
Juna menghela napasnya kasar, lalu meraih telepon genggamnya dan menelepon seseorang.
"Kau dimana?" Tanya Juna di telepon.
"Aku sedang dirumah, kenapa?" Sahutnya.
"Temani aku minum" Sahut Juna.
"Apa kau bilang ? kau akan minum di siang hari? hahaha hei Juna aku tidak mau, bagaimana kalau nanti malam saja?" Sarannya.
"Lupakan saja Kanta, lain kali saja," Sahut Juna.
Tut
Juna menutup telepon dan menatap beberapa dokumen yang berada di hadapannya.
...⚡⚡⚡...
6 Tahun kemudian.
"Momm... Uncle Dino bawa Tante cantik!" Ucap Jaiden berteriak memanggil Celine.
"Oh **** anak ini," Gumam Dino kesal.
"Hei jangan berkata kasar dengan anak kecil, dia akan meniru mu nanti," Sahut perempuan yang sedang berdiri di samping Dino.
Celine yang berada di dapur pun keluar dengan membawa sepiring Choco Pie, yang dibuatnya untuk Jaiden putra kesayangannya.
Celine mematung saat Dino menggaet mesra gadis yang berada disebelahnya, reflek Celine menjatuhkan piring yang berada di genggamannya hingga membuat Dino, Jaiden, gadis itu dan beberapa pelayan terkejut.
Bahkan gadis itu juga terkejut melihat Celine saat ini berada di hadapannya.
"Li..Lia?" Ucap Celine tercengang.
Lia tertawa sinis dalam hatinya, "Apa apaan ini? aku tidak menyangka kalau kakak yang selalu dibanggakan Dino itu adalah perempuan yang sudah merusak hubungan ku dengan Juna!" Batin Lia.
Celine menatap Dino.
"Bawa Jadien ke dalam kamarnya," Ucap Celine pada salah satu pelayan.
"Kak ada apa?" Tanya Dino menghampiri Celine.
"Apa kau berkencan dengannya Dino?" Tanya Celine sambil menunjuk Lia dengan tatapan tak sukanya.
Dino mengangguk, "Apa kalian saling mengenal?" Tanya Dino melirik Celine dan Lia secara bergantian.
"Tidak, Celine tak boleh mengatakan kalau aku adalah kekasih Juna dulu" Batin Lia.
"Hai kak, kenapa kau begitu terkejut melihat ku? bukankah ini pertama kalinya kita bertemu?" Ucap Lia berpura-pura.
Celine memutar bola matanya malas lalu menatap Dino "Dino tinggalkan gadis ini, dia kekasih kak Juna!" Ucap Celine sedikit berteriak.
"Hei apa kau sekarang sedang menganggu adiku? kau tidak puas dengan memisahkan ku dengan Juna? Apa sekarang kau senang? Kenapa kau masih mengusikku? lebih baik sekarang kau segeralah pulang" Ucap Celine halus untuk mengusir Celine.
"Kak apa maksud mu? Lia itu kekasihku" Ucap Dino pada Celine.
"Terserah mu, aku sudah memperingati mu Dino. Aku tidak ingin melihatnya dirumah ini, keluar kau dari rumah dan jangan" Ucap Celine terpotong.
"Lia ? Bagaimana kau bisa disini ?" Tanya Saka yang baru saja masuk ke dalam kediaman Aldebarano.
"S**l*n, kenapa Dino ini harus bersuadara dengan Celine sih?! kenapa juga ada Saka disini?!" Gerutu Lia kesal dalam hati.
"Ya aku mengenalnya, dia kekasih Juna" Sahut Saka yang masih binggung kenapa Lia bisa berada di kediaman keluarga Aldebarano.
"A..apa? Lia bisa kau jelaskan pada ku?" Tanya Dino pada Lia.
"Ya aku memang kekasih kak Juna, tapi itu dulu. Aku sudah berakhir dengannya" Sahut Lia.
"Lia pulanglah, aku tau maksud mu mendekati Dino" Ucap Saka.
"Kak apa apaan kau ini, kenapa mengusirnya? kan Lia sudah katakan kalau dia sudah putus dengan Juna!" Bentak Dino pada Saka.
Lia tersenyum menang.
"Astaga Dino apa kau di pelet olehnya?!" Bentak Celine pada Dino sambil menunjuk Lia dengan jari telunjuknya.
"Dino dengarkan aku, Lia adalah gadis yang sudah melukai kakak mu secara langsung. Bahkan dia menampar kakak mu hingga membuat kakak mu hampir saja keguguran dan masuk rumah sakit. Lia juga sudah membuat rumah tangga kakak mu berantakan dan kau bisa-bisanya membawa wanita ular ini masuk ke dalam rumah mu? dengar Dino, sudah kupastikan wanita ini!" ucap Saka sambil menunjuk-nunjuk Lia.
"Hanya ingin harta mu saja, dulu hanya Juna yang ia harapkan. Namun Juna tidak mau menikahi Lia" Jelas Saka panjang lebar.
"Apa apaan kau ini Saka? Apa kau memfitnah ku? aku sangat mencintai Dino, aku tidak mencintai hartanya!" Ucap Lia tak terima.
"Apa kau sedang bercanda Lia? silahkan keluar dari rumah ku!" Sahut Celine mengusir Lia secara paksa.
"Kak apa apaan ini kau ini?" Ucap Dino berusaha lembut dan tidak membentak kakaknya.
"Dino mengerti lah, Lia tidak pantas denganmu!" Sahut Celine sekali lagi membentak Dino.
Lia tertawa sinis yang membuat Celine dan Saka menatapnya, namun Dino binggung dengan perubahan sikap Lia yang tiba-tiba saja tertawa sinis dan berjalan pada kakaknya.
"Kau masih hidup ya ternyata Celine? kenapa tidak mau mengunjunginya? Apa kau tidak merindukannya?" Ucap Lia.
Dino tercengang dan terkejut mendengar penuturan Lia yang tiba-tiba "Apa apaan ini Lia?" Batin Dino.
Saka tertawa remeh dan menghampiri Dino dan berbisik "Kau lihat kan ? Dia benar-benar Ular" Ucap Saka berbisik pada Dino dan terdengar oleh Lia.
"Hahaha ya benar! semua yang dikatakan Saka itu benar Dino! aku hanya mengincar harta mu dan kau Celine! gara-gara kau Juna tidak ingin menikah dengan ku! Apa kau tahu? Aku sangat muak dengan Juna yang tiada hentinya selalu berpikir tentang mu dan aku sudah sangat tahan 5 tahun belakangan ini pada Juna yang selalu menatap foto pernikahan kalian! itu sangat menjijikkan! Aku membenci mu Celine!" Teriak Lia menggema di kediaman keluarga Aldebarano, lalu mendorong Celine hingga terjatuh ke lantai.
Tangan Celine pun tanpa sengaja mengenai serpihan kaca yang terpeleset dari tangan Celine tadi.
PLAK
"Apa kau belum puas menyiksa putri ku?! keluar kau dari rumah ku ini!" Ucap Joya yang membuat seisi rumah terkejut melihat kehadirannya.
Karena sebenarnya, Joya sedang berada di luar negeri.
"Apa kau pikir aku sudi memiliki menantu murahan seperti mu ini hah?!" Lanjut Joya lalu melihat Lia dari bawah sampai atas dan menatapnya.
"Cepat panggil keamanan, bagaimana bisa tikus jelek ini bisa masuk ke dalam rumah ku!" Ucap Juna Joya.
"Dino bawa kakakku kerumah sakit!" Bentak Joya pada Dino "kita bicarakan ini setelah kau pulang dari sakit! Akhh sangat melelahkan sekali ketika aku pulang dari Paris malah bertemu tikus jelek ini di rumah ku!" Ucap Joya sambil menatap sinis pada Lia.
Lia menahan tangis dan malunya, Lia tanpa menunggu kemananan datang dan tanpa pamit langsung keluar dari kediaman Aldebarano.
Dino masih terdiam dan berusaha mencerna perkataan Lia yang menusuk tadi.
"Dino! Apa yang kau pikirkan?! cepat bawa Celine kerumah sakit! Tangannya terluka karena kau membawa jelek itu kerumah ini!" Ucap Joya berteriak pada Dino.
"I..iya Bun, maaf kan aku Bun" Ucap Dino lalu membantu kakaknya berdiri.
begitupun dengan Saka.