
❃❃✧༺♥༻✧❃❃
POV AUTHOR.....
Tidak adanya Jihan di rumah membuat Aditya seolah memiliki kesempatan untuk bisa melakukan apapun yang dia inginkan, terlebih lagi untuk melakukan niatnya untuk mengambil hati Ara
anaknya sendiri yang kini terlihat sangat takut kepadanya.
Namun dia sangat bingung untuk memulainya dari mana karena dia tidak tahu keberadaan Ara sekarang, apakah mungkin di kediaman Devan Mahendra atau malah berada di kediaman Pak Abraham.
Di manapun dia berada Aditya harus tetap berusaha mencarinya dan segera mengambil hati anaknya itu sebelum istrinya kembali. Jika sampai istrinya kembali dan dia belum berhasil semuanya pasti akan semakin susah.
"Aku harus memulainya sekarang juga," gumamnya.
Mobilnya perlahan berjalan meninggalkan rumah kediaman Pratama untuk menuju ke tempat di mana dia yakin akan menemukan anaknya tersebut.
Pamitnya untuk berangkat kerja pada kedua mertuanya tapi kenyataannya dia memiliki niat lain saat kepergiannya sekarang ini, tapi meski seperti itu tingkah perilaku Aditya sama sekali belum disadari oleh semuanya termasuk Jihan sendiri.
Bagaimana mungkin Jihan akan menyadari perbuatan suaminya kalau dia sendiri saja tengah fokus pada Vino. Bagaimana caranya supaya Vino tidak mengatakan hubungan mereka kepada Aditya hingga membuat Jihan menuruti apa yang Vino mau itulah yang terjadi sekarang.
Dengan penuh keyakinan Aditya sangat percaya kalau dia akan mampu mengambil hati anaknya, dan setelah itu bukan hanya anaknya yang akan bisa dia miliki tetapi juga ibunya. Pikir Aditya yang begitu percaya diri.
Mobil melaju semakin cepat setelah sampai di jalan raya. Aditya sudah sangat tidak sabar untuk bisa menemui anaknya bahkan dia juga terus tersenyum membayangkan dia akan bisa memeluk dan mencium anaknya.
Dia begitu menunggu kehadiran buah hati dari Jihan dan ternyata buah hatinya tidak mau dirawat hingga dia meninggal, tetapi ternyata Aditya sudah mempunyai seorang buah hati dari perempuan lain yang dulu adalah istrinya dan sekarang hanya menjadi mantan namun kembali ingin dia miliki lagi.
"Ada toko mainan, akku akan membelikan mainan untuknya dia pasti akan senang."
Aditya menghentikan mobil ketika melihat ada toko mainan. Dengan cara dia memberikan mainan kepada anaknya pasti dia akan mudah luluh dan rasa takutnya akan hilang hingga berganti dengan keakraban yang sangat Aditya diinginkan.
Boneka barbie yang begitu lengkap Aditya belikan untuk Ara, kebanyakan anak perempuan memang menyukai boneka seperti itu kan itu sebabnya Aditya membelikan boneka untuk Ara.
"Ara pasti akan sangat senang," Aditya keluar dari toko setelah apa yang dia beli sudah ada di tangan. Aditya sudah sangat tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ara dan melihat bagaimana wajahnya yang begitu bahagia.
Kembali mobilnya berjalan menuju ke rumah Devan yang ada di percayai bahwa dia bisa menemukan anaknya di sana. Meski dia sangat yakin itu tidak akan mudah untuk bisa bertemu dengannya tetapi Aditya sangat percaya kalau dia bisa bertemu.
"Aku akan ambil hatimu, Ara. Dan setelah itu kamu dan bunda_mu akan kembali kepada ayah," gumamnya.
Bukan hanya berhenti di toko permainan saja tetapi Aditya juga menyempatkan untuk berhenti di toko bunga. Dengan sengaja dia membeli buket bunga yang akan dia berikan kepada Nayla mantan istrinya yang masih dia cintai.
Buket bunga mawar merah pertanda cinta Aditya kepada Nayla sangatlah besar. Dia harus bisa berjuang untuk mendapatkan maaf Dari Nayla supaya bisa mengambil hatinya dan kembali memiliki, tekatnya memang sangat besar.
Komplit sudah apa yang akan menjadi bagian dari rencananya. Bunga untuk Nayla dan juga boneka untuk Ara kurang apa lagi? Aditya masih berpikir sebelum kembali menjalankan mobilnya.
"Hem, makanan kesukaan Nayla," gumamnya.
Setelah mengatakan hal itu Aditya seketika kembali menjalankan mobilnya untuk membeli makanan kesukaan Nayla. Dengan memberikan apapun yang Nayla suka pastilah hatinya akan kembali luluh dan akan segera menerimanya kembali.
Menaklukan para wanita adalah kegemaran dan juga keahlian Aditya bagaimana mungkin dia tidak akan bisa melakukan itu hanya kepada mantan istrinya yang dulu sangat mencintainya. Pastilah cinta itu masih ada kan?
Semua benar-benar Aditya sediakan untuk bisa mendapatkan hati Nayla dan juga anaknya kembali. Boneka, buket bunga dan juga makanan kesukaan Nayla juga makanan kesukaan anak kecil sudah Aditya beli dan sekarang ada di dalam mobilnya semakin kepercayaan dirinya semakin bertambah besar karena dia sangat yakin.
"Aku datang, Nay, Ara..." mobil kembali berjalan.
Tidak lama di perjalanan akhirnya Aditya sampai juga di depan rumah Devan yang begitu sangat besar dan juga sangat mewah. Pintu gerbang tertutup rapat ada dua penjaga yang ada di dalamnya, bahkan ada beberapa penjaga lain di beberapa titik di depan rumahnya.
"Hem, ini tidak akan mudah," gumam Aditya.
Meski Aditya sangat yakin bahwa itu tidak akan mudah namun tetap saja dia percaya dan tetap melakukannya.
Aditya keluar dari mobilnya dengan membawa semua yang sudah dia beli yang ingin dia berikan kepada Nayla juga Ara.
"Permisi," sapa Aditya.
Kedua penjaga yang ada di belakang pintu gerbang langsung menghampiri Aditya. Namun bukan berarti mereka langsung membukakan pintu untuk Aditya.
"Ya, Anda siapa dan ada perlu apa anda ke sini?"
Terlihat begitu sangat menakutkan kedua penjaga itu meski hanya dari suaranya saja apalagi ketika bertambah melihat wajahnya yang sangat tegas dan menakutkan.
"Saya ingin bertemu dengan Nayla dan juga Ara apakah mereka berdua ada?" tanpa basa-basi lagi Aditya langsung menanyakan Ara dan juga Nayla. Tidak menanyakan pemilik asli rumah itu ada dan tidaknya Tetapi malah menanyakan orang lain.
"Maaf, jika anda mencari mereka berdua anda salah alamat karena mereka tidak di sini sekarang."
Suara penjaga sangat meyakinkan tetapi Aditya merasa tidak percaya kalau mereka berdua tidak ada di sana. Bagaimana mungkin? Mereka berdua selalu bersama Devan dan bisa dipastikan mereka berdua juga tinggal bersama dengan Devan di rumah ini.
"Hem, anda pasti bohong. Bukakan pintunya dan biarkan saya bertemu dengan anak saya," Aditya tetap tak percaya.
"Anak? Hahaha!" kedua menjaga itu malah tertawa menggelegar karena perkataan dari Aditya barusan. Bagaimana mungkin ada laki-laki yang begitu percaya diri yang mengakui istri dan anak orang lain menjadi istri dan anaknya sendiri.
Sebenarnya mereka sudah tahu kalau Ara bukanlah anak kandung dari Devan dan kemungkinan besar anak dari pria yang ada di hadapan mereka sekarang, tetapi mereka tidak akan mungkin membiarkan Ara karena sekarang Ara sudah menjadi anak dari majikannya.
"Kenapa kalian tertawa, apakah kalian tidak percaya?" tanya Aditya.
"Tidak, hahaha!" tawa mereka semakin menggelegar.
Hal itu tentu membuat Aditya semakin kesal karena niatnya tidak akan mudah dia dapatkan. Dia tidak akan mudah bertemu dengan Nayla apalagi dengan Ara.
◎◎✧༺♥༻✧◎◎
Bersambung.....