I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
8. Aku Pergi



Aku Pergi


Jangan lupa untuk selalu like,vote komentar sebanyak- banyaknya.


...Teruntuk kamu. makasih banyak, aku kehilangan kamu, dan aku menemukan diriku....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Apa Alexa sudah bercerita ke Bi marti tentang Masalah yang dihadapinya Bi?" tanya Raya.


"Sudah, Non, saya kasian sama ibu,hampir tiap hari menangis."


"Ya Tuhan segitunya non Alexa menderita, andaikan saja dulu saya tidak menutupi nya." Gumam pelan Dokter Kim yang cemas masih bisa terdengar wanita beda usia itu.


"Dokter juga tahu tentang pak Sebastian yang menikah lagi?"


"Saya tahu Bi, tadi pagi istri ke dua tuan Sebastian habis melahirkan anak yang kedua..


"Ya Allah, masalah apa lagi ini,pantesan Alexa segitunya menderita." Ucap Raya dengan berkaca- kaca


Senyap. Hanya denting jarum jam yang mengisi kekosongan.


Dokter menatap wanita yang tengah terbaring lemah dengan tatapan sendu. Ia merasa sangat berdosa karena telah menutupi kecurangan Sebastian. Kini ia bukan hanya merasa berdosa melainkan turut pedih menyaksikan Alexa yang begitu terluka.


"Kalau Dokter ingin pulang, silahkan, Biar saya sama non Raya yang menunggu Bu Alexa."


Dokter kim berpikir sejenak lalu mendekati bi marti, Ia mengambil sesuatu dari dompetnya laku diberikan pada Bi marti. Meski ragu, bi marti tetap menerimanya. Sebuah kartu nama - Kim Seok Jin lengkap dengan nomor telepon dan alamat tempat praktek.


"Bi, tolong kalau ada apa-apa, kabari saya secepatnya."


"Dok ...."


"Saya hanya meras berdosa karena telah ikut membantu menutupi pernikahan diam - diam Tuan Sebastian," jelas Kim tak ingin bi marti salah sangka.


"Baik, Dok."


*


*


*


Pagi menyapa. Alexa merasakan tubuhnya sudah lebih baik. Pusing di kepala sudah berkurang dan perut yang yang seperti di remas sudah mulai membaik. Ia duduk bersandar di ujung ranjang. Di lihatnya tubuh kurus Bi marti yang meringkuk di sofa. Ia bersyukur mendapatkan asisten rumah tangga seloyal bi marti.


Alexa meraih tas di atas Nakas, hendak mengambil ponsel. Ia ingin menghubungi Sebastian yang sejak semalam tidak datang.


Namun, laju jemari Alexa terhenti begitu membaca pesan singkat dari Sebastian.


Sebastian:


[ Sayang. Maaf malam ini aku langsung berangkat ke luar kota. Mungkin sekitar satu, atau dua Minggu aku di sana. Kamu jaga kesehatan ya. Love u. ]


"Kamu jahat mas,lebih memilih pergi dari pada menemani aku."batin Alexa


Mata indah Alexa berkabut seiring dengan rasa sakit hingga ke ulu hati. Ia kembali melepas paksa selang infusnya. Berjalan pelan menuju kamar mandi setelah mengambil baju salin.


Bi Marti terbangun mendengar suara pintu berdecit. Ia yang baru saja tidur selepas Subuh segera beranjak dari sofa. Mendapati ranjang di depannya kosong. Dan selang infus yang tercecer.


Langkah kemudian menuju kamar mandi begitu mendengar air kran mengucur.


"Non lexa, apa non di dalam?" Tanya bi marti sembari menempelkan telinganya di pintu.


"Iya, Bi."


Tak lama Alexa keluar dengan wajah tampak segar dan telah berganti pakaian. Bi marti segera meraih tubuh Alexa membantu berjalan menuju ranjang.


"Non kenapa infusnya dilepas lagi?"


"Gak apa-apa, bi. Saya sudah mendingan."


Alexa sibuk mengecek isi tasnya. Mengambil dompet lalu memberikan beberapa lembaran merah pada Bi marti.


"Ini untuk ongkos Bi marti pulang," jelas Alexa sambil merapikan rambutnya.


"Lho, non mau ke mana? Non kan belum sehat."


"Aku harus pergi, Bi?"


"Nanti kalau Tuan Sebastian datang gimana?


"Justru itu aku akan mencari mas Tian, bi Dia semalam gak datang kan?"


Bi marti terdiam. Ia mengerti maksud majikannya itu.


"Hati-hati, non."


Sebelum membuka pintu ia di kejutkan dengan sahabat nya yang semalam ikut menemani dan ia pagi-pagi pulang untuk membersihkan diri dan membawakan sarapan.


"Al....." Ucap Raya yang kaget melihat Alexa sudah rapih hendak pergi.


"Ray kamu di sini,tolong kamu antar bi marti pulang iya, aku harus ke suatu tempat." Kata Alexa yang tergesa-gesah.


Sepeninggal Alexa, bi marti teringat sesuatu. Ia kirimkan pesan tentang Alexa yang akan mencari Sebastian pada seseorang.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Alexa sudah berada di dalam mobil mini Cooper. Ia harus memastikan keberadaan Sebastian pagi ini ia menghubungi seseorang yang di tugaskan untuk mengikuti kegiatan Sebastian. Mobil sudah merayap memasuki jalan utama ibu kota. Dan seperti biasa pengendara harus menyiapkan banyak-banyak stok sabar karena jalanan yang selalu macet.


Hanya tinggal satu belokan lagi menuju rumah Rena istri kedua Sebastian. Alexa sebisa mungkin mengontrol emosinya. Bila di banyak kasus istri pertama akan memaki - maki pelakor saat bertemu. Alexa sama sekali tak ingin seperti itu. Ia tak ingin mengotori tangan dan bibirnya.


Mobil sampai dirumah yang di tujuh. Setelah memarkir mobilnya. Alexa turun langkahnya tegap dan percaya diri. Dilihatnya mobil milik Sebastian masih terparkir cantik di halaman rumah Rena.


"Kena Kamu mas." gumaman nya


Sampai di depan gerbang Alexa menekan bel. Beberapa kali. Akhirnya muncul laki laki paruh baya dari dalam rumah.


"Maaf, ibu cari siapa?" Tanya security itu dari balik gerbang.


"Saya cari pak Sebastian, Ada kan?"


"Ada, Bu." Sejurus kemudian gerbang terbuka.


Tanpa di minta, Alexa memasuki rumah tersebut. Rumah yang lebih kecil dari rumah yang dihuninya dengan Sebastian. Tapi masih di katakan mewah.


"Saya tunggu di sini saja."ucap Alexa sebelum art yang sudah di hubungi oleh security tadi. Mempersilahkan masuk.


setelah menunggu beberapa menit yang di maksud datang dan kaget melihat siapa yang berkunjung mencari nya sepagi ini.


"say.... " Sebastian dengan kaget nya ia tidak bisa berkata-kata ia diam mematung


"kamu kaget mas aku bisa berada disini." ucap Alexa dengan senyum terpaksa.


tiba - tiba sahutan dari dalam rumah Terdengar dari luar


"sayang... siapa yang datang pagi-pagi" suara manja Rena sambil berjalan keluar menuju suaminya.


"Bu...U..kan siapa- siapa" ucap Sebastian dengan terbatah - batah.


"perkenalkan saya Alexa istri yang ada di samping mu. dan Kamu mas sungguh jahat mas, jadi selama kamu pergi keluar kota ini kelakuan kamu mas di belakang aku. kamu tega menghianati istri kamu sendiri mas.meninggalkan aku di rumah sakit sendirian cuma gara- gara wanita ini Ha.... jawab mas jangan diam" bentakan Alexa yang sudah emosi.


"eh kamu siapa ngaku- ngaku Sebastian sebagai suami kamu, Dasar ****** ." kata Rena tidak terima Sebastian sebagai suaminya


" Diam kamu, yang sebenarnya ****** itu kamu,yang sudah merebut kebahagiaan aku dengan Sebastian.


"Plakk ... " satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Alexa.


"Cukup... aku bisa jelaskan semua." bentakan Sebastian


sambil memegang pipinya yang sakit" kamu tega mas menampar aku didepan wanita ini." ucap Alexa sambil tersenyum sinis


"Apalagi yang harus di jelaskan mas, ini sudah jelas semuanya." sambil menahan air mata yang sudah terbendung lagi.


"Ada apa ini pagi-pagi sudah membuat keributan" suara ibu mertua Alexa yang datang tiba-tiba.


"mamah...." ucap Alexa lirih.


"Alexa kenapa kamu ada disini? kata ibu mertua Alexa.


"Jadi mamah tau ini semua, dan kalian membohongi aku selama ini, kalian tega menutupi masalah ini."


"maafkan mamah, ini salah paham lexa."


"Salah paham apa mah? jelas - jelas disini aku dikhianati suami sendiri bertahun-tahun, salah aku apa?" luapan emosi Alexa di hadapan ibu mertua.


"Ya.. salah kamu apa! karna kamu mandul Alexa, kamu tidak bisa memberikan keturunan Abraham, apa kamu sudah tau Alexa," dengan percaya diri mamah Sebastian menyebutnya dengan enteng.


"Apa mah, mamah bilang Alexa mandul, apa mamah lupa aku pernah hamil dan harus kehilangan calon anak aku gara- gara siapa?cukup mah jangan salahkan lexa disini.


"hai ****** tidak tau diri. sudah mandul pula masih mau mempertahankan pernikahan yang sudah di ujung tanduk" ,ketus Rena sambil bergelantungan di tangan Sebastian "mas... ceraikan dia,kalau tidak mau aku dan anak-anak akan pergi dari ini." senyum licik Rena.


" Rena kamu benar.tian kamu urus secepatnya Alexa mamah tidak mau punya menantu yang bikin malu keluarga besar Abraham." ucap ibu mertua sambil melenggang pergi.


Bersambung...........


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷