
Masalah Dante
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Setelah pergulatan panas pagi hari nya di kamar mandi. Alexa merenggek ingin pulang, Karena ia sudah kangen dengan Baby 3G.
"Sayang, kapan kita akan pulang" Rengek Alexa. Ia duduk di atas pahanya Brian.
"Sayang, jika kau seperti ini, aku tidak akan mengijinkan kamu pulang, rasanya aku ingin menarik dirimu kedalam Kungkungan ku lg", bisik Brian mengecup bibir Alexa.
Alexa merasa hawanya tidak enak, jika Brian menyerang nya lagi. Alexa dengan cepat bangkit dari pangkuan Brian.
"Kau, mau kemana?", Ucap Brian menarik tangan Alexa yang hendak pergi.
"Ak-aku akan mengambil minum dulu sayang, lepaskan aku dulu", jawab Alexa yang sedikit gugup.
Brian tahu istrinya sedang menghindar. Ia hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
Iya benar saja Alexa kembali membawakan minum untuk suaminya dan dirinya.
"Sayang, kau tidak pergi kekantor", tanya Alexa. Ia duduk di samping suaminya.
"Tidak, Sayang, semua sudah di handel oleh Dante", kata Brian.
"Sayang, kasian Dante, dia terlalu banyak beban", seru Alexa.
"Itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang Asisten pribadi ku sayang, apa aku salah?", Brian menatap wajah Alexa yang semakin hari semakin cantik.
"Bukan begitu sayang, kau harus bantu Dante juga, untuk mendapatkan Sashi" ucap Alexa.
Ia akhirnya membuka cerita tentang kisah percintaan asisten suaminya dengan keponakannya.
Deg
Kenapa Alexa tahu hubungan mereka.
"Kau tahu sayang, jika kepergian Sashi ke London kemarin untuk apa?", Kata Alexa lagi. Membuat Brian mengangkat bahunya. Ia memang tidak tahu, semenjak baby 3G lahir, Brin lebih fokus ke perkembangan anak-anaknya, terutama baby Glorya yang harus bolak balik kerumah sakit.
"Uncle Tom, menjodohkan Sashi dengan anak rekan bisnisnya,"ucap Alexa. "Beruntung Dante cepat datang ke London saat itu, dan ia membawa kabur Sashi", kata Alexa lagi.
Istriku benar-benar tahu semuanya.
"Sayang, kau tahu dari mana jika mereka memiliki hubungan", tanya Brian. Ia menarik pinggang Alexa untuk lebih mendekat.
"Hubungan mereka sudah lama terjalin sayang, dan kemarin saat Dante menjemput ku, dia menceritakan semuanya", seru Alexa.
"Jadi istriku lebih banyak tahu tentang hubungan mereka, ketimbang suaminya tentang asistenku sendiri dan keponakan ku", ucap Brian ia memainkan rambut panjang Alexa.
Membuat Alexa berkedik ngeri, jika ia baru bercerita sekarang. "Buk-bukan begitu sayang, lexa kira, sudah tahu makanya tidak pernah cerita", ucap Alexa sendu.
"Hukuman apa yang pantas, buat istri ku ini, karena telah menutupinya dari suami sendiri " bisik Brian. Membuat Alexa merinding.
"Sayang, sepertinya kita harus cepat pulang, sudah merindukan anak-anak, kasian mommy sama mami", seru Alexa.
"Sayang!! Kau jangan mengalihkan pembicaraan kita iya",
"Ti-dak sayang", kata Alexa dengan gugup.
Brian terkekek melihat istrinya gugup. Ia senang jika mengerjai istrinya sendiri.
"Baiklah, hukuman tetap di lakukan sayang", ucap Brian dengan senyum miring.
🍃🍃🍃
"Sayang, apa kau ingin beli sesuatu dulu buat baby 3G" tawar Brian kepada istrinya. Ia sedang perjalanan pulang ke mansion barunya.
"Hmm, boleh sayang, jika tidak keberatan" kata Alexa.
"Tidak sama sekali sayang, suamimu siap mengantar Istrinya kemanapun termasuk keliling dunia sekalipun" gombal Brian.
Bugh
Alexa memukul lengan tangan suaminya. "Sekarang sudah bisa gombal iya, atau jangan-jangan kesemua wanita kau begitu ", Alexa menyipitkan matanya. Dan mendekat ke arah Brian.
"Tidak , sayang! Hanya ada satu wanita ", seru Brian.
"Shiiit" umpat Brian.
"Kau mengumpat ku" Alexa marah.
Oh my God salah ngomong lagi.
Batin Brian frustasi.
"Tidak, sayang, maafkan aku", seru Brian memohon.
"Turunin aku disini", kesal Alexa.
"No sayang, ini bahkan masih jauh dari mansion", tolak Brian.
"Kalau tidak aku mau lompat saja dari sini" ancam Alexa.
"Astaga sayang," Brian mengusap wajahnya dengan kasar.
Brian menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
"Sayang, kau serius ingin turun disini, tidak ada taxsi lho disini", ucap Brian, ia memiringkan tubuhnya menghadap Alexa.
Alexa mengedarkan pandangannya memang betul jalan terasa sepi. Tidak ada orang lain yang lewat.
"Terus kenapa tadi mengumpatku", ketus Alexa seraya memalingkan wajahnya.
"Itu, karena sayang telah membangkitkan adik kecil dibawa sana", ucap Brian, tanpa rasa berdosa.
"Alasan",ketus Alexa.
"Apa kau tidak percaya, ayo kita bercinta disini, dan juga lakukan hukuman yang belum di laksanakan bagaimana?" Brian tersenyum penuh kemenangan. Membuat Alexa diam tidak berkutik akan ucapan suaminya yang mesum.
"No!!" Teriak Alexa. Membuat Brian tertawa ia mengacak-acak rambut istrinya. Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan melanjutkan ke mansion. Alexa memaksa untuk pulang tidak jadi pergi ke supermarket.
***
"Kalian sudah pulang, kenapa tidak sekalian satu Minggu sekalian, mami masih ingin bersama cucu-cucu mami" sahut Mami Myta.
"Lexa merindukan anak-anak mih, dimana baby 3G" tanya Alexa.
"Mereka sama Mommy kamu sayang di halaman belakang", jawab mami Myta.
Alexa memeluk ibu mertuanya dan pergi ke halaman belakang.
Melihat Brian masih mematung di belakangnya membuat mami Myta merasa putra nya ada sesuatu yang ingin di bicarakan.
"Ada apa sayang, ada sesuatu yang akan kamu bicarakan sama mami hum" tanya mami Myta.
"Iya mih, Brian ingin berbicara sama mami, tapi tidak disini." Kata Brian.
Mami Myta mengangguk kepalanya dan mengikuti putranya ke dalam ruangan kerjanya.
"Katakanlah sayang, apa yang ingin kau katakan" ucap mami Myta yang kini sudah duduk berhadapan dengan putranya.
Brian menghela napas panjang. "Mih bantu Sashi" ucap Brian. Membuat mami Myta mengerutkan keningnya atas ucapan putranya.
"Uncle Tom menjodohkan Sashi dengan anak rekan bisnis, padahal ia sedang menjalin hubungan dengan Dante", ucap Brian membuat mami Myta membelalakkan matanya.
"Dante?? Kenapa Dante tidak bicara kepada mami atau papi kamu sayang", kata mami Myta.
"Itu masalahnya mih, Dante takut karena latar belakang nya, uncle Tom pasti tidak akan merestui Dante menjadi menantunya mih, maka dari itu Brian minta bantuan mami", ucap Brian memohon kepada mami Myta.
"Baiklah sayang, mami mengerti sekarang, akan mami bicarakan ini kepada papi kamu", ucap Mami Myta. Ia bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruang kerja putranya.
Brian menyenderkan kepalanya di kursi kebesarannya ia mendongakkan kepalanya ke atas dan memijit keningnya.
Bukanya Brian tidak mampu menyelesaikan masalah Dante dan Sashi tapi uncle Tom pasti akan mencibir Brian karena ini urusan orang tua. Dan ia tidak mungkin ikut campur secara langsung. Biarkan ia mendukung Dante saja dari belakang.
Brian memutuskan mengerjakan pekerjaan dari rumah saja. Ia membuka laptop nya dan membuka email yang sudah dikirim oleh asisten nya.
Jika Alexa tidak bercerita mungkin ia tidak pernah tahu masalah Dante yang sudah di anggap nya keluarga olehnya.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa like, komentar, hadiah dan vote nya 🤗😘