
❃❃✧༺♥༻✧❃❃
POV AUTOR
Kedua mempelai terlihat sangat gugup di tempat yang masih berbeda, Devan berada di tempat acara akad akan berlangsung sementara Nayla masih berada di dalam kamar yang menjadi tempat dia di rias tadi.
Meskipun bukan pernikahan pertama kali bagi Nayla tetapi rasa gugup ini melebihi di saat dia akan menikah dengan Aditya dulu, rasanya sungguh sangat berbeda jauh. Apalagi dengan Devan yang baru akan menikah sekali ini?
Devan terlihat sangat gugup terlihat dari aura wajahnya juga tangannya yang terus bergerak di bawah meja yang berada di tengah-tengah antara dirinya, penghulu dan juga para saksi.
Devan terlihat sangat berbeda dari hari-hari biasanya yang selalu memakai jas dan juga kemeja tetapi kali ini dia memakai beskap berwarna putih juga blangkon, terdapat keris yang berada di belakang punggungnya juga rangkaian bunga melati yang menjadi kalung. Meski seperti itu tetapi tidak mengurangi ketampanan dari seorang Devan Mahendra.
Tidak banyak tamu undangan yang datang karena Devan hanya benar-benar mengundang yang keluarga inti saja tidak ada orang luar. Bahkan pernikahan ini begitu tertutup dari khalayak awam.
Hanya para keluarga inti dan juga para pengawal dan penjaga yang ada di rumahnya saja, tidak ada yang lain. Bahkan sahabat Nayla sendiri si Mika saja tidak diundang oleh Devan.
Sebenarnya Nayla sangat menginginkan kedatangan dari Mika dan dia juga terus meminta kepada Devan tapi sama sekali tidak digubris olehnya. Karena Devan tetap menganggap bahwa Mika adalah orang luar.
Hingga akhirnya Nayla hanya bisa pasrah karena tidak bisa melawan apa yang menjadi kehendak Devan.
Meski hanya orang sedikit yang datang tapi tetap saja ruangan itu disulap seperti istana yang begitu megah. Devan ingin pernikahannya benar-benar sesuai yang dia inginkan dan akan bisa selalu dikenang sepanjang hidupnya.
Bahkan itu adalah mimpi dari Devan bahwa ketika dia menikah dia ingin dekorasinya seperti istana dengan nuansa keemasan dan juga bunga-bunga yang begitu warna-warni yang seolah mengharumkan ruangan itu meski tidak dengan parfum sama sekali.
Harapan Devan adalah rumah tangga yang diawali dengan pernikahan ini akan selalu mekar dan indah juga selalu harum di setiap saat.
Meski Devan menikahi seorang janda tetapi itu sangat tidak bermasalah olehnya, asalkan dia bahagia dan merasa nyaman pada wanita itu kenapa tidak.
"Bisa kita mulai?" tanya penghulu.
"Hem," Devan mengangguk dan langsung menaikan tangannya ke atas meja untuk menyambut tangan penghulu yang terulur kepadanya.
"Sudah siap tuan Devan?" tanya penghulu lagi untuk memastikan.
Devan hanya mengangguk sekarang, dia sangat gugup luar biasa. Jantungnya terus berdetak tak karuan dengan perasaan yang sangat gelisah.
Apakah ini perasaan yang akan di rasakan oleh semua pengantin?
Ikrar ijab qobul mulai di tuntun oleh penghulu, dengan perlahan, jelas dan juga penuh kesabaran namun hal itu membuat perasaan Devan semakin tidak karuan.
Matanya terus memandang ke arah penghulu yang masih berbicara. Seakan darah Devan mengalir dengan panas hingga menguap ke ubun-ubun tetapi bukan karena marah.
Kuku-kuku dari semua jari terasa begitu aneh seolah tersengat-sengat listrik dengan aliran yang sangat kuat hingga terasa sampai ke jantungnya, ini benar-benar sangat luar biasa.
"Saya..." saking gugupnya dengan keadaan ini membuat Devan lupa akan apa yang dia katakan. Dia langsung diam dengan jantung yang berdetak semakin kuat.
"Tidak apa-apa, kita coba sekali lagi," kata penghulu.
"Tenangkan pikiran mu, Dev." bisik pak Abraham.
Bukan hanya Devan saja yang sangat gugup bahkan Pak Abraham dan juga Bu Susan terlebih lagi. Apalagi saat pertama kali mengucapkan Devan lupa tentu hal itu membuat semuanya ikut berdebar-debar.
Sekali lagi penghulu mengawali ikrar yang harus Devan katakan lagi. Sekali gagal tak masalah, dua kali masih bisa ada kesempatan tapi kalau udah tiga kali maka pernikahan akan gagal untuk hari ini.
Kembali penghulu menghentakkan tangan Devan yang menyatu dengan tangannya, kali ini Devan harus berusaha untuk ingat dan bisa.
Padahal dia sudah terus menghafalnya tadi, bahkan semalam juga iya tapi kenapa sekarang jadi lupa? Sungguh aneh tapi nyata.
"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Ariane Binti Mahmud dengan seperangkat alat sholat dan mahar tersebut dibayar, Tunai!"
Akhirnya Devan bisa bernafas lega sehingga begitu panjang setelah berhasil mengikrarkan Ijab kabulnya untuk Nayla. Bahkan rasanya sangat lega hingga jantungnya tidak berdetak begitu cepat seperti tadi.
"Alhamdulillah!" seru semua tamu yang datang beserta orang tua dan juga para pekerja di rumahnya.
Senyum juga terpancar dari semua orang setelah Devan berhasil mengucapkan ikrar sudah pernikahan setelah yang kedua kalinya.
Doa juga langsung dipanjatkan oleh penghulu untuk kedua mempelai yang baru saja mengubah statusnya menjadi suami istri yang awalnya hanya atasan dan bawahan.
"Selamat ya, Dev. Ingat, jadilah suami yang baik dan bina rumah tanggamu dengan baik pula supaya bisa langgeng terus seperti mama dan papa."
Pelukan hangat pak Abraham berikan kepada anak semata wayangnya itu. Terlepas dari Nayla yang seorang janda beranak satu tetapi hatinya sangat baik dan juga tulus, dia juga pekerja keras dan dapat diandalkan dalam berbagai pekerjaan apapun.
"Terima kasih, Pa." Devan pun membalas pelukan dari Pak Abraham. Dia pikir setelah Pak Abraham tahu tentang jati diri Nayla dia akan menentang hubungan mereka tetapi kenyataannya dia merestui bahkan dia juga sangat menyayangi Ara sama seperti dirinya.
Ternyata anak kecil itu memilih aura yang sangat kuat hingga membuat siapapun yang dekat kepadanya langsung melimpah kasih sayang yang sangat besar. Hanya satu saja orang yang terlihat tidak begitu menyayanginya siapa lagi kalau bukan Aditya ayah kandungnya sendiri.
Meski bukan anak atau cucu kandung dari keluarga mereka tetapi mereka tetap menyayangi Ara begitu besar. Bahkan mereka selalu melakukan dan memberikan apapun yang membuat Ara lalu bahagia.
Semoga saja kasih sayang mereka tidak pernah luntur dan akan selalu besar seperti sekarang ini, meski suatu saat mereka akan memiliki anak dan cucu kandung yang sebentar lagi juga akan lahir.
-------Normal------
◎◎✧༺♥༻✧◎◎
Bersambung...