I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
28.Kebahagiaan Kimora



Kebahagiaan Kimora


...Lelaki sejati tidak akan mencintai banyak wanita, dalam hidupnya,tapi dia punya banyak cara untuk mencintai satu wanita....


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Ha.... ha.... ha.... "


suara tertawa menggema diruang kamar tidurnya, seorang wanita yang baru saja menyandang status Nyonya besar di keluarga Abraham akhirnya ia dapatkan tanpa ada orang lain.


"Akhirnya selama bertahun-tahun lamanya aku jadi nyonya besar dirumah ini,"


Rena yang menatap dirinya didepan cermin besar,terlihat kebahagiaan yang ia peroleh dengan senyuman kemenangan terukir di wajah Rena istri sah satu-satunya Sebastian Abraham sekarang tanpa menyandang status kedua dalam rumah tangganya,


"Hanya aku yang bisa menikmati kekayaan keluarga Abraham sekarang, Dasar wanita bodoh kau akan menjadi gelandangan sekarang ha.. ha...ha.."


"Sepertinya aku harus membuang sisa barang- barang wanita itu dirumah ini," gumam kembali.


Rena keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua, ia memanggil beberapa pelayan rumah untuk membereskan barang-barang Alexa yang masih tertinggal di kamar yang tak jauh dari kamarnya.


"Bi..... Bi...." Teriak Rena.


Bi Ratih dan Bi Marti yang kebetulan berdiri di lantai bawah mendengar teriakan nyonya barunya itu, semenjak ada Rena sebagian pelayan dirumah telah di pecat tanpa hormat,hanya karena membuat kesalahan kecil.


"Mbak ada apa iya nyonya Rena memanggil kita? kerjanya tiap hari teriak-teriak terus,apa gak capek apa." ucap Bi Ratih.


"Hush kau ini,cepat kita ke atas, bisa- bisa kalau tidak datang kita bisa di pecat," jawab Bi marti.


Dengan setengah berlari dua pelayan menaiki anak tangga ia tidak mau di pecat karena lamban.


"Iya... Nyonya!" sahutan Bi marti sebagai kepala pelayan dirumah, dengan nafas yang masih sedikit ngos-ngosan. ia memegang dadanya yang hampir kehabisan oksigen.


"Kau berdua kosongkan kamar wanita itu,sekarang tidak ada yang tersisa." pinta Rena menunjuk tangannya kepada kedua pelayan nya itu.


"Tapi Nya....?, Jawab bi Ratih.


"Cepat lakukan apa yang aku perintah,karena dia tidak akan pernah kembali menginjakkan kaki di rumah ini lagi," bentakan Rena


"Ba..aaaik Nya." Sahut mereka.


🍃🍃🍃


Seorang wanita cantik berjalan di dalam lorong sebuah apartemen. Dia adalah Soraya Shin min-a, sahabat dari Alexa, ia menenteng kantong berisi makanan untuk makan bersama tunangannya yang seorang fotografer profesional di tempat nya bekerja sebagai model. Hingga saat ia berdiri di depan kamar tunangannya Ardan Cristian, pendengaran tak sengaja mendengar suara ******* seseorang. Raya tak bodoh,ia paham betul suara apa yang dia dengar dan ia yakin pendengarannya masih berfungsi dengan baik. Karena pintu kamarnya dalam keadaan terbuka sedikit.


Raya sedikit mengintip dan ternyata benar didalam sana sudah ada seorang wanita dan pria yang ia kenal sedang bergelut dengan kobaran api yang bergairah, Raya mengepalkan tangannya sampai menunjukan buku-buku jarinya, ia sungguh sakit melihat penghianatan tunangannya itu. ia tak kuasa menahan emosinya.


"Prok.... prok.... prok....prok"


Kedua orang yang sedang bercumbu seketika berhenti. Mereka kaget melihat siapa yang datang tiba-tiba.


"Sayang... aku bisa jelasin", ucap Ardan membela seraya bangkit dari Kungkungan wanitanya dan ia langsung memakai celana boxer nya,


"Apa yang akan kau jelasin? kenapa kau berhenti? ayo lanjutkan?" Raya mencibir.


"Mbak Raya ini salah paham", ucap wanita itu yang menutupi setengah tubuh nya dengan selimut.


"Salah paham apanya? jelas-jelas kau sedang bercumbu dengan tunangan ku." ucap Raya yang masih bisa di tahan emosinya.


"Dan kau!!..", Raya menunjuk ke Arah Ardan. "Ini yang di maksud dengan menutupi hubungan kita ke publik Tn. Ardan Cristian yang terhormat, aku sudah bersabar dengan kelakuan mu yang bejat ini?", Tegas Raya. meski dengan sedikit bibir bergetar.


"Kau cepat pergi dari kamarku", ucap Ardan ke wanitanya.


"Hai kau tak usah pergi, aku yang akan pergi dari sini, mulai sekarang hubungan kita berakhir", Raya berujar sambil melepas cincin pertunangan nya dan ia lempar didepan muka tunangan nya itu.


Raya pergi dari apartemen itu dengan setengah berlari, tak kuasa lagi menahan air matanya lolos begitu saja dengan menangis sejadi-jadinya.


Sakit? iya sakit melihat tunangan nya bercumbu dengan wanita yang ia kenal adalah partner modelnya.


Ia terus berlari sampai tak melihat ada mobil yang sedang melaju kencang di jalan ,untung sang mengendara mobil dengan cepat mengerem.


"Astaga... hampir saja saya menabraknya", Gumam pemilik mobil.


Dia turun dari mobil hendak memarahi wanita yang berlari tidak melihat kanan kirinya. Dia adalah Dokter Kim yang hampir menabrak Raya.


Namun Raya tiba-tiba saja tidak sadarkan diri, setelah dokter Kim mendekati nya. Kim berteriak meminta tolong untuk membantu menggotong tubuh Raya ke dalam mobilnya.


Dokter Kim membawa Raya kerumah sakit, Dia kebetulan akan pergi kerumah sakit untuk menemani putrinya yang sedang sakit.


Mobil berhenti di depan UGD. Pria ini berteriak meminta pertolongan kepada perawat. Kini Raya sedang di tangani oleh dokter jaga UGD saat ini.


Setelah menunggu beberapa saat Dokter keluar dari bangsal UGD.


"Dokter Roy gimana keadaan wanita tadi.?" tanya Dokter Kim kepada teman Dokternya.


"Dokter Kim,anda tidak perlu cemas,dia hanya shock bentar lagi di akan sadar." ucap Dokter Roy menepuk pundak Dokter Kim.


"Terimakasih Dok", Kata Kim merasa lega.


Kim masuk kedalam bangsal dimana Raya berbaring tak sadarkan diri. ia menatap lekat wajah cantik Raya.


"Argha....sakit", rintihan Raya, seraya memegang kepalanya yang masih sakit, nampak terlihat Raya hendak bangun.


"Nona.. anda sudah sadar?", Ucap Dokter Kim.


"A...a...ku dimana.!" Raya mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan. Ia mengingatkan kembali kejadian hari ini hingga bisa sampai di ruangan serba putih dengan aroma khas.


"Nona dirumah sakit,tadi nona hampir ketabrak mobil saya, Untung dengan cepat saya mengerem. kalau tidak....gak tau lagi." Dokter Kim terkekek.


"Maaf Dokter", Lirih Raya. ia menundukkan kepalanya.


Kim tersenyum


"Tidak apa-apa nona, tapi kenapa nona bisa lari ke tengah jalan tadi?" Tanya Dokter Kim.


Raya diam tidak menjawab.


"Iya udah gak perlu cerita gpp,itu privasi nona." kata Kim kembali.


Kim melirik jam tangannya, ia baru ingat kalau ia harus menemui putrinya.


"Maaf nona, saya tinggal tidak apa-apa ya,saya harus menemui putri saya, baru saja ia sadar dari koma." pamit Dokter Kim pada Raya.


"Dok...."


"Iya nona,ada yang bisa saya bantu?" kata Dokter Kim.


"Bisa aku ikut menemui putri Dokter?", Raya memohon.


"Tapi nona baru saja sadar,apa tidak ada yang sakit?", tanyanya dengan hati-hati.


"Tidak dok,aku sudah merasa baikan,boleh iya?", Raya dengan pupy eye


"Baiklah... bentar saya ambil kursi roda dulu." ucap Dokter Kim.


***


"Ceklek."


Kim mendorong kursi roda yang di duduki Raya. Mereka masuk ke dalam ruangan VVIP dimana putri Dokter Kim di rawat. Ia baru sadar setelah melewati masa kritis setelah operasi transplantasi organ jantung yang baru, Ia sempat tidak merespon jantung baru sampai kritis tak sadarkan diri, tapi untung dia bisa merespon dengan cepat, jika tidak akan melakukan operasi transplantasi jantung lagi.


"Papah." teriak Seorang gadis kecil.


"Hai sayang", sapaan Kim. ia mendorong kursi roda mendekat ke brankas putrinya.


“Mama datang!! Papa, doa Kimora terkabul! Terima kasih Tuhan!!” teriak Kimora, membuat Raya serba salah, Raya menatap Kim dengan pandangan bingung, Dokter Kim menghela napas kasar dan menunduk, bagaimana menjelaskan kepada putrinya..


"Mbak, lihat mama aku datang! Apa aku bilang sebelum operasi, papa pasti bawa mama saat aku bangun dari koma” ucap Kimora pada pengasuhnya. seorang wanita yang tampak berumur menatap dari sofa ruang tunggu dengan mata berkaca-kaca. Dialah ibu Dokter Kim yang menatap sedih pada Kimora sang cucu, yang bahkan seumur hidupnya tak pernah mengenal ibunya. tapi setelah melihat wanita ini ia anggap ibu nya bisa melihat kebahagiaan Kimora.


Setiap tahun dia diajak ke makam sang ibu, namun anak berusia empat tahun itu masih tak mengerti bahwa ibunya telah terbaring dibawah gundukan tanah itu, dia selalu berdoa pada Tuhan setiap malam sebelum tidur untuk mendatangkan mamanya. Dan saat ini, dia merasa wanita yang sedang duduk di kursi roda adalah mamahnya.


Bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


terimakasih sudah mampir ke cerita Alexa, jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah sebanyak-banyaknya iya lope... lope... lope..😘