
Kesembuhan Mama Elisa
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Dante menghubungi Brian jika permintaan rumah baru nya sudah ia dapat, tinggal renovasi saja,namun Brian menyuruh untuk mendatangi mereka yang sedang berbelanja kebutuhan calon babynya.
"Tuan El."
Brian menoleh ke arah Dante yang baru datang. "Bagaimana apa kamu sudah mendapatkan nya"
"Sudah, tapi butuh renovasi sedikit, mungkin sebelum nona melahirkan sudah bisa di tempati"
"Kerja yang bagus, kau selalu bisa di andalkan" seru Brian "Ayo sayang kita makan dulu" ajak Brian mendorong kursi roda Alexa.
"Sayang, Kak Dante ikutan kita ya" menoleh ke belakang.
"Tapi sayang,dia masih banyak pekerjaan" kata Brian. ia menatap tajam ke arah asisten nya.
"Tidak tuan, eh iya nona, saya masih banyak pekerjaan karena,Tuan El menyerahkan Semua pekerjaan kepadaku" ucap Dante dengan sedikit gugup.
H**uft tuan El pelit amat ikut makan tidak boleh, kan itu yang ajak juga nona Alexa.lagian buat apa nyuruh aku datang kesini hanya ditinggal begitu saja.
"Itu sudah menjadi pekerjaan mu Dante" ketus Brian. "Ayo sayang kita pergi.dari sini" ajak Brian
"Sayang sekali, padahal aku ingin membahas rumah yang aku minta"
"Sayang, apa lagi yang akan kamu minta" tanya Brian menghentikan langkahnya yang sedang mendorong kursi roda nya.
"Banyak" Alexa tersenyum padanya.
"Baiklah"pasrah Brian "Dante kau ikut, dan hubungi arsiteknya" kata Brian kembali dengan sorotan dingin.
Ahh senangnya akhirnya ikutan makan juga.
T**ernyata seorang ketua mafia yang di takuti didunia takut dengan singa betina
Dante tertawa dalam hatinya.
"Ya Tuan,saya akan menghubungi pihak properti dan arsiteknya"
*
*
*
"Bastian"
"Mama!!! mama sudah bangun" sahut Sebastian ia mendekati mama Elisa dan membantu nya untuk bersandar agar merasa nyaman.
Ny.Elisa mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. melihat jika putranya datang sendirian.
"Kau sendirian?" tanya mama Elisa.
"Iya mah, bagaimana mama sekarang" tanya Sebastian, ia tidak mungkin menceritakan jika Rena berada di pengawasan anak buahnya Brian dan di tahan.
"Mama sudah cukup baik sayang"tersenyum."Bastian mama ingin pulang" punya Ny. Elisa.
Sebastian terkejut atas apa yang mama nya inginkan, Sebastian harus menjelaskan dari mana jika nanti mama nya bertanya, bagaimana kalau ia bertanya kenapa tidak pulang kerumah yang dulu, kenapa harus ke Bogor dan dimana istrinya??.
Apa ia harus jujur sekarang, atau ia harus merahasiakan ini semua dari mamanya yang baru saja sembuh dari depresinya.
"Baiklah mah, nanti Bastian bicarakan sama Dokter dulu"
"Bagaimana kabar istri kamu dan cucu-cucu mama?"
Deg
Apa yang sebastian pikirkan sedari tadi soal mamanya, bagaimana ia akan menjelaskan nya kepada mamanya itu.
"Me-mereka baik-baik saja mah" jawab Sebastian dengan sedikit gugup.
Ny.Elisa tersenyum melihat putranya itu.
"Mama tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dari mama tian, cerita kan apa yang terjadi"
"Tapi mah"
"Tidak apa-apa,mama akan mendengar kan nya,mama sudah jauh lebih baik sekarang" jelas mama Elisa.
"Kemarilah, apa yang sebenarnya terjadi, ceritakan sama mama sayang" Mama Elisa mencoba Tegar.
Sebastian mendekati mamanya, di peluknya tubuh kurus mamanya yang ia rindukan selama ini, Sebastian tidak kuasa menahan beban hidup yang ia alami selama mamanya di rawat di Rumah sakit Rehabilitasi kejiwaan.
"Mah" Sebastian mengurai pelukannya. "Apa ini karma Bastian kepada Alexa?"
"Rena" Pria ini terdiam."Katakanlah Bastian" menggenggam tangan Sebastian.
"Selama ini Rena sudah menghianati Bastian,mereka bukan darah dagingku, bukan keturunan Abraham" sendu Sebastian.
"Maafkan Mama nak" ucap mama Elisa meminta maaf. "Andai dulu mama tidak membenci Alexa dan tidak menyuruh menggugurkan kandungan nya mungkin tidak seperti ini"
"Mama takut, jika Alexa hamil lagi dulu, maka dari itu saat kau kecelakaan dulu. mama..." mama Elisa menangis.
"Apa mama telah melakukan operasi kecil kepada ku"
"Benar, di saat itu mama menyuruh Rena untuk mendekati mu dan benar saja, kau terpikat dengan Rena, mama tahu dulu kau tidak mencintai Alexa karena paksaan kakek mu"
"Tapi mah, bukannya dulu mama melihat Bastian tertangkap basah saat tertidur dengan Rena dan saat itu juga satu bulan Rena mengandung"
"Iya nak, saat itu mama tidak tahu jika dia sudah mengandung anak orang lain" mama Elisa menangis "Maafkan mama"
Sebastian menggeleng "Tidak mah, jangan meminta maaf"
flashback :
Mama Elisa melihat Rena dengan gelagat aneh saat ia sedang menganggat telepon dari seseorang. dan pergi untuk bertemu dengan seseorang yang di duga orang yang di telepon.
Mama Elisa mencoba mengikuti Rena saat bertemu seseorang. nampak seorang pria yang tidak terlihat wajahnya karena membelakangi mama Elisa.
Rena bertengkar hebat dengan pria itu. saat membahas jika dia sedang mengandung anaknya.
"Aku akan bertanggung jawab, menikahlah denganku"
"Tidak, aku tidak mau, kedua orang tua ku tidak akan merestui pernikahan kita nanti" tolak Rena.
"Tapi aku ingin bertanggung jawab.aku akan menikahi mu sekarang juga, meski tidak di restui sekalipun"
"Aku sayang sama kamu Rena, apa kamu ada pria lain sehingga menolak ku untuk menikah" kata seseorang pria.
"Jika kau sayang sama aku, Tolong kau pergi dari sini,aku sudah menikah dengan seseorang,kau tenang saja jika kau tetap ayah dari anak ini" pinta Rena.
"Tapi Rena aku tidak akan pernah menikah jika tidak dengan mu"
"Aku bilang pergi dari sini" teriak Rena.
Mama Elisa membekam mulut nya jika wanita yang baru saja menjadi menantunya itu sudah membohonginya.
Flashback off
"Rena mengancam mama, jika mama bilang jujur sama kamu jika Rena hamil dengan pria lain, maafkan Mama Bastian, maafkan Mama" Ny. Elisa menangis.
"Sudahlah mah, mungkin ini karma buat Bastian" ujar Sebastian.
"Tapi nak, mama pikir Rena akan bertobat tapi ternyata dia masih berhubungan dengan pria itu"
"Bastian akan menggugat Rena mah"
"Jika itu yang terbaik untuk mu nak, lakukan lah maafkan Mama membuat mu menderita"
Sebastian berbicara dengan Dokter yang menangani mama nya, Ny.Elisa sudah di perbolehkan untuk pulang, namun masih harus meminum obat-obatan jika suatu waktu kambuh lagi.
Sebastian mengurus segala sesuatu untuk kepulangan mama nya termasuk administrasi.
Sebelum pulang, Sebastian jujur sama mamanya meski berat tapi ia harus tahu.
"Mah, maafkan Bastian,jika kita tidak tinggal dirumah lama" seru Sebastian dengan hati-hati. "sekarang Bastian tinggal di Bogor" ucap Sebastian. kini mereka sudah berada di dalam mobil.
"Tidak apa-apa, mama tahu itu" mama Elisa tersenyum kepadanya lalu ia menggenggam tangan anaknya.
"Baiklah, Lebih baik kita segera pulang, takut sampai Bogor malam"
Tidak ada percakapan kembali selama perjalanan pulang, karena mama Elisa tertidur.
Sebastian merasa lega karena mamanya tidak mempermasalahkan mereka tinggal dimana.
"Terimakasih Tuhan, karena sudah membuat mama sembuh dari depresinya dan kembali berkumpul dengan kami" gumam Sebastian.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya.
Jangan lupa mampir ke novel terbaru author yang berjudul Janda Tapi Perawan jadikan salah satu novel favorite mu 🤗🤗😘😘