Pelita Hati Bunda

Pelita Hati Bunda
Kepanikan Aditya



❃❃✧༺♥༻✧❃❃


Benar-benar tak ada yang tau kalau Ara sedang bertemu dengan Aditya. Bahkan sampai sekarang Aditya dan Ara makan jajanan bersama, lebih tepatnya Aditya menyuapi Ara dengan semua makanan itu, Ara pun juga terlihat sangat lahap juga sangat senang.


Begitu banyak yang Ara ceritakan pada Aditya, tentang semua yang sudah dia alami sampai sekarang ini, tapi Ara sama sekali tidak menyinggung akan hubungan Nayla juga Devan. begini juga dengan Aditya yang tidak bertanya karena tidak mau merusak momen kebersamaan mereka.


Lagian Aditya juga yakin kalau Nayla juga Devan hanya berpura-pura saja memiliki hubungan dan dengan itu tak perlu dia tanyakan lagi pada Ara. Dia terus tersenyum karena sangat yakin akan bisa mengambil hati Ara dan juga Nayla dalam waktu yang singkat.


"Ayah, besok ayah akan datang lagi kan?" tanya Ara.


"Tentu, tentu ayah akan datang lagi dan datang terus untuk Ara. Apakah Ara senang sekarang?"


Ara mengangguk cepat dan langsung menerima suapan lagi dari Aditya.


Begitu lahapnya Ara saat makan sekarang ini. Bahkan semua juga hampir habis.


"Hem, Ara pinter sekali makannya sangat lahap pasti Ara akan cepat besar," di cubitnya pipi Ara dengan sangat gemas.


Dengan Ara Aditya benar-benar lupa dengan semua urusan dunianya bahkan dia lupa akan meeting yang seharusnya akan dia lakukan. Bahkan berkali-kali ada yang menghubungi tapi Aditya tidak menanggapinya, pasti itu adalah asisten atau sekertaris_nya si Winda.


"Ayah, dari tadi ponsel ayah berbunyi loh apa tidak di angkat dulu siapa tau itu penting," Ara berkata ketika mendengar suara ponsel Aditya lagi. Entah sudah yang keberapa kalinya ponsel itu berdering namun Aditya terus menghiraukannya.


"Nanti saja ayah bukanya. Bukan hal yang penting kok, kali ini Ay lagi mau bersama Ara sampai Ara masuk."


Semakin senang Ara saat ini, merasa sangat di perhatikan dan sangat di sayang oleh Aditya.


"Terima kasih ya Ayah. Ayah mau menemani Ara bahkan mau menyuapi Ara makan."


Aditya lebih bahagia saat ini sama mungkin lebih dari Ara, tapi jelas itu hanya singkat saja karena jika Aditya sudah kembali dengan pekerjaannya dia akan lupa karena akan kembali sibuk dengan egonya akan harta.


Kembali Aditya menyuapi Ara dan itu adalah suapan yang terakhir. Di saat suapan terakhir itu juga lonceng berbunyi dan membuat Ar. terkejut, dia seketika menoleh dan memastikan.


"Ayah, loncengnya sudah berbunyi," Ara begitu buru-buru mengunyah, dia juga terlibat buru-buru untuk kembali ke kelasnya.


Sangat malas rasanya untuk kembali ke kelas, Ara masih sangat ingin bersama dengan Aditya.


"Ya sudah, sekarang Ara ke kelas dan belajar yang benar. Besok ayah pasti akan datang lagi untuk Ara."


"Tapi, Yah?" Ara sangat malas untuk kembali.


"Ara sayang, Ara harus tetap masuk dan belajar yang baik. Ara harus bisa pintar dan menjadi anak kebanggaan Ayah dan bunda."


Dengan lembut Aditya berbicara dan Ara yang malas karena masih merindukan Aditya itu akhirnya mau untuk ke kelas.


Aditya hanya tidak ingin kedatangannya di sadari oleh para guru atau mungkin dari orang yang khusus untuk di minta menunggu Ara namun dia ada di luar area sekolah.


"Baiklah," akhirnya Ara menurut pada Aditya. Memberikan pelukan hangat untuk perpisahan mereka berdua.


◎◎✧༺♥༻✧◎◎


Seperti kemarin dan hari ini Aditya kembali datang ke sekolah Ara. Melakukan hal yang sana seperti kemarin dan sekarang pun tak ada yang tau seperti kemarin.


Jelas Aditya sangat bahagia karena merasa sangat leluasa untuk bisa bertemu dengan Ara. Perlahan dia akan mendekati Ara, mengambil hatinya dan akhirnya dia bisa mendapatkannya.


Sama seperti kemarin Ara mendapatkan perhatian dan sekarang pun juga sama, dia juga di suapi dengan jajanan yang di beli dari depan sekolahan.


Uhuk uhuk uhuk....


Di suapan terakhir Ara tersedak dan seketika wajah Ara terlihat pulau dan semakin pucat. Aditya mulai panik, dia segera memberikan minum untuk Ara dan juga mengusap-usap punggungnya.


"Sayang, hati-hati." Aditya begitu panik dan juga khawatir, dia sangat bingung apa yang harus dia lakukan untuk menghentikan batuk Ara yang tak kunjung berhenti juga.


"Bagaimana ini, Ara sayang, kamu tidak apa-apa kan? Ara?"


Ara tak mampu menjawab dia terus batuk dan terlihat pucat dan terlihat kesakitan.


Dan ketika itu ada guru yang tidak sengaja melintas dan jelas tau akan keberadaan Aditya, orang asing yang bersama Ara.


Bagaimana bisa Aditya masuk ke area sekolahan, bahkan semua pengasuh atau orang tua semua menunggu di luar, lalu?


"Astaghfirullah hal adzim, Ara!!" guru perempuan itu terlihat sangat panik juga melihat keadaan Ara yang terlihat semakin kesakitan.


Apakah mungkin dia keracunan?


Aditya sangat takut, dia tidak tau apa-apa dan dia juga tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Maaf, siapa anda!? kenapa Anda bisa masuk ke sini?" guru uty terlihat marah.


Semua tak ada yang di perbolehkan masuk karena semua guru-guru menginginkan anak didik mereka benar-benar bisa lebih mandiri dan juga percaya diri, lalu bagaimana Aditya bisa masuk, lewat mana?


"Sa_saya..." Aditya terlihat sangat gugup untuk menjawab. Namun dia juga sangat ingin mengatakan kalau dia adalah ayah kandung dari Ara. Tapi belum juga itu terjadi Ara tiba-tiba tak sadarkan diri dia pingsan di dekapan sang guru.


"Ara, Ara sayang!" guru itu semakin panik begitu juga dengan Aditya.


"Ara, Ara!" Aditya juga berusaha untuk membangunkan Ara namun dia tidak berhasil karena Ara tetap tidak bisa membuka mata saat ini. Dia benar-benar pingsan, entah karena tersedak makanan saja atau dia keracunan makanan yang Aditya beli.


"Hey, anda mau bawa Ara kemana!" pekik bu guru itu karena Aditya tiba-tiba mengangkat tubuh Ara.


Dengan cepat dokter mengejar Aditya tak akan dia biarkan dia membawa Ara dan dia tidak tau kemana tujuannya.


"Hey!" teriaknya.


Aditya keluar dari area sekolah dan saat itu juga baru Sus Neni tau akan apa yang terjadi.


"Non Ara!" pekik Sus Neni dia juga langsung berlari untuk mengejar dia juga sangat khawatir karena melihat Ara yang tidak sadarkan diri.


Aditya membawa Ara ke mobil, dia masukan di belakang dan dia bergegas untuk pergi membawa Ara. Tak pernah Aditya pikir lebih dulu apa yang akan terjadi setelahnya, dia akan tetap membawa Ara pergi ke rumah sakit.


Karena mobil Aditya sudah berjalan Sus Neni langsung memanggil sopir dan mereka mengejar Aditya yang pergi membawa Ara.


◎◎✧༺♥༻✧◎◎


Bersambung...