I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
156. Markas Brian



Markas Brian


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hari ini Dokter Kim ingin berdua dengan istrinya Raya yang sedang mengandung anaknya. tidak tahu kenapa dokter muda ini malas untuk ke rumah sakit. hanya ingin bermanja-manja dengan istrinya itu.


"Papa Bear apa hari ini tidak pergi kerumah sakit" ucap Raya yang mengelus rambut Kim yang sedang tiduran di pangkuan istrinya.


"Tidak sayang, hari ini aku ingin dirumah saja" kata Kim. "Apa dia baik-baik saja sayang" katanya lagi.


"Jika dia sedang dekat dengan papa nya tidak mual sama sekali"


"Oh iya!!"Dokter Kim bangun dari pangkuan nya "Maaf iya sayang jika jarang ada buat kamu"


"Tidak apa-apa, aku tahu pekerjaan mu" Raya mencoba menghibur suaminya itu yang merasa bersalah.


dzrrtt.... drrzzttttt...


"Papa Bear handphonenya bunyi tuh"


"Biarin saja sayang, aku lagi malas hari ini" Kim kembali mengusel- ngusel ke perut Raya "Tapi Papa bear siapa tahu penting, dilihat dulu"


Dengan malas Kim bangun dari pangkuan Raya lalu berjalan Dengan sedikit lesu ia mengambil handphone nya lalu melihat siapa yang menghubungi nya dengan malas ia mengangkat telepon nya.


"Ada apa?" ucap Kim.


"Cepet kau Datang kerumah sakit sekarang" kata Brian.


"Aku hari ini lagi malas kerumah sakit"


"Hey apa harus cabut ijin praktek mu dulu" teriak Brian kepada Dokter Kim.


"Memang siapa yang sakit? lagian masih banyak dokter di rumah sakit"


"Apa kau tidak ingin memeriksa anak pemilik Rumah sakit sekarang, baik aku cabut ijin praktek mu" ancam Brian


"Baik aku akan"


Tut...Tut..


"Sialan, seenaknya saja memutuskan sambungan telepon" maki Dokter Kim.


Raya melihat suaminya yang tiba-tiba kesal setelah menerima telepon tadi.


"Papa Bear ada apa? kenapa kesal seperti itu?"


"Sayang maaf aku harus kerumah sakit sekarang"


"Tapi bukannya tadi malas pergi kerumah sakit"


"Tadi yang telpon tuan Brian, katanya nona Alexa masuk kerumah sakit" Kim mengecup bibir Raya sebelum ia pergi.


"Apa dia akan melahirkan papa Bear?"


"Tidak sayang, kehamilan masih 7 bulan, aku pergi dulu, kamu baik-baik dirumah, secepatnya aku akan pulang cepat"Ucap Kim "maaf aku harus pergi" Dokter Kim memeluk Raya.


Mereka mengurai pelukannya"Tidak apa-apa,aku tahu akan pekerjaan mu, kamu kan sangat di butuhkan banyak orang terutama sahabatku Alexa, pergi lah papa Bear jika ada apa-apa hubungi aku"


Raya menatap suaminya pergi masuk kedalam mobilnya hingga mobil tersebut melaju hingga tak terlihat.


Raya menghela nafas karena suaminya harus pergi karena pekerjaan nya. padahal ia juga masih ingin di temani. dirumah barunya juga sangat sepi, putri Sambungnya Kimora juga masih di sekolah belum pulang.


Raya hanya menunggu kabar dari sang suami soal sahabatnya itu, ia hanya bisa mendoakan saja, ia tidak mungkin untuk ikut Kim kerumah sakit karena ia sedang mengandung trisemester pertama.


*


*


*


"Bagaimana Dokter Kim dengan putriku" ucap mom lili.


"Nona Alexa hanya sedikit shock Ny. Besar, hingga mengakibatkan perutnya kram" kata Kim kepada mom lili.


"Syukurlah" mom lili merasa lega dan juga Brian.


"Saya sarankan Nona jangan sampai shock atau stres ini akan menganggu kehamilannya, meski sudah 7 bulan tapi karena nona hamil kembar sangat rawan untuk melahirkan dini"


"Bagaimana dengan putriku" ucap seseorang yang baru saja datang, karena mendapatkan kabar dari Jonathan.


"Apa dia akan baik-baik saja kan?"


"Ya Tuan besar, hanya butuh istirahat saja nona akan kembali pulih, untuk sementara jangan terlalu bergerak dulu"


"Darl lebih baik kamu di rawat disini saja, Dady takut dengan cucu-cucu Dady"


"Tapi Dad, lexa sudah jauh lebih baik sekarang dan kata dokter juga lexa tidak apa-apa iya kan dok" Alexa di bantu perawat Anna untuk bangun.


Setelah pemeriksaan Alexa di perbolehkan untuk pulang, Dady Damian tidak kembali ke kantor dan juga Brian ia memutuskan untuk kembali ke mansion. tapi Brian mengingat Rena yang di titipkan Jonathan untuk mengurus nya.


Setelah Alexa tertidur Brian menitipkan istrinya ke mom lili karena ia kan mengurus masalah Rena.


"Nak Brian bagaimana Alexa"


"Lexa tidur mom, Brian titip Alexa sebentar"


"Kamu mau pergi kemana?" sahut dad Damian.


"Brian akan menemui Jonathan dad" jawab Brian.


"Dady ikut" bangkit dari duduknya "Mom Dady pergi dulu" mencium kening istrinya.


"Kalian hati - hati"


Sebelum Brian sudah bertanya kepada Jonathan ternyata anak buahnya yang di tugaskan untuk menjaga Alexa tadi ia di bawa ke markas milik Brian.


Brian satu mobil dengan Dady nya Alexa menuju markas yang berada di tengah- tengah hutan. hanya orang- orang tertentu yang tahu jalan ke markas.


"Dady baru tahu jika markas mu terletak disini,pantas saja musuh mu sulit untuk menemukan mu nak tempatnya saja di hutan belantara seperti ini"


Brian hanya tersenyum "Dan juga belum tahu siapa ketua mafia King El Zeus sebenarnya kau hebat bisa mengelabui musuhmu"


"Dady bangga sama kamu, bisa melindungi putri Dady"


"Dady juga hebat, Brian masih ingin belajar dari Dady" kata Brian merendahkan dirinya.


"Dady sudah pensiun nak, semua serahkan kepada Jonathan"


Dady Damian sangat kagum dengan tempat yang menjadi markas Brian.sudah terletak di tengah hutan, jika dilihat dari depan seperti gudang tua yang sangat besar tidak terawat namun saat gerbang pintu di buka nampak terlihat bangunan kastil yang sangat megah dan mewah terlihat seperti bukan markas seorang mafia. di sepanjang jalan menuju kastil banyak pohon buah-buahan dan juga kebun anggur yang sangat luas.


salah satu anak buah Brian memberi hormat ketika melihat kedatangan bos nya itu.


"Rio dimana wanita itu" Brian menatap lurus kedepan seraya melepaskan kacamata hitam yang tertengker di hidung mancung nya. dan di sampingnya Dady Damian.


"Ada di dalam bersama Jonathan Mr El" ucap Rio "Selamat datang tuan Damian"


"Ya Rio, apa kabar lama tidak bertemu"


"Iya Tuan, saya baik-baik Saja, mari saya antar"


Brian, dad Damian mengikuti Rio menuju dimana Rena di sekap oleh anak buah Brian.


"Maaf.. maafkan aku, tolong lepaskan aku"


"Aku tahu kalau kau itu wanita yang sangat licik" pekik Jo.


"Jangan pernah lepaskan wanita ular ini Jo" sahut Dady Damian yang mengejutkan Jonathan. "Dady kesini"


"Bagaimana apa dia sudah mengakuinya"


Rena terkejut dengan kedatangan beberapa orang yang ia kenal.


Kenapa jadi seperti ini, berurusan dengan Alexa sungguh wanita itu sangat di lindungi, Sial kenapa dulu tidak mati saja.


Rena bangun dan menjatuhkan diri di hadapan dad Damian dan Brian. ia berlutut di hadapan mereka ia mencoba untuk berpura-pura menyesal agar bisa di lepaskan.


"Tolong maafkan aku,dan bebaskan aku sekarang, aku menyesal dulu sudah mencoba mencelakai Alexa"


"Kau, tidak hanya mencoba mencelakai putriku tapi kau sudah berani mencoba membunuh putriku hampir saja nyawanya tidak tertolong, penyesalan mu tidak ada artinya sekarang"


sial tua Bangka ini tidak bisa goyah juga,aku harus punya cara agar bisa keluar dari tempat terkutuk ini.


Bersambung


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya lope sebanyak-banyaknya 😘


Jangan lupa mampir juga di karya terbaru author yang berjudul Janda Tapi Perawan jadikan salah satu favorit novel mu 🤗😘