DEAR, MY RON

DEAR, MY RON
BAB 161



Tok, tok!


Han mengetuk pintu sebuah kamar seraya membawa nampan berisi penuh makanan.


"Buka pintunya!" pekik Han dari luar kamar.


"Pergi sana! Aku tidak mau melihatmu!" tukas Katrina dari dalam ruangan.


Gadis yang sempat kabur dari rumah Ron itu akhirnya dapat ditemukan dengan mudah oleh Han dan dirawat oleh Han untuk sementara waktu atas permintaan Ron.


Kini Han terpaksa harus menjadi babysitter dadakan untuk nona muda manja yang kini menumpang hidup pada Ron.


"Cepat makan makananmu sebelum kesabaranku habis! Jika bukan karena permintaan bos, aku juga tidak akan melayanimu!" pekik Han dari luar ruangan.


"Aku letakkan di depan pintu! Jika kau tidak memakannya juga, aku akan menjadikanmu makanan! Kau ingin kandang macan atau kandang buaya, hah?!" sentak Han makin galak. Entah sejak kapan pria kalem itu berubah menjadi garang seperti Ron.


Terlalu banyak pekerjaan dan ditinggal Nadine pulang kampung, membuat Han suasana hati Han kacau dan mudah uring-uringan.


Pria itu menjauh dari kamar Katrina dan melemparkan tubuh penatnya ke sofa empuk. Jari lentik Han memainkan layar ponsel, mengirimkan banyak pesan untuk Nadine.


"Mas Han, bisakah kau tidak mengirimiku banyak pesan?!" protes Nadine melalui telepon.


Inilah niat utama dari Han. Sengaja membuat Nadine menghubunginya terlebih dahulu.


"Nadine, sudah lama tidak mendengar suaramu." ujar Han kegirangan.


"Apa ada hal penting yang ingin kau sampaikan?"


"Kapan kau akan kembali ke sini?" tanya Han malu-malu.


"Em, entahlah. Mungkin aku akan bermain ke rumah Icha akhir pekan nanti," ujar Nadine ragu.


"Hanya berkunjung? Bukan untuk menetap? Kenapa tidak mencari pekerjaan di sini saja? Aku bisa membantumu," bujuk Han.


"Tidak perlu, Mas Han. Aku bisa mengurusnya sendiri," sanggah Nadine.


"Mau ku jemput?"


"Tidak perlu, Mas Han. Aku bisa ke sana sendiri." tolak Nadine halus.


"Kau sudah mendapat pekerjaan baru?" tanya Han penuh hati-hati.


"Sial, orang ini sengaja sekali membahas pekerjaan? Dia ingin mengataiku pengangguran?!" gerutu Nadine dalam hati.


"Aku ... masih berusaha mencari." jawab Nadine malas.


"Tidak perlu, Mas Han. Terima kasih. Aku akan mengurusnya sendiri." tolak Nadine.


Han hanya bisa tersenyum kecut menanggapi penolakan-penolakan yang terus ia terima. Pria itu menutup sambungan telepon dengan wajah murung nelangsa.


Han berguling-guling di lantai dengan wajah masam hingga tak sengaja terinjak oleh Katrina.


"Aww!" pekik Han sembari memegangi punggung tangannya yang dilindas oleh kaki Katrina.


"Maaf, kupikir ini pijakan kaki." ujar Katrina dengan tampang tak berdosa.


"Hei, bocah! Apa matamu juling?! Kau tidak lihat ada manusia tampan terbaring di sini?" omel Han melampiaskan kekesalannya pada Katrina.


"Ada sofa dan kasur menganggur. Siapa suruh berbaring di lantai?" sinis Katrina tak peduli.


"Kau ini! Bukannya minta maaf dengan benar! Kau pikir kau bisa berlagak sebagai nona muda di sini?!" omel Han lagi sembari menoyor kepala Katrina berkali-kali.


"Siapa kau berani menyentuh kepalaku?" pekik Katrina kesal.


Gadis muda itu membalas Han dengan menjambak rambut rapi milik asisten Ron itu.


"Menyentuh kepala orang tua itu sangat tidak sopan, kau tahu?!"


Han ikut membalas dengan menarik lembut rambut panjang Katrina.


Kedua orang itu pun terlibat cekcok kecil dan saling jambak untuk melampiaskan kekesalan masing-masing.


"Dasar Ron gila! Memangnya dia siapa?! Aku seorang Nona Muda! Bagaimana bisa dia memenjarakanku di sini bersama asisten payah sepertimu?!" gerutu Katrina masih dengan tangan menjambaki rambut Han.


"Memangnya kenapa? Aku tidak tampan? Aku terlihat miskin? Aku tidak menarik, karena itu Nadine selalu menolakku? Apa wajahku sejelek itu?!" gerutu Han meracau tak jelas mengenai Nadine.


Rumah kecil tempat Ron mengurung Katrina mendadak diramaikan oleh pertikaian kecil antara Nona Tawanan dengan sang penjaga.


***


Bersambung...


...Hola semua lama tak jumpa,...


...sekalian nunggu PDF jadi, author bakal up dikit-dikit di sini sampai semua bab baru Ron selesai dikerjakan. Mohon maaf agak lama pengerjaannya, authornya ngurus tiga novel sama satu komik di tiga pf jadi agak keteteran 🤣...


......Untuk bab baru ada sekitar 40 bab yang bakal author masukin ke versi PDF. Author masih mempertimbangkan mau dibikin pdf apa mau dipost semua disini aja 🤣......


......Mohon ditunggu, cerita Dear, My Ron masih akan berlanjut hingga akhir kisah 🥰......