
Pertengkaran
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Setelah menunggu setengah jam akhirnya film berjudul Wish Dragon di mulai. mereka berenam duduk di kursi penonton di barisan ke empat, posisi yang pas untuk menonton film pada layar lebar didepannya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh.
"mamah aku ingin duduk dekat kak lexa."
"Sini sayang." sahut Alexa.
"Tapi ingat gak boleh gangguan kak lexa iya." kata dokter Kim.
Gadis kecil berusia 4 tahun hanya menganggukkan.
Selama film nya di putar Brian hanya menatap wajah cantik istrinya, sebenarnya pria ini tidak begitu suka jika harus ketempat rame apa lagi seperti menonton,ini pertama kali bagi Brian menginjakkan kakinya ke bioskop.
film komedi amnimasi ini membuat empat wanita tertawa saat adegan lucu. mereka sangat mendalami cerita setiap konflik yang hadir di film yang di putar di depan sana. tanpa lupa memakan cemilan yang tadi di beli diluar sana. sesekali Alexa menyuapi Brian yang masih menatap wajah Alexa. Menyesap minuman sampai habis tak tersisa ber barengan dengan berakhirnya film yang di putar hampir durasi 1jam 35 menit.
lampu ruangan bioskop mulai di nyalakan kembali membuat Alexa heran. karena yang berada di dalam hanya mereka saja. tanpa ada penonton lain.
"Sayang kenapa hanya kita-kita saja yang nonton, terus yang lain kemana?"
"Aku sudah membeli tiket satu ruangan bioskop ini." jawab santai Brian. membuat Alexa melongo tidak percaya.
"Sultan mah bebas Alexa, apa lagi ini mall punya dia."
"Astaga sayang, kalau kaya gini mending nonton dirumah saja. tidak asik" Alexa menohok.
"Tapi kamu menikmati film nya tadi sayang!
"Apa kalian tidak mau pulang? ayo kita keluar dari sini, Kimora sudah tertidur kasian dia"ucap Raya melerai kedua suami istri itu
Alexa berhenti berdebat dengan Brian ia melirik Kimora yang di gendong dokter Kim dan di belakang nya mba Lala mengekor membawa tas Kimora.
akhirnya mereka keluar dari bioskop dan berpisah di parkiran mall menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari sana dan pulang kerumah masing-masing.
Selama di perjalanan Alexa hanya diam, pandangan nya tertuju pada kaca jendela mobil. sesekali Brian melirik ke arah Alexa yang masih tidak mau berbicara. pria ini akhirnya memutuskan untuk mencairkan suasana.
"Sayang apa kamu masih marah soal tadi?
"Tidak" jawab nya ketus
"Terus kenapa diam"
"Tidak apa-apa"
"Apa ada tempat yang akan di kunjungi lagi?"
"Ng gak ada, lagian sudah hampir gelap, kita pulang saja."
"Baiklah."
kini di dalam mobil kembali hening hanya ada suara musik mp3 mobil yang Brian putar dengan lagu cinta ku luar biasa dari andmesh kamaleng.
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu.
mendengar musik yang di putar Brian membuat Alexa kembali tersenyum dan ia mulai ikutan menyanyikan lagu yang di putar.
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Alexa terus bernyanyi seraya memeluk lengan Brian yang masih fokus menyetir. sesekali ia mencium kening istrinya.
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Brian tersenyum senang melihat istrinya tidak bersikap dingin lagi, ternyata mudah membuat istrinya tidak marah lagi hanya hal kecil membuat mood istrinya kembali baik.
*
*
*
Di tempat yang berbeda seorang pria yang masih menunggu di dalam mobil yang masih setia menunggu seseorang keluar dari perusahaan nya namun tak kunjung keluar.
pria ini memutuskan untuk turun dan bertanya kepada salah satu penjaga kantor yang kebetulan dia kenal.
"Pak ... apa semua orang sudah pada pulang?"
"Eh Tuan Sebastian ada perlu apa?
"Tidak ada pak, hanya kebetulan lewat saja, ya sudah pak saya permisi."
Sebastian Akhir memutuskan untuk pergi dari perusahaan dan melanjutkan perjalanan ke suatu tempat.
Disini lah sekarang Sebastian berada di tempat lawyer nya sekaligus sahabatnya itu, pria ini memutuskan mengunjungi Andrew di tempat kerja nya sebelum nya ia sudah menelpon terlebih dahulu.
"Hai ... kalau masuk itu ketok pintu dulu kenapa, main masuk saja.untung aku tidak lagi sama wanitaku"
"Kau ini bukannya dari dulu aku seperti ini." Bastian menyela.
"Ada apa kamu kesini? mau minta pekerjaan" Andrew menyeringai.
"ya ... salah satunya seperti itu."
"Cih Dasar tidak pernah berubah, pantesan saja kamu gulung tikar" Andrew tertawa.
"Apa kamu bisa membantuku untuk menuntut mantan istriku?"
"What!!! ... kamu sudah gila?"
"Aku masih waras, aku hanya ingin perusahaan ku kembali itu saja."
"Ini kan karena ulah kamu sendiri, kamu terlalu sombong dan terlalu meremehkan mantan istrimu yang kau bilang tidak bisa apa-apa"
"Apa kamu menyesal sekarang?" kata nya lagi.
"Tidak, aku hanya ingin mengambil perusahaan ku kembali, apa kamu bisa membantuku?
"Aku tidak mau mengambil resiko, apa kamu tidak tahu kamu berhadapan dengan siapa?"
"ya aku tahu dia siapa, orang yang paling berkuasa di kota ini bahkan di berbagai belahan dunia, makanya aku datang kesini."
"Tidak-tidak lebih baik kau pulang saja."
"Apa kau mengusirku?
"Iya. Sana pergi dari ruangan ku."
"Sahabat macam apa kamu ini, tidak mau bantu teman sendiri." teriak Bastian seraya keluar dari dari ruangan itu.
Setelah tidak mendapatkan apa yang Bastian inginkan dari bertemu Alexa sampai sahabat sendiri yang tidak mau bantu.pria ini akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya.
Sebastian benar-benar merasa frustasi ia tidak tahu lagi harus bagai mana untuk mendapatkan kembali perusahaan Abraham grup.
setelah menempuh satu jam perjalanan, kini mobil Bastian sampai dirumah nya dan memarkirkan mobilnya seperti biasanya.
pria ini masuk kedalam rumah dan melihat keadaan rumah yang nampak sepi.
"Bi... Bi marti ..." teriak Sebastian memanggil kepala pelayan dirumah nya.
"kamu baru pulang mas? Rena yang baru saja keluar dari kamar anak-anak nya.
"Iya, kemana semua orang? tanya Bastian kepada istrinya.
"Sudah aku pecat semua."
"Kenapa kamu pecat? membuat kesalahan apa lagi sampai kamu memecatnya? bentak Bastian.
"Apa kamu lupa mas,kita sudah tidak bisa mengaji mereka lagi,aku tidak mau hidup seperti ini mas! sahut Rena kepada Bastian.
"Sabar lah, aku sedang berusaha untuk mengembalikan kesemula lagi."
"Sampai kapan mas, aku sudah tidak tahan lagi."
"Ini juga ulah kamu sendiri, kamu menyuruh aku menceraikan Alexa dan mengusirnya dari sini."
"Kenapa kamu malah menyalahkan aku mas, aku ini istrimu, ibu dari anak-anak mu, sedangkan dia itu siapa? istri kamu yang tidak bisa ngasih apa-apa!
plak
"Cukup Rena, kenapa kamu tidak mau di salahkan"
"Kamu tega menpar ku mas," seru Rena memegang pipinya yang di tampar seraya menitihkan air matanya.
"Jahat kamu mas, kamu lebih memilih wanita itu dari pada ku, istri mu sendiri, lebih baik kita pisah mas,aku sudah tidak tahan hidup seperti ini."
Plak
satu tamparan mendarat di pipi Rena lagi.membuat Rena jatuh ke lantai.
"Jangan berani-berani nya kau pergi dari rumah ini, camkan itu." bentak Sebastian dan pergi dari hadapannya.
Sebastian benar-benar meras frustasi dan stres hari ini. bukannya istrinya untuk bersabar dan membantunya dia malah mengajak bertengkar dan ingin bercerai.
apa ini yang di nama kan karma, karena ia dulu telah menyakiti istrinya dan Menceraikannya.
bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa hadiah dan vote nya. 🙏🙏🙏🙏