
Rahasia #2
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Gani mengepalkan tangannya ia tidak terima dengan pemberian saham 5%. ia mempunyai ide untuk merebut perusahaan Alexander yang ia pimpin, dengan senyuman devil ia akan melakukan sesuatu.
"Tunggu pembalasan ku" gumam Gani Abraham.
Pria ini pergi dari ruangan Alexander yang mulai menyusun rencana agar perusahaan Alexander bisa ia miliki.
Pada hari naas itu Gani sudah merencanakan sesuatu agar bos nya itu lenyap dari bumi ini. Alexander pergi untuk perjalanan bisnis ke luar kota di temani istri tercintanya Sofia. tidak lama sudah hampir setengah perjalanan menuju luar kota. namun sang sopir merasakan keanehan pada mobil yang di kendarai nya membuat mobil oleng.
Sang sopir mencoba untuk tidak panik ia tetap berpikir positif ia tetap tenang pandangan ke depan meski hati nya tidak karuan.
"Tuan .. sepertinya mobil yang kita tumpangi bermasalah" ucap sang sopir lirih.
"Apa! apa maksudmu? bukannya sudah kau cek saat kita akan pergi tadi" Alexander mulai panik mendengar dari sopir nya
"Iya tuan, seperti nya ada yang sudah mesabotase rem mobil ini"
"Mas ada apa?" tanya Sofia pada suaminya.
"Tenang, ini hanya masalah rem blong, kau tenang saja ya"
"Apa!" Sofia terkejut mendengar rem mobilnya mengalami blong dan suaminya hanya bilang tenang "Mas aku tidak bisa tenang, jika ada apa-apa dengan kita bagaimana"
Mendengar perdebatan di kursi penumpang Membuat sopir tambah panik dan tidak bisa berpikir jernih "Tuan lebih baik anda menghubungi seseorang untuk meminta bantuan" sopir mengintrupsi mereka berdua.
Alex mengambil handphone di saku jas nya dan menghubungi seseorang namun belum sempat yang di sebrang menjawab handphone sudah terjatuh ke bawah hanya suara teriakan dan benturan keras.
"Hallo Alex ... halo Alex kau kenapa, kau di mana?"
Suara di seberang telepon sebelum mobil meledak.
Sebastian yang masih menyimak cerita dan melihat cctv langsung saat kakek nya mesabotase rem mobil milik kakek Alexa ia hanya diam membisu tidak bisa berkata apa-apa tentang kebenaran rahasia yang ia tidak tahu apa-apa selama ini. pria muda ini hanya bisa menangis dalam diam.
Jadi ini jawaban papa saat pesan terakhir kali untuk merelakan jika perusahaan dan harta yang di miliki selama ini punya Alexa, Bodoh kamu Bastian Bodoh
Sebastian hanya bisa mencaci maki dalam hatinya.
Opah Hamid juga memberitahukan siapa dalang di balik kecelakaan Alexa sebelum bercerai dengan nya. lagi - lagi sebastian dibuat terkejut oleh opah Hamid jika pelaku kecelakaan Alexa adalah ulah mama nya sendiri.
"Tidak... ti-dak aku tidak percaya jika mama yang melakukan" teriak Sebastian didepan opah Hamid.
"Tapi itu fakta nya anak mudah, kau bisa lihat Cctv itu" opah Hamid melirik kepada anak buah nya.
Kata-kata itu masih terngiang di benak pikiran nya. semenjak Sebastian di sekap atas kelakuan dia karena masih saja berani bertemu dengan Alexa seminggu yang lalu di bekas perusahaan nya itu
Sebastian mengurungkan diri di ruang kerjanya hanya minum-minum yang dia jadikan pelampiasan untuk menenangkan pikiran dan hatinya. ternyata selama ini ia sudah salah terhadap Alexa mantan istrinya itu bahkan berani berselingkuh di belakang nya hanya keinginan mama nya.
"Bodoh ... Bodoh..."
"Agrrrrrrhhhhh"
Prang ..... prang...
"Kau bodoh Sebastian bodoh karena telah di perdaya dan di peralat oleh keluarga sendiri"
Sebastian tertawa dan juga sesekali menangis karena telah di bodohi keluarga besarnya sendiri hanya karena harta.
*
*
*
"Mas kau mau kemana?" seru Rena melihat suaminya yang memasukan bajunya kedalam koper.
"Aku akan pergi dari kota ini bahkan keluar negeri sekalipun." jawab Sebastian datar.
"Jangan becanda kamu mas, bagaimana nasib aku dan anak-anak" Rena mendekat "Kamu tega mas mau ninggalin kita semua?"
"Aku tidak pernah becanda,Jika kau mau ikut bersiaplah tapi jika kau tidak mau maka akan aku layangkan gugatan cerai"
Bagai petir di siang bolong suaminya berani mengucapkan kata keramat untuk bercerai. meski ia pernah mengutarakan ingin berpisah dengan suaminya namun kali ini ia berbeda rasanya sungguh sangat sakit ketika suami sendiri yang melayang kan kata-kata itu ia tidak mau mengurus anak- anak tanpa suaminya. terpaksa Rena mengikuti ke inginan suaminya untuk pindah dari kota ini.
Setelah sudah siap mereka memasuk taksi online yang ia pesan. sebelum nya ia menjemput anak - anak sekolah dulu dan mengurus kepindahan nya.
Wanita ini melirik ke arah suaminya ingin penjelasan dari nya namun melihat rahut wajah dingin suaminya yang babak belur ia urungkan, mungkin bukan saat nya untuk bertanya.
"Mama kita mau kemana?" tanya anak sulung Rena.
"Mama belum tahu sayang, papa tidak ngasih tahu mama kita akan pergi kemana" seru Rena seraya melirik ke arah suaminya.
Sebastian menghentikan taksi online di depan mansion yang sangat mewah dan megah dengan halaman yang sangat luas.
"Kamu tunggu di sini bersama anak-anak, aku masuk dulu sebentar"
Rena hanya mengangguk melihat suaminya turun dan masuk ke dalam mansion mewah.Rena masih ambigu mau apa suaminya datang ke mantan mertuanya itu, ya Rena tahu dari papan di samping Gerbang yang menjuntai.
"Permisi saya mau bertemu dengan tuan Damian, apa tuan ada dirumah?"
"Tuan ada di dalam, sebentar saya panggilkan, dari tuan siapa?"
"Sebastian Abraham"
"Baik tunggu sebentar" kata penjaga,
Sebastian melihat penjaga itu menghubungi lewat interkom setelah mendapat jawaban ia di persilahkan masuk, dan di antar sampai ke dalam.
Sebastian duduk di ruang tamu setelah menunggu beberapa saat dad Damian dan mom lili menghampiri Sebastian ia menghormati nya sebagai mantan menantunya itu meski sudah membuat putri nya menderita.
Sebastian bangun dari duduknya setelah melihat mantan mertuanya mau menemuinya.
"Dad.. mom ... apa kabar, maaf jika kedatangan saya kesini menganggu istirahat kalian."
"Cepat katakan apa tujuan mu datang kemari?" sahut Dad Damian tanpa basah basi.
"Saya kesini ..."
"Hei ... mau apa kau datang kesini, apa belum puas kau kemarin" bentak Jonathan datang tiba-tiba dan mencengkeram erat kerah baju Sebastian.
"Jo lepaskan dia" mom lili mengintrupsi.
"Mom.. kemarin pria brengsek ini yang akan mencelakai putri momy"
"Sudah Jo, biar dia bicara dulu apa tujuan dia datang kemari"
Bugk
Satu pukulan mendarat di pelipis kiri Sebastian. Jo tidak terima jika ia melukai adiknya kemarin bahkan dia belum sempat memberikan pelajaran kepada pria ini. karena sudah ada Brian yang menghajarnya. ini kesempatan Jonathan untuk melepaskan emosinya kepada Sebastian.
"Jo cukup" teriak dad Damian.
"Cepat katakan apa tujuan kamu kemari" kata dad Damian lagi.
Sebastian duduk kembali setelah ia terjatuh ke lantai akibat pukulan Jonathan.
"Saya kemari hanya ingin meminta maaf kepada Dady dan keluarga termasuk Alexa, jika tidak keberatan saya ingin bertemu Alexa yang terakhir kalinya, karena saya sudah memutuskan untuk pergi dari kota ini"
"Hah omong kosong apa kau ini, kenapa baru sekarang kau datang dan meminta maaf" hardik Jonathan yang masih di liputi amarah.
"Jo, hargai niat baik orang" seru Mom lili memperingati anak angkat nya itu.
"Setelah kejadian kemarin saya sadar jika keluarga saya salah" lirih Sebastian ia menundukkan kepalanya. "Ck baru nyadar kau" mom lili sudah menatap tajam ke arah Jonathan membuat ia kembali diam,
Dad Damian hanya menatap datar, Sebastian mendongakkan kembali kepalanya " Saya pribadi mewakili keluarga Abraham untuk meminta maaf kepada keluarga besar Marley atas apa yang sudah terjadi di masa lalu yang telah menghilangkan nyawa kakek Alexander dan beserta istrinya"
Ck cukup berani juga ini orang
Jonathan yang ingin menyela kembali namun tatapan tajam mom lili membuat nya bergedik ngeri.
"Maaf saya tidak bisa lama-lama karena saya meninggalkan anak dan istri saya di dalam taksi" sebasu hendak bangun "Saya merasa lega karena sudah mengutarakan di hadapan anda semua, jika kalian masih belum meminta maaf saya tidak keberatan, saya permisi" Sebastian pergi meninggalkan ketiga orang yu masih termenung dengan kata-kata Sebastian tadi.
"Saya sudah memaafkan mu" hardik Dad Damian yang sedari tadi hanya diam. "Semoga kau benar-benar tulus meminta maaf atas nama keluarga Abraham"
Sebastian kembali menoleh ia berbalik badan, pria ini tersenyum "Terimakasih dad, saya permisi"
Sebastian akhirnya pergi dari mansion dengan senyuman yang merekah karena ia di maafkan oleh dad Damian tapi tidak dengan Alexa karena ia tidak bertemu. Jonathan tahu apa arti tatapan Dad Damian itu dengan segera anak buahnya untuk mengawasi Sebastian sehari-hari.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya