
❃❃✧༺♥༻✧❃❃
POV AUTHOR....
Hati yang sudah terbutakan oleh kebencian yang sangat besar membuat Aditya mendatangi rumah Nayla yang dulu menjadi tempat dirinya dan Nayla sempat membina rumah tangga bersama.
Tak ada lagi rasa cinta yang tersisa di dalam hati melainkan hanya sebuah kebencian yang begitu besar yang begitu mendarah daging hingga dia datang juga dengan tujuan yang tidak benar.
Kesalahan yang sebenarnya bukan kesalahan Nayla tetapi dia limpahkan kepada mantan istrinya tersebut, dia tetap menyalahkan bahwa apa yang terjadi kepada Jihan adalah kesalahan dari Nayla. Seandainya saja dia tidak bertemu dengan Nayla pastilah dia tidak akan pernah memikirkan Nayla dan semua tidak akan pernah terjadi.
Mobil hitam yang begitu mewah terparkir di halaman rumah yang begitu sepi namun tetap, pintu dalam keadaan terbuka. Jelas Aditya sangat yakin kalau Nayla ada di rumah saat ini.
Langkah kaki begitu cepat dengan mata menatap tajam dan tidak bersahabat sama sekali, sepertinya Aditya benar-benar telah dibutakan oleh kebencian dan tidak bisa melihat kebenaran bahkan tidak bisa melihat seberapa besar kesalahannya sendiri.
Semua kesalahan dan yang terjadi benar-benar telah dia tumpahkan kepada Nayla yang tidak tahu apa-apa bahkan Nayla yang telah tersiksa karena ulahnya kini harus menanggung beban kebencian darinya juga. Benar-benar laki-laki yang tidak memiliki hati yang baik.
"Aku tidak akan pernah menerima ini, Nay. Kamu telah menghancurkan kebahagiaan ku. Kamu hancurkan kerja keras yang selama ini aku usahakan."
Tidak ada kata salam atau menyapa tuan rumah terlebih dahulu ketika masuk tetapi Aditya langsung nyelonong masuk begitu saja bahkan sekedar mengetuk pintu pun juga tidak.
Kaki terus masuk, mencari keberadaan Nayla yang dia yakini ada di rumah. Tidak peduli apa yang akan dikatakan oleh Nayla yang ada di pikiran Aditya saat ini adalah untuk bertemu dengan Nayla.
"Nay, Nay!" suaranya terdengar melengking begitu tinggi sangat yakin jika ada orang yang ada di belakang rumah pasti dia juga akan mendengar suara dari Aditya.
Aditya semakin kesal karena tidak ada yang kunjung datang bahkan menjawab panggilannya saja tidak. Apakah mungkin Nayla tidak ada di rumah, tapi itu tidak mungkin kan?
Tak peduli tidak mendapatkan jawaban dalam bentuk kata apapun tetap Aditya melangkah tanpa rasa takut dan memeriksa satu persatu semua ruangan yang ada.
Amarah semakin membesar ketika dia tak kunjung menemukan penghuni rumah itu terutama Nayla. Aditya berdiri dengan menatap ke segala penjuru dengan mata tajam, kedua tangan berkacak pinggang juga pikiran yang terus berkelana memikirkan kira-kira di mana keberadaan Nayla. apakah mungkin dia sedang pergi ke warung?
"Kamu benar-benar sangat keterlaluan, Nay," begitu pula Aditya yang tidak bisa mengaca pada kesalahannya sendiri dan lebih menyalahkan orang lain tanpa mau introspeksi lebih dulu.
"Hey! siapa kamu!" bukan Nayla yang datang melainkan Mika sang sahabat yang sudah beberapa hari menginap di sana karena dia pikir Nayla akan pulang.
Seketika Aditya menoleh ke arah Mika dan keduanya terlihat sama-sama terkejut.
Mika terlihat begitu marah saat melihat Aditya yang ternyata telah datang setelah sekian lama Nayla menunggu, tetapi sayangnya dia telah datang setelah memberikan status baru untuk Nayla, status janda.
"Kamu! masih ingat untuk pulang juga ternyata. Saya pikir sudah tersesat dan tidak akan pernah bisa menemukan jalan untuk pulang hingga kamu tidak pernah pulang. Lalu? untuk apa sekarang kamu kembali, untuk menyakiti Nayla, untuk menghancurkan kebahagiaannya?"
"Sekiranya kamu kembali hanya membawa luka lagi di hati Nayla maka saya tidak akan pernah membiarkan kamu untuk melakukan itu. Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah bermimpi untuk bisa kembali."
Dalam hati Mika dan dalam semua perjalanan kehidupannya, Nayla bukan hanya seperti sahabat saja tetapi sudah seperti keluarga sendiri, jadi jika ada orang yang membuat Nayla kecewa maka dia juga akan ikut membencinya dan rasa itu akan datang secara otomatis.
"Sudah bicaranya, sudah puas sekarang? Apakah boleh saya bicara sekarang?"
Bukan hanya Mika saja yang terlihat sangat marah tetapi Aditya pun juga sama dia benar-benar sangat marah karena pertemuan itu.
◎◎✧༺♥༻✧◎◎
Bersambung....