
"Sebentar lagi akan libur semester, apa ada di antara kalian yang akan ikut study tour sekolah?" Tanya Keira.
"Memangnya kemana?" Tanya Keisha.
"Tahun lalu kemana deh? Aku lupa, aku tidak ikut. Kan aku menemani Jaiden ke Amerika," Ucap Jaki santai.
Keira pun mencubit lengan Jaki, "Ssttt jangan bahas itu dulu! Kau merusak suasana dan mood saja!" Bisik Keira.
Saat ini mereka semua sedang berkumpul bersama, minus Thalia. Karena dari awal, Thalia memang bukan bagian dari mereka bukan? Tapi Fia berada disana karena sudah di anggap teman oleh mereka.
Mereka pun merasa canggung sekaligus binggung, karena harus pandai memilih kata untuk tidak menyinggung Keisha ataupun Jaiden.
Jaiden pun hanya diam saja, tak berniat untuk mengatakan sesuatu pada Keisha. Padahal kemarin dirinya datang kerumah Keira, dan meminta bantuan gadis itu.
Sedangkan Keisha, dia sudah berusaha keras untuk tidak memperdulikan Jaiden dan menghindari pria itu.
"Mungkin ke Bali, kalau kalian ikut. Aku juga ikut!" Sahut Heri.
"Yah kalian ke Bali ya Kak? Kami cuma ke Bandung aja! Ck, gak seru!" Gerutu Jovan.
"Loh? Memangnya study tour kelas 10 sampai kelas 12 tidak di gabung ya?" Tanya Keisha yang memang tidak tahu.
"Tidak Kei, di pisah" Jawab Surya.
Keisha pun hanya mengangguk paham saja, "Aku tidak ada kegiatan. Aku akan ikut!" Seru Keisha semangat.
"Aku juga ikut," Ucap Surya.
"Aku ikut kali ini," Ucap Jaiden tiba-tiba hingga membuat semuanya terdiam hening, hingga Keira pun berusaha untuk mencairkan suasana tersebut.
"Oke aku dan Jaki, Fia juga ikut! Kau Heri? Jangan bilang kau tidak pergi ya?!" Gertak Keira.
"Yayayaya aku ikut," Jawab sang pemilik apartemen yang sedang mereka kunjungi.
"Nice!" Ucap Keira semangat sambil memeluk lengan Jaki manja.
"Ck, mata ku sakit melihat Kak Keira dan Kak Jaki" Sindir Riki.
"Makanya jangan jomblo!" Ejek Surya.
"Ngaca Kak!" Sindir Riki lagi pada Surya hingga menimbulkan gelak tawa diantara mereka.
"Kei, aku mau bicara ayo! Hanya berdua dengan mu," Ucap Jaiden tiba-tiba hingga tawa mereka pun terhenti begitu saja.
"Pergi saja Kei, aku yakin Jai pasti ingin mengatakan sesuatu yang penting pada mu" Bujuk Keira.
Keisha pun menurut, dan mengikuti langkah Jaiden dari belakang pria itu. Setelah Jaiden merasa cukup jauh dari teman-temannya, Jaiden pun berhenti dan menutup pintu yang terhubung dengan balkon apartemen Heri.
"Duduk Kei," Pinta Jaiden dan Keisha pun menurut tanpa menjawab.
Setelah keduanya duduk, Jaiden menghela nafasnya kasar. Kalau boleh jujur, Jaiden sebenarnya sangat gugup dan juga binggung harus menjelaskan dari sisi mana pada Keisha.
"Kei," Panggil Jaiden dan Keisha pun memberanikan diri untuk menatap Jaiden.
"Kenapa?" Tanya Jaiden.
"Apanya Kak?" Tanya Keisha berbalik.
"Kau meghindari ku," Ucap Jaiden menundukkan kepalanya dan menatap pada sepatunya. "Kau selalu memberi ku seribu alasan untuk bertemu, keluar, asal kau tidak bertemu dengan ku. Kenapa Kei?" Tanya Jaiden.
Keisha pun mengigit bibir bawahnya dan menundukkan kepalanya, karena binggung harus merespon apa pada Jaiden.
Jaiden kembali menghela nafasnya, "Maaf. Jangan salah paham Kei," Ucap Jaiden hingga membuat Keisha menatap Jaiden dengan raut wajah yang binggung.
"Maksud Kakak? Salah paham soal?" Tanya Keisha binggung.
"Salah paham soal Thalia, sebenarnya aku tidak menyukai Thalia sama sekali. Kau tahu, aku sangat menyukai mu sedari dulu. Apa itu belum cukup menjawab semuanya?" Tanya Jaiden.
Keisha menatap Jaiden tak mengerti dan tak percaya, atas apa yang baru saja keluar dari mulut Jaiden saat ini.
"Apa Kau Kak Jaiden yang aku kenal? Kak jujur, kau berubah banyak. Kalau kau tak menyukai Thalia, lalu kenapa kau malah berkencan dengannya?" Tanya Keisha.
"Aku ingin balas dendam Kei, kau tahu kan? Alasan rusaknya rumah tangga orang tua ku dulu? Itu di sebabkan oleh Mama Thalia, Lia Auriya. Kau kenal kan dengan Mamanya? Lia Mama Thalia adalah mantan kekasih Daddy," Jelas Jaiden.
Keisha mengedipkan matanya berkali-kali tak percaya, karena dirinya baru tahu. Kalau Mama Thalia ternyata, adalah mantan kekasih Juna. Hingga membuat Keisha membuang wajahnya ke asal arah, asalkan itu tidak untuk menatap Jaiden.
"Dari mana Kakak tahu soal ini? Kak, kau sudah memastikan ini? Kau yakin kalau Mama Thalia memang benar-benar mantan Om Juna?" Tanya Keisha memastikan.
"Hm aku yakin, awalnya aku juga tidak percaya. Setelah beberapa kali mengantar Thalia, dan aku tidak sengaja melihat sebuah foto di rumahnya. Foto itu ada Om Rafa, Tante Lia, dan juga Thalia."
"Karena aku penasaran, aku meminta bantuan Om Dimas untuk mencari informasi tentang Om Rafa dan juga Thalia. Dan aku mendapatkannya, Om Rafa Papa mu Kei. Om Rafa mengubah semua indentitas Tante Lia dan Thalia, itu semua karena Nek Rena dan mendiang Nek Joya."
"Ceritanya sangat panjang, aku yakin kau akan tertidur mendengarnya" Ucap Jaiden.
"Lalu apa tujuan Kakak pacaran dengan Thalia?" Tanya Keisha.
"Aku ingin membalas bagaimana rasa sakit yang aku rasakan selama bertahun-tahun, mungkin itu tidak akan setimpal dengan apa yang di rasakan Thalia saat bersama ku."
"Aku sudah mempersiapkannya matang-matang, aku sangat senang. Saat mendegar dari Thalia kalau Mama nya akan pulang, otomatis aku akan bertemu dengannya."
"Aku akan meninggalkan Thalia, saat Thalia sudah bergantungan dengan ku" Jelas Jaiden.
Keisha menghela nafasnya kasar lalu menatap Jaiden, "Kak apa kau akan sama seperti Om Juna? Kau ingin menjadi pria yang brengsek? Dengan cara yang berbeda?" Tanya Keisha.
"Hm, aku ingin" Jawab Jaiden.
"Kau ingin membuat Thalia semakin menderita?" Tanya Keisha.
"Maaf," Ucap Jaiden menundukkan kepalanya. "Tapi aku harus melakukannya, aku sudah berada di tengah jalan Kei. Aku tidak mungkin berhenti, jadi ku mohon mengerti lah" Ucap Jaiden memujuk Keisha.
Sedangkan di dalam sana.
"Duh aku penasaran apa yang mereka katakan," Ucap Jaki.
"Kita tunggu saja dari Riki, dia sudah meguping. Dia penguping yang lebih baik" Ucap Fia melirik Sufa.
"Ck kenapa sih?" Tanya Sufa pada Fia.
"Ya kalau kau yang meguping, sudah pasti kau akan melebih-lebihkan ceritanya iyakan?" Tanya Fia.
"Ya kan aku ingin membuat pergosipan jadi panas dan jadi menarik, gimana sih Kak!" Gerutu Sufa julid.
"Apa mereka akan berbaikan?" Tanya Surya.
"Eii Kakak takut ya? Kalau Kak Keisha dan Kak Jaiden berbaikan, Kak Surya pasti tidak akan ada alasan untuk dekat-dekat dengan Kak Keisha hahaha," Ledek Jovan pada Surya.