I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
204. Raya Melahirkan #2



Raya Melahirkan #2.


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Sayang! kau pura-pura lagi kan, jika sakit katakan dimana yang sakit", Dokter Kim bahkan berlutut di samping tempat tidur Raya, ia bisa melihat raut wajah istrinya yang sedang menahan kesakitan. Raya tergelak.


Raya merasa heran kepada suaminya, dia yang seorang Dokter kandungan bahkan bisa melupakan profesinya sebagai seorang Dokter.


Kim tidak henti-hentinya mendengar rintihan Raya di telinga nya. ia bahkan selalu berterik memaki rekan sesama Dokter.


"Kau ini dokter apa bukan, istriku kesakitan kenapa kalian hanya menonton saja, cepat lakukan tindakan", Teriak Dokter Kim. ingin rasanya Dokter Steven tertawa melihat Direktur Rumah Sakit. namun ia tidak berani membantah dan ia lagi- lagi menyuruh Suster Anna untuk mengecekanya.


"Dokter, istri anda baru pembukaan 6 saat ini, jadi anda harus sabar", kata Perawat Anna.


"Sayang, operasi saja iya, aku takut kamu kesakitan terus seperti ini", ucap Dokter Kim.


Ia mengelus perut Raya saat ia melihat istrinya lagi- lagi meringis menahan rasa sakit saat kontraksi dan ia mencengkram tangan suaminya dengan sangat kuat, bahkan Kim bisa merasakan cengkraman tangan Raya begitu kuat maka ia memutuskan untuk melakukan operasi saja.


Perasaan Raya begitu campur aduk saat ini, antara menahan sakit saat kontraksi dan ocehan suaminya yang dari awal.


"Papa bear, aku masih bisa menahannya, yang terpenting kau bisa kan jangan berisik, dari tadi kau mengoceh tidak jelas, membuat ku pusing",Keluh. Raya.


"Apa", Pekik Dokter Kim, "Apa perlu aku pijat kamu sayang, agar tidak sakit lagi",


Rasanya Raya ingin menangis hari ini bukan karena akan melahirkan, bukan pula karena menahan kontraksi tapi ia ingin menangis melihat suaminya yang seperti bukan Seorang Dokter. bahkan ia malah berlutut di lantai rumah sakit.


"Kemarilah papa bear", Raya menepuk kasur di samping nya untuk menyuruh Suaminya untuk duduk.


Kim bangkit, ia duduk di samping Istrinya itu, "Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Kim yang sudah duduk di samping Istrinya.


Raya menganggukkan kepalanya. "Jika kau ingin menemani ku melahirkan, bisa tidak kau diam tidak mengoceh terus", keluh Raya. "Jika papa bear tidak bisa ,lebih baik papa bear menemani Kimora dan biar mama saja yang menemaniku di sini",


"Tidak sayang, aku ingin menemani mu disini, dan ingin melihat anak kita lahir, dengan begitu anak kita saat lahir nanti, yang pertama kali ia melihat kedua orang tuanya",


Raya menangis karena tiba-tiba rasa kontraksi datang beberapa menit sekali frekuensi kontraksinya. "sayang kenapa menangis, apa kau senang ide ku tadi",


"Papa bear buka itu, aku menangis karena rasa kontraksinya begitu sering muncul",


"Sayang, tarik napas mu dan buang pelan- pelan ini akan mengurangi rasa sakit', kata Kim. dan Raya melakukan apa yang suaminya perintahkan dan ia juga mulai ingat dengan Senam hamil nya.


Kim bisa melihat dari balik dress Raya mengalir deras air bercampur warna merah itu. ia berteriak jika Air ketuban Raya sudah pecah. itu menandakan Istrinya akan segera melahirkan


"Maaf Dokter, saya akan periksa kembali Nyonya", Kata Perawat Anna.


Kim mengangguk ia tidak mau melepaskan tangan Raya dari nya. dulu saat Istrinya akan melahirkan Kimora ia tidak ada di sampingnya, maka dari itu Kim ingin menemani istrinya hari ini. ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya seperti Istrinya terdahulu.


"Dokter, Nyonya sudah pembukaan lengkap, dia akan melahirkan sekarang", seru perawat Anna.


Dokter Stefan dan Dokter Felix sebagai Dokter anak baru saja masuk ikut kedalam ruangan persalinan saat Raya akan melahirkan.


mereka sudah siap dengan tugas mereka masing-masing. dan kini Dokter Steven memberikan aba-aba kepada Raya untuk mengikuti perintahnya saat akan mengejan.


"Sayang, kamu pasti bisa, ini demi anak kita, putri kita yang sedang menunggu di luar", kata Kim memberikan semangat untuk Raya.


"Ayo Nyonya, anda bisa sekali lagi saya beri anda aba-aba mulai ngejan ok, Satu.. dua ..tiga..", kata Steven memberikan aba-aba. namun sepertinya Raya sudah tidak kuat untuk mengejan..


"Papa Bear, aku tidak kuat lagi untuk mengejan', lirih Raya dengan suara yang melemah.


Kim membisikan kata-kata cinta yang membuat Raya kembali memiliki semangat. dan Dokter Steven mengacungkan jempol dan ia memerintah perawatan Anna untuk membantu Raya.


"Ahhhh", Teriak Raya saat di bawah sana merasakan dorongan dari dalam sangat kuat. ia mencengkram dan menjambak rambut Kim.


Dokter Kim mempedulikannya ia masih membisikan kata-kata cinta untuk Istrinya. dan tidak butuh lama terdengar suara bayi yang melengking dan menggema di ruangan bersalin.


"oewk... oewk...",


"Wah cantik sekali putri anda Dokter, selamat Nyonya anda melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik seperti anda", kata Dokter Felix yang kini sedang menggendong bayi perempuan yang baru saja lahir. dan ia dengan segera membersihkan badan bayi itu dari sisa darah yang masih melekat pada tubuh mungilnya.


Dokter Steven dan perawat Anna merasa lega, ia tidak akan mendengar lagi drama Dokter Kim.


🍃🍃🍃


"Omah mba Lala, apa itu suala adik bayi", ucap Kimora saat ia mendengar tangisan bayi dari dalam ruangan.


"Iya sayang, sepertinya mama Raya sudah melahirkan", kata Mama Kim.


Kimora begitu kegirangan mengetahui adiknya sudah lahir, Lala bis melihat Kimora begitu senang karena adiknya sudah lahir kedua, adik yang ia inginkan, akhirnya ia bisa merasakan sebagai seorang kakak seperti teman-teman nya di sekolah, dan ia tidak akan pernah di ejek lagi jika ia sudah mempunyai mama yang baik dan adik bayi.


"Hole..adik bayi sudah lahil", ucap Kimora yang begitu excited banget.


"Sudah sayang, jangan terlalu bersemangat untuk senangnya, ingat Kesehatan Kimora", seru Lala meningkatkan kembali kepada Kimora.


Seketika senyuman yang tadinya mereka kini redup kembali.


"Adik bayi pasti akan kecewa mempunyai kakak yang penyakitan sepelti Kimola", Kimora Sendu.


Lala menepuk jidatnya ia sudah salah berucap sehingga membuat gadis 5 tahun ini tidak memiliki semangat yang tadi sudah sangat excited sekali saat mengetahui adik bayinya sudah lahir.


"Tidak sayang adik bayi akan bangga dengan kakak nya yang sudah mau berjuang untuk sembuh selama ini dan menemani adiknya yang baru lahir hingga tumbuh besar nanti", kata Lala memberikan pengertian dan semangat untuk anak yang ia asuh.


Lala memeluk tubuh Kimora sedang mama Kim hanya bisa menahan agar tidak menangis melihat Kimora bersedih saat ia mengingat akan penyakitnya.


"Banalkah itu mba",


Lala menganggukan kepalanya. "Baik, Kimola akan berjuang untuk adik Bayi',


"Oma", panggil Kimora, " Apa adik bayi akan cantik seperti ku dan mama", Tanya Kimora pada Oma.


"Itu pasti sayang, Oma akan mendapatkan bidadari yang cantik lagi" kata mama Kim. mereka memang sudah mengetahui jenis kelamin bayi yang di kandung Raya. ia memeluk cucu kesayangan nya itu kedalam pelukannya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, hadiahnya 🤗😘🥰