," Ucap Keira bangkit dari duduknya begitu saja, dan pergi meninggalkan ruang makan tersebut.


Tara menggeleng-gelengkan kepalanya heran, "Astaga anak zaman sekarang..." Ucapnya.


"Jaiden dan Jaki beberapa kali datang kemari, tapi kata pelayan dirumah Keira tidak ingin bertemu dengan keduanya. Bagaimana menurutmu?" Tanya Naura pada suaminya Tara.


Keira menggerutu kesal saat memasuki kamarnya, lantas Keira pun menutup pintu kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Keira ingin sendirian, walaupun selama 3 hari ini dirinya sudah sendirian dan mengurung diri di kamarnya.


Tapi rasanya itu belum cukup, Keira pun menyalakan TV kamarnya. Dan memutuskan untuk menonton acara yang ada di TV.


Keira pun akhirnya merasa kesal, dirinya sudah beberapa kali untuk menganti siaran TV. Namun tidak ada yang menarik perhatiannya, baginya tidak ada acara yang menyenangkan.


"Ck, kenapa acara berita tentang selebriti ssmua sih? Aku kan ingin menonton film!" Kesalnya.


Lantas Keira pun mengambil iPad nya yang terletak di atas nakas di sebelah kasur queen size nya.


Keira pun membuka aplikasi YouTube, namun lagi-lagi terdengar decakan yang berasal dari buah bibir gadis itu.


"Bosan sekali rasanya hanya menonton YouTube selama 3 hari ini," Kesalnya.


Keira pun beralih pada laci dimana dirinya menyimpan ponselnya, sudah 3 hari belakangan ini juga Keira segaja untuk menonaktifkan ponselnya.


Keira pun nampaknya sedang menimbang-nimbang, untuk mengambil atau tidak ponselnya tersebut.


"Ambil saja kali ya?" Pikirnya.


Srekk!


Keira pun membuka laci itu dan mengambil ponselnya, lalu Keira mengaktifkan ponselnya.


Drtt drtt


Drtt


Drrt


Drrtt


"Astaga berisik sekali!" Gerutunya lalu membuat ponselnya menjadi mode diam.


...Room ****Chat (999****+)...


Jaki : Need deep talk? (104)


Jaiden : Keira (999+)


Fia : Kei kapan kau akan sekolah? Aku tidak ada... (3)


Heri : Kei ayo ke Mall! (11)


Surya :Jaki memaksa ku untuk menolongnya... (4)


Dan masih banyak lagi beberapa chat yang Keira dapatkan, selama dirinya menonaktifkan ponselnya. Lantas Keira pun memilih untuk membalas satu-persatu pesan tersebut, mulai dari bawah.


...****Surya****...


Surya :


Oi


Kei


Jaki terus datang menganggu ku dirumah


Jaki memaksa ku untuk menolongnya untuk bertemu dengan mu


^^^Keira:^^^


...Heri...


Heri :


P


P


P


P


P


Kei ayo ke Mall!


^^^Keira :^^^


^^^AYOOOO!^^^


^^^Jam berapa??^^^


Heri :


Astaga basi Kei


Pesan ku sudah dua hari yang lalu


Dan kau baru membalasnya???


MENYEBALKAN!


^^^Keira :^^^


^^^Kau juga menyebalkan^^^


^^^^^^Ayo cepat bawa aku ke Mall^^^^^^


Heri:


Cepat siap-siap, aku akan sampai 30 menit lagi


^^^Keira:^^^


^^^Aaaaa I love you babee^^^


^^^read^^^


Lantas Keira pun bangun dari duduknya dengan semangat, dan melempar ponselnya ke atas kasur. Keira pun menuju kamar mandi untuk bersiap.


15 menit kemudian, Keira sudah selesai dengan pakaiannya. Keira menggunakan baju crop top hitam, dengan dibaluti oleh jaket denim dan celana panjang yang juga bewarna hitam senada dengan baju yang dipakainya.


Keira pun bergegas untuk mengambil tasnya dan memasukkan, dompet, liptint, power bank, dan ponselnya.


Keira berjalan ke arah pintu kamarnya, dan memutar kenop pintu kamarnya. Ah kebetulan sekali, bel rumahnya baru saja berbunyi. Pasti itu Heri, pikirnya.


Naura yang mendengar suara bel berbunyi itu pun lantas membukakan pintu rumahnya, dan mendapati Heri yang sudah rapi dengan pakaian casual santainya.


"Loh Heri? masuk Nak," Ajak Naura.


"Ah iya Tante, Keiranya ada Tante?" Tanya Heri sambil menyalimi tangan Naura.


"Ada!" Teriak Keira sambil menuruni anak tangga rumahnya dengan cepat-cepat dan tergesa.


"Astaga Keira pelan-pelan!" Peringat Naura pada anak. gadisnya itu.


"Hehe iya Ma..." Balasnya setelah berada di samping Naura.


"Mau kemana Heri?" Tanya Tara yang sedang berjalan mendekati pintu utama rumahnya.


"Ini Om kita mau ke Mall," Jawab Heri sopan sembari menyalami tangan Tara.


"Ah iya hati-hati ya, jangan pulang terlalu malam" Peringat Tara.


"Padahal tadi katanya mau pergi tidur, dasar tukang ngeles" Ucap Naura pada Keira, dan Keira pun hanya menyengir kuda saja.


"Om, Tante... Kita permisi dulu ya" Ucap Heri pamit.


"Ma Pa Kei pergi ya!"


Keira dan Heri pun pergi meninggalkan pintu utama rumah Keira, dan beralih ke parkiran kendaraan yang berada di rumah Keira.


"Kau membawa motor ya??" Tanya Keira sewot.


"Ck, sudah nurut saja! Jadi tidak?" Tanya Heri yang sudah menaiki motornya.


Keira pun misuh-misuh tidak jelas, karena dirinya malas sekali kalau naik motor. Sudah dipastikan nanti rambutnya akan berantakan seperti gendoruwo.


Heri pun menggeleng-gelengkan kepalanya, dan terkekeh pelan melihat Keira yang bibirnya maju kedepan karena kesal.


Setelah keduanya sampai di Mall, kedua remaja itu memutuskan untuk pergi ke timezone dahulu dan bermain disana.


Heri hanya menurut saja, setelah merasa puas Keira menarik Heri untuk ke toko pernak-pernik. Dan Keira pun mulai memilih barang yang disukainya.