
Sudah Seperti Obat Bagiku
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Dokter Kim dan Raya sepakat untuk lebih sering mengantar dan menjemput Kimora ke sekolah. ia tidak mau kalau calon anak nya itu di ejek oleh teman-temannya karena tidak memiliki ibu. Raya takut akan mempengaruhi kesehatan Kimora karena Kimora baru saja operasi transpalasi Jantung ketika baru ia bertemu Kimora pertama kali.
"Sekolah yang rajin iya sayang biar tambah pintar" seru Raya ketika mengantar Kimora sampai di depan pintu kelas.
"Iya mama, Kimola masuk kelas dulu, dada Mama sama papa" Kimora pamit masuk kelas ia juga tidak lupa melambaikan tangannya kepada kedua orang tua nya yang sebentar lagi akan menikah.
"Dada sayang" sahut Dokter Kim kepada putrinya.
"Mba Lala, aku titip Kimora" ucap Raya. Lala hanya mengangguk dan mengikuti Kimora masuk ke dalam kelas nya.
Dokter Kim mengulurkan tangannya untuk mengandeng tangan Raya dan berjalan meninggalkan kelas Kimora, banyak orang tua murid dan guru yang melihat Dokter Kim mengandeng seorang wanita yang sangat cantik.
Tidak luput pandangan ibu-ibu yang suka berburu berita, mereka saling berbiisik bisik membicarakan mereka berdua. Kim tahu makanya ia tidak suka jika mengantar Kimora sampai depan kelas.banyak ibu-ibu yang suka bergosip.
"Sayang jangan dengarkan mereka jika aku tidak sedang menemani mu mengantar Kimora sampai kelas"
"Iya papa bear aku mengerti ko"
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju ke cafe dan resto hari ini, Raya tidak ada jadwal pemotretan ia memutuskan untuk pergi ke cafe miliknya dan Alexa. semenjak Alexa pergi honeymoon dan sekarang hamil ia tidak lagi datang ke restoran lagi. jadi Raya yang menghandle nya sendirian.
"Sayang makasih kamu mau mengantar jemput Kimora sekarang" ucap Kim mengawali pembicaraan mereka di dalam mobil.
"Papa bear kamu tidak perlu berterima kasih, aku senang mengantar dan jemput Kimora rasanya seperti menjadi orang tua sungguhan"
"Terimakasih sayang" Kim mencium tangan Raya "secepatnya aku akan menemui keluarga besar kamu"
Raya merasa senang Kim Akhir nya mau menemui kedua orang tuanya. tadinya Orang tua Raya merasa kecewa kepada putrinya,karena putrinya tidak jadi menikah dengan Ardan yang menjadi tunangan nya itu. namun setelah Raya menjelaskan dan membuktikan sendiri ternyata laki laki yang akan menikahinya itu pria brengsek. untung saja ketahuan sekarang.
"Papa sama Mama akan kembali ke Jakarta Minggu depan"
Kedua orang tua Raya seorang pengusaha yang tinggal di Singapura ia cukup terkenal di sana. Raya memiliki saudara yang sekarang tinggal di Korea mengikuti Suaminya. Raya lebih suka tinggal di apartemen ketimbang tinggal di rumah Utama. ia merasa kesepian jika harus tinggal di rumah orang tua nya yang cukup besar.
"Sayang maaf hari ini aku tidak bisa menjemput mu, nanti biar sopir pribadi Kimora saja yang menjemput"
"Tidak apa-apa papa bear, aku mengerti kamu itu sibuk, terimakasih sudah mengantarku sampai ke cafe"
"Sayang tunggu" Raya yang hendak turun dari mobil di urungkan ketika Kim mencegahnya. Raya membalikkan badannya "Kenapa"
Kim menunjukkan pipinya jika Raya belum mencium nya pagi ini "Pagi- pagi sudah mesum" cibir Raya.
"Bukan begitu, ini sebagi tanda terima kasih saja, kan aku sudah mengantarmu sampai sini" Kim mengelak. Raya memicingkan matanya "Jadi kamu tidak ikhlas mengantarku"
"Ti-dak sayang bukan begitu"
"Terus"
"Cup Aku hanya ingin mencium mu sebagi semangat untuk hari ini" bisik Kim terkekek.
*
*
*
"Sayang tidak usah biar aku saja" seru Brian yang melihat Alexa yang akan menyiapkan baju kantor nya. Brian yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah memuntahkan isi perutnya karena ia tiba-tiba merasa mual namun hanya cairan saja yang ia muntahkan
"No sayang, ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri, lagian kamu masih lemas gitu, aku tidak boleh membantu mu terus aku harus apa? hanya melihat saja" keluh Alexa
"Tapi kamu sedang hamil sayang"
"Memang kenapa jika aku sedang hamil bukannya sakit sayang?apa orang hamil tidak boleh beraktivitas?" Alexa membantu Brian untuk duduk di tepi ranjang ia melihat suaminya tidak bertenaga. namun aneh nya ketika Brian mencium aroma Alexa rasa mual dan pusing hilang seketika.
"Ku rasa sekarang jauh lebih baik sayang,ketika kamu mendekat"
"Really...." Brian mengangguk "aneh, tadi aja aku bantu tidak mau"
"Mungkin anak-anak kita tidak mau jauh sama Dady nya Sayang" Brian yang sedang mengendus-endus aroma tubuh Alexa seraya mengelus perutnya yang masih rata.
"Modus ... sayang lebih baik kamu ke dokter, aku khawatir sama kamu"
"Aku tidak apa-apa sungguh"
"Tidak apa apanya" Alexa mendengus kesal, "kamu itu aneh tahu, nyuruh semua karyawan kamu disuruh mandi setiap dua jam sekali, kasian mereka jika nanti sakit" Alexa mengingat kembali perkataan papi "kamu juga membeli bunga segar banyak sekali, memang mansion ini mau di jadikan taman bunga apa" ujar Alexa membantu memakaikan pakaian untuk Brian.
Setelah kejadian Brian tidak sadarkan diri ia memutuskan untuk pulang oleh papi Louis karena ia tidak tega melihat putranya tidak berdaya seperti tidak memiliki kekuatan sama sekali.
Brian hanya tertawa mendengar ocehan istrinya.
"Aku juga tidak tahu sayang, jika berdekatan dengan orang lain tiba-tiba rasanya mual terus pusing" keluh Brian. "tapi entah bagaimana ketika sedang sama kamu seperti ini rasa itu hilang begitu saja, kau sudah seperti obat bagiku sayang" Brian menatap wajah cantik Alexa dan ia mencium bibir mungil Alexa yang sudah menjadi candu baginya. Alexa mencoba menepis ciuman Brian namun Brian dengan segera menahan tekuk leher Alexa kuat.
Brian kembali mencium bibir Alexa lembut dan semakin dalam ciuman mereka membuat hasrat mereka berdua tidak tertahan, Alexa Benar- benar menikmati ciuman nya, tangan Brian menjalar kemana-mana mencari tempat favorit nya. membuat Alexa mendesah geli saat tangan Brian bermain di dua gundukan kenyal. Brian perlahan membuka baju Alexa yang saat ini sedang kenakan. ia mencium perut Alexa dan turun ke bawah terlihat segitiga yang masih menempel menutupi area sensitif Alexa. Brian dengan kasar menarik kain tipis segitiga itu. pria bule itu kembali mencumbu istrinya, Alexa mendesah ketika Brian bermain di area sensitif.
Namun ketika adik Brian sudah siap untuk masuk ke sarang nya, perut Alexa bunyi membuat Brian menghentikan cumbuannya itu.
"Sepertinya mereka lapar sayang"
Brian mendengus kesal ketika hasrat nya sudah di pucuk namun gagal untuk di salurkan. terpaksa Brian kembali mandi lagi untuk menidurkan adik kecilnya itu di bawa guyuran shower.
Alexa tertawa kecil melihat Brian kesal dan masuk ke dalam kamar mandi kembali.
"Anak pintar membuat Dady puasa lagi" gumam Alexa mengelus perutnya dan bangun dari tempat tidur ia memungut pakaian yang tercecer karena Brian membuang dengan asal.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya lope lope sebanyak-banyaknya 😘
salam sayang dari author
salam santun 🤗 🤗