I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
99. Alexa Mulai Sadar



Alexa Mulai Sadar


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Selama Brian tidak pergi ke kantor, perusahaan di pegang kembali oleh papi Louis.


Papi Louis merasakan perubahan yang sangat meningkat di perusahaan selama putra semata wayangnya di percaya memegang kendali Crop company Grup, ia bangga memiliki putra seperti Brian, bisa memegang dua perusahaan terbesar sekaligus yang sama-sama cukup bonefit. dan berjalan dengan sangat baik. meski berada di luar negeri Brian bisa menjalankan dengan memiliki para asisten yang cukup jenius seperti Brian.


"Dante .. apa ada lagi yang perlu di tanda tangani" papi Louis menandatangani berkas terakhir dan menyerahkan kembali kepada asisten putranya itu yang sudah di anggap keluarga seperti Jonathan.


"Tidak tuan, satu jam lagi ada meeting dengan DMJ Group" Dante menerima berkas yang sudah di tanda tangani oleh papi Louis.


Selama di kantor Dante memanggil papi Louis Tuan karena ia menghargai karyawan yang lain.


papi Louis tersenyum DMJ Group berarti perusahaan besannya itu sekaligus sahabatnya juga.


"Baiklah"


***


Tuan Guang mi yang masih di luar negeri mendapatkan kabar dari anak buah nya mengenai putri tunggal itu menghilang ia sangat murka mendengar putrinya menghilang dan dengan segera ia pulang ke Indonesia.


Brian menghapus jejak Nadya agar tidak bisa di temukan oleh siapapun termasuk tuan Guang. dengan bantuan Leo dan menghapus Video yang sempat viral itu dengan mengganti Video panas Nadya dengan beberapa pria. ya itulah pembalasannya akibat berurusan dengan Brian.


Para anak buahnya mencari kesemua penjuru, dan kota - kota di Indonesia ini. hingga bantuan detektif namun masih belum menemukan keberadaan Nadya. hanya Brian yang tahu.


***


Setelah menyelesaikan mandi dan makan nya Brian kembali menemani istrinya, ia memegang tangannya dan sesekali menciumi tangannya.


"Sayang.. bangun lah apa kamu tidak merindukan ku" ucap Brian dengan suara serak menahan air matanya.


mami Myta dan mom lili melihat Brian menangis merasa terhenyu ia baru pertama kali melihat Brian menangis.


"Jangan siksa aku seperti ini sayang, aku lebih suka jika kamu mengomel memarahi ku"


"Sayang tenang, Alexa pasti akan sadar kita berdoa saja iya"


"Tidak mih, sampai kapan Alexa akan seperti ini? Brian tidak berguna sebagai seorang suami mih"


"Sayang jangan bilang seperti itu, ini sudah suratan takdir, kita bersabar saja dan jangan lupa untuk selalu berdoa" bujuk mami Myta.


Brian menundukkan kepalanya di samping Alexa ia menangis seraya mengguncang tangan Alexa untuk bangun namun tetap saja Alexa masih betah dalam tidur tenang nya.


Brian berasa separuh hidupnya menghilang ia begitu terpukul atas kejadian ini, ia menyesal telah melarang istrinya dan mengakibatkan seperti ini.


mom Lili ikut sedih melihat putri kesayangannya belum juga bangun.


Sayang bangun lah,mommy mohon bangun lah demi suami dan calon anak mu, apa kamu tidak kasian melihat suami mu menderita.


Mom lili menangis, Sashi yang berada di samping nya menenangkan nya dan memberikan selembar tisu kepada nya.


"Aunty jangan menangis, kak Alexa pasti akan sedih jika melihat aunty menangis, dan kak Bri juga jangan seperti ini, apa kalian tidak sedih melihat kak Alexa, ia pasti lebih jauh menderita jika melihat kalian seperti ini"


Anak ini sangat bijak sekali


Batin Jo melihat Sashi yang begitu dewasa dalam membujuk mom lili dan Brian.


Satu jam telah berlalu mereka akhirnya memutuskan untuk pulang dan tinggal Brian seorang diri.


*


*


*


Alexa merasa ada yang selalu memanggil namanya namun ntah siapa, dan ia juga melihat seorang anak kecil kembar menangis seraya menyebut nama mommy.


Mommy ...


Mommy...


Mommy...


Alexa yang masih binggung ia berada dimana hanya hamparan taman bunga dan rumput hijau yang mengelilingi nya ia di kejutkan dengan datangnya kakek Alexander.


"Alexa cucuku"


"Kakek" gumam Alexa ia masih belum percaya bisa bertemu kembali dengan kakeknya yang sudah lama tiada.


"Pulang lah sayang, tempat mu bukan disini" kakek Alexander memeluk tubuh Alexa.


"Tapi kek, disini Alexa merasa tenang, damai"


"Apa kamu tidak kasian pada mereka yang masih membutuhkan mu? pulang lah sayang, kembali lah dan kakek hanya meminta satu permintaan sebelum kamu kembali pada mereka jaga lah perusahaan itu agar tidak jatuh kepada orang yang salah"


"Apa maksud kakek? dan mereka itu siapa?"


"Kakek dimana! jangan tinggalkan lexa kek"


"Kakek"


"Kek ... kakek"


Alexa menoleh ia melihat cahaya yang sangat terang hingga menyilaukan matanya.


Bayangan yang tertutup cahaya itu memanggil nama Alexa kembali.


"Alexa sayang.."


"Sayang ...."


"Lexa sayangggg"


Alexa merasa pusing ia memegang kepala nya yang terasa berat dan berkunang-kunang membuatnya jatuh tak sadarkan diri.


Brian yang melihat Alexa merasa gelisah dan terus berkeringat membuat Brian khwatir.


"Sayang Alexa, kamu kenapa sayang" Brian menepuk pipi Alexa seraya mengusap wajah nya yang penuh dengan peluh keringat yang bercucuran.


"Sayang ... sayang ... sadar lah"


"Dokter ... tolong Dokter" teriak Brian memanggil Dokter.


"Dokter Tolong Dokter" teriak Brian seraya memencet tombol darurat di samping Alexa.


"Sayang tenang sayang, ku mohon tenang lah"


Alexa mulai gelisah dan tak butuh lama ia membuka matanya.


Brian yang melihat Alexa sadar ia memeluk tubuh Alexa "Sayang akhirnya kamu sadar, kamu kembali sayang" Brian melerai pelukan nya.


"Sayang apa ada yang sakit? dimana yang sakit sayang" namun Alexa masih diam ia belum bisa untuk berbicara.


Dokter Kim dan para team medis lainnya berlari menuju ruang kamar Alexa setelah mendengar lampu indikator bunyi dan menyala berwarna merah.


Para bodyguard yang melihat kedatangan dokter dan para perawat memasuki ruangan Alexa memberi ijin untuk masuk.


Rafael yang di tugaskan untuk menjadi kepala bodyguard itu penasaran apa yang terjadi ia memutuskan untuk ikut dan melihat dari sela pintu kamar yang tidak di tutup rapat. ia tidak salah lihat jika nona mudahnya sudah sadar dari koma nya.


Pria ini merogoh kantong celana dan mengambil handphone ia menghubungi Jonathan untuk memberikan kabar penting ini.


Setelah beberapa dering telepon tersambung.


"Hallo tuan Jo, Lapor ada kabar penting yang harus saya sampaikan"


"Iya Raf katakan, saya baru sampai di mansion, ada apa? kabar apa yang akan kamu sampaikan?"


"Lapor Itu tuan Jo, nona Alexa tuan"


"Ada apa dengan adikku Alexa?" Jo masih penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Rafael kepadanya.


"Nona Alexa sudah sadar tuan"


"Apa! Jangan bercanda kamu? apa kamu ingin aku pecat"


"Siap saya tidak sedang bercanda tuan"


Jonathan yang masih tidak percaya ia mematung. rasanya seperti mimpi mendapat kabar adik nya sudah sadar.


"Tuan hallo tuan"


"Tuan apa masih di situ"


Jo mengerjap dari lamunannya "Iya saya masih disini, baik terimakasih atas informasinya, saya akan segera kesana"


Sambungan telepon terputus.


Bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Author akan doubel update jika kalian memberikan like dan hadiah juga vote yang banyak 😀😀


Terimakasih sudah menyukai cerita ini


Salam santun 🤗 🤗