I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
123. Tangisnya Pecah



Tangisnya Pecah


Maaf jika masih ada kata yang typo 🙏🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Brian yang baru saja sampai di mansion orang tua nya nya. pukul 19.00 wib. berjalan memasuki ruangan dengan tubuh lelah.kedua orang tuanya yang sedang quality time di ruang keluarga melihat putranya yang terlihat dengan kemeja sedikit kusut.


"Baru pulang son" sahut papi Louis melihat putranya hendak naik ke anak tangga, Brian urungkan dan berbalik badan


"Iya pih, banyak kerjaan yang harus Brian selesaikan yang kemarin sempat tertunda" Brian menyalami kedua orang tuanya.


"Ya sudah bersih-bersih sana nanti kita makan malam bersama"


"Brian ke atas dulu Pih, mih"


Brian melangkah dengan pelan memasuki kamarnya. ia tidak tega jika nanti menganggu istrinya sedang beristirahat. Brian menaruh tas dan jas nya di atas sofa. ia mendekat ke tempat tidur, benar saja jika Alexa sedang tidur. wajah yang lesu dan lelah sirnah setelah melihat istri cantik nya itu, ia membetulkan posisi selimut dan masuk ke dalam kamar mandi.


Terdengar suara percikan air dalam kamar mandi, Alexa mengerjapkan matanya, dan Menyibakan selimutnya ke samping.


Ia menyadari bahwa ia ketiduran setelah seharian penuh menemani ibu mertuanya shoping. dengan segera ia menyiapkan baju piyama tidur untuk suaminya di atas kasur. dan menaruh jas dan tas Brian pada tempatnya.


Brian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya, dan tersenyum melihat istrinya sudah bangun.


"Sayang, kau sudah bangun?maaf aku jika menganggu mu" sahut Brian yang baru keluar dari kamar mandi.


Alexa menoleh ia melihat tubuh Brian yang seperti roti sobek dan beberapa tato menghiasi tubuhnya nya, rambut yang masih basah menetes ke bagian tubuh nya sangat terlihat begitu hot dan menggoda di mata Alexa.


"Aku tahu sayang, kalau aku memang tampan" celetuk Brian membuat Alexa mengerjap dari lamunannya dan merebut handuk kecil di tangan Brian untuk mengalihkan yang sempat memperhatikan, meski setiap hari ia melihat tapi Alexa selalu malu, jika sudah di hadapannya.


"Ish, siapa yang memandang mu, sini duduk biar aku bantu keringkan rambut mu"


Brian tertawa karena istrinya mengalihkan pembicaraan nya "sudah lah sayang akui saja kalau memang suami kamu ini memang tampan" Sarkas Brian


"Iya! ya, aku akui kamu memang tampan sayang, sudah puas" Alexa memicingkan matanya serta berdetak pinggang. ia meninggal Brian masuk kamar mandi.


"Sayang, pakai bajunya belum?"


"Pakai saja sendiri" ketus Alexa.


Kau memang tampan suamiku sampai aku tergila-gila pada mu


Batin Alexa berbisik seraya menyenderkan tubuhnya ke pintu kamar mandi.


"Ada apa dengan jantung ku, bahkan jika berhadapan dengan mu aku masih saja berdebar seperti anak ABG yang baru kenal cinta, benar-benar aku sangat mencintaimu" Gumam Alexa.


Brian pasrah ia memakai bajunya sendiri lalu ia duduk di tepi kasur serya mengecek ponselnya yang baru saja Dante dan Jeck kirim email.


Tidak butuh lama Alexa keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sudah rapi dengan berbalut mini dress berwarna putih bercorak bunga. Brian yang masih fokus dengan handphonenya menyudahi nya lalu menaruh di atas Nakas. Brian bangkit lalu mendekat ke Alexa untuk membantu menyisir rambutnya.


ia Menyibakan rambut panjang Alexa ke samping dan ia mencumbu dengan ciuman di tengkuk lehernya, membuat Alexa merasa geli akan hembusan nafas Brian dan bulu halus yang tumbuh di wajahnya.


Brian memeluk tubuh Alexa, dari belakang Alexa tersenyum melihat suaminya yang memeluk dirinya dari pantulan cermin yang di hadapannya.


"Sayang apa maksud mu?apa kita akan berjauhan?"


"Iya sayang, aku harus ke London besok pagi"


Deg


Rasanya Alexa ingin menangis ketika ia akan di tinggal oleh suaminya, ia mencoba menahan air mata nya yang sudah berkaca-kaca. Brian melihat Alexa yang akan menangis ia membalikkan badan istrinya ke hadapannya.


"Jangan menangis, aku hanya pergi sebentar, aku akan cepat kembali" ucap Brian menatap wajah cantik Alexa dengan intens. ia juga tidak tega meninggalkan istrinya itu yang sedang hamil, ia tahu istrinya sedang bersedih.


Alexa tidak bisa menahan air matanya akhir pecah juga, Alexa menangis dalam pelukan Brian. ia tidak mungkin mencegah Brian untuk tidak pergi, harusnya suaminya sudah pergi ke London ketika bertengkar dengan Nadya.


Alexa menyeka air matanya lalu melepas pelukan dari Brian, wanita ini tidak berkata apa-apa ia memilih meninggalkan suaminya di dalam kamar dan ia turun untuk ikut makan malam bersama.


Mami Myta melihat menantu nya yang sedikit mata sembap di wajah cantik sangat terlihat, ia tidak berani untuk menanyakannya ia hanya bisa ambigu di pikirannya. tidak butuh lama Brian ikut bergabung dan duduk di samping Alexa.


Meski Alexa mendiami suaminya ia masih mau mengambilkan makan malam untuk nya, ia tidak mau kedua mertuanya merasa curiga.


Alexa hanya memakan sedikit buah lalu ia berpamitan untuk kembali ke kamarnya terlebih dulu tanpa menunggu suaminya.


mami Myta yang masih ambigu Akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada putranya.


"Sayang, apa kalian berantem?"


"Tidak mih" seru Brian santai.


"Lalu ada apa dengan Alexa? apa kamu telah menyakiti perasaan nya?"


Brian diam sejenak, ia harus bilang apa jika telah membuat istrinya menangis "Brian akan meninggalkan Alexa besok ke London mih"


Mami Myta baru tahu apa yang di rasakan Alexa tadi "Bujuk lah dia sayang, bicarakan dengan baik-baik tanpa melukai perasaannya karena mood orang hamil itu sangat sensitif sayang"


"Kapan kau akan pergi ke London son?"


"Besok pagi pih"


"Kau terlalu mendadak memberitahukan istrimu son, papi hanya bisa berdoa saja"


Brian menyudahi acara makannya ia juga tidak berselera makan jika melihat istrinya seperti itu dan tidak tega untuk meninggalkan, dan ia berpamitan menyusul Alexa ke kamar.


Pria ini melihat istrinya yang sudah tertidur dengan posisi miring, ia ikut tertidur di samping nya dan memeluk tubuh nya dari belakang, namun Alexa masih saja tidak mau berbalik dan hanya diam saja.


"Sayang, aku tahu kamu belum tidur, maaf kan aku karena ini terlalu mendadak, tapi kamu tahu sendiri kan jika aku di sana juga ada perusahaan ku sendiri, aku pergi ke London untuk bekerja bukan untuk berlibur"


Alexa hanya diam tidak menjawab satu katapun. "Aku berjanji akan secepatnya kembali, baiklah jika kamu tidak mau berbicara, aku tidak akan memaksa mu sayang,tidurlah aku mencintaimu" Brian mencium puncak kepalanya lalu bangkit dari tempat tidur. ia berjalan ke arah balkon kamar lalu duduk di kursi menikmati dinginnya malam. Brian tidak mau mengganggu istrinya untuk saat ini nanti bisa-bisa akan terluka dan berdampak pada kehamilan nya.


Bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya lope lope sebanyak-banyaknya 😘