I Am Fine

I Am Fine
152



Setelah 29 menit dalam perjalanan, akhirnya Jaiden dan Kate sampai di Masion milik keluarga Renandra.


"Wahh Masion keluarga Kakak sangat besar! Seperti istana!" Ucap Kate kagum.


"Jangan seperti orang kampung deh Kate," Ucap Jaiden.


"Ih kan aku bicara kenyataan! Kau memang tidak mengerti seni! Wah bahkan arsitekturnya Belanda sekaliiiii" Ucap Kate terpana melihat setiap sisi Masion keluarga Renandra dengan kagum.


"wah kau tidak akan jatuh miskin Kak! Kau bisa menjual Maison ini jika kau bangkrut dan pasti uangnya tidak habis 7 turunan sekali pun!" Seru Kate.


"Hmmm," Sahut Jaiden yang mengiyakan saja ucapan Kate.


Jaiden pun memberhentikan mobilnya tepat di depan Masion, dan kedatangannya langsung di sambut ramah oleh Jinata yang sudah menunggunya sedari kemarin.


"Selamat datang Jaiden," Ucap Jinata menyapa cucunya.


Jinata sudah tua, kini bhkan dirinya duduk di kursi roda. Jaiden membalas sapaan Jinata dengan senyumannya dan memeluk Kakeknya dan menyalami Kakeknya.


"Ah Kate... kau semakin cantik ya," Puji Jinata.


"Hehe iya Kek terima kasih Kek," Jawab Kate.


"Biar aku saja," Ucap Jaiden pada pelayan yang mendorong kursi roda milik Jinata.


"Bagaimana kabar Kakek?" Tanya Jaiden basa-basi.


"Kakek baik, bagaimana dengan mu?" Tanya Jinata.


"Jaiden juga baik, jaga kesehatan Kakek. Jangan sering-sering sakit oke hm?" Ucap Jaiden.


Jinata pun terkekeh pelan, Baiklah. Kakek akan menjaga kesehatan Kakek mulai sekarang, dan kau juga sudah berada disini" Jawab Jinata.


"Kakek sudah kontrol? ku dengar Om Tara yang menangani Kakek?" Tanya Jaiden.


Ya begitulah," Jawab Jinata.


Tidak banyak perbincangan yang di lakukan Jaiden dan Jinata, dan Kate pun hanya berkeliling Masion saja. Jaiden dan Jinata hanya membicarakan soal apa saja yang terjadi, lalu bisnis dan juga Jinata mengajarkan beberapa hal soal bisnis pada Jaiden.


Dan Jaiden mendengarkannya, sambil memijit pelan tangan dan Kaki Jinata secara bergantian. Hingga pukul pun sudah menunjukkan untuk makan siang, lantas ketiganya pun makan siang bersama.


Setelah makan siang, Jaiden dan Kate pamit pada Jinata untuk segera meninggalkan Maison, dan Jaiden pun akan bergegas menuju lapas yaitu penjara. Untuk menjenguk Neneknya, Rena.


"Kak kau akan mengajak ku?" Tanya Kate.


"Kau mau tetap di mobil saja, atau ikut masuk Kate?" tanya Jaiden.


"Aku disini aja deh, lagi pula aku tidak mengenal Nenek Kakak. Aku di mobil saja," Jawab Kate.


"Oke, nasibnya tidak ku matikan ya. Kunci pintunya dari dalam," Ucap Jaiden dan Kate pun mengangukkan kepalanya mengerti.


Jaiden pun keluar mobil, dan mengambil barang yang dibawanya untuk Rena. Dan berakhir lah sekarang Jaiden sedang berada di ruang tunggu, untuk kerabat yang ingin menjenguk keluarga mereka yang menjadi narapidana.


Rena tersentak, saat melihat siapa yang menjenguknya. Ini pertama kali bagi ajdien melihat Rena, setlah 8 tahun lamanya dan begitupun juga dengan Rena sendiri.


Rena merasa malu pada Jaiden, dan takut untuk bertemu dengan Jaiden. Rena hendak pergi, untuk meninggalkan Jaiden. Tapi Jaiden menahan Rena, tidak. Jaiden bahkan mebhajer Rena, tapi Rena menahan langkahnya karena Jaiden memanggilnya.


"Nenek, apa Nenek tidak merindukan ku? Aku bahkan ingin sekali memeluk Nenek, karena aku sudah sangat merindukan Nenek" Ucap Jaiden.


Rena pun langsung membalikkan badannya dengan perasaan yang bersalah, dan menatap wajah cucunya yang sudah di besarkannya itu. Matanya pun langsung berair, hatinya hancur melihat Jaiden.


Sungguh, tidak ada gunanya untuk menyesal sekarang pikir Rena.


"Jaiden..." Lirih Rena.


Jaiden pun merentangkan tangannya pada Rena, agar Rena masuk ke dalam dekapannya. "Apa Nenek bahkan tidak merindukan ku?" Tanya Jaiden.


Rena pun langsung mendekat pada Jaiden, dan berkahiir lah keduanya pun saling berpelukan.


"Maafkan Nenek Jaiden... hiks..." Ucap Rena terisak.


"Maaf kan aku Nek, aku baru saja kembali dari LA. Maaf aku baru bisa menjenguk Nenek, Nenek akan segera keluar. Aku akan membujuk Kakek, Nenek tenang saja oke hm?" Ucap Jaiden.


Rena pun menggeleng-gelengkan kepalanya, hingga membuat Jaiden binggung. "Tidak Jaiden, jangan lakukan apapun. Gapai saja mimpi, apa yang kau inginkan kau bebas melakukannya. Nenek memang harus berada disini sampai akhir hayat Nenek," Jawab Rena.


"Nenek ayolah, apa yang sedang Nenek bicarakan? Nenek harus kembali oke huh? Tante Rina dan Om Dino juga sudah setuju untuk mencabut tuntutan terhadap Nenek, aku pun begitu. Bagaimana pun kita adalah keluarga," Jelas Jaiden membuat Rena terisak.


Jaiden pun menggengam tangan Rena, "Aku tahu Nenek pasti ada alasan untuk melakukan itu semua. Aku berterimakasih pada Nenek, karena sudah merawat ku dengan baik. Nenek yang terbaik bagiku," Ucap Jaiden hingga membuat Rena menangis.


Jaiden pun memberikan bunga kesukaan Rena dan juga coklat kesukaan Rena, "Kau bahkan masih mengingat apa yang sangat Nenek sukai..." Ucap Rena.


"Tentu saja, aku selalu mengingat apapun soal Nenek di pikiran ku dan juga hatiku" Jelas Jaiden.


"Waktu jam kunjung sudah selesai," Peringat seorang penjaga lapas.


"Baiklah, pergilah. Gapai mimpi mu oke? Pimpin semua dengan baik. Luruskan masalah mu, kau sudah dewasa kau sudah bisa menjadi orang tua. Sebentar lagi kau harus menikah dengan wanita pilihan mu sendiri," Jelas Rena dan Jaiden pun mengangukkan kepalanya saja.


Setelahnya, Jaiden pun keluar dari tempat itu dengan perasaan lega karena sudah melihat Neneknya sudah baik-baik saja. Dan tidak terluka, maupun lecet sedikit pun. Sebelum menuju mobil, Jaiden pun mengirim pesan terlebih dahulu pada Riki.


...Room Chat...


^^^Jaiden :^^^


^^^Ki kau dimana?^^^


Riki:


^^^Jaiden :^^^


^^^Kau masih marah padaku?^^^


Riki:


Ya menurut Kakak?


^^^Jaiden:^^^


^^^Hehe^^^


^^^Maaf^^^


^^^Ah iya bisa bantu aku?^^^


Riki:


Apa?


^^^Jaiden:^^^


^^^Bisa kau ajak Kate untuk jalan-jalan?^^^


^^^Aku ingin ke rumah Surya dan Thalia^^^


^^^Lalu aku mengunjungi Keisha di galeri^^^


^^^Keisha pulang jam berapa?^^^


Riki:


Jalan-jalan?


Kemana?


kak Kei pulang jam 6 sore


Kalau mau bertemu dengannya usahakan sebelum jam 6


read


Jaiden pun melirik jam tangannya, "Astaga ini sudah jam 2 siang. Apa lebih baik aku menemui Keisha dulu? Aku dirumah Surya tidak akan lama," Gumam Jaiden.


...Room Chat...


^^^Jaiden :^^^


^^^Baiklah^^^


^^^Bawa kemana saja^^^


^^^Asal jangan macam-macam ya!^^^


Riki:


Oke oke


Bertemu dimana


^^^Jaiden:^^^


^^^Di toko perlengkapan bayi yang di dekat lama Sufa saja bagiamana?^^^


^^^Apa itu jauh dari kantor mu?^^^


Riki:


tTidak kok Kak


Sangat dekat


^^^Jaiden:^^^


^^^Oke terimakasih^^^


^^^I love you^^^


Riki:


Aku masih normal☺️


Nanti kalau sudah disana, kabarin saja ya Kak


^^^Jaiden:^^^


...Aku juga normal, aku mengatakan sebagai teman laki-laki ☺️...


^^^Oke see you^^^


^^^read^^^