
Setelah menuggu pekerjaan Brian selesai, kini mereka meninggalkan gedung pencakar langit itu.
Banyak yang memuji akan keserasian hubungan mereka, dan banyak yang iri akan keromantisan bos dan istrinya. Padahal jika tidak ada Alexa Brian bersikap dingin dan arogan terhadap karyawan nya.
Malam ini Brian mengajak istrinya ke penthouse miliknya. Dengan bantuan Dante tentunya ia memilih roof top penthouse untuk di jadikan tempat untuk Dinar romantis mereka.
Alexa merasa Speechless karena kejutan romantis yang diberikan Suaminya itu. Karena Jarang sekali Brian melakukan hal Romantis, mungkin bisa di hitung dengan jari.
"Bagaimana sayang, apa kau suka", Bisik Brian. ia memeluk tubuh Alexa dari belakang. ia mencium tekuk leher Alexa. membuat Alexa mendesah.
Alexa membalikkan tubuhnya menghadap Brian. ia memegang wajah suaminya. "Terimakasih sayang, kau telah membuat acara ini", kata Alexa mengecup bibir Brian.
Bukan karena Brian tidak mampu pergi ke restoran mahal, tapi ia ingin berdua dengan istrinya, dengan memilih penthouse Brian bebas bercumbu dengan istrinya dimana pun tanpa gangguan orang lain.
Brian berjalan menjauh dari Alexa. ia mengambil kotak di atas meja. dan kembali lagi kehadapan Alexa. ia membuka kotak tersebut. Nampak terlihat kalung berlian yang berjenis Heart of Ocean Blue. Dimana kalung berlian dengan liontin berbentuk hati berwarna kebiruan itu.
Heart of the Ocean" adalah batu berlian berwarna kebiruan yang menjadi plot cerita utama dalam kisah film Titanic buatan tahun 1997 tersebut.
"Berbalik lah sayang", kata Brian, ia menyibakkan rambut panjang Alexa dan memasangkan kalung berlian itu ke leher jenjang Alexa.
Brian tidak lupa mengecup leher jenjang istrinya. "Ini cantik sekali,terlalu berlebihan sayang", ucap Alexa. membalikkan badannya menghadap Brian.
Brian Tersenyum melihat rahut wajah Alexa.
"Nothing", ucap Brian seraya menarik pinggang Alexa untuk lebih mendekatkan pada dirinya. "Itu hanya hadiah kecil dariku sayang, karena kau sudah mau melahirkan anak-anak yang lucu seperti baby 3G", bisik Brian. "Maafkan aku yang baru kasih kamu hadiah", ucap Brian.
Alexa menatap wajah Brian. "Aku tidak butuh hadiah dari mu, cukup kau selalu ada buat ku dan anak-anak, untuk selalu bahagia itu sudah lebih dari cukup", lirih Alexa, ia mengkup wajah Brian dan kembali mencium nya.
"Apa kau ingin berdansa sayang", Tawar Brian. Alexa hanya mengangguk kepalanya.
Brian menyalahkan musik untuk mereka berdansa. dengan diiringi musik pelan. membuat suasana malam mereka semakin romantis. dan tiba-tiba terdengar kembang api menyinari gemerlapnya malam. membuat suasana semakin romantis.
"Terimakasih sayang, kau telah hadir kembali di kehidupan ku, aku sangat bersyukur memiliki wanita seperti mu", kata Brian.
"Aku juga", jawab Alexa.
Setelah dirasa sudah cukup mereka memutuskan untuk makan malam bersama.
"Kau kenapa sayang hum", Tanya Brian kepada istrinya. terlihat nampak khawatir.
"Aku hanya kepikiran baby 3G sayang", kata Alexa.
Brian menggenggam tangan Alexa. "Kau tidak perlu cemas atau pun khawatir, mereka aman bersama mami dan mommy sayang", ucap Brian mengecup tangan Alexa.
"Tapi baru kali ini kita meninggalkan mereka",
"Ya sudah habis ini kita pulang", kata Brian.
"Tidak", teriak Alexa. "Kita belum melakukan", Alexa menunduk malu. Brian tersenyum melihat Alexa malu-malu.
"Aku tidak apa-apa sayang, yang terpenting kau tidak merasa cemas lagi dengan baby 3G", ucap Brian.
"Tidak, aku tidak mau menjadi istri pembangkang", jawab Alexa.
"Iya sudah,Lebih baik hubungi mommy saja, jika kau masih khawatir dan cemas dengan baby 3G sayang",
Alexa menuruti perintah Brian ia menghubungi mommy Lili dan menanyakan baby 3G, apa mereka rewel atau tidak.
"Hallo sayang, ada apa?", tanya mommy Lili di seberang telepon.
"Mom, bagaimana baby 3G apa mereka rewel atau membuat mommy repot ?", kata Alexa.
Alexa merasa lega setelah tahu keadaan baby 3G,
"Baiklah mom, salam buat Dady iya",
"Iya sayang", kata mom Lili.
🍃🍃🍃
Alexa masih sibuk didepan cermin. Ia ingin tampil cantik di depan Brian malam ini, Alexa sudah memakai lingerie favorit nya. Ia tidak menyadari jika Brian baru saja keluar dari kamar mandi, yang maish menggunakan handuk yang di lilit di pinggang nya. Brian tersenyum melihat istrinya yang masih sibuk di depan cermin.
Brian memeluk Alexa dari belakang, membuat Alexa tersentak kaget. Aroma khas wangi sabun yang di gunakan Brian begitu menenangkan.
"Sayang, kau cantik malam ini", Bisik Brian. Membuat Alexa merasa malu akan pujian suaminya.
Alexa merasa seperti di malam pertama, padahal ia baru saja melahirkan, rasa gugupnya menyelimuti dirinya.
Alexa bangkit dan berdiri berhadapan dengan Brian.
Ia membantu mengeringkan rambut basah Brian.
Brian tidak henti-hentinya menatap setiap lekuk tubuh Alexa. "Jangan menatap ku seperti itu, aku terlihat jelek iya karena tubuhku yang habis melahirkan", seru Alexa.
Alexa menunduk malu. Brian tersenyum dan mengecup bibir Alexa. "Apapun penampilan mu sekarang, kau tetap terlihat cantik sayang, malah bertambah seksi", pujian Brian.
"Kau seperti ini juga karena perbuatanku, hingga kau hamil melahirkan baby yang lucu", kata Brian lagi.
"Terimakasih, karena kau masih memilihku untuk selalu mendampingi mu," ucap Alexa.
"Iya! Karena kau satu-satunya istriku, wanitaku, belahan hidupku", jawab Brian.
Brian menatap wajah cantik Alexa. Ia mulai mencium bibir Alexa, tangannya meremas bo*ko*ng Alexa yang semakin berisi.
"Aku mencintaimu", bisik Brian ketelinga Alexa. Kata- kata itu setiap hari Brian katakan untuk Alexa. Tidak pernah ia tidak berkata romantis. Kata-kata romantis sudah menjadi makanan pokok mereka.
Brian kembali melum*at bibir mungil Alexa. Brian menggendong Alexa ala bridal style hingga tidak melepas ciuman mereka.
Pria bule ini membaringkan tubuh Alexa di atas kasur, ciuman Brian turun ke leher dan memberikan beberapa tanda merah. Membuat Alexa mengerang,mendesah memanggil namanya.
Brian merobek lingerie milik Alexa. Brian tidak peduli berapa harga kain tipis yang di pakai istrinya, kain harga jutaan rupiah kini sudah tergeletak di lantai kamar.
Brian kembali mencium setiap inci lekuk tubuhnya. Tangan satunya meremas gunung kembar yang sekarang menjadi milik baby Triplet.
Alexa mendesah nikmat akan sentuhan Brian yang selama ini ia rindukan, karena terlalu sibuk dengan baby 3G.
Mami Myta dan mommy Lili tahu betul akan hasrat putra, menantunya itu, maka mereka memberikan waktu untuk berdua dengan Alexa.
Alexa sudah pelepasan pertama nya membuat ia ingin langsung pada intinya.
"Sayang, lakukanlah", ucap Alexa dengan suara serak. Membuat Brian tersenyum akan penawaran istrinya itu.
Brian melepas dan membuang handuk yang masih melilit di pinggang nya. Nampak terlihat adik Brian yang sudah berdiri dengan gagahnya. Siap untuk mengobrak-abrikan tempat favorit nya, yang hampir dua bulan tidak di jamah olehnya.
Adik Brian mulai merobos masuk ke dalam benteng pertahanan, Alexa meringis menahan sakit. Ini rasanya seperti malam pertama saja,
"Tahan sayang,rasanya sangat sempit", ucap Brian.
Brian kembali mencium bibir Alexa untuk meredah rasa sakitnya. Alexa menitihkan air matanya saat benteng pertahanan sudah di terobos oleh adik kecil Brian.
Brian menarik turunkan untuk menghilangkan rasa sakit menjadi rasa kenikmatan. De*sa*han Alexa terdengar sangat seksi di telinga Brian, membuat Brian semakin bergairah. Sudah beberapa kali mereka lakukan hingga pukul 3 pagi, mereka akhirnya tumbang.
Brian memeluk tubuh polos Alexa. Dan akhirnya tertidur setelah melewatkan malam panas yang panjang.