
Heri hanya menurut saja, setelah merasa puas Keira menarik Heri untuk ke toko pernak-pernik. Dan Keira pun mulai memilih barang yang disukainya.
“Astaga Kei, untuk apa sih?” Gerutu Heri kesal saat melihat keira mengambil benda-benda yang tidak di perlukan itu.
Heri sendiri juga tidak tahu apa fungsi benda itu, dan apa nama benda yang terus dimasukkan Keira ke dalam keranjang belanjanya.
“Ish ini imut sekali Heri, kau tidak akan mengerti!” Jelas Keira.
Lantas Keira pun berjalan ke kasir, dan Heri hanya dapat menghela nafasnya kasar. Heri hanya dapat megikuti kemauan dari sahabatnya itu, karena jika tidak dituruti bibir gadis itu akan oancang kedepan.
“Totalnya Rp.430.500,” Ucap kasir itu sopan,
Keira yang sudah berada di depan kasir pun membalikkan badannya kebelakang, dan meminta pada Heri untuk membayar benda-benda tidak berguna itu.
“Ck, iya iya sebentar!” Ucap Heri lalu mengeluarkan kartu blackcard nya, dan memberikan pada Keira.
Kasir itu sempat terkejut, saat melihat ada seorang pelajar yang sudah memiliki kartu itu. Setelah melakukan pembayaran, Keira pun menarik Heri untuk keluar dari sana. Heri pun mengikuti Keira dengan langkah yang malas.
“Mau kemana lagi Kei?” Tanya Heri.
“Ayo makan!” Ajak Keira.
“Ayo!” Ucap Heri menarik tangan Keira semangat, karena jujur rasanya lelah sekali untuk mengikuti gadis itu.
Hingga membuat perutnya keroncongan, dan minta untuk di isi. Lantas kedua remaja itu menuju salah satu tempat makan favorit Keira, dimana lagi kalau bukan rumah maka sushi Jepang.
“Kau tidak bosan ya setiap ke Mall selalu makan kesini? Aku rasanya muak sekali kalau pergi makan dengan mu selalu kesini,” Ucap Heri jujur padahal dirinya sendiri yang menarik Keira kesana.
Keira mendemgus kesal, “Sudah disini saja, ayo!” Ajak Keira menarik Heri paksa untuk masuk ke dalam.
Keira pun memilih meja yang kosong tepat di depan jendala, setelahnya Keira dan Heri memesan makanan dan menunggu makanan yang dipesan keduanya itu datang.
“Kau sudah bicara dengannya?” Tanya Heri sambil bermain ponsel.
“Dengannya? Siapa?” Tanya Keira binggung.
“Jaki, kau ada sedikit masalah dengannya kan?” Tanya Heri yang mulai menatap Keira.
“Apa kalian semua tahu aku menyukainya?” Tanya Keira.
Heri pun mengangguk pasti, “Hm itu terlihat jelas Kei ayolah,” Sahutnya.
Lantas Keira pun mengerucutkan bibirnya karena kesal, “Ck menyebalkan sekali! Dia bahkan tidak menyukai ku!” Ucap Keira.
“Yang sabar ya Kei...” Ucap Heri terkekeh.
Keira pun hanya mendegus kesal, “Apa Jaki mengatakan sesuatu pada mu?” Tanya Keira.
“Hm... kemarin aku dan yang lainnya sedang dirumah Jaiden, kami membicarakan mu disana” Kekeh Heri.
“Pantas kuping ku tarasa panas, ternyata kalian sedang membicarakan ku ya?! Ck apa kau tahu? Jaki itu menyebalkan sekali, dia selalu berlaku kalau aku ini adalah pacarnya! Tapi dia sama sekali tidak menyukai ku dan hanya menganggap ku Adik perempuannya saja! Hah... yang benar saja!” Jelas Keira kesal pada Heri.
“Hm, aku pun sedikit lumayan risih saat melihatnya” Sahut Heri sambil menganggukkan kepalanya pelan, “ Tapi bukankah kau sebaiknya berbicara pada Jaki Kei? Sampai kapan kau akan menghindar seperti ini? Kau tidak bisa selamanya untuk lari dari masalah Kei,” Jelas Heri.
“Ah entahlah, aku malu padanya. Aku malu pada Jaki karena aku sudah menaruh perasaan padanya,” Jelas Keira tertunduk.
“Ck sudah jangan di pikirkan, isi perut mu. maafkan aku sudah membahas tentang Jaki,” Ucap Heri.
“Hahaha santai saja kali, kau ini!” Kekeh Keira.
"Jangan berbohong Kei, aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja. Lepas topeng mu itu," Jelas Heri.
...⚡⚡⚡...
Setelah pulang bermain bersama Heri, Keira pun menghempaskan badannya ke atas kasur karena dirinya sudah merasa lelah. Lantas Keira pun merogoh tasnya, untuk mengambil ponselnya.
Mata Keira membola, ketika melihat beberapa panggilan yang tak terjawab dari Jaki. Ada 203 panggilan yang tidak terjawab dari jaki. Ah iya, Keira lupa kalau dirinya membuat hpnya menjadi mode diam. Maka dari itu, Keira tidak tahu kalau Jaki menelponnya sejak tadi.
Keira pun lantas membuka Line nya, dan menemukan beberapa pesan yang terdapat di dalam aplikasi tukar pesan tersebut.
...Room Chat...
Jaki:
Kei aku kerumah ya? Kita harus bicara kan? (999+)
“Astaga 999?? Wah” Ucap Keira takjub, karena sebelumnya belum ada orang yang mengirimkannya pesan sebanyak itu.
Surya:
Ku dengar kau ke Mall ya? Sudah baikkan? (1)
Jaiden:
Keira (999+)
"Ck si Jaiden juga mengirim ku banyak pesan ternyata, sepertinya dia merasa bersalah. Padahal tidak salah," Monolog Keira sendiri.
Pathetic Group :
Jovan mengirm foto (999+)
11 IPA 1 :
Mila : tugas Fisika udah pada siap belum?
Dan masih banyak beberapa chat yang tenggelam di bawah sana.
Keira pun memutuskan untuk membalas pesan itu satu-persatu, di mulai dari pesan Jaiden.
...Jaiden...
Jaiden :
Ajhdhdhj
Ahdhsjjnsh
Dhdjsjanhs
Dhdjjsa
Ndhjnd
Woi
Keira
^^^Keira: ^^^
^^^Apa sih?^^^
Jaiden :
Hei maaf, kau kemana saja gila?
^^^Keira :^^^
^^^Ada ya orang meminta maaf sepeti itu? Astaga^^^
^^^Kau tidak salah, santai saja^^^
Jaiden:
Kau yakin?
^^^Keira:^^^
^^^Antar pizza ke rumah ku^^^
^^^Maka aku akan memaafkan mu ^^^
^^^Hehe^^^
^^^read^^^
...Surya...
Surya:
Ku dengar kau ke Mall ya? Sudah baikan?
^^^Keira :^^^
^^^Hei dari siapa kau tahu?^^^
^^^Tentu saja! ^^^
^^^Heri mengajak ku tadi^^^
Surya :
Heri membaginya di grup
Fotonya kalian berdua yang sedang makan bersama di Mall
^^^Keira:^^^
^^^Ah benar kah? Aku belum melihatnya^^^
Surya :
Chat Jaki sana
^^^Keira:^^^
^^^Untuk apa sih?^^^
Surya:
Ayolah Kei, kalian harus bicara
Jangan seperti anak-anak
^^^Keira:^^^
^^^Y^^^
^^^read^^^
...Jaki...
Jaki :
P
Kei
Keira
Aku kerumah ya? Kita harus bicara kan?
^^^Keira:^^^
^^^Ok, maaf soal yang sebelum-sebelumnya^^^
Jaki:
Otw
Read
Keira menghela nafasnya kasar dan melempar ponselnya ke asal arah, keira pun memutuskan untuk turun ke bawah dan mencari Mama nya tapi dirinya tidak menemukannya.
"Bi Mama kemana? Kok tidak ada dirumah?” Tanya Keira pada Asisten rumah tangganya.
“Nyonya sedang kerumah sakit non,” Sahut Asisten rumah tangga itu.
“Loh ngapain? Siapa yang sakit?” Tanya Keira binggung dan penasaran.
“Tadi katanya menjenguk rekan kerjanya Non,” Sahut asisten rumah tangga itu.
“Ah gitu ya, yaudah deh” Ucap Keira lalu hendak kembali kekamarnya.
Namun atensinya beralih ketika mendegar bel rumahnya yang berbunyi, "Sudah sampai? Cepat sekali?" Pikirnya.
“biar Keira saja Bi, itu Jaki. Bibi buatkan minuman untuk Jaki saja,” Pinta Keira.
Keira pun berlari kecil untuk menuju pintu utama rumahnya, dan mendapati Jaki yang sedang berdiri di depan pintu rumah.
“Oh ****! kenapa malah semakin tampan sekali, aku sudah tidak bertemu 3 hari dengannya!” Teriak Keira di dalam hati.
“Hai” Ucap Jaki sedikit canggung.