I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
142. Hadiah Pernikahan



Hadiah Pernikahan


Maaf jika masih ada kata yang typo 🙏🙏


Happy Reading love 😘😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Selamat pagi Dokter Kim dan nona Raya" sapa Dante kepada sepasang suami istri yang baru saja menikah.


Dante bertemu Dokter Kim dan Raya di restoran Hotel yang mereka pesan, setelah acara resepsi pernikahan mereka berdua memutuskan untuk bermalam di Hotel yang sudah tersedia.


"Selamat pagi Tuan Dante, silahkan duduk, mari kita sarapan pagi bersama" sahut Dokter Kim kepada Dante.


"Terimakasih Dokter Kim, kebetulan saya sudah sarapan pagi, saya kesini atas perintah tuan El untuk memberikan hadiah pernikahan untuk kalian berdua" Dante menyerahkan berkas berwarna biru kepada Dokter Kim.


Dokter Kim merasa terkejut atas hadiah yang di berikan Brian dan Alexa kepadanya. menurut Dokter Kim ini terlalu berlebihan untuk hadiah pernikahan mereka sebuah rumah mewah yang berada di kawasan elit di pusat kota.


"Maaf Tuan Dante, kami tidak bisa menerima ini, karena ini terlalu berlebihan"


"Tidak Dokter Kim, apa anda tidak suka dengan rumahnya? biar saya ganti sesuai keinginan anda"


"Ti-dak saya suka rumahnya"


"Ada apa papa bear, kenapa kamu terkejut seperti itu?" tanya Raya.


"Ini sayang, tuan El dan nona Alexa menghadiahi kita rumah mewah yang berada di kawasan elit yang berada di pusat kota" Dokter Kim memperlihatkan berkas dan sertifikat rumah hak milik atas nama dirinya dan Raya.


"Astaga ini sih memang sudah berlebihan"


Dante tidak mau menganggu sepasang suami istri ini ia memutuskan untuk kembali ke kantor nya.


"Kalau begitu anda bisa tanda tangani disini Dokter Kim sebagai tanda terima"


Berurusan dengan Brian Dokter Kim tidak bisa menolak karena ia tahu Brian tidak suka penolakan mau tidak mau mereka harus menerima hadiah pernikahan dari Brian dan Alexa.


Dokter Kim menandatangani surat tanda terima.


"Terimakasih Dokter, ini kunci rumah nya, sekali lagi selamat atas pernikahan kalian berdua"


"Sama-sama cepatlah kamu menyusul" canda Dokter Kim.


"Doakan saja dokter" Dante tersenyum mendengar ia harus cepat menikah seperti mereka.


Dante memutuskan untuk pergi dari mereka setelah tugasnya selesai.


Apa menikah rasanya sebahagia itu, jika memang iya akan ku nikahi Sashi secepatnya


Batin Dante.


***


"Papa Bear kenapa semua orang memberikan hadiah pernikahan membuat kita jantungan saja"


"Ya kau benar sayang"


"Lihat uncel Damian memberikan kita tiket honeymoon"


"Apa kita akan pergi honeymoon sekarang?" tanya Kim kepada Raya.


Raya berpikir sejenak jika ia pergi Honeymoon bagaimana dengan putri sambungnya Kimora. beberapa bulan terakhir mereka sudah sangat dekat bahkan Raya mengantar jemput Kimora ke sekolah.


"Bagaimana dengan Kimora papa bear? kalau kita pergi" keluh Raya.


"Sayang kau tenang saja pasti putri kita mengerti jika kita pergi Honeymoon"


Kim menatap istrinya itu ia menyakinkan agar Raya tidak perlu khawatir akan Kimora. namun tiba-tiba Kimora masuk ke dalam kamar hotel yang di tempati papa sama Mama nya itu.


Ceklek


"Papa mamah!!!"


"Hai sayang, putri papa sudah cantik" kata Kim ia menggendong Kimora


Kimora mengangguk.


"Sayang, apa Kimora senang jika Kimora mempunyai adik bayi?"


"Adik bayi papa?" Kim menganggukan kepalanya "Kimola mau papa memiliki adik bayi, papa mama adik bayinya mana?"


"Jika Kimora mau punya adik bayi, Kimora nurut sama nenek, selama papa sama Mama pergi buat adik bayi buat Kimora bagaimana?"


Kim terkekek, melihat Raya memerah pipinya karena malu.


Kimora merasa senang akan memiliki adik bayi ia pergi dari kamar dokter Kim menuju kamar ayah dan ibu nya Raya. karena tuan Park merasa senang memiliki cucu secantik dan sepintar Kimora meski cucunya tidak seperti anak seusianya.


Kimora masih harus bolak balik di rawat akan penyakit yang di alaminya itu, karena ia tidak boleh merasakan capek dan lelah.


"Grandpa kata papa, nanti papa sama Mama akan pelgi buat adik bayi buat Kimola"


"Apa papa bilang seperti itu?" Kimora mengiyakan.


"Astaga mereka berdua berani bilang seperti itu kepada putrinya yang belum tahu apa-apa" gumam tuan Park.


***


"Sayang" Teriak Alexa kepada Brian.


"Ada apa sayang? kau ingin sesuatu?" sahut Brian yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Bantu aku bangun, rasanya susah untuk bangun" keluh Alexa.


Kehamilan Alexa kini sudah memasuki 4 bulan kehamilan, meski baru 4 bulan namun perutnya sudah seperti 7 bulan. kehamilan triplet membuat nya semakin terbatas ia tidak kuat berjalan terlalu lama, dan suka tertidur di sembarangan tempat.


"Tunggu sayang" kata Brian.


Pria bule ini membantu istrinya untuk bangun dan bersandar di dinding ranjang.


"Au..." teriak Alexa.


"Kenapa sayang apa ada yang sakit? mana yang sakit?'


"Tidak sayang tidak ada yang sakit" Alexa tersenyum membuat Brian merasa aneh melihat istrinya itu, tadi ia berteriak sekarang tersenyum.


Alexa menarik tangan Brian ke atas perutnya.


"Apa ini tendangan anak-anak kita sayang?" tanya Brian merasakan tendangan calon anak-anaknya


Alexa mengiyakan "apa Rasanya sakit sayang?"


"Tidak sayang, Hanya geli saja"


"Sayang dia menendang lagi" kata Brian.


Brian merasa senang bisa merasakan tendangan pertama calon anak-anaknya.


"Hai sayang, ini Dady kalian, jika kalian mendengar Dady beri kode kasih tendangan lagi iya"


Tidak butuh lama Brian bisa merasakan tendangan calon anaknya di dalam perut istrinya..


"Sayang dia menyapa Dady nya".


"Aku lapar" keluh Alexa. "Kamu lapar sayang, baiklah akan aku buatkan untuk.mu"


Semenjak Alexa Kembali ke enterprise studio mereka memutuskan untuk tinggal di penthouse nya, karena jarak ke Alexander Grup dan Enterprise studio tidak terlalu jauh.


"Kau tunggu di kamar sayang, akan aku buatkan sarapan untuk mu"


Brian mengecup bibir Alexa sekilas sebelum meninggal istrinya di dalam kamar.


Tidak butuh lama Brian kembali ke kamarnya dengan sarapan pagi untuk istrinya itu. dengan telatennya Brian menyuapi Alexa, tadinya Alexa menolak Brian untuk menyuapinya tapi karena Brian tidak butuh penolakan Alexa menurut di suapi Brian.


"Hari ini aku ingin menemani kamu seharian sayang, kau ingin pergi kemana?"


"Aku ingin pergi ke pantai dan habis itu ingin makan es krim seperti nya enak pulang dari pantai kita makan es krim" Alexa membayangkan ia berada di pantai lalu pergi makan es krim.


Tidak terasa sarapan pagi habis dengan cepat Brian merasa senang melihat istrinya lahab makan.


"Ayo akan aku bantu mandikan kamu sayang"


"Tapi aku bisa mandi sendiri sayang"


"Tidak sayang kau harus aku mandikan, aku takut terjadi kenapa- kenapa di dalam kamar mandi"


Alexa pasrah jika berdebad dengan suaminya ia akan kalah tapi jika sudah membahas baby triplet Brian sangat antusias.


Bersambung.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan komentar dan like sebanyak-banyaknya lope lope 😘😘